Rabu, 7 Okt 2026
light_mode

IKANAS Sumut Antara Panggung dan Manuver 90 Hari

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Minggu, 3 Mei 2026
  • print Cetak

 

Oleh: Tim Mandailing Epicentrum

 

Hari ini (Ahad, 3 Mei 2016), DPD Ikatan Keluarga Nasution dohot Anakboruna (Ikanas) Sumatera Utara periode 2026-2031 menjalani prosesi pelantikan. Momentum ini kerap dianggap sebagai puncak kerja dan beban terbesar dalam berorganisasi.

Suasana tentu meriah. Heboh. Tamu penting dan undangan kehormatan menempati jejeran sopa di baris terdepan. Yang jauh pun merapat. Membludak. Banyak yang tak kebagian tempat duduk. Hingga aula besar terasa sesak.

Ada panggung yang megah. Susunan acara yang apik. Doa husyuk berkumandang. Tak lupa, hiburan gordang sambilan yang terasa segar penuh spirit pun menambah kesemarakan.

Ada kecenderungan yang berulang:
– kepemimpinan yang dianggap cukup dengan penampilan, termasuk dalam rapat-rapat persiapan dan pemasangan billboard acara untuk publikasi;
– Lampiran atau sambutan disusun rapi dan penuh semangat;
– gestur terlihat amat meyakinkan; dan
– agenda padat dan tingkat kehadiran undangan yang tinggi.

Padahal, di banyak organisasi, justru di sinilah ujian sesungguhnya dimulai: setelah panggung selesai, baru tampak siapa yang terus berjuang dan yang mana yang benar-benar bekerja.

Apakah Ikanas Sumut akan maju melejit ke depan? Stagnan atau mundur?

 

Riak Panggung Semarak

Masa-masa landai selesai. Masuk jalan yang mulai terjal. Kadang menukik. Habis turunan, tikungan. Apakah sang sopir cukup lihai, masih jadi pertanyaan banyak pihak.

Ibarat pasukan, apakah kepengurusan ini cukup solid untuk bersinergi? Bisa saling mengisi dan menggiring bola layaknya tim sepak bola? Lengkap, kompak dan berdampak?

Lebih dari itu, capaian akhir dari kepengurusan periode sebelumnya, termasuk pe-er yang belum tuntas, juga menjadi satu patokan penting. Tingkat keberhasilan dalam pembentukan DPC di Sumut, misalnya, merupakan titik awal kinerja kepengurusan yang baru.

Akselarasi tim baru ini berhadapan dengan beban untuk tidak hanya melanjutkan progres, tapi juga mestinya mampu melampai prestasi pengurus lama. Tanpa kepemimpinan, beban bawaan ini pasti bikin perjalanan justru melambat, tersendat atau terhenti.

Di depan, visi dan misi membentang. Tantangan program jelas makin berat. Ujian kegiatan makin ketat pekan ke pekan. Bulan ke tahun hingga satu periode.

Maka, Ikanas Sumut harus mengatasi dua beban berat, yaitu: 1) beban lama dan 2) beban baru. Salah-salah identifikasi masalah, bisa berakibat fatal. Bukankah keadaan ini sebenarnya sudah seperti di ujung tanduk?

Ketika riak jadi ombak, yang semarak pun bisa berantakan. Seperti mobil, yang dibutuhkan tak cuma kendali supir. Harus ada hitungan timing, skil.

Namun, sejatinya, penggerakan tidak terjadi karena kesan yang ditampilkan. Air beriak bukan karena kesemarakan yang ada di atasnya. Seperti semua organisasi, Ikanas Sumut hanya menggeliat gesit dengan keputusan yang tepat, tindakan cepat dan kerja kreatif yang konsisten.

Masalahnya, tidak semua pengurus yang sudah siap tampil pun, mampu memahami medan perjuangan nyata yang kompleks seperti itu.

Apalagi jika kepemimpinan yang muncul datang dari pengalaman yang masih tipis dan konsepsi organisasi yang kering.

 

Ketua Baru, Medan Baru

Ikanas bukan organisasi biasa. Ini adalah organisasi primordial yang senantiasa menampilkan medan baru dan tantangan berat.

Struktur formal, relasi kultural, tata nilai yang tidak selalu tertulis dan budaya organisasi yang tiba-tiba berubah dapat menjadikan jalan perjuangan yang makin terjal.

Ketika pemimpin belum cukup mengenal medan, dia cenderung:
– menyederhanakan persoalan yang kompleks, atau sebaliknya;
– ragu-ragu mengambil keputusan yang sebenarnya perlu segera.

Di posisi ini pun, kesalahan paling halus sering terjadi: bukan pada niat, tetapi pada cara membaca situasi menjawab problematika yang mencuat.

