Sabtu, 24 Okt 2026
light_mode

Ufaira Persembahkan Medali Pertama untuk Madina di Piala Dispora Riau

  • account_circle Tim Pencak Silat Madina
  • calendar_month 0 menit yang lalu
  • print Cetak

Ufaira Queen Al Ali Barus menunjukkan medali yang diraihnya, Sabtu (24/10). (Foto: tim pencak silat asal Madina)

 

…

KAMPAR, RIAU (Mandailing Online) — Ufaira Queen Al Ali Barus, siswi MTsN 2 Panyabungan, berhasil mengukir prestasi dengan meraih posisi kedua dalam Cabang Silat Seni Tunggal, Kejuaraan Pencak Silat Tabana Open Championship 1, Piala Dispora Riau.

Ini suatu kebanggaan sekaligus harapan baru bagi dunia olahraga Mandailing Natal (Madina), Sumut.

Turnamen berlangsung di GOR Sport Center, Kampar, Riau, 23 – 25 oktober 2026.

Rombongan atlit silat dari Madina ke Riau itu merupakan rombongan swadaya, dibiayai oleh patungan dana para orangtua.

Prestasi ini terasa begitu istimewa karena Ufaira menjadi penyumbang medali pertama bagi Kabupaten Mandailing Natal dalam kejuaraan tersebut.

Di usianya yang masih muda, ia telah membuktikan bahwa semangat, keberanian, kerja keras, dan tekad yang kuat mampu membawa nama daerah bersaing di tingkat yang lebih luas.

Perjuangan Ufaira menyisakan kisah yang begitu mengharukan. Ia hanya terpaut 3 detik dari posisi pertama, yang diraih oleh atlet asal Kampar, Riau, selaku tuan rumah. Sementara itu, posisi ketiga ditempati oleh atlet asal Sumatera Barat.

Selisih waktu yang begitu tipis tersebut menjadi bukti betapa ketatnya persaingan dan berharganya setiap detik dalam sebuah pertandingan.

Meski belum berhasil berdiri di posisi tertinggi, pencapaian Ufaira bukanlah kekalahan. Justru, ia telah menunjukkan bahwa atlet muda Mandailing Natal mampu tampil kompetitif dan memberikan perlawanan terbaik di arena pertandingan regional.

Di balik medali yang diraihnya, tersimpan perjuangan, latihan, pengorbanan, doa, dan harapan besar. Medali ini bukan sekadar simbol kemenangan pribadi, melainkan juga membawa kebanggaan bagi keluarga, sekolah, masyarakat, dan seluruh masyarakat Mandailing Natal.

Ufaira telah menorehkan langkah awal yang berarti. Hari ini, ia membawa pulang medali dan kebanggaan. Esok, semoga langkahnya semakin jauh, prestasinya semakin tinggi, dan mimpinya semakin dekat untuk menjadi kenyataan.

Untuk Ufaira Queen Al Ali Barus, perjalananmu belum berakhir. Jangan biarkan selisih tiga detik itu menjadi kesedihan, tetapi jadikanlah ia sebagai alasan untuk berlatih lebih keras, melangkah lebih kuat, dan kembali dengan prestasi yang lebih gemilang.

Ketua rombongan, Zeid Fadolly dalam pernyataan Sabtu (24/10/2026) berharap kelak Ufaira tumbuh menjadi atlet pencak silat nasional yang mampu mengharumkan nama Indonesia hingga ke kancah dunia.

Dan medali pertama ini diharapkan menjadi pembuka jalan bagi lahirnya lebih banyak atlet berprestasi dari Mandailing Natal.

