Sabtu, 22 Agu 2026
light_mode

Kilau Emas Madina yang Habis Jadi Asap

  • account_circle webmaster
  • calendar_month Rabu, 8 Jul 2026
  • print Cetak

Wartawan: Bang Ucok, saya perhatikan tiap sore banyak penambang turun dari bukit bawa hasil. Emas di Mandailing Natal ini kan melimpah. Logikanya, keluarga penambang sejahtera, pasar desa ramai, dan kampung ini cepat maju. Tapi kenapa kelihatannya ekonomi di sini jalan di tempat?

Ucok (Penambang Lokal): (Menyesap kopi, tersenyum pahit) Kalau hitung-hitungan di atas kertas, betul kata Abang. Sehari kami bisa pegang uang ratusan ribu sampai jutaan. Tapi uang itu menguap sebelum sampai ke meja makan rumah.

Wartawan: Menguap ke mana, Bang? Bukannya ditabung untuk modal usaha atau sekolah anak?

Ucok: Jadi asap, Bang. Ke sabu-sabu. Narkoba sudah masuk ke lubang-lubang tambang. Awalnya bandar bilang ini ‘vitamin’ biar kami kuat melek, kuat menggali lumpur berjam-jam, tidak gampang sakit pinggang. Lama-lama penambang kecanduan. Uang jutaan hasil mendulang emas hari ini, habis malam ini juga buat beli barang haram itu.

Wartawan: Berarti uangnya tidak berputar di desa?

Ucok: Sama sekali tidak. Istri di rumah cuma dapat sisa recehan, kadang malah harus berutang di warung untuk beli beras. Anak-anak terancam putus sekolah. Warung makan, toko baju, atau toko bangunan di desa ya sepi, karena uang penambang tersedot semua ke kantong bandar narkoba.

Wartawan: Bang Ucok tahu? Kisah seperti ini persis dengan sejarah kelam di tambang-tambang Amerika Selatan dan Afrika.

Ucok: Oh ya? Jauh kali. Di mana itu, Bang?

Wartawan: Di Kolombia, misalnya, atau di kawasan tambang berlian Sierra Leone, Afrika. Dulu saat emas dan berlian ditemukan melimpah, orang luar berpikir warga lokal akan kaya raya. Kenyataannya? Mafia dan kartel narkoba masuk. Para penambang dicekoki narkoba dan alkohol agar terus bekerja bagai mesin.

Ucok: Jadi mereka juga tidak kaya?

Wartawan: Uangnya diputar di lingkaran setan. Penambang dapat uang dari emas, lalu uangnya diserahkan kembali ke bos atau bandar untuk beli narkoba. Akhirnya, emas di tanah habis dikeruk, alamnya hancur beracun, tapi masyarakatnya tetap miskin, penyakitan, dan generasi mudanya hancur karena kecanduan. Yang kaya raya dan bisa membangun gedung mewah cuma para bandar di kota.

Ucok: (Terdiam sejenak memandang bukit) Astaga… Berarti kami di Madina ini sedang mengulang kebodohan yang sama ya, Bang? Kami peras keringat menggali emas, merusak alam kampung sendiri, tapi hasilnya cuma untuk memperkaya bandar narkoba.

Wartawan: Begitulah kenyataan pahitnya, Bang. Emas yang seharusnya jadi berkah untuk menyejahterakan keluarga dan membangun kemajuan desa, malah berubah jadi kutukan. Selama rantai narkoba di tambang ini tidak diputus oleh hukum yang tegas, emas Madina tidak akan pernah jadi jalan keluar dari kemiskinan.

Ucok: Abang tulis saja obrolan kita ini. Biar orang di luar sana, dan para pejabat itu tahu. Emas kami bukan membawa kami ke masa depan, tapi sedang mengubur kami pelan-pelan.

Catatan Penulis: Kisah dari Mandailing Natal ini adalah potret nyata bagaimana kekayaan alam tidak selalu berbanding lurus dengan kesejahteraan. Tanpa adanya edukasi, pemberantasan narkoba yang tegas, dan pengawasan sosial, “emas” hanya akan menjadi bahan bakar yang mempercepat hancurnya masa depan sebuah daerah.

