Sabtu, 30 Mei 2026
light_mode

Aspirasi Ade Melalui Mural

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 19 Mei 2015
  • print Cetak

 

Oleh : Diurnarii Publisher / Zakiyah Rizki Sihombing

Dalam mural aku bukan cuma sekedar coret-coret dinding, tapi ada makna yang ingin aku ungkapkan lewat mural ini” Ungkap Ade di sela-sela kesibukannya mengaduk cat sebelum memural.

Pada kenyataannya setiap orang memiliki ekspresi yang berbeda dalam kehidupan. Profesi, skill, bakat menjadi modal utama bagi seseorang dalam menapaki kerasnya hidup. Seperti halnya Ade Radinal Siregar, seniman asal Medan ini memilih mural dalam berekspresi dan beraspirasi.

Sejauh ini, penyampaian aspirasi masyarakat hanya terbatas pada media cetak dan media elektronik, seperti surat kabar dan internet. Namun, ada cara unik yang dilakukan Ade Radinal Siregar dalam mengkritisi kebijakan pemerintah. Salah satunya dengan membuat lukisan mural bertema korupsi. Padahal dalam memural Ia masih terbilang baru, namun lukisannya tersebut menuai banyak pujian di masyarakat kota Medan. Seni mural yang selama ini dianggap sebagai coretan kreativitas anak muda belaka ternyata memiliki sisi inovatif lain yang dapat dikembangkan secara maksimal sehingga seni mural tidak hanya terlihat dari sisi visualnya saja namun juga memiliki makna di dalamnya.

Selain tematik dan kritis, Ade juga menggambar lukisan dengan tema Lowbrow yaitu dengan menggunakan objek tokoh tertentu hingga karakter kartun. Beberapa tokoh yang sempat menjadi objek muralnya seperti Warkop DKI, Soe Hok Gie, Kartini, Munir hingga tokoh imajinatif lainnya. Untuk memural (melukis dengan media dinding) biasanya Ia membutuhkan waktu 4 hingga 5 jam tergantung kesulitan objek lukisannya. Jika graffity menggunakan cat semprot, mural justru memanfaatkan kuas, cat dinding dan sketsa dalam pengerjaannya. Secara kasat mata memang mural lebih sulit akan tetapi akan menjadi lebih mudah ketika dilengkapi dengan proyektor.

Sebelum dilukis, biasanya dibuat dulu sketsa gambarnya pake pensil atau bisa juga dibantu sama proyektor supaya lebih gampang,” tambahnya

Anak ke-enam dari tujuh bersaudara ini mengaku belajar mural secara otodidak pada tahun 2011 lalu hingga tak lama Ia menemukan komunitas mural di Medan untuk sekedar berbagi dan berdiskusi mengenai seni. Hasil lekukan kuasnya juga tidak Ia konsumsi sendiri melainkan juga sudah tersebar di beberapa tempat. Berbagai tempat nongkrong telah meminta jasanya memural sebagai pendukung design interior dinding seperti ; Siantar Square, Warung Menolak Lupa, Kedai Boogie dan lain sebagainya.

Event dan Penampilan Seni yang telah diikuti :

  • Event Delux-2013, Aphoria-8 Januari  2014
  • Fashion for Fashion-Mei 2014
  • Acem-Oktober 2014
  • Pemuda Metropolis (2013)
  • Parkiran Seni (April 2014)
  • Panggung Rakyat (Maret 2015) dan
  • Kreatif 2015.

Selain itu, untuk sekali memural Ia dapat meraup ratusan ribu hingga jutaan rupiah. Bagi yang ingin mengenalnya lebih dekat dapat menghubunginya Via Instagram @Punkability dan Facebook : Ade Radinal Siregar.

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Etnis Mandailing Desak Pemerintah Cabut Batak Mandailing di Sensus Penduduk 2020

    Etnis Mandailing Desak Pemerintah Cabut Batak Mandailing di Sensus Penduduk 2020

    • calendar_month Rabu, 12 Feb 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN (Mandailing Online) – Pemuka-pemuka Mandailing lintas profesi menerbitkan penolakan identitas “Batak Mandailing” di Sensus Penduduk 2020 oleh BPS. Pemerintah Indonesia melalui BPS diminta mencabut label Batak Mandailing di lembaran sensus tersebut. Penolakan itu tertuang dalam Surat Keberatan tanggal 11 Pebruari 2020 dari Koalisi Masyarakat Mandailing Peduli Identitas ditujukan kepada pemerintah Indonesia khususnya Badan Pusat […]

  • Harga Cabe Merah Turun

    Harga Cabe Merah Turun

    • calendar_month Minggu, 10 Mar 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Bentrok Pasokan Siborong-borong dan Petani Lokal PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Dalam beberapa hari terakhir harga cabe merah di pasar teradisional di Panyabungan, Mandailing Natal (Madina) menurun tajam. Penurunan harga sekitar 10 ribu rupiah. Ini akibat pasokan sedang banjir dimana produksi cabe meningkat di  sejumlah sentra budidaya cabe di Madina serta pasokna yang melimpah dari […]

  • 20% Pelamar CPNS Absen

    20% Pelamar CPNS Absen

    • calendar_month Rabu, 22 Des 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Berkas Ujian soal CPNS Pemko Medan dan lembar jawaban yang tersisa telah dimusnahkan agar masyarakat yakin Seleksi CPNS Pemko Medan benar-benar bersih dan transparan. Demikian dikatakan Kepala Badan Kepegawaian Daerah Kota Medan Lahum Lubis kepada wartawan di Medan, Kamis (16/12/2010). Menurutnya, jumlah peserta ujian CPNS Kota Medan yang tidak ikut tes sebanyak 3.707 peserta. Mereka […]

  • Pendaftar Calon Anggota PPK Capai 466 Orang

    Pendaftar Calon Anggota PPK Capai 466 Orang

    • calendar_month Kamis, 30 Apr 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) : Hingga penutupan pendaftaran calon anggota PPK (Panitia Pemilihan Kecamaan) pada tanggal 28 April sebanyak 466 orang telah mendaftar di KPU Mandailing Natal (Madina). Demikian disampaikan Kepala Sub Bagian Umum Komisi Pemilihan Umum (KPU) Madina, Ali Agustina kepada Mandailing Online, Kamis (30/4). Sejak pendaftaran dibuka pada 20 April lalu, calon yang […]

  • ODP di Madina Sudah 538 Orang

    ODP di Madina Sudah 538 Orang

    • calendar_month Sabtu, 28 Mar 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) -Jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) Covid-19 di Kabupaten Mandailing Natal terus bertambah. Hingga, Jumat (27/3/2020) jumlah ODP mencapai 538 orang. Data ini melejit dibanding posisi tanggal 24 Maret lalu yang masih di angka 17 orang. Sebagaimana dilansir Antara, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Mandailing  Natal, Sahnan Pasaribu, Jumat (27/3) menyampaikan, data tersebut […]

  • Akri "Patrio" dan Henky Tornado Jadi Kandidat Wakil Bupati Bogor
    Tak Berkategori

    Akri "Patrio" dan Henky Tornado Jadi Kandidat Wakil Bupati Bogor

    • calendar_month Senin, 29 Apr 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Bogor, (Mandailingonline) – Jelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Bogor, Jawa Barat pada 8 September 2013 mendatang, dua artis ibu kota turut meramaikan bursa calon Bupati dan calon Wakil Bupati Bogor. Mereka adalah Muhammad Akri Falak atau yang akrab disapa Akri Patrio dan Henky Tornando. Mereka masing-masing direkrut birokrat setempat untuk bersaing sebagai kandidat wakil […]

expand_less