Selasa, 13 Okt 2026
light_mode

PKS Sorot Kebijakan PPN Terhadap Hasil Pertanian

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 11 Apr 2022
  • print Cetak

Jhohan Rosihan

JAKARTA (Mandailing Online) – Anggota DPR RI dari Fraksi PKS, Johan Rosihan menyesalkan kebijakan Pemerintah yang resmi menerapkan PPN (pajak pertambahan nilai) atas penyerahan hasil pertanian.

Dikutip dari website Fraksi Partai Keadilan Sejahtera, edisi 10/4/2022, Jhohan Rosihan menyatakan penerapan PPN terhadap produk pertanian tertentu akan kian melemahkan posisi petani.

Penerapan PPN itu diberlakukan Pemerintah sejak mulai 1 April 2022, yang tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No. 64/PMK.3/2022 tentang pajak pertambahan nilai atas penyerahan barang hasil Pertanian tertentu.

Menurut Johan, pengenaan PPN ini sebagai bukti bahwa Presiden Jokowi mengingkari janjinya untuk meningkatkan kesejahteraan petani yang sering diucapkan dalam berbagai pidato termasuk pada saat pidato kenegaraan nota keuangan tahun lalu. 

Menurut Johan, Pajak akan menimbulkan beban yang lebih berat dibandingkan nilai yang dipungut.

“Kelebihan beban yang ditimbulkan oleh pajak menyebabkan kesejahteraan yang semakin turun akibat pajak, hal ini berakibat Nilai tukar petani (NTP) semakin turun karena indeks harga yang diterima petani menjadi semakin rendah,” ucap Johan.

Politisi PKS ini menyebut dampak bagi petani sebagai produsen akan mengakibatkan harga di tingkat produsen menjadi tertekan sedangkan daya beli komoditas Pertanian memiliki nilai yang rendah.

“Hal ini akan mengakibatkan posisi tawar menawar produk Pertanian yang rendah, dan akan merugikan posisi petani yang cenderung lemah karena Sebagian  besar petani kita adalah petani gurem (petani kecil) dimana lahan petani masih relatif kecil yakni rata-rata hanya sekitar 0,5 hektar,” papar Johan.

“Coba bayangkan bagaimana nasib petani kta, pada saat harga komoditas anjlok, mereka malah kena pajak lagi,” imbuhnya.

Ketika petani menjual produknya pada kondisi harga normal saja, lanjut Johan, petani pasti akan kehilangan sedikit insentifnya akibat petani ikut menanggung PPN Pertanian yang dikenakan.

Anggota Komisi IV DPR ini berpendapat Pengenaan PPN Pertanian pada petani memiliki unsur ketidakadilan.

“Hal ini karena selain pendapatan petani yang masih rendah juga kedudukan petani itu sendiri sebagai produsen komoditas Pertanian sekaligus sebagai konsumen yang mengonsumsi produk akhir hasil olahan,” urai Johan.

“Pemerintah harus sadar bahwa Petani akan mengalami kerugian akibat harus tetap menyetor pajak kepada pemerintah karena pengaruh pajak  dapat mengakibatkan penyimpangan dalam penggunaan faktor produksi, kata Johan menyesalkan kebijakan yang sangat tidak pro petani ini,” pungkasnya.

Wakil Rakyat dari Pulau Sumbawa ini melihat pengenaan PPN Pertanian berdampak mengurangi keinginan masyarakat untuk Bertani dan menyebabkan daya saing yang semakin lemah serta beralihnya tenaga kerja Pertanian kepada sektor lain.

“Penurunan pendapatan petani akan menyebabkan usaha taninya terancam bangkrut sehingga akan berdampak luas secara ekonomi dan sosial yang akan meningkatnya jumlah penduduk miskin dan pengangguran. Pengenaan PPN pertanian ini secara langsung atau tidak langsung akan berdampak serius bagi terganggunya stabilitas nasional,” ungkap Johan.

“Saya minta agar pemerintah segera menghapus sama sekali  seluruh produk Pertanian dari pengenaan PPN, sebagai bentuk pembelaan pada sektor Pertanian, hal ini demi cita-cita untuk meningkatkan kesejahteraan petani kita”, demikian tutup Johan Rosihan.

