Rabu, 7 Okt 2026
light_mode

Kilau Emas Madina yang Habis Jadi Asap

  • account_circle webmaster
  • calendar_month Rabu, 8 Jul 2026
  • print Cetak

Wartawan: Bang Ucok, saya perhatikan tiap sore banyak penambang turun dari bukit bawa hasil. Emas di Mandailing Natal ini kan melimpah. Logikanya, keluarga penambang sejahtera, pasar desa ramai, dan kampung ini cepat maju. Tapi kenapa kelihatannya ekonomi di sini jalan di tempat?

Ucok (Penambang Lokal): (Menyesap kopi, tersenyum pahit) Kalau hitung-hitungan di atas kertas, betul kata Abang. Sehari kami bisa pegang uang ratusan ribu sampai jutaan. Tapi uang itu menguap sebelum sampai ke meja makan rumah.

Wartawan: Menguap ke mana, Bang? Bukannya ditabung untuk modal usaha atau sekolah anak?

Ucok: Jadi asap, Bang. Ke sabu-sabu. Narkoba sudah masuk ke lubang-lubang tambang. Awalnya bandar bilang ini ‘vitamin’ biar kami kuat melek, kuat menggali lumpur berjam-jam, tidak gampang sakit pinggang. Lama-lama penambang kecanduan. Uang jutaan hasil mendulang emas hari ini, habis malam ini juga buat beli barang haram itu.

Wartawan: Berarti uangnya tidak berputar di desa?

Ucok: Sama sekali tidak. Istri di rumah cuma dapat sisa recehan, kadang malah harus berutang di warung untuk beli beras. Anak-anak terancam putus sekolah. Warung makan, toko baju, atau toko bangunan di desa ya sepi, karena uang penambang tersedot semua ke kantong bandar narkoba.

Wartawan: Bang Ucok tahu? Kisah seperti ini persis dengan sejarah kelam di tambang-tambang Amerika Selatan dan Afrika.

Ucok: Oh ya? Jauh kali. Di mana itu, Bang?

Wartawan: Di Kolombia, misalnya, atau di kawasan tambang berlian Sierra Leone, Afrika. Dulu saat emas dan berlian ditemukan melimpah, orang luar berpikir warga lokal akan kaya raya. Kenyataannya? Mafia dan kartel narkoba masuk. Para penambang dicekoki narkoba dan alkohol agar terus bekerja bagai mesin.

Ucok: Jadi mereka juga tidak kaya?

Wartawan: Uangnya diputar di lingkaran setan. Penambang dapat uang dari emas, lalu uangnya diserahkan kembali ke bos atau bandar untuk beli narkoba. Akhirnya, emas di tanah habis dikeruk, alamnya hancur beracun, tapi masyarakatnya tetap miskin, penyakitan, dan generasi mudanya hancur karena kecanduan. Yang kaya raya dan bisa membangun gedung mewah cuma para bandar di kota.

Ucok: (Terdiam sejenak memandang bukit) Astaga… Berarti kami di Madina ini sedang mengulang kebodohan yang sama ya, Bang? Kami peras keringat menggali emas, merusak alam kampung sendiri, tapi hasilnya cuma untuk memperkaya bandar narkoba.

Wartawan: Begitulah kenyataan pahitnya, Bang. Emas yang seharusnya jadi berkah untuk menyejahterakan keluarga dan membangun kemajuan desa, malah berubah jadi kutukan. Selama rantai narkoba di tambang ini tidak diputus oleh hukum yang tegas, emas Madina tidak akan pernah jadi jalan keluar dari kemiskinan.

Ucok: Abang tulis saja obrolan kita ini. Biar orang di luar sana, dan para pejabat itu tahu. Emas kami bukan membawa kami ke masa depan, tapi sedang mengubur kami pelan-pelan.

Catatan Penulis: Kisah dari Mandailing Natal ini adalah potret nyata bagaimana kekayaan alam tidak selalu berbanding lurus dengan kesejahteraan. Tanpa adanya edukasi, pemberantasan narkoba yang tegas, dan pengawasan sosial, “emas” hanya akan menjadi bahan bakar yang mempercepat hancurnya masa depan sebuah daerah.

