Rabu, 14 Okt 2026
light_mode

Sungai Barumun dan Sosa Meluap, Ratusan Rumah Terendam

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Minggu, 17 Feb 2013
  • print Cetak

PALAS, (MO) – Dua sungai besar di Palas yaitu sungai Barumun dan Sosa, serta sungai kecil sungai Galanggang, sungai Sihoping meluap secara bersamaan Kamis malam (14/2) sekitar pukul 23.00 WIB. Akibatnya, ratusan rumah di sekitar aliran sungai terendam.

Pantauan wartawan Kamis malam sekitar pukul 23.00 WIB, pasca hujan turun deras yang mengguyur Palas sekitar 3 jam, sungai Galanggang di sekitar Pasar II Sibuhuan, Kecamatan Barumun, Kabupaten Palas, debit airnya langsung membesar.

Padahal dalam kurun 20 tahun terakhir ini, sungai tersebut tidak pernah sedemikian besar. Ketinggian debit air di sungai mencapai 7 meter lebih. Bahkan airnya sampai ke pemukiman warga dengan tinggi 30 centimeter. Sekitar 30 rumah terendam banjir akibat meluapnya sungai Galanggang ini.

Situasi panik terlihat pada wajah sebagian warga yang rumahnya terendam. Bahkan sebagian ibu-ibu terlihat menangis melihat situasi ini. Kedatangan air ini secara perlahan-lahan dan mulai menggenangi rumah warga. Mereka pun berusaha menyelamatkan barang masing-masing.

Sebagaian warga mengangkati lemari, kursi, kasur dan barang-barang elektronik lain. Barang barang ini diselamatkan pada rumah warga lain yang aman pada lokasi yang lebih tinggi.
“Oh Tuhan ku, selamatkan hami da. Oh Tuhan Namarkuaso, mayup ma bagasku da.

Tolong hami Tuhan. (Oh Tuhan ku, selamatkan kami. Oh Tuhan Yang Maha Kuasa, hanyutlah rumah kami. Tolong kami Tuhan),” isak beberapa ibu-ibu yang menangis di lokasi banjir.
Kepanikan ini berlangsung sekitar setengah jam, disebabkan sekitar pukul 23.30 WIB, debit air Sungai Galanggang terlihat mulai surut.

Bupati Palas H Ali Sutan Harahap(TSO) langsung turun ke lokasi-lokasi rawan Banjir pada Kamis malam sekira pukul 23.00 WIB. Untuk melihat dan mengantisipasi terjadinya korban banjir.

“Kita harus cek dan siaga terus ke lapangan, untuk melihat dan mengantisipasi terjadinya korban bencana banjir, ungsikan seluruh masyarakat yang ada di sekitar sungai-sungai di Palas,” perintah Bupati.

Pihaknya juga membagi tim, untuk mengantisipasi terjadinya korban bencana banjir di Kabupaten Palas, termasuk ke Desa Janji Lobi Tanjung Botung, Hutaimbaru, Kecamatan Barumun, Desa Handis Kecamatan Lubuk Barumun dan Desa Parattonga Kecamatan Aek Nabara Barumun. Ketiga kecamatan ini dialiri sungai Barumun.

Begitu juga di Desa Harang Kecamatan Sosa, Palas, yang dialiri sungai besar Sosa. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Alam Daerah (BPBD) Kabupaten Palas Arfan Nasution SSos mengatakan, hingga saat ini, pihaknya sedang di lokasi bersama bupati, meninjau seluruh lokasi yang terendam banjir, begitu juga dalam penyaluran bantuan berupa makanan, minuman dan lainnya.

Kemudian Arfan juga memastikan tidak ada korban jiwa akibat meluapnya sebagian sungai-sungai ke pemukiman warga, hanya saja sejumlah rumah pemukiman warga terendam air, ada yang mencapai setengah meter.

Seperti di Desa Parattonga, Kecamatan Aek Nabara Barumun, akibat sungai Barumun yang meluap 10 rumah penduduk terendam banjir, dengan ketinggian setengah meter. Dan saat ini sudah mulai perlahan surut.

“Untuk keseluruhan di Palas, akibat meluapnya sungai Galanggang, Barumun dan Sosa, diperkirakan sekitar 120 rumah warga yang terendam banjir,” ujarnya. Tim yang dikomandoi anggota DPRD Palas Harris Simbolon bersama Kabag Pembangunan Pemkab Palas Hamka Harahap yang turun ke lokasi, menyampaikan, kalau rambin yang melintas di atas sungai Barumun menuju areal usaha tani masyarakat Parattonga hancur diterjang sungai Barumun.

“Kalau untuk jalan ke usaha tani masyarakat ada sekitar 100 hektare lebih, saat ini sudah lumpuh total, karena titi gantung yang ada di atas sungai Barumun tersebut hanyut di terjang sungai Barumun,” jelasnya.