 

Hatobangan: Penjaga Arah dan Marwah

IKANAS memiliki kekuatan kultural yang tidak dimiliki kebanyakan organisasi, yaitu: unsur hatobangan.

Masalahnya, bukan karena peran ini menghambat. Justru yang sering terjadi adalah sebaliknya: mereka tidak dilibatkan secara utuh dalam menetapkan arah dan menjaga marwah organisasi, namun hanya diingat ketika pengurus harian butuh legitimasi.

Di titik ini, kepemimpinan diuji:
– apakah mampu membangun sinergi yang tulus, atau
– hanya menjadikan dimensi adat sebagai pelengkap seremoni.

Padahal, tanpa hubungan yang sehat dengan hatobangan, debut organisasi mudah goyah — meski terlihat berjalan normal.

 

Kolektivitas yang Rentan

Kepemimpinan kolektif di level DPD adalah kekuatan yang terhubung langsung dengan perintah DPP di atas dan tuntutan DPC di bawah.

Namun tanpa kejelasan peran, konsistensi dan disiplin pada partitur yang ada: Kolektivitas bisa berubah menjadi kebersamaan tanpa beban dan tanpa tujuan (hampa).

Semua boleh hadir. Semua berbicara. Namun tidak semua pengurus harian mau dan siap bergerak.

 

DPD dan Ilusi Aktivitas

Ada kalanya organisasi mengalami stagnasi. Rapat berjalan. Agenda tersusun. Dokumentasi tersedia. Bahkan publikasi boleh saja live di medsos.

Namun pertanyaan sederhana tetap relevan: Apa yang berubah dari kinerja dan capaian dalam memenuhi semua tuntutan organisasional?

Jika DPP dan DPC belum merasakan manfaat, maka yang terjadi bukan kemajuan — melainkan ilusi gerak.

 

Ujian Nyata: 90 Hari yang Menentukan

Organisasi tidak butuh waktu panjang untuk menunjukkan arah dan kinerja.

Mengacu dari kompleksitas pengorganisasian di atas, Ikanas Sumut dapat membuat hitungan 90 hari.
Maka, di 30 hari pertama, Ikanas Sumut sudah: 1) membaca, mempola dan merapikan; 2) melakukan validasi pengurus DPD dan anggota di seluruh DPC; 3) aktivasi kanal komunikasi yang hidup; dan 4) konsolidasi awal dengan hatobangan (arah & nilai perjuangan).

Selanjutnya, di 30 hari kedua, kekuatan nyata mulai terlihat. Organisasi mulai bekerja, setidaknya, untuk:
1) Memainkan program ekonomi sederhana berbasis anggota; 2) menjalankan program pendidikan (mentoring/beasiswa mikro); dan 3) Aktivasi nyata DPC dan divisi (Wanita IKANAS & Naposo Nauli Bulung Ikanas).

Manfaat organisasi mulai terasa.

Lalu, pada 30 hari ketiga, Ikanas Sumut semestinya sudah dapat membuktikan bahwa: 1) Mayoritas DPC memiliki program yang berjalan; 2) Laporan berbasis dampak, bukan kegiatan; dan 3) Pola kerja yang bisa direplikasi

Ikanas Sumut mulai menampakkan wajah kerja yang energik.

 

Manuver Elegan: Ukuran Kepemimpinan

Semua fakta dan gejala tidak membutuhkan gebrakan keras. Yang dibutuhkan adalah manuver elegan:
– Bergerak cepat tanpa gaduh;
– Melibatkan tanpa kehilangan arah,
– Menghormati tanpa kehilangan ketegasan.

Dan, di sinilah peran ketua menjadi penentu: bukan sebagai pusat perhatian, tetapi sebagai “penjaga ritme dan arah”.

 

Kembali ke Amanah

Pada akhirnya, DPD IKANAS Sumut tidak berdiri sendiri. Memikul amanah dari:
– DPP sebagai arah organisasi, dan
– keluarga besar IKANAS sebagai sumber legitimasi.

Amanah ini tidak meminta penampilan. Tapi menuntut kerja nyata. Terasa.

 

Penutup: Setelah Panggung Sepi

Ketika pelantikan usai, yang tersisa bukan tepuk tangan — melainkan tanggung jawab. IKANAS tidak membutuhkan pemimpin yang terlihat bergerak. IKANAS butuh pemimpin yang benar-benar menggerakkan.

Jika tidak, organisasi ini akan tetap besar di nama, namun perlahan kehilangan makna, peran dan legitimasi.

