Senin, 12 Okt 2026
light_mode

KAHMI Sumut Kecam Penikaman Binsar, Polres Madina Diminta Proses Tuntas

  • account_circle KAHMI Sumut
  • calendar_month Minggu, 4 Okt 2026
  • print Cetak

Binsar Nasution, Anggota DPRD Madina yang juga pengurus MW KAHMI Sumut saat mendapat perawatan dari pihak Rumah Sakit Umum Daerah Panyabungan. (ist )

…

MEDAN (Mandailing Online) — Ketua Bidang Hukum dan HAM Majelis Wilayah Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (MW KAHMI) Sumatera Utara Muhammad Taufik Umar Dani Harahap, SH mengecam keras tindakan penikaman terhadap H. Binsar Nasution.

Menurutnya, kekerasan dengan menggunakan senjata tajam terhadap siapa pun merupakan persoalan serius yang tidak boleh dianggap sebagai peristiwa biasa, terlebih ketika terjadi di tengah aktivitas sosial kemasyarakatan.

H. Binsar Nasution adalah Pengurus MW KAHMI Sumatera Utara, juga anggota DPRD Mandailing Natal dari Fraksi Partai Demokrat.

Binsar Nasution menjadi korban penikaman di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Desa Pintu Padang Julu, Kecamatan Siabu, Kabupaten Mandailing Natal, Sabtu (3/10/2026). Peristiwa itu terjadi setelah Binsar mengikuti rangkaian kegiatan reses dan melayat warga yang meninggal dunia.

“Kami mengecam keras tindakan penikaman terhadap saudara Binsar Nasution. Jangan ada ruang bagi pelaku kekerasan untuk menghindar dari proses hukum. Kapolres Mandailing Natal harus memastikan perkara ini ditangani secara profesional, objektif, transparan, dan sampai tuntas sesuai hukum yang berlaku,” tegas Taufik.

Ia meminta Kapolres Mandailing Natal segera memastikan seluruh tahapan penegakan hukum berjalan, mulai dari pengamanan pelaku, pemeriksaan saksi, pengumpulan alat bukti, pemeriksaan medis terhadap korban, hingga penentuan konstruksi pidana berdasarkan fakta yang diperoleh penyidik.

Jika unsur pidana terpenuhi, perkara harus dilimpahkan kepada penuntut umum untuk kemudian dipertanggungjawabkan di hadapan pengadilan.

Taufik juga mengingatkan agar dugaan mengenai motif, kondisi kejiwaan, maupun latar belakang pelaku tidak dijadikan alasan untuk menghentikan atau mengaburkan proses hukum.

“Kondisi tertentu memang wajib diperiksa secara objektif oleh pihak yang berwenang, tetapi kepastian mengenai pertanggungjawaban pidana harus dibangun berdasarkan bukti dan mekanisme hukum, bukan berdasarkan asumsi atau tekanan opini publik”.

“KAHMI Sumatera Utara berdiri bersama korban dan keluarga. Kami meminta aparat tidak bekerja setengah hati. Tangkap, periksa, ungkap secara terang, dan apabila berdasarkan alat bukti terpenuhi unsur tindak pidana, proses sampai ke meja hijau. Hukum harus hadir memberikan perlindungan kepada korban sekaligus memastikan setiap orang diperlakukan sesuai prinsip negara hukum,” imbuh Taufik.

Ia menegaskan, kasus tersebut bukan sekadar persoalan antara dua individu, melainkan ujian terhadap kemampuan negara memastikan keamanan warga dan tegaknya hukum di tengah masyarakat.

…

Binsar dilaporkan mengalami luka tusuk pada bagian leher dan punggung. Informasi yang diberitakan menyebut luka di leher sekitar tiga sentimeter dan luka pada punggung sekitar lima sentimeter. Korban sempat mendapatkan pertolongan medis di Puskesmas Siabu sebelum dirujuk ke rumah sakit untuk penanganan lebih lanjut.

Peristiwa tersebut bermula setelah Binsar menyelesaikan kegiatan reses di Desa Pintu Padang Julu. Dalam kegiatan itu, Binsar berdialog dengan masyarakat dan menerima sejumlah aspirasi warga, kemudian memberikan santunan kepada 22 anak yatim. Usai kegiatan, ia bersama warga menuju rumah duka dan selanjutnya mengikuti prosesi pengantaran jenazah ke TPU.

Kepala Desa Pintu Padang Julu, Muliadi Lubis, membenarkan rangkaian kejadian tersebut. Menurut keterangan yang diberitakan, Muliadi masih bersama Binsar ketika berada di rumah duka. Setelah Muliadi pulang ke rumah, ia menerima informasi bahwa Binsar telah ditikam di kawasan TPU.

