Minggu, 1 Mar 2026
light_mode

KSU Kopi Mandailing Berperan Penting di Ulupungkut

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 13 Agt 2019
  • print Cetak

Menjemur kopi di lokasi KSU Kopi Mandailing, Ulupungkut. foto : Antara/Holik Nasution

ULUPUNGKUT (Mandailing Online) – Koperasi Serba Usaha Kopi Mandailing memiliki peran penting di Kecamatan Ulu Pungkut, Mandailing Natal.

Selain upaya menstabilkan harga kopi. Koperasi ini juga sebagai benteng penolakan terhadap eksplorasi alam oleh perusahaan  pertambangan di kecamatan itu.

“Sebelum koperasi ini didirikan, harga jual gabah kopi petani jauh seperti yang diharapkan, meskipun kopi terbaik di dunia telah menjadi incaran penikmat dan para eksportir kopi di seluruh dunia,” ujar Andi Hakim Matondang pengurus KSU Kopi Mandailing, Senin (12/8) yang dikutip Antara.

Jatuhnya harga jual ini disebabkan karena para petani masih menjual hasil panennya kepada pengumpul (toke) yang ada.

Akibatnya, selain terjadinya harga jual yang tidak stabil juga berimbas terhadap keluarnya beberapa produk kopi di luar daerah yang mengatasnamakan Kopi Mandailing.

“Harga tidak ada standard dari pengumpul sehingga harga jual kopi para petani menjadi jatuh,” ujarnya.

Untuk mengatasi tidak stabilnya harga itu para tokoh beberapa kelompok tani
yang ada di kecamatan tersebut menginisiasi dibentuknya sebuah Koperasi yang bernama KSU Kopi Mandailing Jaya.

Pembentukan KSU yang beralamat di Desa Alahan Kae Kecamatan Ulu Pungkut ini untuk menjamin harga jual kopi dari para petani yang ada di kawasan itu.

Di daerah tersebut saat ini terdapat enam desa daerah potensial penghasil kopi yakni Desa Ulu Pungkut, Simpang Banyak, Huta Padang, Habincaran, Huta Godang dan Desa Alahan Kae.

Daerah tersebut saat ini telah mampu menghasilkan kopi sebanyak tujuh ton setiap bulannya. Jumlah ini belum dihitung dari hasil para beberapa pengusaha kopi yang ada di kecamatan itu.

Untuk meningkatkan penghasilan petani ini Koperasi telah menaikkan harga beli gabah dari petani mulai dari Rp 18.000  hingga mencapai Rp 35.000/ Kg.

“Ternyata harga yang kita buat tersebut hingga sekarang diikuti para pembeli (toke/pengumpul) dan harganya terus bertahan hingga sekarang,” ujarnya.

Hingga saat operasi yang dibina Non Governmnet Organization (NGO) Sumatra Rainforest Institute (SRI) dan Dinas Perkebunan Sumut ini hasilnya sudah menggembirakan.

Saat ini Koperasi tersebut telah mampu menyerap satu ton gabah kopi dari para petani setiap bulannya. Ini setara dengan 400 Kg bubuk kopi yang dijual kepasaran selain permintaan Gren Been dan Roastbean.

Tingginya permintaan pangsa pasar terhadap kopi Mandailing  Banamon membuat KSU tersebut tidak bisa  menyerap semua gabah yang ada.

Hal ini dikarenakan kurangnya peralatan yang dimiliki. Selain kecilnya tempat penjemburan dan peralatan pascapanen juga dikarenakan kapasitas mesin roasting yang masih kecil.

“Mesin roasting kita hanya berkapasitas satu Kilogram. Itu artinya kita hanya bisa proses Roasting 20 Kg setiap harinya,” sebut Andi.

Untuk itu dirinya berharap kepada Pemerintah agar dapat membantu kendala yang dihadapi oleh Koperasi yang saat ini sudah beranggotakan 42 orang itu.

