Kamis, 16 Jul 2026
light_mode

WTP Boleh Bersinar, Tapi Catatan BPK Tak Boleh Hilang dari Ingatan

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Minggu, 31 Mei 2026
  • print Cetak

Salah satu desa di Mandailing Natal. Kabupaten ini kembali meraih Opini WTP dari BPK. (dok. Mandailing Online, 2025)

 

Oleh: Tim Mandailing Epicentrum*

 

Mandailing Natal kembali memamerkan capaian administratif yang membanggakan. Opini WTP berhasil dipertahankan. LKPJ 2025 pun telah disampaikan ke DPRD dengan sederet angka realisasi anggaran yang terlihat cukup meyakinkan.

Pendapatan daerah menembus Rp1,8 triliun. Belanja daerah juga bergerak di kisaran yang sama. Pemerintah bahkan menegaskan fokus pembangunan diarahkan ke sektor pendidikan dan kesehatan sebagai fondasi peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Di atas kertas, semuanya tampak berjalan baik.

Namun, pembangunan daerah tidak pernah cukup dibaca dari angka-angka laporan.

Karena di saat yang hampir bersamaan, terdapat catatan penting dari BPK RI Perwakilan Sumatera Utara yang justru memperlihatkan sisi lain yang tak boleh luput dari perhatian publik.

Dalam pemeriksaan efektivitas pengelolaan Pendapatan Asli Daerah (PAD), BPK RI Perwakilan Sumut memberikan empat rekomendasi penting kepada Pemkab Madina. Mulai dari perlunya penyempurnaan regulasi retribusi, pembenahan pendataan potensi pajak dan retribusi, perbaikan tata cara pemungutan, hingga integrasi sistem informasi pengelolaan pendapatan daerah.

Bagi sebagian orang, rekomendasi ini mungkin terdengar teknis.

Padahal sesungguhnya ini menyentuh jantung persoalan fiskal daerah.

Sebab daerah yang belum memiliki data potensi pendapatan yang benar-benar akurat pada dasarnya sedang berjalan dengan peta yang belum lengkap. Pemerintah bisa menyusun target, tetapi belum tentu mengetahui secara presisi seberapa besar kekuatan riil yang sebenarnya dimiliki.

Inilah yang membuat catatan BPK menjadi jauh lebih strategis dibanding sekadar angka realisasi APBD.

Pertanyaannya sederhana:

Jika potensi PAD masih perlu dipetakan ulang, jika sistem pemungutan masih perlu diperbaiki, dan jika integrasi data masih menjadi pekerjaan rumah, apakah kapasitas fiskal Madina saat ini sudah benar-benar berada pada titik optimal?

Jawabannya, tampaknya, belum.

Karena itu menarik ketika DPRD melalui rekomendasi Pansus LKPJ juga mengeluarkan sejumlah catatan yang mencakup sektor kesehatan, infrastruktur, pendidikan, hingga ekonomi daerah.

Artinya ada kesadaran bersama bahwa laporan pertanggungjawaban tidak boleh berhenti menjadi dokumen tahunan yang selesai dibahas lalu disimpan di lemari arsip.

Ini harus menjadi alat evaluasi.

Harus menjadi alarm.

Jadi peta koreksi.

Masyarakat tentu mengapresiasi keberhasilan mempertahankan WTP dan menjaga stabilitas APBD. Tetapi publik juga berhak mengetahui apakah setiap rupiah anggaran telah benar-benar menghasilkan dampak yang setara di lapangan.

Sebab ukuran keberhasilan pemerintahan bukan hanya ketika laporan keuangannya dinilai wajar.

Melainkan ketika jalan-jalan utama semakin baik.

Ketika pelayanan kesehatan semakin nyaman, tuntas dan cepat.

Ketika investasi semakin mudah masuk, ikut mewarnai prospek ekonomi daerah.

Ekonomi masyarakat pun semakin menggelait, membaik dan berdampak nyata pada tingkat kesejahteraan rakyat.

Dan, ketika PAD tidak lagi bergantung pada sumber lama yang itu-itu saja.

Di titik inilah catatan BPK menjadi penting untuk dibaca bukan sebagai kritik, melainkan sebagai kompas.

Karena sering kali daerah gagal bukan akibat kekurangan anggaran.

Tetapi karena gagal mengenali seluruh potensi yang sebenarnya dimiliki.

Setelah Madina memiliki legitimasi administratif melalui WTP, tantangan berikutnya yang jauh lebih berat adalah:

Mengubah ketertiban laporan menjadi efektivitas pembangunan.

Dan sejarah biasanya lebih mengingat hasil pembangunan yang dirasakan rakyat daripada tumpukan laporan yang dipuji di ruang sidang.