“Karena terkadang, sebuah prestasi tidak hanya berbicara tentang siapa yang berdiri di posisi pertama, tetapi juga tentang siapa yang berani berjuang, tidak menyerah, dan terus membawa nama daerahnya dengan penuh kebanggaan,” imbuhnya. (rel/dab)

 

  • Penulis: Tim Pencak Silat Madina
  • Editor: Dahlan Batubara

Rekomendasi Untuk Anda

  • Buruk Somarpake

    Buruk Somarpake

    • calendar_month Selasa, 7 Agt 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Anggo gantengna songon bintang filem Hindustan doma, bope lomlom antong, lomlompe mnisdo songon tobu tutung, inda jabat songon banggar naidurus lomlomna, cocok do lomlom nai tu ganteng nai, songoni juo parbadanna, lele sangolit naidokon ni halakido, inda jabat mokmok songon babi Saraulla, inda muse nyiang songon balanak baledang, keren doma tarida, ningroa targodado artis-rtis sanga […]

  • BAHASA DAN AKSARA MANDAILING (bagian 1)

    BAHASA DAN AKSARA MANDAILING (bagian 1)

    • calendar_month Senin, 2 Apr 2018
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Oleh : ASKOLANI NASUTION Budayawan    Pengantar Bahasa Mandailing adalah bahasa yang digunakan sebagai bahasa adat dan budaya di wilayah bekas Asisten Residen Angkola Mandailing atau di wilayah Tapanuli Bagian Selatan. Penyebutan Tapanuli Bagian Selatan dalam konteks ini, hanya untuk menjelaskan satu kawasan yang berbeda dengan Tapanuli lainnya, baik dari sisi bahasa maupun budaya. […]

  • Kutipan di Aek Sijorni Kecewakan Pengunjung

    Kutipan di Aek Sijorni Kecewakan Pengunjung

    • calendar_month Jumat, 3 Jan 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

        TAPSEL – Pengunjung Aek Sijorni kecewa akibat banyaknya kutipan di beberapa titik di lokasi wisata itu. Alhasil, himbauan Pemkab Tapanuli Selatan (Tapsel) tak mempan untuk mempertahankan nama baik Aek Sijorni yang berada di Kecamatan Sayur Matinggi itu. Betapa tidak, soalnya saat libur Tahun Baru, Rabu 1 Januari 2020 banyak pengunjung berbagai daerah yang […]

  • Gas Langka dan Mahal dalam Pengaruh Kapitalisme

    Gas Langka dan Mahal dalam Pengaruh Kapitalisme

    • calendar_month Jumat, 23 Jun 2023
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Saridah Aktivis Muslimah Di ibukota Provinsi Kalimantan Timur, Kota Samarinda terlihat ada antrean membeli gas elpiji subsidi ukuran 3 kilogram pada Kamis 8 Juni 2023. Hal ini tampak di kawasan Jalan M. Said, RT 28, Kelurahan Lok Bahu, Kecamatan Sungai Kunjang, Kota Samarinda. Warga antre demi mendapatkan gas elpiji 3 kilogram, atau yang biasa […]

  • MUI Sepakati Awal Puasa pada 9 Juli 2013

    MUI Sepakati Awal Puasa pada 9 Juli 2013

    • calendar_month Selasa, 9 Jul 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Jakarta, – Awal bulan puasa atau 1 Ramadan 1434 Hijriyah jatuh pada 9 Juli 2013. Penetapan itu sesuai dengan suara mayoritas menentukan hari pertama umat Islam berpuasa. Demikian dikatakan Wakil Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI) Amirsyah Tambunan di Kantor MUI, Jakarta Pusat, Kamis (13/6). Keputusan MUI bersama organisasi Islam lain itu serempak dengan penetapan […]

  • Sistem Islam Yang Mampu Menyelesaikan Pandemi

    Sistem Islam Yang Mampu Menyelesaikan Pandemi

    • calendar_month Rabu, 9 Sep 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Siti Khadijah Sihombing, S.Pd   Akhir-akhir ini masyarakat dicengangkan dengan pernyataan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menyebut negara-negara yang menganut pemerintahan otokrasi atau oligarki lebih efektif menangani pandemi virus corona (Covid-19). (CNNIndonesia.com) Tito menyebut negara dengan pemerintahan seperti itu mudah mengendalikan perilaku masyarakat dalam menghadapi pandemi karena kedaulatan negara dipegang oleh satu atau […]

expand_less