Selasa, 13 Okt 2026
light_mode

BKMT Madina Marsahata Memilih Saipullah-Atika di Pilkada 2024

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Rabu, 2 Okt 2024
  • print Cetak

KOTANOPAN (Mandailing Online) – Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Kabupaten Mandailing Natal (Madina) marsahata alias bersepakat mendukung dan memenangkan pasangan calon (Paslon) bupati dan wakil bupati Saipullah Nasution-Atika Azmi Utammi Nasution (SAHATA) pada Pilkada Madina 2024.

“Kami siap mendukung dan memenangkan Paslon SAHATA pada Pilkada Madina tahun 2024,” kata Ketua BKMT Madina Hj. Rukiah Lubis didampingi sejumlah pengurus lainnya usai acara Maulid Nabi Muhammad SAW di Kecamatan Kotanopan, Rabu (2/10/2024).

Hj. Rukiah dan beberapa pengurus BKMT Madina optimistis Paslon SAHATA bakal menang pada Pilkada Madina 2024, karena dinilai tokoh yang paling tetap untuk memimpin kabupaten ini lima tahun kedepan.

Menurut dia, penilaian itu berdasarkan pengalaman kerja Saipullah sebagai birokrat yang telah menduduki berbagai jabatan strategis di pemerintah pusat, khususnya di Direktorat Jenderal Bea Cukai Kementerian Keuangan Republik Indonesia.

“Kami sangat yakin dan percaya dengan kemampuan Palson SAHATA. Cabup Saipullah, misanya, memiliki jejaring yang luas di tingkat pemerintah pusat. Tentunya, dengan relasi yang dimiliki akan mampu membawa anggaran pembangunan dari pusat ke Madina,” ujarnya.

Itu sebabnya, dia dan pengurus BKMT Madina menaruh harapan besar di pundak Saipullah dan Atika untuk melanjutkan tongkat kepemimpinan di Kabupaten Madina.

Untuk mewujudkan harapan itu, Hj. Rukiah meminta jajaran pengurus BKMT Madina dari tingkat kabupaten, kecamatan, dan desa kompak mendukung dan memenangkan Paslon SAHATA.

“Kepada semua jajaran pengurus BKMT se-Kabupaten Madina agar kiranya kompak dan berjuang menyuarakan kepada saudara, kerabat, dan tentangga agar memilih SAHATA di Pilkada yang digelar pada 27 November nanti,” pungkasnya.

Dia mengungkapkan anggota BKMT Madina di Kabupaten Madina mencapai 15 ribu orang.

Sementara Cabup Madina Saipullah Nasution mengaku siap bergandeng-tangan dengan BKMT demi memajukan pengajian dan syiar agama di Bumi Gordang Sambilan.

“Marilah kita bergandeng-tangan kedepannya. Saya belum pernah menemukan pengajian sebesar ini. Sungguh luar biasa, kemajuan suatu daerah berada di tangan ibu semua,” ungkapnya.

Bang Ipul – panggilan Saipullah Nasution – mengatakan kaum ibu merupakan tembok kokoh generasi muda bangsa dari pengaruh negatif perkembangan zaman. “Kita harus kompak membangun kabupaten yang kita cintai ini,” pungkasnya. (dahlan batubara)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Yang Unik HUT RI di Madina

    Yang Unik HUT RI di Madina

    • calendar_month Kamis, 18 Agt 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Mobil ini tak pernah alpa mengibarkan bendera merah putih ukiran kecil di setiap menjelang 17 Agustus. Siapa nama pemakai mobil ini? Silahkan Anda menelusurinya bedasar nomor plat-nya. Sejumlah PNS di Pemkab Madina yang ditanya Mandailing Online, menyatakan bahwa pria pemakai mobil ini tiap tahun tidak pernah alpa menyematkan bendera merah putih setiap menjelang HUT kemerdekaan […]

  • Kakan Peranan Wanita Akui 21 Honorer Belum Gajian

    Kakan Peranan Wanita Akui 21 Honorer Belum Gajian

    • calendar_month Rabu, 31 Jul 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 2Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Kepala Kantor Peranan Wanita dan Perlindungan Anak Mandailing Natal (Madina), Rinawati membenarkan 21 tenaga honorer di instansi itu belum gajian selama 8 bulan. Dia juga mengakui bahwa honor yang bekerja pada Bagian BKKN tersebut adalah honor provinsi. “Memang honor mereka belum dibayarkan, sebab honor mereka tidak lagi ditampung oleh pihak provinsi, […]

  • Pertambangan Indonesia

    Pertambangan Indonesia

    • calendar_month Selasa, 5 Feb 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh : Syahrir AB Direktur Eksekutif API – IMA A. RENEGOSIASI KONTRAK KARYA (KK) / PERJANJIAN KARYA PENGUSAHAAN PERTAMBANGAN BATUBARA (PKP2B) Bagi Perusahaan Tambang Anggota API-IMA, Renegosiasi bukan barang baru dan telah diatur dalam KK/PKP2B, jadi adalah keliru kalau ada yang mengatakan Perusahaan-Perusahaan Tambang (Anggota API-IMA) menolak Renegosiasi. Dalam menyikapi Renegosiasi, Perusahaan Tambang Anggota API-IMA […]

  • Pelayanan RSUD Panyabungan Buruk

    Pelayanan RSUD Panyabungan Buruk

    • calendar_month Minggu, 14 Agt 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan, Pelayanan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Panyabungan masih kerap disorot masyarakat. Kondisi ini cukup wajar mengingat rumah sakit adalah instansi yang bersentuhan langsung dengan persoalan hidup masyarakat. Karena itu, instansi ini mesti siap memberikan layanan maksimal jika ingin mendapat penilaian positif masyarakat. Sayangnya, pelayanan rumah sakit yang maksimal yang selama ini didambakan masyarakat Kabupaten […]

  • Antisipasi Kelangkaan Gas LPG, Pemkab Madina Surati Distributor dan Pangkalan

    Antisipasi Kelangkaan Gas LPG, Pemkab Madina Surati Distributor dan Pangkalan

    • calendar_month Sabtu, 29 Mar 2025
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Mengantisipasi kelangkaan gas LPG 3Kg bersubsidi menjelang dan hari lebaran, Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumut sudah menyurati para Distributor/Agen dan Pangkalan agar tidak melakukan hal-hal diluar ketentuan. Surat itu nomor 510/171/DISDAG/2025 tanggal 27 Maret 2025 prihal Ketersediaan Gas LPG 3Kg Bersubsidi ditujukan kepada para Distributor/Agen dan Pangkalan Gas LPG 3Kg […]

  • Padi Siganteng Menggemparkan Petani Madina

    Padi Siganteng Menggemparkan Petani Madina

    • calendar_month Rabu, 2 Apr 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    SIABU (Mandailing Online) – Namanya padi Siganteng, satu pengembangan varietas tanaman padi di Desa Huraba, Kecamatan Siabu, Mandailing Natal (Madina). Padi ini telah menjadi buah bibir di kalangan petani karena hasilnya bagai mukzijat. Betapa tidak, tanaman padi ini mampu menghasilkan 9 ton per hektar, mengalahkan pulau Jawa yang sejauh ini hanya mampu pada angka 7,2 […]

expand_less