Minggu, 5 Apr 2026
light_mode

Belum Ada Bahasa Daerah Sumut Punah

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Kamis, 11 Nov 2010
  • print Cetak


MEDAN,-Staf peneliti Balai Bahasa Medan Anharuddin Hutasuhut mengatakan, hingga kini belum ada bahasa ibu atau yang lebih dikenal dengan bahasa daerah di wilayah Sumatera Utara yang punah.

“Jangankan punah, yang terancam punah saja belum ada. Ini tidak terlepas dari konsistennya masyarakat di Sumut menjaga nilai-nilai budaya leluhurnya, karena kalau bukan kita siapa lagi yang harus melestarikan budaya kita sendiri,” katanya di Medan, Rabu.

Ia mengatakan, masih tetap lestarinya bahasa daerah di Sumut tidak terlepas dari konsistennya etnis-etnis di daerah itu melakukan berbagai upacara adat dan kesenian daerah.

Selain itu juga tidak telepas dari sudah adanya mata pelajaran muatan lokal bahasa daerah di sekolah dasar, juga karena masih cukup banyaknya buku-buku berbahasa daerah diterbitkan serta adanya media baik radio maupun cetak yang berbahasa daerah.

“Juga tidak terlepas dari peran orang tua yang selalu mengajarkan kepada anaknya tentang bahasa daerah itu. Salah satunya dengan selalu tetap bertegur sapa dengan bahasa daerah di rumah antara orang tua dengan anak-anaknya,” katanya.

Di Sumut terdapat delapan etnis asli yakni etnis Karo, Toba, Simalungun, Pakpak, Melayu, Nias, Mandailing dan Angkola. Setiap etnis memiliki bahasa daerahnya masing-masing kecuali Mandailing dan Angkola yang memiliki bahasa daerah yang sama, yakni Bahasa Mandailing.

Etnis Karo pada umumnya berasal dari Kabupaten Tanah Karo sebagian Deli Serdang dan Langkat, etnis Simalungin di Kabupaten Simalungun, Nias di Kepuluan Nias, serta Melayu di Medan, Langkat, Deli Serdang, Batu Bara, Tanjung Balai dan Serdang Bedagai.

Kemudian Toba di Tapanuli Utara, Toba Samosir, Humbang Hasundutan, Samosir, etnis Pakphak di Dairi dan Pakphat Barat, serta Etnis Mandailing di Mandailing Natal dan etnis Angkola di Tapanuli Selatan, Padang Lawas dan Padang Lawas Utara.

“Di Mandailing Natal, selain Bahasa Mandailing, di daerah itu juga terdapat satu bahasa daerah lainnya yakni Bahasa Siladang yang penuturnya juga Etnis Mandailing. Artinya etnis Mandailing memiliki dua bahasa yakni Bahasa Mandailing dan Siladang,” katanya.

Mengenai Bahasa Siladang, lanjutnya, memang pernah diisukan terancam punah akibat semakin sedikit penutur bahasa tersebut. Namun setelah dilakukan penelitian secara komprehensif, ternyata penutur bahasa tersebut masih cukup banyak.

Tahun 2009 Balai Bahasa Medan (BBM) melakukan penelitian tentang Bahasa Siladang tersebut, ternyata penuturnya masih cukup banyak yakni lebih dari dua ribu orang, begitu juga dengan generasi mudanya juga cukup aktif menggunakan bahasa itu.

