Jumat, 16 Okt 2026
light_mode

WTP Boleh Bersinar, Tapi Catatan BPK Tak Boleh Hilang dari Ingatan

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Minggu, 31 Mei 2026
  • print Cetak

Salah satu desa di Mandailing Natal. Kabupaten ini kembali meraih Opini WTP dari BPK. (dok. Mandailing Online, 2025)

 

Oleh: Tim Mandailing Epicentrum*

 

Mandailing Natal kembali memamerkan capaian administratif yang membanggakan. Opini WTP berhasil dipertahankan. LKPJ 2025 pun telah disampaikan ke DPRD dengan sederet angka realisasi anggaran yang terlihat cukup meyakinkan.

Pendapatan daerah menembus Rp1,8 triliun. Belanja daerah juga bergerak di kisaran yang sama. Pemerintah bahkan menegaskan fokus pembangunan diarahkan ke sektor pendidikan dan kesehatan sebagai fondasi peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Di atas kertas, semuanya tampak berjalan baik.

Namun, pembangunan daerah tidak pernah cukup dibaca dari angka-angka laporan.

Karena di saat yang hampir bersamaan, terdapat catatan penting dari BPK RI Perwakilan Sumatera Utara yang justru memperlihatkan sisi lain yang tak boleh luput dari perhatian publik.

Dalam pemeriksaan efektivitas pengelolaan Pendapatan Asli Daerah (PAD), BPK RI Perwakilan Sumut memberikan empat rekomendasi penting kepada Pemkab Madina. Mulai dari perlunya penyempurnaan regulasi retribusi, pembenahan pendataan potensi pajak dan retribusi, perbaikan tata cara pemungutan, hingga integrasi sistem informasi pengelolaan pendapatan daerah.

Bagi sebagian orang, rekomendasi ini mungkin terdengar teknis.

Padahal sesungguhnya ini menyentuh jantung persoalan fiskal daerah.

Sebab daerah yang belum memiliki data potensi pendapatan yang benar-benar akurat pada dasarnya sedang berjalan dengan peta yang belum lengkap. Pemerintah bisa menyusun target, tetapi belum tentu mengetahui secara presisi seberapa besar kekuatan riil yang sebenarnya dimiliki.

Inilah yang membuat catatan BPK menjadi jauh lebih strategis dibanding sekadar angka realisasi APBD.

Pertanyaannya sederhana:

Jika potensi PAD masih perlu dipetakan ulang, jika sistem pemungutan masih perlu diperbaiki, dan jika integrasi data masih menjadi pekerjaan rumah, apakah kapasitas fiskal Madina saat ini sudah benar-benar berada pada titik optimal?

Jawabannya, tampaknya, belum.

Karena itu menarik ketika DPRD melalui rekomendasi Pansus LKPJ juga mengeluarkan sejumlah catatan yang mencakup sektor kesehatan, infrastruktur, pendidikan, hingga ekonomi daerah.

Artinya ada kesadaran bersama bahwa laporan pertanggungjawaban tidak boleh berhenti menjadi dokumen tahunan yang selesai dibahas lalu disimpan di lemari arsip.

Ini harus menjadi alat evaluasi.

Harus menjadi alarm.

Jadi peta koreksi.

Masyarakat tentu mengapresiasi keberhasilan mempertahankan WTP dan menjaga stabilitas APBD. Tetapi publik juga berhak mengetahui apakah setiap rupiah anggaran telah benar-benar menghasilkan dampak yang setara di lapangan.

Sebab ukuran keberhasilan pemerintahan bukan hanya ketika laporan keuangannya dinilai wajar.

Melainkan ketika jalan-jalan utama semakin baik.

Ketika pelayanan kesehatan semakin nyaman, tuntas dan cepat.

Ketika investasi semakin mudah masuk, ikut mewarnai prospek ekonomi daerah.

Ekonomi masyarakat pun semakin menggelait, membaik dan berdampak nyata pada tingkat kesejahteraan rakyat.

Dan, ketika PAD tidak lagi bergantung pada sumber lama yang itu-itu saja.

Di titik inilah catatan BPK menjadi penting untuk dibaca bukan sebagai kritik, melainkan sebagai kompas.

Karena sering kali daerah gagal bukan akibat kekurangan anggaran.

Tetapi karena gagal mengenali seluruh potensi yang sebenarnya dimiliki.

Setelah Madina memiliki legitimasi administratif melalui WTP, tantangan berikutnya yang jauh lebih berat adalah:

Mengubah ketertiban laporan menjadi efektivitas pembangunan.

Dan sejarah biasanya lebih mengingat hasil pembangunan yang dirasakan rakyat daripada tumpukan laporan yang dipuji di ruang sidang.

