Sabtu, 5 Sep 2026
light_mode

Sapa Saya Dengan “Menjuah-juah”

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 18 Feb 2020
  • print Cetak

Memantapkan Jati Diri Suku Karo

 

Kolom : Venessa Nde Ginting

Terkadang tanpa kita sadari kita sendirilah yang mengajari suku-suku lain berfikir untuk menyapa kita dengan “horas” bukan dengan “mejuah-juah”. Teringat dulu ketika saya bekerja di luar negeri di salah satu perusahaan Jerman yang memang sangat bagus di Pulau Penang.

Di sana saya banyak bertemu orang-orang Indonesia yang datang dari berbagai daerah di Indonesia dan orang lokal (asli warga negara Malaysia).

Temen-temen Indonesia saya yang bersuku Jawa pada saat itu langsung menyapa saya dengan “horas” ketika mereka mengetahui saya operator baru yang didatangkan dari Medan (Sumut). Mereka langsung mengatakan “kamu orang Batak kan”.

Intinya, selama saya berteman mereka sama sekali tidak tahu adanya Karo. Mereka hanya tahu ketika kamu datang dari Medan (Sumut) maka kamu adalah Orang Batak yang harus disapa dengan “horas”.

Jujur, yang paling mengesalkan bagi saya adalah ketika temen-temen akrab saya yang hobby memanggil saya “Batak”. Contohnya: “Batak, hari ini kamu ke mana?” (Dengan lembut tidak bermaksud mengejek).

Pada masa itu memang saya tidak pernah memberikan penjelasan dan hanya diam saja ketika dipanggil Batak. Pada masa itu yang ada di pikiran saya ya sudahlah karena pengetahuan saya hanya sebatas Batak Karo. Padahal dalam hati saya berkata “kok hanya Batak yang dikenal?

Singkat cerita, 2 tahun belakangan ini saya mendengar adanya KBB (Karo Bukan Batak). Nah, di situ saya mulai suka membaca artikel-artikel KBB. Sedikit banyaknya barulah saya tahu kalo Karo bukan Batak. Karo ya Karo. Tidak ada embel-embel Batak.

Dari Gerakan KBB saya kemudian mulai belajar tidak ada yang namanya Batak Karo, yang ada “kita kalak Karo”.

Seiringnya waktu, sedikit-sedikit saya paham akan perbedaan itu. 1 tahun belakangan ini saya memutuskan siapa saya sebenarnya dan dengan bangga menyatakan saya “kalak Karo” dan “Karo bukan Batak”. Di proses-proses ini saya juga tidak lupa untuk terus belajar akan KBB.

Singkat cerita, di tahun yang lalu saya mempunyai kesempatan untuk berlibur ke Penang( (Malaysia). Di sana saya bertemu dengan kawan-kawan lama saya semasa kerja dulu. Ketika kami bertemu, mereka langsung menyapa saya dengan “horas”.

Tetapi langsung saya katakan “horas” untuk Orang Batak dan saya bukan Orang Batak. Sebaiknya sapa saya dengan mejuah-juah karena saya orang Karo.

Di situ saya sudah mulai bisa menjelaskan bahwa tidak semua Orang Medan (Sumut) layak disapa “horas” karena tidak semua Orang Medan adalah Orang Batak. Di Medan juga banyak Orang Karo. Ketika berjumpa dengan orang-orang Karo, sapalah mereka dengan “mejuah-juah”.

Di situ saya juga masih ingat mengatakan hal ini kepada mereka. Jadi, ketika kalian semua berjumpa dengan Orang Medan (Sumut) tanya terlebih dahulu mereka Orang Batak atau Orang Karo. Kalo Orang Karo sapa dengan “mejuah-juah” dan kalo mereka Orang Batak sapa dengan “horas”.

“Untuk next ke depannya, sapalah saya dengan mejuah-juah karena saya Orang Karo. kalak karo,” kataku sambil tersenyum.

Inilah sekilas tentang saya yang mulai sadar tentang KBB. Proud to be Karonese. Semoga saja next ke depannya lebih banyak lagi yang sadar.

Bujur ras mejuah-juah!