Catatan tersebut cukup tajam karena tidak menyerang personal, tetapi menekan pada isu strategis: PAD, efektivitas fiskal, dan kualitas pembangunan pasca-WTP. Basisnya juga masih kuat karena bertumpu pada rekomendasi BPK dan pembahasan LKPJ 2025. (sumut.antaranews.com)

 

*Mandailing Epicentrum adalah wadah diskusi, literasi dan sumbangan pemikiran untuk kemajuan daerah.

 

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ini Biang Kerok Rendahnya PAD Madina dari Sektor Pajak

    Ini Biang Kerok Rendahnya PAD Madina dari Sektor Pajak

    • calendar_month Jumat, 5 Jul 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    MADINA – Mandailing Online : Pendapatan Asli Daerah atau PAD adalah penerimaan dari sumber sumber didalam wilayah suatu daerah tertentu yang dipungut berdasarkan Undang undang yang berlaku. Di Kabupaten Mandailing Natal ( Madina) Sumatera Utara, target PAD untuk tahun 2024 sendiri senilai Rp. 134.540 498.597,00 yang diperoleh dari berbagai sumber. Sektor pajak menjadi salah satu […]

  • Relevansi dan Vitalitas Marga Mandailing Dalam Figur Ideal Calon Bupati Madina (1)

    Relevansi dan Vitalitas Marga Mandailing Dalam Figur Ideal Calon Bupati Madina (1)

    • calendar_month Senin, 30 Mar 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Catatan: Muhammad Ludfan Nasution  Alumni Institut Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (IISIP) Jakarta   Ketika dialog tentang Pilkada Madina 2016 di media sosial, mengemuka pra-wacana tentang kriteria Calon Bupati Madina. Salah satu dan yang pertama saya tawarkan adalah kriteria Marga Mandailing. Banyak juga komentar yang masuk. Salah satu tanggapan bernada proters terhadap gagasan kriteria […]

  • Bupati Madina Kunjungi Menteri Desa, Beber Potensi Daerah

    Bupati Madina Kunjungi Menteri Desa, Beber Potensi Daerah

    • calendar_month Rabu, 6 Okt 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA (Mandailing Online) – Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Abdul Halim Iskandar bersama Staf Khusus Ahmad Iman menerima kunjungan Bupati Mandailing Natal (Madina) Ja’far Sukhairi Nasution di ruang kerja, Rabu (6/10/2021). Bupati Madina yang datang bersama sejumlah Kepala Dinas melaporkan kondisi ril di kabupaten yang dipimpinnya terkait desa, daerah tertinggal dan transmigrasi. Bupati Madina mendiskusikan […]

  • Tak Berkategori

    Pasca Penangkapan Bupati, Daerah Harus Tetap Kondusif

    • calendar_month Kamis, 16 Mei 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 2Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pasca penangkapan Bupati Mandailing Natal (Madina) Hidayat Batubara oleh KPK, masyarakat diminta tetap tenang dan menjaga kekondusifan daerah. “Saya menghimbau kepada PNS dan masyarakat Madina agar tetap tenang dan kondusif, laksanakan kegiatan sehari hari sebagai PNS sesuai tupoksi masing-masing sebagaimana biasanya,” kata Ketua Peradi Tabgsel, Ridwan Rangkuti,SH.MH, Kamis (16/5/2013). Ridwan juga […]

  • Satu Rumah Terbakar di Natal

    Satu Rumah Terbakar di Natal

    • calendar_month Senin, 16 Jan 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    NATAL (Mandailing Online) – Satu rumah di Desa Setia Karya Pasar IV Kecamatan Natal, Mandailing Natal musnah terbakar, (Madina), Minggu (15/1/2016). Peristiwa yang terjadi sekira pukul 11.20 WIB diduga akibat korsleting listrik. Tidak ada korban jiwa karena pemilik rumah itu bernama Yus (40) dan anak-anaknya sedang di kebun ketika kebakaran terjadi. Warga setempat mengungkapkan, kejadian diketahui […]

  • Hasil Pleno Kecamatan, On Ma Unggul 2.620 Suara di Batang Natal

    Hasil Pleno Kecamatan, On Ma Unggul 2.620 Suara di Batang Natal

    • calendar_month Sabtu, 30 Nov 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    MADINA ( Mandailing Online ): ada 2.620 selisih suara antara Paslon 1 dan 2 dari hasil perhitungan suara ditingkat kecamatan ( PPK ) pada Pilkada Madina. Hasil perhitungan itu sendiri dimenangkan oleh Paslon 1 Harun-Ichwan dengan jumlah suara 7.387 suara dan Paslon 2 Saipullah-Atika mendapatkan suara 4.767 suara. Hasil ini sendiri diperoleh setelah selesai dilakukan […]

expand_less