Selasa, 20 Okt 2026
light_mode

Untuk Industri Tapioka, Nagajuang Siapkan 14 Ha Lahan Ubi Kayu

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 5 Nov 2019
  • print Cetak

 

H. Yais Nasution

NAGAJUANG (Mandailing Online) – Kecamatan Nagajuang diproyeksikan menyiapkan 14 hektar lahan budidaya ubi kayu untuk kebutuhan bahan baku industri tepung tapioka di Mandailing Natal (Madina).

Dari 14 hektar itu, seluas 7 hektar diproyeksikan akan disediakan semua pemerintah desa yang ada di kecamatan itu. Sedangkan 7 hektar lainnya akan disediakan pihak pemerintah Kecamatan Nagajuang dengan Dinas Pertanian Madina.

Karena hanya berjumlah 7 desa di kecamatan itu, sehingga masing-masing desa menyiapkan 1 hektar per desa.

Persiapan lahan itu dilakukan menyusul adanya rencana 3 investor Sumut yang berencana menanamkan modal di industri pengolahan tepung tapioka plus perkebunan ubi kayunya di Madina.

Rencana investasi itu dibicarakan ketiga investor dengan Pemkab Madina dalam pertemuan di rumah dinas bupati Madina, Jumat (1/11/2019) lalu.

Belum diketahui pasti sudah sejauh mana tahap perencaaan investasi itu.

Camat Nagajuang, H. Yais Nasution menjawab Madina Bisnis via telefon selular, Selasa (5/11/2019) mengatakan saat ini pihak kecamatan sedang melakukan konsolidasi dengan desa-desa di kecamatan itu.

Hingga posisi Selasa, sudah dua desa yang menyatakan kesiapan menyiapkan lahan itu.

Sebelumnya, Kadis Pertanian Madina, Taufik Zulhandra Ritonga, Jumat (1/11/2019) lalu menyebutkan lokasi yang direncanakan untuk mendukung perkebunan ubi kayu sebagai bahan baku tapioka ini berada di Kecamatan Naga Juang, Siabu dan Kecamatan Bukit Malintang.

“Lokasi yang memenuhi syarat untuk perkebunan untuk ubi ini ada tiga sasaran yakni Naga Juang, Bukit Malintang, Siabu, dengan luas 6.492 ha yang semuanya lahan masyarakat,” kata kadis.

Pihak investor memang meminta syarat ketersediaan lahan sekitar 6.500 hektar lahan ubi kayu.

Surianto satu dari 3 investor Sumut Jumat (1/11/2019) menjelaskan, untuk bahan baku pabrik tapioka proyeksinya paling minimum  membutuhkan 500 ton ubi kayu perhari. Tentu dengan jumlah ini harus didukung dengan bahan baku yang cukup. Sedangkan untuk lahan yang dibutuhkan adalah seluas 6.500 hektar.

“Kita lihat dulu persiapan lahan apakah sesuai atau mencukupi dengan kapasitas minimum yang diharapkan,” ujar pengusaha yang sudah 30 tahun bergerak dalam bidang tapioka itu.

 

Sumber : Madina Bisnis

Editor : Dahlan Batubara

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kontraktor Bandara Madina Bantah Pakai Galian C Tanpa Izin, Berikut Progres Pembangunannya

    Kontraktor Bandara Madina Bantah Pakai Galian C Tanpa Izin, Berikut Progres Pembangunannya

    • calendar_month Kamis, 1 Jun 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN( Mandailing Online ) : PT. Modern Widya Technical menjelaskan semua supplier atau penyedia material kontruksi untuk Bandara Malintang Kabupaten Mandailing Natal ( Madina ) memiliki izin. Hal ini diungkapkan oleh Raharjo, salah seorang tim material dari PT. Modern Widya Technical. Menurut Raharjo, semua supplier yang diberikan tanggung jawab menyediakan material memiliki izin, sehingga dia […]

  • Kasus Money Politic Panyabungan Utara,  Caleg Harus Didiskualifikasi

    Kasus Money Politic Panyabungan Utara, Caleg Harus Didiskualifikasi

    • calendar_month Sabtu, 20 Apr 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Kasus sejumlah anak di bawah umur ikut mencoblos sudah ditangkap. Namun, yang mencengangkan adalah terdapatnya pecahan uang 50.000 yang diduga mereka terima dari salah satu calon legislatif DPRD Madina. Para remaja itu ditangkap polisi dan anggota Bawaslu Madina di salah satu TPS di Kelurahan Mompang Jae, Kecamatan Panyambungan Utara pada hari pencoblosan, Rabu (17/4/2019). […]

  • Spanduk Cemooh Ariel Terpampang di Bandung

    Spanduk Cemooh Ariel Terpampang di Bandung

    • calendar_month Kamis, 4 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    “Pesan moral: Hukum seberat-beratnya Ariel yang telah mencoreng Bandung kota agamis” Setelah dipindahkan ke Rumah Tahanan Kebonwaru, Bandung, kurang lebih dua minggu lalu, bukan berarti Ariel terbebas dari sanksi sosial. Belum lama ini, sebuah spanduk hijau berukuran 1 x 6 meter berisi kata-kata cemoohan terpampang di depan pendopo Kota Bandung dan Kantor Majelis Ulama Indonesia […]

  • Ketika Asap Datang dan Hilang, Kemiskinan Tetap Menyerang

    Ketika Asap Datang dan Hilang, Kemiskinan Tetap Menyerang

    • calendar_month Kamis, 15 Okt 2026
    • account_circle Supardi
    • 0Komentar

    Oleh: Supardi S.H.I Sociopreneur dan Pemerhati Masyarakat Marginal     … Ada yang terasa menyakitkan ketika melihat langit Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal, Sumut diselimuti kabut asap. Udara yang seharusnya menjadi sumber kehidupan justru berubah menjadi ancaman. Namun, di balik asap yang menyesakkan, ada kenyataan lain yang tak kalah getir: sebagian masyarakat tetap harus bekerja di […]

  • Dana Desa di Raorao Lombang Digunakan Bangun Jalan ke Perkebunan Kopi Rakyat

    Dana Desa di Raorao Lombang Digunakan Bangun Jalan ke Perkebunan Kopi Rakyat

    • calendar_month Senin, 19 Sep 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      TAMBANGAN (Mandailing Online) – Dana Desa tahun ini dikucurkan bagi infrastruktur ekonomi di Desa Raorao Lombang, Kecamatan Tambangan, Mandailing Natal. Infrastruktur ekonomi itu berupa peningkatan jalan menuju sentra perkebunan warga jenis rabat beton sbenyak 4 jalur dengan total panjang sekitar 1.980 meter. Kepala Desa Raorao Lombang, Irpan Ismail menjawab wartawan pekan lalu menyebutkan upaya […]

  • Bupati Madina Siap Mati Bela Hak Masyarakat Dihadapan PT. SMGP

    Bupati Madina Siap Mati Bela Hak Masyarakat Dihadapan PT. SMGP

    • calendar_month Selasa, 4 Nov 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Bupati Mandailing Natal (Madina) Dahlan Hasan berjanji lagi. Kali ini bupati menyatakan siap mati demi membela hak masyarakat terkait kehadiran PT.SMGP. Bahkan bupati menyatakan akan memecat kepala Dinas Pertambangan Madina jika tak becus mengurus aspirasi warga yang berhadapan dengan PT Sorik Merapi Geothermal Power, perusahaan yang akan mengelola panas bumi […]

expand_less