Kamis, 5 Mar 2026
light_mode

BPJS Kesehatan Hapus Kelas, Naikan Standar Layanan Atau Iuran?

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Sabtu, 25 Jun 2022
  • print Cetak

Oleh. Nurati, S.Pd
Anggota Komunitas Madina Menulis

Pemerintah mulai menyusun formulasi iuran terbaru bagi peserta BPJS Kesehatan. Hal ini menyusul penerapan kelas standar yang akan diujicobakan pada bulan depan. “Iuran tentunya sudah tidak relevan apabila dikaitkan dengan Kelas 1, 2, dan 3, karena tidak akan lagi ada Kelas 1, 2, dan 3,” jelas Anggota Dewan Jaminan Sosial Nasional (DJSN) Asih Eka Putri kepada CNBC Indonesia, dikutip Selasa (21/6/2022).

Berita yang sama mengenai penghapusan iuran BPJS dari sumber yang berbeda, bahwasanya
“Iuran sedang dihitung dengan memperhatikan keadilan dan prinsip asuransi sosial. Salah satu prinsipnya adalah sesuai dengan besar penghasilan,” (Kompas, 09/06/2022)

Dari fakta di atas bisa kita simpulkan  bahwa pemerintahan akan menghapuskan iuran BPJS dan akan menyusun formulasi iuran terbaru bagi peserta BPJS Kesehatan, tidak ada lagi kelas. Prinsip yang berlaku nantinya sesuai dengan besaran penghasilan masyarakat. Sekilas terlihat memang nampak bagus, seolah-olah memberikan solusi bagi  masyarakat dalam layanan kesehatan. Hanya saja kemungkinan persoalan diskriminasi, pelayanan buruk pun diduga kuat akan tetap sama, bahkan makin buruk. Walhasil, aturan ini lebih terlihat seperti modus untuk menghimpun dana ketimbang menyelesaikan permasalahan kesehatan.

Lantas, akankah pelayanan kesehatan menemui standar keadilannya? Ataukah ini hanya akal akalan pemerintahan saja untuk menaikkan iuran semata? bukan tidak mungkin ini akan muncul permaslahan baru bagi masyarakat. Antara menaikan standar pelayanan atau menaikan iuran demi kepentingan segelintir orang, Satuhal yang mungkin terjadi.

Bukan rahasia lagi jika keuangan BPJS defisit. Walaupun tahun ini BPJS mengalami surplus, tetapi jika melihat skema pembiayaannya yang bertumpu pada iuran peserta, kemungkinan untuk defisit akan terus besar. Hal ini karena kondisi perekonomian rakyat yang kian hari kian buruk. Jangankan untuk membayar iuran BPJS, untuk makan sehari-hari saja sudah susah.

Inilah derita hidup dalam sistem kapitalisme, negara berpihak pada korporasi dan berpaling dari rakyat. Rakyat tidak memiliki pelindung untuk bisa menjamin kesehatannya, apalagi kesejahteraannya.

Beda halnya pelayanan sistem kesehatan dalam islam, Islam menetapkan paradigma pemenuhan kesehatan ini sebagai sebuah jaminan.  Negara akan mengadakan layanan kesehatan, sarana dan prasarana pendukung dengan visi melayani kebutuhan rakyat secara menyeluruh tanpa diskriminasi. Kaya-miskin. Penduduk kota dan desa. Semuanya mendapat layanan dengan kualitas yang sama. Negara berfungsi sebagai pelayan masyarakat. Negara tidak menjual layanan kesehatan kepada rakyatnya. Negara tidak boleh mengkomersilkan hak publik sekalipun ia orang yang mampu membayar.  Hal ini karena negara hanya diberi kewenangan dan tanggung jawab menjamin pemenuhan kebutuhan layanan kesehatan semua warga negara.

Negara yang dipimpin Khalifah adalah penanggungjawab layanan publik. Khilafah wajib menyediakan sarana kesehatan, rumah sakit, obat-obatan, tenaga medis, dan sebagainya secara mandiri. Itu adalah tanggung jawabnya.  Rasulullah saw. bersabda:
Imam adalah pemelihara dan dia bertanggung jawab atas rakyatnya (HR al-Bukhari).

Rasulullah saw. dan para Khalifah telah melaksanakan sendiri layanan kesehatan. Nabi saw. (sebagai kepala negara Madinah) pernah mendatangkan dokter untuk mengobati Ubay. Ketika Nabi saw. mendapatkan hadiah dokter dari Raja Muqauqis, dokter tersebut beliau jadikan sebagai dokter umum bagi masyarakat (HR Muslim).

