Selasa, 21 Jul 2026
light_mode

Sapa Saya Dengan “Menjuah-juah”

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 18 Feb 2020
  • print Cetak

Memantapkan Jati Diri Suku Karo

 

Kolom : Venessa Nde Ginting

Terkadang tanpa kita sadari kita sendirilah yang mengajari suku-suku lain berfikir untuk menyapa kita dengan “horas” bukan dengan “mejuah-juah”. Teringat dulu ketika saya bekerja di luar negeri di salah satu perusahaan Jerman yang memang sangat bagus di Pulau Penang.

Di sana saya banyak bertemu orang-orang Indonesia yang datang dari berbagai daerah di Indonesia dan orang lokal (asli warga negara Malaysia).

Temen-temen Indonesia saya yang bersuku Jawa pada saat itu langsung menyapa saya dengan “horas” ketika mereka mengetahui saya operator baru yang didatangkan dari Medan (Sumut). Mereka langsung mengatakan “kamu orang Batak kan”.

Intinya, selama saya berteman mereka sama sekali tidak tahu adanya Karo. Mereka hanya tahu ketika kamu datang dari Medan (Sumut) maka kamu adalah Orang Batak yang harus disapa dengan “horas”.

Jujur, yang paling mengesalkan bagi saya adalah ketika temen-temen akrab saya yang hobby memanggil saya “Batak”. Contohnya: “Batak, hari ini kamu ke mana?” (Dengan lembut tidak bermaksud mengejek).

Pada masa itu memang saya tidak pernah memberikan penjelasan dan hanya diam saja ketika dipanggil Batak. Pada masa itu yang ada di pikiran saya ya sudahlah karena pengetahuan saya hanya sebatas Batak Karo. Padahal dalam hati saya berkata “kok hanya Batak yang dikenal?

Singkat cerita, 2 tahun belakangan ini saya mendengar adanya KBB (Karo Bukan Batak). Nah, di situ saya mulai suka membaca artikel-artikel KBB. Sedikit banyaknya barulah saya tahu kalo Karo bukan Batak. Karo ya Karo. Tidak ada embel-embel Batak.

Dari Gerakan KBB saya kemudian mulai belajar tidak ada yang namanya Batak Karo, yang ada “kita kalak Karo”.

Seiringnya waktu, sedikit-sedikit saya paham akan perbedaan itu. 1 tahun belakangan ini saya memutuskan siapa saya sebenarnya dan dengan bangga menyatakan saya “kalak Karo” dan “Karo bukan Batak”. Di proses-proses ini saya juga tidak lupa untuk terus belajar akan KBB.

Singkat cerita, di tahun yang lalu saya mempunyai kesempatan untuk berlibur ke Penang( (Malaysia). Di sana saya bertemu dengan kawan-kawan lama saya semasa kerja dulu. Ketika kami bertemu, mereka langsung menyapa saya dengan “horas”.

Tetapi langsung saya katakan “horas” untuk Orang Batak dan saya bukan Orang Batak. Sebaiknya sapa saya dengan mejuah-juah karena saya orang Karo.

Di situ saya sudah mulai bisa menjelaskan bahwa tidak semua Orang Medan (Sumut) layak disapa “horas” karena tidak semua Orang Medan adalah Orang Batak. Di Medan juga banyak Orang Karo. Ketika berjumpa dengan orang-orang Karo, sapalah mereka dengan “mejuah-juah”.

Di situ saya juga masih ingat mengatakan hal ini kepada mereka. Jadi, ketika kalian semua berjumpa dengan Orang Medan (Sumut) tanya terlebih dahulu mereka Orang Batak atau Orang Karo. Kalo Orang Karo sapa dengan “mejuah-juah” dan kalo mereka Orang Batak sapa dengan “horas”.

“Untuk next ke depannya, sapalah saya dengan mejuah-juah karena saya Orang Karo. kalak karo,” kataku sambil tersenyum.

Inilah sekilas tentang saya yang mulai sadar tentang KBB. Proud to be Karonese. Semoga saja next ke depannya lebih banyak lagi yang sadar.

