Selasa, 20 Okt 2026
light_mode

Kapolri Stop Kasus Rekening Gendut

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 4 Jan 2011
  • print Cetak


JAKARTA- Desakan publik agar rekening tak wajar pejabat kepolisian dituntaskan penyidikannya ternyata tak terwujud. Sebaliknya, Kapolri Jenderal Timur Pradopo menegaskan bahwa permasalahan itu sudah klir saat kepemimpinan Kapolri sebelumnya, yakni BHD. “Semua sudah dijelaskan oleh Pak Bambang, jadi tidak ada masalah lagi,” kata Kapolri menjawab pertanyaan wartawan dalam acara evaluasi kinerja Polri 2010 di Mabes Polri kemarin (29/12). Timur didampingi sejumlah pejabat utama di Korps Bhayangkara.

Timur menjelaskan, proses kasus itu sudah berjalan.”Sudah ada tindak lanjut, jadi sudah (selesai),” jawabnya. Saat ditanya, sejauh mana prosesnya, Timur meminta wartawan untuk ngecek ke Badan Reserse Kriminal Polri. “Cek saja ke Pak Kabareskrim,” katanya.

Dugaan rekening gendut pertama kali dibuka oleh Indonesian Corruption Watch yang melapor ke Satgas Pemberantasan Mafia Hukum. Aktivis dan peneliti ICW Tama Satrya Langkun bahkan dipukuli orang tak dikenal karena mengungkap kasus ini ke muka publik. Hingga saat ini pemukulan Tama masih ditangani Polda Metro Jaya dan belum tuntas.

Secara terpisah, peneliti ICW Tama Satrya Langkun mengaku heran dengan sikap Polri yang menutup kasus rekening gendut itu. “Kalau begitu, sekarang umumkan saja satu persatu mereka yang diduga punya rekening miliaran itu,” kata Tama yang saat dirawat di RS dijenguk presiden SBY itu.

Tama melanjutkan, hingga saat ini, publik menunggu penjelasan lengkap dan detail soal penanganan kasus ini. Selama ini, Polri berdalih, nama-nama perwira tinggi tak bisa diumumkan karena masih dalam penyidikan.”Nah, sekarang kan sudah selesai. Jadi umumkan saja siapa orang-orangnya,” katanya.

Dalam paparannya, Kapolri kemarin lebih banyak mengungkapkan data-data statistik. Menurut jenderal kelahiran Jombang itu, tren kejahatan di tahun 2010 menurun.”?Jumlah tindak pidana untuk tahun 2009 sebanyak 334.942 kasus, sementara pada 2010 sebanyak 274.999 kasus, sehingga terjadi penurunan sebesar 69.943 kasus,” katanya.
Selanjutnya untuk penyelesaian tindak pidana pada 2010 juga menurun dari 223.282 kasus pada 2009 menjadi 150.184 kasus, alami penurunan sebesar 32,74 persen, ujarnya. “Risiko penduduk terkena tindak pidana untuk tahun 2009 sebanyak 148 kasus dan pada tahun 2010 sebanyak 118 kasus, sehingga terjadi penurunan sebanyak 30 kasus,” kata Timur.

Kejahatan konvensional yang terjadi pada 2009 sebanyak 319.402 kasus, sedangkan pada 2010 sebanyak 252.566 kasus. “Sementara kejahatan trans nasional terjadi peningkatan, dimana pada 2009 ada 17.511 kasus dan pada 2010 naik menjadi 19.342 kasus,” kata mantan Kabaharkam itu.

Kemudian kejahatan terhadap kekayaan negara untuk tahun 2009 sebanyak 7.941 kasus dan tahun 2010 turun menjadi 2.992 kasus, kata Timur. “Untuk kejahatan berimplikasi kontijensi pada 2009 sebanyak 88 kasus dan tahun 2010 meningkat menjadi 99 kasus,” katanya. Gangguan keamanan yang terjadi pada 2010 alami penurunan sebesar 3.926 kasus dari 11.638 kasus pada 2009, turun jadi 7.716 kasus. (rdl/iro/jpnn)
Sumber : Sumut POs

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sengketa Lahan Warga Suka Makmur-PT Alam Dahlan: Masyarakat dan Perusahaan Harus Jujur

