Sabtu, 12 Sep 2026
light_mode

Arus Balik Lebaran, Kipang dan “Alame” Laris Manis

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Rabu, 29 Agt 2012
  • print Cetak

kipang 290812
PANYABUNGAN (MO) – Gelombang arus balik lebaran dari Mandailing Natal (Madina) tidak saja meramaikan terminal angkutan darat dan badan jalan oleh kenderraan-kenderaan pribadi, namun juga mendongkrak penjualan kipang dan dodol Mandailing alias “alame”.

Para pedagang kipang dan dodol di pasar Panyabungan, Rabu (29/8) mengungkapkan banyak para perantau yang hendak balik memesan dan membeli kipang dan dodol untuk dibawa ke tanah rantau sebagai oleh-oleh.

Peningkatan ini berdampak pada melambungnya pendapatan musiman masyarakat, baik industri hulu maupun hilir. Kipang dan alame adalah pengananan ciri khas Mandailing yang terbuat dari beras pulut. Kipang penganan jenis kering dan renyah dengan rasa manis, sementara alame penganan jenis kue lembut dan basah.

Bahkan pesanan untuk kipang pulut ini sudah sejak hari pertama lebaran dipesan konsumen, sehingga bagi yang terlambat melakukan permintaan akan kesulitan mencarinya din kios-kios pasar di Mandailing.

Seperti pengakuan Juliani, dia sangat sulit mencari kipang pulut di pasar Panyabungan, karena banyaknya pembeli sejak beberapa hari terakhir.

“Memang kipang ini sudah menjadi oleh-oleh bagi kita setiap pulang lebaran Idul Fitri, namun apa mau kita buat berhubung kita terlambat untuk melakukan pemesan terlebih dahulu akhirnya tidak dapat lagi, ada memang katanya tapi harus menunggu untuk keesokan harinya, sementara kita hari ini harus pulang,” ujarnya.

Lain hal dengan pemudik lainnya David Lubis yang sudah beberapa hari yang lewat sudah terlebih dahulu melakukan pemesanan kepada pedagang.

“Saya bersama keluarga bisa memeperoleh kipang yang masih baru, karena terlebih dahulu memesan kepada pembuat kipang yang merupakan industri rumah tangga itu,” ujarnya.

Selain kipang, diakui David, dia juga memesan dodol Mandailing, karena dodol dan kipang merupakan andalan sebagai oleh-oleh dan selalu ditunggu keluarga maupun tetangganya yang ada di rantau.

“Ya kipang dan alame ini sesampinya dirumah, tetangga dan kerabat akan datang menanyakan oleh-oleh kedua jenis penganan dari Mandailing ini, bahkan sudah ada yang memesan sebelum kita mudik ke Panyabungan,” ujarnya yang hendak balik ke Bali tersebut.

Butet Nasution, pembuat kipang sekaligus aleme mengakui, memasuki hari Raya Idul Fitri tahun ini permintaan untuk dua jenis makanan ini sangat meningkat jika dibandingkan dengan lebaran tahun lalu.

“Untuk lebaran tahun ini, permintaan meningkat tajam jika kita lihat dari lebaran tahun-tahun kemarin, karena kita lihatpun pemudik cukup banyak untuk tahun ini, makanya permintaan biasa untuk oleh-oleh itu meningkat, sehingga kita juga harus bekerja siang malam untuk membuat aleme dan kipang,” katanya. (mar)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kasus Syamsul Pecahkan Rekor

    Kasus Syamsul Pecahkan Rekor

    • calendar_month Minggu, 10 Okt 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    – Jumlah Saksi Mencapai 272 Orang, – KPK Beber Kasusnya di DPR JAKARTA-Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membeberkan perkembangan penanganan dugaan korupsi APBD Langkat 2000-2007 di hadapan Komisi III DPR, kemarin (7/10). Dua hal terbaru yang terungkap dalam forum rapat dengar pendapat (RDP) KPK dengan komisi yang membidangi hukum itu adalah mengenai jumlah saksi yang […]

  • DPRD Madina Dapat Mengusulkan Pemberhentian Hidayat Batubara Secara Permanen

    DPRD Madina Dapat Mengusulkan Pemberhentian Hidayat Batubara Secara Permanen

    • calendar_month Rabu, 12 Feb 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – DPRD Mandailing Natal (Madina) dapat mengusulkan pemberhentian secara permanen Hidayat Batubara dari jabatannya sebagai bupati non aktif menyusul vonis penjara 5,5 tahun kepada Hidayat oleh Pengadilan Negeri Medan. Jika menunggu sampai putusan perkara Hidayat Batubara inkracht atau berkekuatan hukum tetap, maka Dahlan Hasan Nasution akan menjabat sebagai Pelaksanan tugs (Plt) bupati […]

  • Pusuk Ni Otang Masih Primadona

    Pusuk Ni Otang Masih Primadona

    • calendar_month Jumat, 26 Jul 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pusuk ni otang atau lebih populer sebutan pangkat, laris manis dan menjadi buruan konsumen di pasar Panyabungan, Mandailing Natal (Madina) selama Ramadhan. Lalapan khas Mandailing ini tak diketahui persis sejak kapan bermula dan menjadi popular di Mandailing. Di kawasan Angkola, pucuk rotan ini dijadikan gulai berkuah santan tanpa cabai bermenu ikan […]

  • Terancam Putus

    Terancam Putus

    • calendar_month Jumat, 27 Des 2013
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    Jembatan di titik Sidaing Desa Parmompang terancam putus. Hal ini diakibatkan beberapa bagian pinggir jembatan sudah  mulai ambruk. Para pemakai jalan harus ekstra hati-hati.(hol)

  • Reses Mangalap Holong, Sobir Lubis Ajak Konstituen Sukseskan Vaksinasi

    Reses Mangalap Holong, Sobir Lubis Ajak Konstituen Sukseskan Vaksinasi

    • calendar_month Kamis, 16 Des 2021
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    KOTASIANTAR (Mandailing Online) – Reses I anggota DPRD Mandailing Natal (Madina) Sobir Libis untuk tahun sidang 2021-2022 yang dilaksanakan di tempat wisata Silangit Koi Hutasiantar, Panyabungan pada Kamis (16/12) mengangkat tema “Holong Mangalap Holong. Di tengah-tengah reses, Sobir Lubis beberapa kali meminta masyarakat, terutama warga Kotasiantar, untuk turut menyukseskan program pemerintahan, yaitu vaksinasi. Capaian target […]

  • Harga Cabai Merah di Tanjungbalai dan Panyabungan Naik

    Harga Cabai Merah di Tanjungbalai dan Panyabungan Naik

    • calendar_month Minggu, 21 Agt 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Harga cabai merah dalam beberapa hari terakhir ini yang diperdagangkan di Kota Tanjungbalai dan Panyabungan Kabupaten Mandailing Natal (Madina) mengalami kenaikan. Di Tanjungbalai misalnya, harga cabai merah lokal kini seharga Rp12.000 per kg dari sebelumnya Rp10.000 per kg, sementara cabai merah keriting diperdagangkan seharga Rp18.000 per kg dari sebelumnya Rp14.000 per kg. Sedangkan di Kota […]

expand_less