Bujur ras mejuah-juah!

 

Artikel ini dimuat kali pertama
di : Kahekolu.com

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • TS Calon Bupati Diminta Turunkan Baliho Liar

    TS Calon Bupati Diminta Turunkan Baliho Liar

    • calendar_month Rabu, 7 Okt 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – KPU Madina meminta semua tim kampanye pasangan calon bupati menurunkan alat peraga kampanye liar. Sebab, alat peraga kampanye liar seperti baliho, spanduk dan poster yang dipasang para TS masing-masing calon telah melanggar aturan yang berlaku, yakni alat peraga kampanye (APK) di luar yang dicetak oleh KPU Madina. Berdasar Peraturan KPU nomor […]

  • Ibu Bawa Dua Bocah Kelola Ladang Ganja

    Ibu Bawa Dua Bocah Kelola Ladang Ganja

    • calendar_month Jumat, 7 Feb 2014
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    Polres Mandailing Natal (Madina) selama tiga hari (4-6) Februari mengadakan operasi penyisiran ladang ganja yang dimulai dari Desa Rao-Rao Panjaringan, Kec. Tambangan hingga ke Tor Sihite Panyabungan Timur, Kab. Madina. Selama operasi itu, petugas berhasil membekuk seorang ibu rumah tangga yang membawa dua anaknya yang masih bocah di ladang ganja kawasan Tor Sihite.(sp)

  • Atika Panjatkan Doa Bersama 200 Anak Yatim di Batahan

    Atika Panjatkan Doa Bersama 200 Anak Yatim di Batahan

    • calendar_month Selasa, 5 Nov 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    BATAHAN (Mandailing Online) – Program pasangan calon (Paslon) Saipullah -Atika (SAHATA) menyantuni anak yatim masih berlanjut. Hari ini (5/11/2024), giliran 200 anak yatim dan piatu dari delapan desa di Kecamatan Batahan, Mandailing Natal (Madina), menerima santunan dari calon wakil bupati Madina nomor urut 2, Atika Azmi Utammi Nasution. Para anak yatim itu berasal dari Desa […]

  • Sumut Tolak Umumkan Hasil PNS

    Sumut Tolak Umumkan Hasil PNS

    • calendar_month Jumat, 20 Des 2013
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 13Komentar

    JAKARTA – Sebagian besar daerah menolak untuk mengumumkan hasil tes kompetensi dasar (TKD) seleksi CPNS tahun 2013 dari pelamar umum untuk provinsi dan kabupaten/kota. Kepala BKD Provinsi Sumatera Utara (Sumut) Pandapotan Siregar yang kemarin datang ke Kantor Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB) guna menerima master data hasil seleksi CPNS untuk pemprov dan […]

  • Miss Filipina Terpilih sebagai Miss World 2013

    Miss Filipina Terpilih sebagai Miss World 2013

    • calendar_month Senin, 30 Sep 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    JAKARTA, – Setelah kurang lebih selama tiga minggu berada di Bali, mengikuti seluruh tahapan dan acara yang dihelat oleh penyelenggara, Megan Young dari Filipina akhirnya terpilih sebagai Miss World 2013. Diliputi rasa haru dan bahagia, Megan mengucapkan terima kasih sambil terisak atas dukungan yang diberikan kepadanya. Sebelumnya, pada tahap penjurian Megan berjanji akan membantu banyak […]

  • Komisi I DPRD Madina Tinjau Pelaksanaan UN

    Komisi I DPRD Madina Tinjau Pelaksanaan UN

    • calendar_month Senin, 4 Apr 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Komisi I DPRD Mandailing Natal  meninjau pelaksanaan  Ujian Nasional  di beberapa sekolah di Panyabungan, Senin, (4/4). Peninjauan dipimpin Ketua Komisi, Madina Mulyadi Hakim Muda Nasution, diikuti anggota Hj. Riadoh, Sahbana Hasibuan, Ali Makmur Nasution. Di sela peninjauan, Mulyadi kepada Mandailing Online , Senin, (4/4) menyatakan, pihaknya sejauh ini belum ada mendengar […]

expand_less