Sedangkan hingga saat ini, pihak Pemkab Palas masih terus mendata berapa jumlah rumah yang terendam banjir, begitu juga kerugian masyarakat yang diderita.

Masyarakat Trauma
Masyarakat kabupaten Palas trauma, karena baru-baru ini terjadi banjir di Desa Janji Lobi, Kecamatan Barumun yang menghanyutkan sejumlah rumah warga.

“Makanya kita antisipasi duluan, untuk apa dipertahankan di situ, kalau sudah tahu kita mau ada bahaya, bagusan mengungsi saja dulu, sampai debit airnya surut dan cuaca bagus,” terang Anjar. (metro)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dana Pilkada, DPRD Madina Tetap di Angka 37 Milyar

    Dana Pilkada, DPRD Madina Tetap di Angka 37 Milyar

    • calendar_month Rabu, 15 Jan 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Meski APBD Madina telah disahkan DPRD pada Desember lalu, pihak KPU Madina masih ngotot ada perubahan dana untuk Pilkada 2020. Di APBD 2020 itu ditetapkan pagu dana hibah untuk KPU sebesar 37 milyar rupiah biaya penyelenggaraan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020. Pihak DPRD Madina tetap pada pendirian bahwa dana hibah […]

  • Kasus Ganja Mulai Disidangkan

    Kasus Ganja Mulai Disidangkan

    • calendar_month Kamis, 25 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan, Sidang perdana empat terdakwa pengisap ganja, Heriansyah Hanzali Dalimunthe (PNS), Dedek Ispensyah Siregar (PNS), Edi Syahputra (wiraswasta) dan Samsuddin Batubara alias Manambin, digelar di Pengadilan Negeri Panyabungan, Desa Mompang Julu, Kecamatan Panyabungan Utara, Selasa (23/11/2010). Sidang dengan agenda pembacaan dakwaan oleh Jaksa Penuntut Umum Sahrul Harahap SH, dipimpin langsung Ketua PN Panyabungan Ikhwan Effendi […]

  • Putri Sayak

    Putri Sayak

    • calendar_month Senin, 13 Okt 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

      Putri Raja Pulungan Yang Hilang di Lumban Huayan   Dituturkan : Patuan Kumala Pandapotan BGS/Ditulis : Saifuddin Lubis   Lumban Huayan, sekitar 4 Km dari Kelurahan Sayurmatinggi Tapanuli Selatan ke-arah Tano Tombangan pada abad ke-17 lalu adalah sebuah pusat kerajaan yang dipimpin oleh Raja Pulungan. Rajanya terkenal arif dan bijaksana, rakyatnya hidup rukun dan […]

  • Siswi SMP Negeri 1 Sinunukan Dihamili Abang Kandung

    Siswi SMP Negeri 1 Sinunukan Dihamili Abang Kandung

    • calendar_month Selasa, 1 Mar 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan, Siswi Kelas II SMP Negeri 1 Sinunukan, YS (15) warga Dusun Batang Lobung, Desa Simpang Durian, Kecamatan Linggabayu, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), melahirkan di belakang sekolah tepatnya di kebun sawit warga yang hanya berjarak 25 meter dari sekolah, Jumat (18/02/2011) siang lalu. Kapolsek Linggabayu AKP R Siregar ketika dikonfirmasi melalui telepon, Rabu (23/02/2011) mengatakan, […]

  • DAKWAH ITU WAJIB, TAK PERLU SERTIFIKAT

    DAKWAH ITU WAJIB, TAK PERLU SERTIFIKAT

    • calendar_month Jumat, 11 Sep 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Kementerian Agama (Kemenag) berencana meluncurkan Program Penceramah Bersertifikat mulai akhir September 2020 (Republika, 7/9). Dirjen Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam, Kamaruddin Amin, menyebut target peserta program ini adalah 8.200 penceramah untuk tahun ini. Terdiri dari 8.000 penceramah di 34 provinsi dan 200 penceramah di pusat. Menag Fachrul Razi menyatakan Program Penceramah Bersertifikat dimaksudkan untuk mencegah penyebaran […]

  • Tatanan Sosial Yang Buruk, Menyuburkan HIV Pada Remaja

    Tatanan Sosial Yang Buruk, Menyuburkan HIV Pada Remaja

    • calendar_month Senin, 3 Agt 2026
    • account_circle Hadi Kartini
    • 0Komentar

    Oleh: Hadi Kartini   Direktorat Jendral Penanggulangan Penyakit Kementerian Kesehatan telah melakukan supervisi program HIV di Kabupaten Sidoarjo sebagai tindak lanjut atas tingginya perhatian masyarakat terhadap pemberitaan kasus HIV pada anak dan remaja. Sebelumnya beredar vidio viral di medsos yang menyatakan sebanyak 522 pelajar di Kabupaten Sidoarjo terpapar HIV-AIDS. Meningkatnya jumlah kasus HIV di kalangan […]

expand_less