  • Penulis: webmaster

Rekomendasi Untuk Anda

  • Penyelidikan Kejari Madina Terhadap Pembangunan Pasangrahan Kota Nopan Ternyata Temuan BPK

    Penyelidikan Kejari Madina Terhadap Pembangunan Pasangrahan Kota Nopan Ternyata Temuan BPK

    • calendar_month Senin, 24 Jul 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN( Mandailing Online ) Proyek Konservasi Bangunan Pasanggarahan Kota Nopan di Kabupaten Mandailing Natal yang menelan anggaran Rp.2.398.646.000 sumber dana APBD Provinsi Sumatera Utara tahun 2022 yang saat ini sedang dalam penyidikan umum oleh Kejaksaan Negeri Mandailing Natal ternyata menjadi temuan BPKP RI di Sumut. Dari data yang di dapat Mandailing Online, hasil pemeriksaan fisik […]

  • WNI dipaksa wajib militer di Singapura?

    WNI dipaksa wajib militer di Singapura?

    • calendar_month Minggu, 16 Nov 2014
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    JAKARTA – Bergabungnya dua Warga Negara Indonesia (WNI) dengan militer Singapura, mendapat protes keras dari Panglima TNI Jenderal Moeldoko terhadap pemerintah Singapura. Hal ini diketahui, saat dilakukannya latihan gabungan Indonesia-Singapura di Akademi Militer Magelang, Jawa Tengah beberapa waktu lalu. Bahkan, Moeldoko sempat mengancam Panglima Angkatan Bersenjata Singapura melalui hubungan telepon, soal WNI yang bergabung dengan […]

  • Kren! PUPR Madina dan Mahasiswa Laksanakan Seminar Pembangunan

    Kren! PUPR Madina dan Mahasiswa Laksanakan Seminar Pembangunan

    • calendar_month Senin, 29 Apr 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN ( Mandailing Online ) Mahasiswa itu memang harus bergandeng tangan dengan Pemerintah dalam menciptakan pembangunan yang berkesinambungan. Gagasan gagasan mahasiswa juga tidak kalah penting untuk membangun daerah. Di Mandailing Natal ( Madina ), Dinas Pekerjaan Umum dan Penata Ruang ( PUPR ) gandeng Mahasiswa yang tergabung dalam Cipayung Plus gelar seminar pembangunana diaula Hotel Rindang […]

  • Perang Polling Pilkada Madina

    Perang Polling Pilkada Madina

    • calendar_month Selasa, 2 Jun 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh : Dahlan Batubara Pilkada Madina mulai angek. Perang polling sudah terjadi di media sosial. Sejak sepekan terakhir. Jenis polling yang digunakan memakai aplikasi PollingKita.com. Sehingga tak perlu menyebut nama lembaga atau identitas pelaku pembuat polling. Alhasil publik tak tahu siapa yang membuat polling. Polling yang muncul duluan memenangkan pasangan Dahlan Hasan-Aswin Parinduri. Polling ini […]

  • Tak Berkategori

    Cerita Penangkapan Bupati Mandiling Natal di Rumah Persembunyiannya

    • calendar_month Kamis, 16 Mei 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    Jakarta, (Mandailing Online) – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akhirnya menangkap Bupati Mandailing Natal Hidayat Batubara. Hidayat ditangkap di sebuah rumah persembunyian bersama tiga orang lainnya. Informasi yang dikumpulkan, setelah proses penangkapan Plt Kadis PU Kabupaten Mandailing Natal, Khairil Anwar dan seorang swasta berinisial Surung Panjaitan Selasa (14/5), penyidik mencari tahu keberadaan Hidayat. Bahkan KPK juga […]

  • Infrasruktur jalan Muara Batang Gadis memprihatinkan

    Infrasruktur jalan Muara Batang Gadis memprihatinkan

    • calendar_month Senin, 9 Jan 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    PANYABUNGAN – Kondisi infrasruktur jalan dan jembatan yang ada di Kecamatan Muara Batang Gadis sampai saat ini masih buruk dan memperihatinkan dengan meliputi akses jalan ke Desa Suka Makmur, Aek Godang, Panunggulan dan beberapa desa lainnya. “Untuk alternatif lainnya menuju desa itu jika musim hujan melalui sungai menggunakan perahu bot jenis robin dengan ongkos Rp.50 […]

expand_less