Anas ra. menuturkan bahwa serombongan orang dari Kabilah ‘Urainah masuk Islam. Mereka lalu jatuh sakit di Madinah. Rasulullah saw. selaku kepala negara lalu meminta mereka untuk tinggal di penggembalaan unta zakat yang dikelola Baitul Mal di dekat Quba’. Mereka diperbolehkan minum air susunya secara gratis sampai sembuh (HR al-Bukhari dan Muslim).

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kasus Derman Gultom, Bupati Madina Akan Surati Dirjen Pemasyarakatan

    Kasus Derman Gultom, Bupati Madina Akan Surati Dirjen Pemasyarakatan

    • calendar_month Sabtu, 25 Sep 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      NATAL (Mandailing Online) – Bupati Madina, Jakfar Sukhairi Nasution berharap hukuman pidana dan pemecatan bagi Derman Gultom, pegawai Lapas Natal yang diduga menganiaya Said Rahman anak dibawah umur. Harapan itu dinyatakan bupati menjawab wartawan usai menjenguk anak dibawah umur itu di rumah orangtuanya, Desa Kampung Sawah, Kecamatan Natal, Sabtu (25/9/2021). Sukhari mengutuk keras tindakan […]

  • Kasus Taman Raja Batu, Kejatisu Sudah Jawab Surat KPK

    Kasus Taman Raja Batu, Kejatisu Sudah Jawab Surat KPK

    • calendar_month Rabu, 29 Agt 2018
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pihak Kejaksaan Tinggi Sumut menyatakan telah menjawab surat KPK terkait proses hukum dugaan korupsi pembangunan Taman Raja Batu dan Tapian Sirisiri di Mandailing Natal. Itu dikatakan Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejatisu, Sumanggar Siagian menjawab pertanyaan wartawan via telefon seluler, Selasa (28/8/2018). Sumanggar tidak menyebutkan secara detail kapan surat jawaban Kejatisu […]

  • Terpesona Kisah Yusuf Islam, Perempuan ini Akhirnya Memeluk Islam

    Terpesona Kisah Yusuf Islam, Perempuan ini Akhirnya Memeluk Islam

    • calendar_month Rabu, 23 Okt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Sarah de Andrade Siquiera baru mengenal Islam ketika menyaksikan tayangan dokumenter tentang kehidupan di beberapa negara Muslim. Ia menyaksikan hal yang berbeda, seperti misal, pakaian dan jilbab. “Yang membuat saya tertarik, Muslimah menyebut itu bukan paksaan, tetapi merupakan wujud implementasi ajaran Islam dalam kehidupan,” kata dia seperti dilansir onislam.net, Selasa (22/10). Gagasan ini yang mungkin […]

  • Pembakaran Camp Sorikmas Mining Dilakukan Penambang Liar

    Pembakaran Camp Sorikmas Mining Dilakukan Penambang Liar

    • calendar_month Rabu, 11 Jul 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 5Komentar

    Panyabungan(MO) – Aksi pembakaran camp PT Sorikmas Mining di perbukitan Sambung, Kecamatan Naga Juang, Mandailing Natal (Madina), Sabtu (7/7) lalu, diduga dilakukan para penambang emas tanpa Izin (PETI). Meski tak ada korban jiwa dalam insiden ini, sekitar 130-an karyawan PTSM, termasuk karyawan kontraktor pengeboran berhasil dievakuasi dan terhindar dari bahaya. Namun, aset perusahaan bernilai ratusan […]

  • Sidang Adat Raja-Raja Mandailing Berlangsung Sukses

    Sidang Adat Raja-Raja Mandailing Berlangsung Sukses

    • calendar_month Senin, 21 Feb 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Sidang Adat oleh Raja-Raja Panusunan dari Mandailing Godang dan Mandailing Julu berlangsung hari Senin (21/2/2022). Lokasi sidang bertempat di komplek SMA Negeri Tambangan, Mandailing Natal (Madina). Sidang Adat ini menyangkut esensi nilai sastra yang terkandung dalam ansambel Gordang Sambilan. Gordang Sambilan merupakan kesenian etnis Mandailing di Sumatera, Indonesia yang membutuhkan pelestarian dan pelindungan. Oleh […]

  • Tahanan Lapas II B Sidempuan kabur

    Tahanan Lapas II B Sidempuan kabur

    • calendar_month Rabu, 10 Apr 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PADANG SIDEMPUAN, (MO) – Seorang tahanan kabur dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) II B Salambue, Kecamatan Padang Sidempuan Tenggara, Senin, 8 April malam. Tahanan yang diketahu bernama Agustinus Arefa itu kabur setelah menjebol asbes penjara. Pemuda yang ditahan pada 26 Maret lalu kemudian memanjat tembok dengan mengunakan tali. Agustinus kabur saat petugas Lapas minim pengawasan, karena […]

expand_less