Minggu, 18 Okt 2026
light_mode

Aspirasi Ade Melalui Mural

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 19 Mei 2015
  • print Cetak

 

Oleh : Diurnarii Publisher / Zakiyah Rizki Sihombing

“Dalam mural aku bukan cuma sekedar coret-coret dinding, tapi ada makna yang ingin aku ungkapkan lewat mural ini” Ungkap Ade di sela-sela kesibukannya mengaduk cat sebelum memural.

Pada kenyataannya setiap orang memiliki ekspresi yang berbeda dalam kehidupan. Profesi, skill, bakat menjadi modal utama bagi seseorang dalam menapaki kerasnya hidup. Seperti halnya Ade Radinal Siregar, seniman asal Medan ini memilih mural dalam berekspresi dan beraspirasi.

Sejauh ini, penyampaian aspirasi masyarakat hanya terbatas pada media cetak dan media elektronik, seperti surat kabar dan internet. Namun, ada cara unik yang dilakukan Ade Radinal Siregar dalam mengkritisi kebijakan pemerintah. Salah satunya dengan membuat lukisan mural bertema korupsi. Padahal dalam memural Ia masih terbilang baru, namun lukisannya tersebut menuai banyak pujian di masyarakat kota Medan. Seni mural yang selama ini dianggap sebagai coretan kreativitas anak muda belaka ternyata memiliki sisi inovatif lain yang dapat dikembangkan secara maksimal sehingga seni mural tidak hanya terlihat dari sisi visualnya saja namun juga memiliki makna di dalamnya.

Selain tematik dan kritis, Ade juga menggambar lukisan dengan tema Lowbrow yaitu dengan menggunakan objek tokoh tertentu hingga karakter kartun. Beberapa tokoh yang sempat menjadi objek muralnya seperti Warkop DKI, Soe Hok Gie, Kartini, Munir hingga tokoh imajinatif lainnya. Untuk memural (melukis dengan media dinding) biasanya Ia membutuhkan waktu 4 hingga 5 jam tergantung kesulitan objek lukisannya. Jika graffity menggunakan cat semprot, mural justru memanfaatkan kuas, cat dinding dan sketsa dalam pengerjaannya. Secara kasat mata memang mural lebih sulit akan tetapi akan menjadi lebih mudah ketika dilengkapi dengan proyektor.

“Sebelum dilukis, biasanya dibuat dulu sketsa gambarnya pake pensil atau bisa juga dibantu sama proyektor supaya lebih gampang,” tambahnya

Anak ke-enam dari tujuh bersaudara ini mengaku belajar mural secara otodidak pada tahun 2011 lalu hingga tak lama Ia menemukan komunitas mural di Medan untuk sekedar berbagi dan berdiskusi mengenai seni. Hasil lekukan kuasnya juga tidak Ia konsumsi sendiri melainkan juga sudah tersebar di beberapa tempat. Berbagai tempat nongkrong telah meminta jasanya memural sebagai pendukung design interior dinding seperti ; Siantar Square, Warung Menolak Lupa, Kedai Boogie dan lain sebagainya.

Event dan Penampilan Seni yang telah diikuti :

  • Event Delux-2013, Aphoria-8 Januari  2014
  • Fashion for Fashion-Mei 2014
  • Acem-Oktober 2014
  • Pemuda Metropolis (2013)
  • Parkiran Seni (April 2014)
  • Panggung Rakyat (Maret 2015) dan
  • Kreatif 2015.

Selain itu, untuk sekali memural Ia dapat meraup ratusan ribu hingga jutaan rupiah. Bagi yang ingin mengenalnya lebih dekat dapat menghubunginya Via Instagram @Punkability dan Facebook : Ade Radinal Siregar.

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kasus Syamsul Pecahkan Rekor

    Kasus Syamsul Pecahkan Rekor

    • calendar_month Minggu, 10 Okt 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    – Jumlah Saksi Mencapai 272 Orang, – KPK Beber Kasusnya di DPR JAKARTA-Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membeberkan perkembangan penanganan dugaan korupsi APBD Langkat 2000-2007 di hadapan Komisi III DPR, kemarin (7/10). Dua hal terbaru yang terungkap dalam forum rapat dengar pendapat (RDP) KPK dengan komisi yang membidangi hukum itu adalah mengenai jumlah saksi yang […]

  • Sinabung Semburkan Abu 7.000 Meter

    Sinabung Semburkan Abu 7.000 Meter

    • calendar_month Senin, 4 Nov 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN (Mandailing Online) – Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menaikkan dari status Gunung Sinabung dari level Waspada menjadi Siaga karena adanya peningkatan aktivitas vulkanik sejak akhir Oktober hingga Minggu (3/11). Sinabung memuntahkan debu vulkanik setinggi 7.000 meter, Minggu dini hari pukul 01.26 WIB. Letusan ini disertai suara gemuruh terdengar sampai ke Pos Pengamatan […]

  • Budak di Mandailing Sebelum Abad 19

    Budak di Mandailing Sebelum Abad 19

    • calendar_month Minggu, 22 Sep 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 5Komentar

    Oleh: Basyral Hamidi Harahap Laporan pendahulu Godon dan fakta di lapangan menyatakan bahwa perbudakan masih merajalela di Mandailing dan Angkola. Budak menjadi dagangan utama selain emas. Hampir sepertiga penduduk Mandailing, Angkola dan Padang Lawas ketika itu adalah budak atau orang yang berhutang (Castles,1972:20;Harahap, 1996b:37). Asisten Residen T.J. Willer mencatat daftar harga-harga budak dan ternak di […]

  • Pemkab Madina Optimis Target PAD 700 Juta Sektor Perizinan Terpenuhi

    Pemkab Madina Optimis Target PAD 700 Juta Sektor Perizinan Terpenuhi

    • calendar_month Jumat, 29 Apr 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Tahun 2016 ini Bagian Perekonomian Pemkab Mandailing Natal memiliki target PAD sebesar 700 juta rupiah dari sektor perizinan HO. Pihak Bagian Perekonomian optimis mampu memenuhi target itu. Sebab, berdasar pengalamannya tahun 2015,  Bagian Perekonomian justru merealisasikannya sebesar 109 % dari target Rp.700 juta. Meski begitu, Pihak Bagian Perekonomian tetap secara rutin […]

  • Seorang Polisi Dikeroyok Tiga Pengedar Ganja

    Seorang Polisi Dikeroyok Tiga Pengedar Ganja

    • calendar_month Senin, 12 Mei 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Kasat Narkoba Polres Mandailing Natal (Madina) AKP Timbul Sihombing menyatakan, Senin (12/5/2014) pihaknya masih terus melakukan penyelidikan kasus pengeroyokan terhadap anggota Satuan Narkoba saat melakukan tugas. “Diduga anggota kita dikeroyok pada saat melakukan penangkapan terhadap pelaku tindak pidana narkotika golongan 1 jenis ganja,” sebutnya menjawab wartawan. Anggota Satuan Narkoba Bripka Frans […]

  • Pakai Rakit Lempengan Papan

    Pakai Rakit Lempengan Papan

    • calendar_month Sabtu, 18 Des 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Tiga perempuan memanfaatkan rakitan lempeng papan agar tidak terbenam di arus banjir yang menerjang pemukiman Desa Balimbing, Kecamatan Natal, Mandailing Natal, Sabtu (18/12/2021). Sekitar 200 rumah terbenam di desa ini menyusul luapan Sungai Batang Natal akibat curah hujan yang kontiniu dalam beberapa hari terakhir. Foto: Muhammad Yusuf

expand_less