  • Penulis: webmaster

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gara-gara Isu Penculikan Anak, Satu Tewas Dimassa, Satu Meninggal Ditabrak

    Gara-gara Isu Penculikan Anak, Satu Tewas Dimassa, Satu Meninggal Ditabrak

    • calendar_month Senin, 13 Des 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Mau Berobat Dituduh Penculik TEBING TINGGI– Isu bahaya penculikan anak untuk mengambil dan menjual organ tubuh, menimbulkan kecemasan di sejumlah daerah. Isu yang tersebar melalui pesan singkat (short message system/SMS)berantai itu bahkan mengakibatkan dua orang tewas di Serdang Bedagai (Sergai) dan melukai lima orang di Percut Sei Tuan, Deli Serdang, di hari yang sama, Jumat […]

  • Proxy War dan Neo Imperialisme!

    Proxy War dan Neo Imperialisme!

    • calendar_month Senin, 12 Jun 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Oleh: Umar Syarifudin (Lajnah Siyasiyah DPD HTI Jatim)   Dalam beberapa kesempatan, Panglima TNI, Jenderal Gatot Nurmantyo mengingatkan Indonesia saat ini tengah menghadapi bahaya proxy war atau perang asimetris. Proxy war terjadi di Indonesia melaui beberapa cara, di antaranya narkoba, konflik antar kelompok, maupun terorisme. Panglima TNI mengingatkan tentang Proxy War sebagai ancaman nyata bagi […]

  • PT SM Tidak Pernah Menuduh Warga Madina Perampok

    PT SM Tidak Pernah Menuduh Warga Madina Perampok

    • calendar_month Selasa, 21 Feb 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan (MO) – Goverment and Media Relations Superintendent PT.Sorikmas Mining, Nurul Fazrie menyatakan, Paul Wills selaku pimpinan PT. SM tidak pernah melontarkan tuduhan perampok terhadap warga Madina, secara lisan maupun tulisan. Kepada Mandailing Online (20/2), Nurul mengungkapkan ini terkait adanya tudingan dari beberapa elemen yang menyatakan pimpinan PT.SM menuduh masyarakat Madina perampok. Dia menghimbau sebaiknya […]

  • Pagu Dana Beasiswa Akan Dinaikkan Tahun 2021

    Pagu Dana Beasiswa Akan Dinaikkan Tahun 2021

    • calendar_month Rabu, 18 Des 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Ketua DPRD Madina, Erwin Efendi Lubis menyatakan tak mungkin lagi merubah pagu dana Beasiswa karena sudah ditetapkan di KUA PPS. Itu dikatakannya menjawab Mandailing Online di gedung dewan, Rabu (18/12/2019) terkait harapan organisasi mahasiswa kepada legislatif agar menaikkan anggaran Beasiswa Miskin Berprestasi selama pembahasan RAPBD Madina TA 2020. Erwin mengungkapkan, […]

  • Pemkab Madina Tampung 280 CPNS

    Pemkab Madina Tampung 280 CPNS

    • calendar_month Jumat, 19 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN : Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mandailing Natal (Madina) melalui Badan Kepegawaian Daerah (BKD) membuka pelamaran calon pegawai negeri sipil (CPNS) formasi tahun 2010 sebanyak 280 orang. Formasi yang di perlukan Kabupaten Mandailing Natal antara lain Guru SD sebanyak 39. Guru yang di butuhkan antaralain Guru Kelas Pendidikan D II SPGD sebanyak 25 orang, Pendidikan S1 […]

  • Cipta Kerja Sah :  Pengusaha Happy, Rakyat Tercekik, Negara Tergadai !

    Cipta Kerja Sah : Pengusaha Happy, Rakyat Tercekik, Negara Tergadai !

    • calendar_month Senin, 12 Okt 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh : Nahdoh Fikriyyah Islam Dosen dan Pengamat Politik Pengusaha menyambut baik pengesahan Rancangan Undang-Undang (RUU) Omnibus Law Cipta Kerja (Ciptaker) menjadi undang-undang (uu) melalui Rapat Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) yang dilaksanakan pada hari Senin (5/10). Mereka juga memberikan apresiasi kepada pemerintah dan anggota dewan. Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Rosan […]

expand_less