Pelaku sementara disebut berinisial Y, berusia sekitar 55 tahun dan merupakan warga setempat. Pelaku telah diamankan aparat Polsek Siabu untuk kepentingan penyelidikan dan selanjutnya akan diproses oleh Polres Mandailing Natal. Identitas lengkap pelaku serta konstruksi perkara masih menunggu penanganan resmi aparat penegak hukum.

Sumber: Bidang Hukum dan HAM MW KAHMI Sumut

 

  • Penulis: KAHMI Sumut
  • Editor: Dahlan Batubara

Rekomendasi Untuk Anda

  • Atika: Pendidikan Islam Benteng Utama Generasi Penerus

    Atika: Pendidikan Islam Benteng Utama Generasi Penerus

    • calendar_month Jumat, 16 Jun 2023
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Wakil Bupati Mandailing Natal (Madina), Sumut Atika Azmi Utammi Nasution menekankan yayasan pendidikan islam benar benar menjadika benteng pertahanan sekaligus tempat pembinaan karakter ahklak mulia. Selain itu, dia menyebutkan pendidikan merupakan sektor utama yang harus diprioritaskan dan menjadi tolak ukur kemajuan suatu bangsa dalam pembangunan kedepan. “Perlu kita tekankan agar […]

  • Pemain Judi Dadu Ditangkap Polisi

    Pemain Judi Dadu Ditangkap Polisi

    • calendar_month Rabu, 29 Jun 2016
    • account_circle webmaster
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Tim Opsnal Satreskrim Polres Mandailing Natal menangkap lima orang pelaku perjudian jenis dadu di Desa Lumban Dolok Kecamatan Siabu, Kabupaten Mandailing Natal, Senin, (27/6). Kelima orang tersangka tersebut adalah, SP (31 tahun), AAP (36 tahun), EN (31 Tahun), JN (21 Tahun) dan HN (45 Tahun). Mereka tertangkap tangan oleh polisi saat […]

  • Jiwa Yang Terpenjara

    Jiwa Yang Terpenjara

    • calendar_month Sabtu, 12 Sep 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Esai : Lastriana Limbong, S.Ds   Pernah nggak sih kalian merasa kalau hidup tuh gitu-gitu aja. Rasanya rutinitas harian kian membosankan. Bangun tidur, mandi, makan, kerja, makan lagi, mandi lagi, makan lagi, tidur lagi. Siklusnya konstan, berputar bagai lingkaran bianglala. Hidupmu bagai penjara, resah, tidak ada bahagia yang paripurna. Kamu mendamba kehidupan penuh gairah seperti […]

  • KPU Madina Buka Ruang yang Tak Memberikan Kepastian Hukum Dalam Pilkada

    KPU Madina Buka Ruang yang Tak Memberikan Kepastian Hukum Dalam Pilkada

    • calendar_month Selasa, 26 Nov 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    Medan ( Mandailing Online ) Ahli Hukum Tata Negara dari Universitas Sumatera Utara, DR. Mirza Nasution dalam ulasannya menyatakan pernyataan KPU Madina terkait rekomendasi Bawaslu Madina terkesan tak sesuai hukum. Dengan membuka ruang kepada Pasangan Calon Saifullah Nasution – Atika Azmi Utammi untuk melengkapi berkas-berkas yang menjadi kekurangan sesuai dengan rekomendasi itu. Dirinya menilai secara […]

  • Perhitungan Suara di KPU Madina Rampung, Penanganan Kejadian Khusus Sudah Selesai

    Perhitungan Suara di KPU Madina Rampung, Penanganan Kejadian Khusus Sudah Selesai

    • calendar_month Selasa, 3 Des 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Mandailing Natal (Madina) Muhammad Ikhsan Matondang menyebut D-Hasil dari 23 kecamatan dalam rekapitulasi penghitungan suara tingkat kabupaten pada pemilihan bupati dan wakil bupati Madina sudah sesuai dengan rekapitulasi tingkat kecamatan. Ikhsan menyampaikan hal itu pasca rapat pleno rekapitulasi penghitungan suara tingkat kabupaten selesai dilaksanakan di Kantor […]

  • Bahasa Daerah Perlu Diterapkan di Sekolah

    Bahasa Daerah Perlu Diterapkan di Sekolah

    • calendar_month Selasa, 16 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    SIPIROK-Ketua Umum (Ketum) Ikatan Keluarga Alumni Pelajar Sipirok Sekitarnya (IKAPSI) Sumatera Utara (Sumut), Ir Muhammad Yamin MM, menegaskan, bahasa daerah perlu diterapkan dan masuk kurikulum sekolah. “Mata pelajaran aksara, bahasa, dan adat budaya daerah yang ada di Tapanuli Selatan (Tapsel) perlu dimasukkan dalam kurikulum setiap sekolah. Tujuannya, untuk menjaga kelestarian budaya, memberikan pengetahuan dan pemahaman […]

expand_less