Catatan tersebut cukup tajam karena tidak menyerang personal, tetapi menekan pada isu strategis: PAD, efektivitas fiskal, dan kualitas pembangunan pasca-WTP. Basisnya juga masih kuat karena bertumpu pada rekomendasi BPK dan pembahasan LKPJ 2025. (sumut.antaranews.com)

 

*Mandailing Epicentrum adalah wadah diskusi, literasi dan sumbangan pemikiran untuk kemajuan daerah.

 

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Iskandar Hasibuan Diteror

    Iskandar Hasibuan Diteror

    • calendar_month Rabu, 28 Nov 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    MADINA, (MO) – Kerap menyerukan agar seluruh masyarakat Mandailing Natal (Madina) sama-sama menjaga kondusifitas dan stabilitas sosial serta tidak terprovokasi, Ketua Komisi 1 DPRD Madina, Iskandar Hasibuan malah dihujani pesan singkat bernada “teror” dan ancaman. Namun Iskandar menegaskan tidak akan gentar. Sebab menurut dia apa yang dia sampaikan adalah suatu hal yang normatif demi menjaga […]

  • Free Sex Mulai Dilarang, Barat Kian Meradang 

    Free Sex Mulai Dilarang, Barat Kian Meradang 

    • calendar_month Jumat, 9 Des 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

        Oleh: Mariani Siregar, M.Pd.I Dosen Pendidikan Islam     Sah! RKUHP telah disahkan menjadi Undang-undang. Kendati demikian, RKHUP tersebut mendapatkan banyak penentangan dari berbagai kalangan. Pasalnya, RKUHP yang disahkan mengandung banyak masalah dan tidak sesuai dengan realitas cara pandang yang dimiliki oleh masyarakat di negeri ini. Tidak terkecuali tentang pasal-pasal yang berkaitan dengan […]

  • MERANTAU KE TANAH DELI

    MERANTAU KE TANAH DELI

    • calendar_month Minggu, 22 Sep 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 7Komentar

    Oleh: Basyral Hamidi Harahap Perjalanan Tuanku Tambusai yang berperang melawan Belanda melintasi pegunungan Bukit Barisan (Mandailing, Angkola, Padang Lawas dan Kota Pinang)kemudian dipandang sebagian penting dalam sejarah migrasi orang Mandailing. Jalur perjalanan itu kemudian dipakai para perantau sebagai jalur pertama ke Sumatera Timur. Gelombang kedua migrasi orang Mandailing dalam jumlah besar terjadi pada tahun 1840-an. […]

  • Jangka Dekat, Jalan Tabuyung – Manuncang Akan Dikerjakan

    Jangka Dekat, Jalan Tabuyung – Manuncang Akan Dikerjakan

    • calendar_month Jumat, 11 Agt 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN( Mandailing Online ) sesuai Inpres Nomor 3 Tahun 2023 Pemerintah Pusat kucurkan dana Rp. 50 Milyar untuk pembangunan jalan sepanjang 11 Km di Kecamatan Muara Batang Gadis, Mandailing Natal ( Madina ). Hal ini dikatakan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 33 Balai Jalan Nasional Kementerian PUPR Sumatra II M.Fauzan Azima Lubis saat melaporkan kegiatan itu […]

  • Lowongan CPNS dibuka 18-29 Agustus

    Lowongan CPNS dibuka 18-29 Agustus

    • calendar_month Rabu, 6 Agt 2014
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    MEDAN – Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) Azwar Abubakar melalui Sekretaris Menteri Tasdik Kinanto telah mengirimkan surat bernomor: B/2870/M.PAN/7/2014 tertanggal 25 Juli 2014 kepada para Pejabat Pembina Kepegawaian Pusat dan Pejabat Pembina Kepegawaian Daerah agar mematuhi jadwal kegiatan pelaksanaan seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Tahun 2014. Dalam lampiran surat itu disebutkan, […]

  • Paslon Harun-Ichwan Resmi Daftarkan Gugatan Perselisihan Pilkada Madina ke MK

    Paslon Harun-Ichwan Resmi Daftarkan Gugatan Perselisihan Pilkada Madina ke MK

    • calendar_month Kamis, 5 Des 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    MADINA ( Mandailing Online ) – Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Mandailing Natal (Madina) Harun Mustafa Nasution – M. Ichwan Husein Nasution daftarkan gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK) terkait perselisihan Hasil Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada). Gugatan ini jelas tercantum dalam website MK, Kamis (5/11/2024). Pengajuan gugatan ini dibenarkan oleh Ketua Tim Pemenangan Paslon Harun-Ichwan […]

expand_less