Sabtu, 29 Agu 2026
light_mode

Sungai Barumun dan Sosa Meluap, Ratusan Rumah Terendam

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Minggu, 17 Feb 2013
  • print Cetak

PALAS, (MO) – Dua sungai besar di Palas yaitu sungai Barumun dan Sosa, serta sungai kecil sungai Galanggang, sungai Sihoping meluap secara bersamaan Kamis malam (14/2) sekitar pukul 23.00 WIB. Akibatnya, ratusan rumah di sekitar aliran sungai terendam.

Pantauan wartawan Kamis malam sekitar pukul 23.00 WIB, pasca hujan turun deras yang mengguyur Palas sekitar 3 jam, sungai Galanggang di sekitar Pasar II Sibuhuan, Kecamatan Barumun, Kabupaten Palas, debit airnya langsung membesar.

Padahal dalam kurun 20 tahun terakhir ini, sungai tersebut tidak pernah sedemikian besar. Ketinggian debit air di sungai mencapai 7 meter lebih. Bahkan airnya sampai ke pemukiman warga dengan tinggi 30 centimeter. Sekitar 30 rumah terendam banjir akibat meluapnya sungai Galanggang ini.

Situasi panik terlihat pada wajah sebagian warga yang rumahnya terendam. Bahkan sebagian ibu-ibu terlihat menangis melihat situasi ini. Kedatangan air ini secara perlahan-lahan dan mulai menggenangi rumah warga. Mereka pun berusaha menyelamatkan barang masing-masing.

Sebagaian warga mengangkati lemari, kursi, kasur dan barang-barang elektronik lain. Barang barang ini diselamatkan pada rumah warga lain yang aman pada lokasi yang lebih tinggi.
“Oh Tuhan ku, selamatkan hami da. Oh Tuhan Namarkuaso, mayup ma bagasku da.

Tolong hami Tuhan. (Oh Tuhan ku, selamatkan kami. Oh Tuhan Yang Maha Kuasa, hanyutlah rumah kami. Tolong kami Tuhan),” isak beberapa ibu-ibu yang menangis di lokasi banjir.
Kepanikan ini berlangsung sekitar setengah jam, disebabkan sekitar pukul 23.30 WIB, debit air Sungai Galanggang terlihat mulai surut.

Bupati Palas H Ali Sutan Harahap(TSO) langsung turun ke lokasi-lokasi rawan Banjir pada Kamis malam sekira pukul 23.00 WIB. Untuk melihat dan mengantisipasi terjadinya korban banjir.

“Kita harus cek dan siaga terus ke lapangan, untuk melihat dan mengantisipasi terjadinya korban bencana banjir, ungsikan seluruh masyarakat yang ada di sekitar sungai-sungai di Palas,” perintah Bupati.

Pihaknya juga membagi tim, untuk mengantisipasi terjadinya korban bencana banjir di Kabupaten Palas, termasuk ke Desa Janji Lobi Tanjung Botung, Hutaimbaru, Kecamatan Barumun, Desa Handis Kecamatan Lubuk Barumun dan Desa Parattonga Kecamatan Aek Nabara Barumun. Ketiga kecamatan ini dialiri sungai Barumun.

Begitu juga di Desa Harang Kecamatan Sosa, Palas, yang dialiri sungai besar Sosa. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Alam Daerah (BPBD) Kabupaten Palas Arfan Nasution SSos mengatakan, hingga saat ini, pihaknya sedang di lokasi bersama bupati, meninjau seluruh lokasi yang terendam banjir, begitu juga dalam penyaluran bantuan berupa makanan, minuman dan lainnya.

Kemudian Arfan juga memastikan tidak ada korban jiwa akibat meluapnya sebagian sungai-sungai ke pemukiman warga, hanya saja sejumlah rumah pemukiman warga terendam air, ada yang mencapai setengah meter.

Seperti di Desa Parattonga, Kecamatan Aek Nabara Barumun, akibat sungai Barumun yang meluap 10 rumah penduduk terendam banjir, dengan ketinggian setengah meter. Dan saat ini sudah mulai perlahan surut.

“Untuk keseluruhan di Palas, akibat meluapnya sungai Galanggang, Barumun dan Sosa, diperkirakan sekitar 120 rumah warga yang terendam banjir,” ujarnya. Tim yang dikomandoi anggota DPRD Palas Harris Simbolon bersama Kabag Pembangunan Pemkab Palas Hamka Harahap yang turun ke lokasi, menyampaikan, kalau rambin yang melintas di atas sungai Barumun menuju areal usaha tani masyarakat Parattonga hancur diterjang sungai Barumun.

“Kalau untuk jalan ke usaha tani masyarakat ada sekitar 100 hektare lebih, saat ini sudah lumpuh total, karena titi gantung yang ada di atas sungai Barumun tersebut hanyut di terjang sungai Barumun,” jelasnya.