Sumber: website PKS
Editor: Dahlan Batubara

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tipu 20 Orang, Tilep Rp600 Juta, Calo PNS Ditangkap

    Tipu 20 Orang, Tilep Rp600 Juta, Calo PNS Ditangkap

    • calendar_month Minggu, 26 Des 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    LANGKAT- Guru honorer di SMPN 1 Sawit Sebrang, Budiono (43) ditangkap polisi dari rumahnya di Lingkungan VI Kebun Sayur Bawah, Kecamatan Sawit Seberang, kemarin (20/12). Budiono diduga menipu 20 tenaga honorer. Di kantor polisi, Budiono mengaku sebagai perantara, menjanjikan hingga membantu Edi dan Riswandi memalsukan Surat Keputusan (SK) PNS bagi para korbannya, sejak awal 2010. […]

  • Gubsu Jangan Korbankan Guru Honor SLTA

    Gubsu Jangan Korbankan Guru Honor SLTA

    • calendar_month Jumat, 18 Nov 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    SIDIMPUAN (Mandailing Online) – Pengalihan penanganan seluruh sekolah lanjutan atas (SLTA) dari kabupaten/kota kepada provinsi dikabarkan akan menggilas para guru honorer alias akan diberhentikan. Oleh karenanya, Ketua DPC Perhimpunan Advokat Indonesia Tabagsel, H.Ridwan rangkuty,SH.MH dalam surat terbuka kepada gubernur Sumatera Utara dan para bupati serta walikota se-Sumut, Jum’at (18/11) mendesak dilakukan upaya penyelematan para guru […]

  • Lia Eden Bebas

    Lia Eden Bebas

    • calendar_month Sabtu, 16 Apr 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Lia Aminudin alias Lia Eden (64), terpidana kasus penodaan agama dijemput tujuh orang pengikutnya saat keluar dari Lapas Wanita Tangerang, Banten, Jumat (15/4). Lia Eden bebas setelah menjalani masa tahanan 2,5 tahun yang dijatuhkan vonis oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat yang diketuai Sujbacran pada 2 Juni 2009. Sumber : Analisa

  • Tambang Emas Ilegal Kotanopan Berkedok Reklamasi

    Tambang Emas Ilegal Kotanopan Berkedok Reklamasi

    • calendar_month Sabtu, 3 Mei 2025
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    MADINA ( Mandailing Online ) – Ketua Dewan Penasehat Korps Advokat Alumni UMSU (KOUM), Zakaria Rambe menganggap reklamasi ambang emas ilegal di Kecamatan Kotanopan hanya kedok. Ketelibatan pemerintahbdan aparat justru menguatkan dugaan pelegalan yang ilegal. Hal ini kata Zakaria juga terbukti tidak adanya ketegasan Polisi dalam menindak para pelaku tambang emas ilegal meski perintah itu […]

  • Nazaruddin Janji Bongkar Kasus Korupsi Triliunan Rupiah

    Nazaruddin Janji Bongkar Kasus Korupsi Triliunan Rupiah

    • calendar_month Kamis, 1 Agt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 2Komentar

    JAKARTA, – Terpidana kasus suap proyek Wisma Atlet SEA Games, Muhammad Nazaruddin, kembali menebar ancaman. Nazar berkoar, demi rakyat Indonesia, dia bakal membuka semua proyek besar yang diketahuinya beraroma korupsi. ”Saya berjanji kepada rakyat Indonesia akan saya buka semua kasus-kasus yang saya tahu tentang proyek-proyek besar. Semua akan saya buka,” kata dia di Gedung KPK, […]

  • Pesawat Sempat Delay, Jemaah Haji Kloter Pertama Asal Madina Tiba di Tanah Air

    Pesawat Sempat Delay, Jemaah Haji Kloter Pertama Asal Madina Tiba di Tanah Air

    • calendar_month Rabu, 5 Jul 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    MEDAN( Mandailing Online)  – pesawat yang mengangkut jamaah haji asal Mandailing Natal yang dikabarkan sempat delay, dini hari tadi akhirnya 354 jamaah ditambah dengan 5 petugas haji kelompok terbang (Kloter) pertama yang berasala dari Kabupaten Mandailing Natal (Madina) mendarat di bandar udara Kuala Namo Medan Rabu (5/7/2023). Setelah melalui proses imigrasi dan pengemasan barang barang […]

expand_less