 

Artikel ini dimuat kali pertama
di : Kahekolu.com

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mantan Wagubsu: KPK dan Polri Harus Periksa Bupati Madina

    Mantan Wagubsu: KPK dan Polri Harus Periksa Bupati Madina

    • calendar_month Kamis, 10 Sep 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      MEDAN (Mandailing Online) – Mantan Wakil Gubernur Sumatera Utara, Lundu Panjaitan meminta KPK dan Mabes Polri segera turun menelusuri keputusan Bupati Mandailing Natal (Madina) yang dinilai mengangkangi putusan inkracht (berkekuatan hukum tetap) yang dikeluarkan Mahkamah Agung (MA). Ia juga mendorong pengurus KP USU untuk mengambil langkah hukum dengan melaporkan Bupati Dahlan Hasan Nasution ke […]

  • PKB Madina Kangkangi Rekom Rakorwil LPP PKB Sumut

    PKB Madina Kangkangi Rekom Rakorwil LPP PKB Sumut

    • calendar_month Rabu, 25 Jul 2018
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Salah satu hasil Rakorwil LPP PKB Sumut belum lama ini di Medan merekomendasikan setiap anggota DPRD wajib untuk mendaftar kembali sebagai Bacaleg dan mendapat prioritas pada Pileg 2019. Akan tetapi, hasil Rakorwil yang dihadiri Ketua dan Sekretaris DPC PKB Madina beserta Anggota Fraksi PKB DPRD Madina Muhammad Ludfan Nasution, ternyata […]

  • 2023 PAD Madina Capai 98,48 Persen, Tahun Ini Terjadi Kenaikan Target

    2023 PAD Madina Capai 98,48 Persen, Tahun Ini Terjadi Kenaikan Target

    • calendar_month Jumat, 26 Jan 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Tahun 2023 lewat, Pendapatan Asli Daerah ( PAD ) Kabupaten Mandailing Natal ( Madina terealisasi Rp. 124,430,109,539,00 Atau sekitar 98.48 persen dari target realisasi 126,355,615,905,00. Hal ini dikatakan Kepala Badan Pendapatan Daerah Ahmad Yasir Lubis Kamis 25/01/2023. ” ada 10 jenis pajak yang mengalir bagi PAD Madina. BPHTB atau Bea perolehan hak […]

  • Kades Saleh Baru Bantah Lakukan Pengancaman Pada LSM, Muda Hasibuan Tolak Berdamai

    Kades Saleh Baru Bantah Lakukan Pengancaman Pada LSM, Muda Hasibuan Tolak Berdamai

    • calendar_month Selasa, 6 Jun 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN( Mandailing Online) -Kepala Desa Sale Baru Kecamatan Muara Batang Gadis (MBG) Kabupaten Mandailing Natal (Madina) bantah dugaan pengancaman yang ia lakukan kepada beberapa anggota Lembaga Pemantau Aset dan Keuangan Negara Republik Indonesia Profesional Jaringan Mitra Negara (LPAKNRI Projamin) Bantahan tersebut dikatakan langsung Kades Desa Sale Baru Cahyono Surya Bin Mustamar di Rumah Makan Dapur […]

  • Rekomendasi Terlambat, Bukti Bawaslu Tak Temukan Pelanggaran Administrasi Saipullah

    Rekomendasi Terlambat, Bukti Bawaslu Tak Temukan Pelanggaran Administrasi Saipullah

    • calendar_month Sabtu, 23 Nov 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Tim Hukum pasangan calon bupati dan wakil bupati Mandailing Natal (Madina) Saipullah-Atika (SAHATA) melalui siaran pers angkat bicara terkait keluarnya surat rekomendasi Bawaslu Madina Nomor 098/PP.00.02/K.SU-11/11/2024 tentang Rekomendasi Pelanggaran Adiministrasi Pemilihan, Sabtu (23/11/2024). Ahmad Sofwan Hussein Rambe, SH, MH dalam siaran pers itu menjelaskan, rekomendasi Bawaslu Madina terkait administrasi calon kepala […]

  • Penyaring CPNS , Madina Tunggu Surat Balasan 3 PTN Sebagai PTN

    Penyaring CPNS , Madina Tunggu Surat Balasan 3 PTN Sebagai PTN

    • calendar_month Kamis, 2 Des 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MADINA- Hingga Rabu (1/12) kemarin, Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Madina) melalui Badan Kepegawaian Daerah (BKD) belum menentukan Perguruan Tinggi Negeri (PTN) mana yang akan digandeng, pada penerimaan dan penyaringan Calon Pegawaai Negeri Sipil (CPNS) untuk formasi tahun 2010 ini. Madina masih menunggu surat balasan dari tiga PTN yang telah disurati. “BKD belum mengetahui pasti PTN […]

expand_less