Sedangkan hingga saat ini, pihak Pemkab Palas masih terus mendata berapa jumlah rumah yang terendam banjir, begitu juga kerugian masyarakat yang diderita.

Masyarakat Trauma
Masyarakat kabupaten Palas trauma, karena baru-baru ini terjadi banjir di Desa Janji Lobi, Kecamatan Barumun yang menghanyutkan sejumlah rumah warga.

“Makanya kita antisipasi duluan, untuk apa dipertahankan di situ, kalau sudah tahu kita mau ada bahaya, bagusan mengungsi saja dulu, sampai debit airnya surut dan cuaca bagus,” terang Anjar. (metro)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Lubuk Larangan : Pecandu Hingga Pembeli (2)

    Lubuk Larangan : Pecandu Hingga Pembeli (2)

    • calendar_month Selasa, 25 Jun 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Catatan : Dahlan Batubara   Para pecandu Lubuk Larangan juga terdapat 2 variasi motivasinya. Motif pertama : ikan yang ditangkap hanya untuk konsumsi keluarganya semata alias tak dijual. Motif kedua : sebagian ikan untuk konsumsi keluarga, sebagian untuk dijual. Harga tiket dua variasi. Untuk orang luar desa lebih mahal dibanding penduduk desa setempat. Di […]

  • DPRD Simalungun Setujui 12 Ranperda

    DPRD Simalungun Setujui 12 Ranperda

    • calendar_month Selasa, 16 Agt 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    SIMALUNGUN : DPRD Simalungun melalui fraksi-fraksi, menyetujui usulan 12 Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) untuk dijadikan Peraturan Daerah (Perda), serta memberikan rekomendasi atas Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Simalungun tahun 2010, Senin 15 Agustus 2011. Ini ditandai dengan penandatanganan persetujuan bersama tentang Ranperda menjadi Perda antara Pemkab dan DPRD Simalungun. Penandatanganan tersebut langsung dilakukan Bupati Simalungun, […]

  • Inspektorat : Nasib Kepala Desa Gunungtua Jae di Tangan Rakyat

    Inspektorat : Nasib Kepala Desa Gunungtua Jae di Tangan Rakyat

    • calendar_month Kamis, 20 Feb 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Rakyat Desa Gunung Tua Jae, Kecamatan Panyabungan akan menentukan nasib kekuasaan kepala desa mereka. Rakyat yang akan memutuskan sikap apakah masih mempercayai atau memilih mosi tak percaya terhadap kepala desa dalam forum Musyawarah Desa. Itu dikatakan Ketua Tim Pemeriksa Inspektorat Kabupaten Madina, Rahmad Daulay menjawab Mandailing Online di ruang kerjanya, Rabu […]

  • Pemerintah Pastikan Stop Angkat Honorer jadi CPNS

    Pemerintah Pastikan Stop Angkat Honorer jadi CPNS

    • calendar_month Rabu, 11 Sep 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    JAKARTA, – Pemerintah memastikan tidak ada lagi pengangkatan honorer tertinggal selain kategori satu (K1) dan kategori dua (K2). Pemerintah pun sudah menyiapkan skenario baru untuk menampung honorer K1 maupun K2 yang tidak lolos CPNS, yaitu dijadikan Pegawai Pemerintah dengan Kontrak (PPK). Itupun syaratnya, harus lulus uji kompetensi dan punya keahlian yang dibutuhkan instansi bersangkutan. “Kita […]

  • REFORMULASI PROGRAM MAKAN BERGIZI GRATIS: ANTARA PERDESAAN DAN PERKOTAAN

    REFORMULASI PROGRAM MAKAN BERGIZI GRATIS: ANTARA PERDESAAN DAN PERKOTAAN

    • calendar_month Minggu, 27 Jul 2025
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh : Rahmad Daulay*   PENDAHULUAN Permasalahan gizi di Indonesia masih menjadi isu serius yang berdampak pada kualitas sumber daya manusia. Berdasarkan data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI), proporsi populasi stunting pada anak usia di bawah lima tahun masih cukup tinggi terutama di wilayah dengan tingkat kemiskinan dan akses pangan yang rendah. Pemerintah telah mencanangkan […]

  • Tambang Rakyat vs Pemda Lemah Visi (bagian 2)

    Tambang Rakyat vs Pemda Lemah Visi (bagian 2)

    • calendar_month Minggu, 15 Des 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Oleh : Dahlan Batubara   Tambang emas yang dikelola rakyat di Hutabargot dan Nagajuang harus dipandang sebagai suatu lapangan kerja yang diciptakan oleh rakyat. Itu bukan lapangan kerja yang diciptakan negara. Dan, seharusnya pemerintah daerah sebagai instrumen negara di tingkat daerah sudah sejatinya berterimakasih kepada rakyat yang mampu menciptakan lapangan kerja. Bukankah pemerintah daerah […]

expand_less