Rabu, 21 Okt 2026
light_mode

Arus Balik Lebaran, Kipang dan “Alame” Laris Manis

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Rabu, 29 Agt 2012
  • print Cetak

kipang 290812
PANYABUNGAN (MO) – Gelombang arus balik lebaran dari Mandailing Natal (Madina) tidak saja meramaikan terminal angkutan darat dan badan jalan oleh kenderraan-kenderaan pribadi, namun juga mendongkrak penjualan kipang dan dodol Mandailing alias “alame”.

Para pedagang kipang dan dodol di pasar Panyabungan, Rabu (29/8) mengungkapkan banyak para perantau yang hendak balik memesan dan membeli kipang dan dodol untuk dibawa ke tanah rantau sebagai oleh-oleh.

Peningkatan ini berdampak pada melambungnya pendapatan musiman masyarakat, baik industri hulu maupun hilir. Kipang dan alame adalah pengananan ciri khas Mandailing yang terbuat dari beras pulut. Kipang penganan jenis kering dan renyah dengan rasa manis, sementara alame penganan jenis kue lembut dan basah.

Bahkan pesanan untuk kipang pulut ini sudah sejak hari pertama lebaran dipesan konsumen, sehingga bagi yang terlambat melakukan permintaan akan kesulitan mencarinya din kios-kios pasar di Mandailing.

Seperti pengakuan Juliani, dia sangat sulit mencari kipang pulut di pasar Panyabungan, karena banyaknya pembeli sejak beberapa hari terakhir.

“Memang kipang ini sudah menjadi oleh-oleh bagi kita setiap pulang lebaran Idul Fitri, namun apa mau kita buat berhubung kita terlambat untuk melakukan pemesan terlebih dahulu akhirnya tidak dapat lagi, ada memang katanya tapi harus menunggu untuk keesokan harinya, sementara kita hari ini harus pulang,” ujarnya.

Lain hal dengan pemudik lainnya David Lubis yang sudah beberapa hari yang lewat sudah terlebih dahulu melakukan pemesanan kepada pedagang.

“Saya bersama keluarga bisa memeperoleh kipang yang masih baru, karena terlebih dahulu memesan kepada pembuat kipang yang merupakan industri rumah tangga itu,” ujarnya.

Selain kipang, diakui David, dia juga memesan dodol Mandailing, karena dodol dan kipang merupakan andalan sebagai oleh-oleh dan selalu ditunggu keluarga maupun tetangganya yang ada di rantau.

“Ya kipang dan alame ini sesampinya dirumah, tetangga dan kerabat akan datang menanyakan oleh-oleh kedua jenis penganan dari Mandailing ini, bahkan sudah ada yang memesan sebelum kita mudik ke Panyabungan,” ujarnya yang hendak balik ke Bali tersebut.

Butet Nasution, pembuat kipang sekaligus aleme mengakui, memasuki hari Raya Idul Fitri tahun ini permintaan untuk dua jenis makanan ini sangat meningkat jika dibandingkan dengan lebaran tahun lalu.

“Untuk lebaran tahun ini, permintaan meningkat tajam jika kita lihat dari lebaran tahun-tahun kemarin, karena kita lihatpun pemudik cukup banyak untuk tahun ini, makanya permintaan biasa untuk oleh-oleh itu meningkat, sehingga kita juga harus bekerja siang malam untuk membuat aleme dan kipang,” katanya. (mar)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Elemen Masyarakat dan Mahasiswa Madina Dukung Perampingan SKP

    Elemen Masyarakat dan Mahasiswa Madina Dukung Perampingan SKP

    • calendar_month Minggu, 14 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan, Sejumlah elemen masyarakat dan mahasiswa Mandailing Natal menyatakan dukungan penuh terhadap draf perampingan SKPD yang diajukan Pj. Bupati Mandailing Natal kepada DPRD pada sidang paripurna yang digelar Kamis (11/11) di ruang Paripurna DPRD. Usulan Pj. Bupati Madina untuk memangkas instansi / SKPD yang dinilai tumpang tindih (Over Lapping) dan tidak efektif merupakan langkah maju […]

  • Bawa Gadis Desa, Polisi Airud  Dihajar Pemuda

    Bawa Gadis Desa, Polisi Airud Dihajar Pemuda

    • calendar_month Rabu, 14 Okt 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MUARA BATANG GADIS (Mandailing Online) – Gara-gara membawa anak gadis hingga malam, seorang oknum Polairud (polisi air dan udara) dihajar sejumlah pemuda. Ini terjadi di Desa Tabuyung Kecamatan Muara Batang Gadis, Mandailing Natal (Madina), Selasa (13/10). Informasi yang dihimpun dari warga yang tidak mau dituliskan namanya mengatakan, oknum polairud yang berinisial D yang bertugas di […]

  • Bangunan Sekolah SD di Aek Baru Julu Dihantam Banjir Bandang

    Bangunan Sekolah SD di Aek Baru Julu Dihantam Banjir Bandang

    • calendar_month Senin, 13 Nov 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    BATANG NATAL ( Mandailing Online )- Tidak hanya jembatan penghubung yang mengalami kerusakan akibat banjir bandang di Desa Aek Baru Julu, Kecamatan Batang Natal, Mandailing Natal, ( Madina ) Senin 13/11/2023. Sebuah gedung Sekolah juga menjadi sasaran derasnya arus sungai aek baru. Video yang diperoleh Mandailing Online, kondisi bangunan sekolah nyaris terbawa arus sungai, hanya […]

  • Tympanum Garap Film “Lilu”

    Tympanum Garap Film “Lilu”

    • calendar_month Senin, 22 Okt 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 2Komentar

    SIABU (Mandailing Online) – Kemajuan sinematografi di Mandailing Natal, Sumatera Utara terus berkibar. Ini tak terlepas dari para sineas Mandailing yang kian banyak melahirkan karya-karya meramaikan kancah perfilman di tanah air. Setelah meraih rangkaian sukses memproduksi films berbasis Mandailing “Biola Na Mabugang”, “Biola Na Mabugang II- Tias Ni Bugang”, lalu “Tias Part II”, Tympanum Novem […]

  • Perbaikan Jembatan Mompang Panyabungan Rampung

    Perbaikan Jembatan Mompang Panyabungan Rampung

    • calendar_month Senin, 1 Agt 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan, Jembatan Mompang Jae, Kecamatan Panyabungan Utara, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) mendapat pemeliharaan berkala dengan nilai Rp1,1 miliar dari Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional I Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum. “Jembatan ini sebelumnya sudah terlalu sempit dan sering terjadi kecelakaan bagi pengendara yang lewat. Namun setelah adanya pemeliharaan ini, jembatan ini sudah terlihat […]

  • BAHASA MANDAILING (1)

    BAHASA MANDAILING (1)

    • calendar_month Minggu, 30 Mar 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh : Z Pengaduan Lubis Pada waktu belakangan ini mulai dikembangkan oleh orang-orang tertentu suatu konsep yang salah mengenai bahasa yang digunakan oleh masyarakat Mandailing. Mereka menyebut bahasa yang digunakan oleh masyarakat Mandailing sebagai bahasa Angkola Mandailing. Secara cultural sebenarnya tidak ada bahasa Angkola Mandailing. Karena kalau kita tanyakan kepada orang Mandailing bahasa apa yang […]

expand_less