Sumber : Antara / Holik Nasution

Editor : Dahlan Batubara

 

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Anggota DPRD Sumut, Jamaluddin Hasibuan Ambil Formulir Demokrat

    Anggota DPRD Sumut, Jamaluddin Hasibuan Ambil Formulir Demokrat

    • calendar_month Jumat, 10 Feb 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Anggota DPRD Sumatera Utara dari Partai Demokrat (PD), Jamaluddin Hasibuan, Rabu (8/2) sekitar pukul 18.00 WIB, mengambil formulir pendaftaran bakal calon (balon) wali kota, ke kantor DPC PD Kota Padangsidimpuan. Jamaluddin datang didampingi Wakil Ketua DPRD Tapsel dari PD Hasbin Sitompul, dan diterima Ketua Tim Penjaringan Yul Asmara Pane dan Sekretaris Aziz Nasution, di kantor […]

  • Gordang Sabilan Ensembel Musik Etnis Terbesar Kedua di Dunia

    Gordang Sabilan Ensembel Musik Etnis Terbesar Kedua di Dunia

    • calendar_month Rabu, 27 Sep 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Gordang Sambilan merupakan ensembel musik etnis terbesar kedua di dunia setelah musik tradisi lain di belahan Benua Afrika. Itu diungkapkan Wakil Bupati Mandailing Natal (Madina), Jakfar Sukhairi Nasution dalam pidato sambutannya pada pembukaan Festival Gordang Sambilan dan Tor-Tor Mandailing di Taman Raja Batu, Panyabungan, Rabu (27/9/2017). “Gordang sambilan merupakan ensembel […]

  • Pegawai KPK: Kami Tidak Takut

    Pegawai KPK: Kami Tidak Takut

    • calendar_month Minggu, 7 Okt 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA, (MO) – Dukungan untuk kerja Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam memberantas korupsi terus mengalir. Ketua Wadah Pegawai KPK Nanang Faridz Syam mengatakan, sebagai bagian dari lembaga antikorupsi tersebut, ia dan rekan-rekannya tak ragu menuntaskan kasus-kasus dugaan korupsi, meskipun berbagai terpaan kini tengah melanda KPK. “Kami tidak benci Polri karena yang diperangi adalah perilaku dan […]

  • Kilang Padi di Panyabungan Utara Terendam Banjir

    Kilang Padi di Panyabungan Utara Terendam Banjir

    • calendar_month Kamis, 9 Feb 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Kilang padi milik Abdul Halim Siregar di Desa Sukaramai, Kecamatan Panyabunga Utara, Kabupaten Mandailing Natal, dilanda banjir, Selasa (07/02/2012). Akibat banjir setinggi 90 cm tersebut, beras sebanyak 40 goni (1,2 ton), terendam. Sebagian lapangan jemuran amblas diterjang arus parit Aek Panuncangan. Banjir dan angin kencang disertai hujan deras melanda Kecamatan Panyabungan Utara, Selasa petang. Belasan […]

  • Arus Banjir di Halaman Rumah

    Arus Banjir di Halaman Rumah

    • calendar_month Sabtu, 18 Des 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Seorang pria di Desa Balimbing, Kecamatan Natal, Mandailing Natal, Sabtu (18/12/2021) mengarungi arus banjir di depan satu unit rumah. Sekitar 200 rumah terbenam di desa ini menyusul luapan Sungai Batang Natal akibat curah hujan yang kontiniu dalam beberapa hari terakhir. Foto: Muhammad Yusuf

  • Ketika Pengadilan Merestui Nikah Beda Agama

    Ketika Pengadilan Merestui Nikah Beda Agama

    • calendar_month Rabu, 29 Jun 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Novida Sari, S.Kom Ketua Majelis Taklim Islam Kaffah Mandailing Natal Pengadilan Negeri (PN) Surabaya mengabulkan permohonan pernikahan beda agama yang diajukan oleh pasangan Islam dan Kristen, berinisial RA dan EDS. Hakim mengabulkan permohonan pernikahan beda agama tersebut untuk menghindari praktik kumpul kebo dan memberikan kejelasan status anak (sindonews.com, 23 Juni 2022). Berita pernikahan beda […]

expand_less