“Suatu bahasa dapat dikatakan terancam punah kalau penuturnya kurang dari 500 orang. Sementara penutur Bahasa Siladang lebih dari dua ribu orang, jadi belum dapat dikatakan terancam punah,” katanya.
Sumber : Kompas com

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pengurus N4 Jokowi se-Tabagsel dilantik di Madina

    Pengurus N4 Jokowi se-Tabagsel dilantik di Madina

    • calendar_month Rabu, 12 Des 2018
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – DPC Nusantara For Jokowi (N4J) untuk lima kabupaten di lantik di Gedung Serbaguna, Panyabungan, Rabu (12/12/2018). Kelima DPC N4J itu meliputi Kabupaten Mandailing Natal, Tapanuli Selatan,  Padangsidimpuan,  Padang Lawas dan Padang Lawas Utara. Seluruh fungsionsris N4J se-Tabagsel ini dilantik oleh Ketua Umum N4J, RE Nainggolan. Pilihan Mandailing Natal sebagai lokasi pelantikan […]

  • Kampoeng Kaos Madina Kerjasama Membina Narapidana

    Kampoeng Kaos Madina Kerjasama Membina Narapidana

    • calendar_month Kamis, 25 Okt 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Kampoeng Kaos Madina (KKM) tidak pernah berhenti berkarya. Kali ini KKM melaksanakan kerjasama dengan penjara Sipapaga, Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) dalam program pembinaan narapidana dengan program jahit menjahit, bordir dan sablon. Momentum kerjasama ini ditandatangani Direktur CV KKM Sobir Lubis SH; Kepala Kantor Wilayah Kementrian Hukum dan HAM Sumatra Utara, […]

  • 5 Ranperda Inisiatif DPRD Dibahas

    5 Ranperda Inisiatif DPRD Dibahas

    • calendar_month Kamis, 29 Okt 2015
    • account_circle webmaster
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Lima Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) sedang dibahas DPRD Madina. Kelima Ranperda ini merupakan inisiatif DPRD. Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapperda) DPRD Madina, Dodi mengungkapkan bahwa dari kelima Ranperda ini terdapat beberapa Ranperda yang memiliki kekhasan tersendiri yang disesuaikan dengan kekhasan dan kebutuhan daerah secara aktual. “Seperti Ranperda tentang Penyelenggaraan Pendidikan […]

  • Penggabungan Malaria Center & Dinkes Kebijakan Keliru

    Penggabungan Malaria Center & Dinkes Kebijakan Keliru

    • calendar_month Senin, 4 Okt 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan, Pj Bupati Mandailing Natal Ir H Aspan Sofian Batubara MM sebaiknya mengurungkan niatnya untuk menggabungkan Kantor Malaria Centre dengan Dinas Kesehatan (Dinkes). Keberadaan Kantor Malaria Center dinilai masih sangat perlu dipertahankan karena telah berhasil meminimalisir jumlah penderita malaria di Madina. “Rencana penggabungan kantor itu keliru. Semua pihak harus jujur dan jangan karena sentimen pribadi […]

  • Keluarga Miskin, Bayi Keluar Usus Belum Dioperasi

    Keluarga Miskin, Bayi Keluar Usus Belum Dioperasi

    • calendar_month Selasa, 19 Jan 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    SIABU (Mandailing Online) : Seorang balita malang Rizky Wasiah di Desa Huraba II, Kecamatan Siabu, Kabupaten Mandailing Natal mengalami kelainan sejak lahir, yakni usus keluar dari perut. Bayi usia 10 bulan dari pasangan Saiman Nasution dengan Nina Sari ini telah dibawa orang tuanya ke RSU Panyabungan, lalu ke RSU Pringadii Medan, tetapi biaya yang tak […]

  • Seleksi CPNS Madina Curang?

    Seleksi CPNS Madina Curang?

    • calendar_month Selasa, 28 Des 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan, Wakil Ketua DPRD Madina Fahrizal Efendi Nasution mengatakan kuat dugaan hasil seleksi CPNS 2010 yang diumumkan pada Rabu (22/12/2010) oleh Pemkab Madina sarat kolusi korupsi dan nepotisme (KKN) sebab pengumumannya tidak transparan karena skor dan ranking pemenang tidak dipublikasikan. “Sudah banyak laporan masyarakat yang masuk ke kantor dewan meminta pengumuman hasil seleksi CPNS ditinjau […]

expand_less