    Sengketa Lahan Warga Suka Makmur-PT Alam Dahlan: Masyarakat dan Perusahaan Harus Jujur

    • calendar_month Kamis, 12 Jan 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan. Wakil Bupati Mandailing Natal (Madina) Dahlan Hasan Nasution menegaskan, untuk menyelesaikan persoalan/sengketa lahan antara masyarakat Desa Suka Makmur, Kecamatan Muara Batang Gadis dengan PT Anugerah Langkat Makmur (Alam), maka kedua belah pihak harus mempunyai itikad yang baik, serta harus jujur. “Saya tidak ingin persoalan ini terus berlarut–larut, sehingga pada waktu kemarin, saat mengantar masyarakat […]

  • Petani Makin Malas Tanam Padi

    Petani Makin Malas Tanam Padi

    • calendar_month Jumat, 8 Jul 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Kepala Biotech Center IPB University, Dwi Andreas Santosa mengatakan, tren penurunan luas areal tanam padi di Indonesia akan terus berlanjut. Ini disebabkan biaya produksi yang semakin mahal, sementara harga gabah terus turun sehingga membuat bertanam padi tak lagi menarik dan menguntungkan bagi petani. “Peralihan lahan pertanian ke non pertanian akan semakin pesat. Hingga mencapai […]

  • Operasi Angkat Tumor Ronggani Sukses

    Operasi Angkat Tumor Ronggani Sukses

    • calendar_month Sabtu, 8 Feb 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      MEDAN (Mandailing Online) – Operasi pengangkatan tumor dari mulut Ronggani Pulungan berlangsung sukses tadi sore di RS Mitra Sejati, Medan. Dokter yang menanganinya dr Hendry Rusdy, M.kes.Sp.BM. Muhammad Nekson Tanjung relawan yang membantu Ronggani menyatakan operasi pengangkatan tumor itu berlangsung sekitar satu jam. “Alhamdulillah operasinya berhasil jam 16 tadi,” ungkap Nekson kepada Mandailing Online […]

  • KSU Kopi Mandailing Berperan Penting di Ulupungkut

    KSU Kopi Mandailing Berperan Penting di Ulupungkut

    • calendar_month Selasa, 13 Agt 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    ULUPUNGKUT (Mandailing Online) – Koperasi Serba Usaha Kopi Mandailing memiliki peran penting di Kecamatan Ulu Pungkut, Mandailing Natal. Selain upaya menstabilkan harga kopi. Koperasi ini juga sebagai benteng penolakan terhadap eksplorasi alam oleh perusahaan  pertambangan di kecamatan itu. “Sebelum koperasi ini didirikan, harga jual gabah kopi petani jauh seperti yang diharapkan, meskipun kopi terbaik di […]

  • Atika Tokoh Milenial Harapan Penerobos Ekonomi Madina

    Atika Tokoh Milenial Harapan Penerobos Ekonomi Madina

    • calendar_month Rabu, 22 Apr 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Catatan : Dahlan Batubara Pemimpin muda itu agresif, penerobos. Bahkan dobrakan kebijakannya sangat deras. Itulah jika pemimpin diangkat dari kalangan muda. Dari kaum milenial. Pemimpin demikian sangat dibutuhkan menggerakkan pemerintahan daerah. Di era yang serba akurat, era dimana energi gebrakan kebijakan harus deras agar suatu daerah mampu berpacu menerobos dinamika tuntutan ekonomi globalisasi, digitalisasi, di […]

  • Ricuh Tolang Berdampak Pada Perekonomian Madina

    Ricuh Tolang Berdampak Pada Perekonomian Madina

    • calendar_month Kamis, 26 Des 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Ricuh di Desa Tolang Jae Kecamatan Sayur Matinggi Kabupaten Tapanuli Selatan, berdampak pada sejumlah kegiatan ekonomi dan pasokan bahan bakar minyak jenis bensin dan solar terhenti di Mandailing Natal (Madina). Ricuh yang berujung pada pemblokiran jalan negara di Tolang pada Rabu kemarin selama sekitar 12 jam menyebabkan aktivitas pedagang yang yang […]

expand_less