Selamat dan bersiaplah, Ketua dan segenap pengurus DPD Ikanas Sumut 2026-2031.***

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Rp1,43 Miliar Belanja Alat RSUD Panyabungan 2026. DPRD Rekomendasi Pengoptimalan Pelayanan

    Rp1,43 Miliar Belanja Alat RSUD Panyabungan 2026. DPRD Rekomendasi Pengoptimalan Pelayanan

    • calendar_month Selasa, 5 Mei 2026
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN || Mandailing Online– RSUD Panyabungan menganggarkan Rp1.433.157.251 dari dana BLUD 2026 untuk belanja modal peralatan dan mesin. Total ada 14 paket pengadaan mulai dari ventilator, defibrillator, hingga mesin laminating dan kursi eselon 4. Ditengah masih banyaknya keluhan pasien mulai dari antrian di IGD, pelayanan dan bahkan sampai ada pasien yang tak dapat jatah kamar […]

  • Pemkab Madina Defisit Anggaran Keuangan TA 2010, Capai Rp 53 M

    Pemkab Madina Defisit Anggaran Keuangan TA 2010, Capai Rp 53 M

    • calendar_month Rabu, 29 Sep 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan Pemkab Mandailing Natal (Madina) mengalami defisit anggaran keuangan Tahun Anggaran 2010. Berdasarkan informasi yang diperoleh wartawan, Selasa (28/9) menyebutkan defisit anggaran Pemkab Madina mencapai sekitar Rp 53 M. Hasil tersebut diperoleh wartawan saat diadakannya rapat koordinasi Pj. Bupati Madina Ir Aspan Sofian Batubara dengan para pimpinan SKPD di ruang rapat bupati, Senin (27/9). Plt […]

  • Pemerintah-Swasta Harus Sejalan

    Pemerintah-Swasta Harus Sejalan

    • calendar_month Senin, 25 Mar 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Daerah PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pengembangan ekonomi di Kabupaten Mandailing Natal itu titik beratnya berada di sektor agribisnis, karena wilayah ini merupakan daerah agraris. Terutama karet, kopi dan sawit. Perlu lebih dipertegas pola dan desain strategi bagi mendorong pertumbuhan sektor agribisnis tersebut oleh pemerintah daerah dan keterlibatan pihak swasta lokal serta […]

  • Hari Ini, Pemkab Madina Dihantam 2 Gelombang Unjukrasa Mahasiswa

    Hari Ini, Pemkab Madina Dihantam 2 Gelombang Unjukrasa Mahasiswa

    • calendar_month Rabu, 30 Mar 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pemerintahan di Mandailing Natal makin rapuh, tak mampu memberikan keyakinan kepada elemen-elemen masyarakat bahwa pemerintahan Madina bersih dari pejabat-pejabat koruptor. Hari ini, Rabu (30/3/2016), Pemkab Madina didatangi dua gelombang unjukrasa dari tiga organisasi mahasiswa yang belainan. Tetapi, tuntutannya sama, yakni meminta pembersihan Pemkab Madina dari pejabat-pejabat korup. Unjukrasa gelombang pertama adalah […]

  • Peneliti: Awal Ramadhan 20 Juli

    Peneliti: Awal Ramadhan 20 Juli

    • calendar_month Selasa, 17 Jul 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    BANDUNG – Lembaga Observatorium Bosscha memprediksi awal Ramadhan 2012 jatuh pada Jumat (20/7). Itu dilihat dari perhitungan astronomi yang diterapkan lembaga setempat. Peneliti Bosscha Evan Irawan mengatakan, perkiraan jatuhnya awal Ramadhan 2012 pada tanggal tersebut dihitung berdasarkan posisi hilal, atau bulan yang terbit pada tanggal satu bulan Kamariah. “Tanggal 19 Juli (Kamis, red) posisi hilal […]

  • Pengumuman Pendaftaran Calon Bupati & Wakil Bupati Madina 2015

    Pengumuman Pendaftaran Calon Bupati & Wakil Bupati Madina 2015

    • calendar_month Selasa, 14 Jul 2015
    • account_circle webmaster
    • 0Komentar

    KOMISI PEMILIHAN UMUM KABUPATEN MANDAILING NATAL PENGUMUMAN Nomor: 200/KPU -Kab-002.43482/VII/2015 Tentang PENDAFTARAN  PASANGAN CALON BUPATI DAN WAKIL BUPATI MANDAILING NATAL TAHUN 2015 Berdasarkan: 1.  Undang-undang Nomor 8 Tahun 2015 tentan Perubahan atas Undang-undang Nomor 1 Tahun 2015 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang Nomor 1 Tahun 2014 tentang  Pemilihan  Gubemur, Bupati, dan Walikota menjadi  Undang­undang; […]

expand_less