Rabu, 29 Jul 2026
light_mode

Relevansi dan Vitalitas Marga Mandailing Dalam Figur Ideal Calon Bupati Madina (1)

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 30 Mar 2015
  • print Cetak

 

Catatan: Muhammad Ludfan Nasution

 Alumni Institut Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (IISIP) Jakarta

 

Ketika dialog tentang Pilkada Madina 2016 di media sosial, mengemuka pra-wacana tentang kriteria Calon Bupati Madina. Salah satu dan yang pertama saya tawarkan adalah kriteria Marga Mandailing. Banyak juga komentar yang masuk.

Salah satu tanggapan bernada proters terhadap gagasan kriteria itu datang dari teman fb bernama @Zul Mardongan Fikar. Sayang, saya tidak sempat memberikan argumentasi yang cukup. Dalam kesempatan itu saya sampaikan, sekilas kriteria yang saya tawarkan hanya menguntungkan tokoh-tokoh ber-marga Mandailing.

Maka saya tuliskan di situ: "Tapi, sama sekali ini bukan primordialisme. Sebenarnya kita meminta pertanggungjawaban sosio-kultural dari setiap mereka yang mewarisi marga. Jadi, jangan cuma enaknya memakai marga."

Lebih dari itu, saya juga tegaskan dalam media sosial itu, bahwa menjadi bupati/wakil bupati itu bukanlah pekerjaan yang enak, apalagi berlaku seenaknya. Maka, di sini juga saya tanyakan: apakah argumentasi saya logis, masuk akal dan bisa diterima?

Bukan Primordialisme

Sekali lagi, saya tandaskan, kriteria marga ini bukan primordialisme, etnosentrisme atau agoisme kultural. Jadi, mohon maaf, yang kebetulan tak bermarga Mandailing sebaiknya tahan diri dulu atau ambil sikap 'tau diri' dulu. Biarkan mereka yang hari ini mewarisi marga secara genetik (darah) tampil dengan sikap bertanggungjawab untuk memperbaiki (pature) Madina ini.

Santabi sapulu maradopkon mora, kahanggi, anak boru umumna koum sasudena di group fb #Merbas Batang Gadis pembaca Malintang Pos dan umumnya masyarakat Mandailing Natal, baik yang berdomisi di dalam maupun di luar Madina.

Manjelang detik-detik menegangkan dan mendebarkan Pilkada Madina 2015 ini, kami meminta sedikit perhatian. Get memangkal argumentasi, yang nantinya mungkin saja bisa diterima atau ditolak, tentang relevansi marga dalam kriteria figur ideal Calon Bupati Madina periode 2016-2021.

Dalam kalkulasi antropologis, mengedepankan persyaratan Marga Mandailing sebagai satu dari sekian kriteria figur yang dimiliki Calon Bupati atau Wakil Bupati merupakan patokan yang sangat signifikan. Malah, anggo adong halakna, dungi antong anggo bisa, itu termasuk tokoh na marasal sian kalangan harajaon, keturunan ni raja-raja Mandailing Godang do.

Mengapa? Mengapa harus yang berkualifikasi marga/harajaon? Ini pertanyaan mutlak. Mamang harus ada dasar dan alur logika yang sehat di balik tesis yang terkesan sangat-sangat konservatif dan ortodok ini.

Apa pun definisinya, konsep marga merujuk pada pengertian marga dalam bahasa ibu masyarakat Mandailing.

Dalih Konservatif

Tentu saja, ada alur cerita dan logika dari tesis ini. Beberapa dalih berikut dapat menguraikannya, yaitu:

1. Wujud Madina saat ini, setelah berusia 16 tahun, sangat absurd. Selain karena banyak pihak yang bersikap seolah tak mampu lagi memperbaiki keadaan, sebahagian kalangan justeru seperti sepakat untuk memancing di air keruh, menggunting dalam lipatan, karena menganggap Madina kini seperti benang kusut, sudah tak dapat diperbaiki lagi, sudah seperti menegakkan benang basah dan merasa lebih baik paoto-otohon ketimbang dipaoto-oto.

2. Banyak pihak yang terlibat langsung dalam pergumulan ide, obsesi dan emosi hingga Madina saat ini memiliki karakteristik yang mengerikan, rancak di labu tapi di dalamnya seperti benang kusut. Sebut saja beberap pihak di antaranya: kepala daerah, partai politik (parpol), birokrasi, pengusaha, ormas, lembaga swadaya masyarakat (LSM), wartawan dan lain-lain yang secara signifikan dan formal punya peran dalam geliat glamor perjalanan 16 tahun Madina ini. (bersambung)

 

 

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Wabah Diare Landa Desa Huta Tinggi, 2 Warga Meninggal

    Wabah Diare Landa Desa Huta Tinggi, 2 Warga Meninggal

    • calendar_month Selasa, 29 Mar 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan, Dalam seminggu terakhir, dua orang warga Desa Huta Tinggi, Kecamatan Puncak Sorik Merapi, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) meninggal dunia akibat diserang penyakit diare. Dugaan sementara, penyakit diare itu bersumber dari jajanan anak. Hingga Sabtu (26/03/2011), warga Huta Tinggi masih banyak mendatangi posko kesehatan di desa tersebut. Untuk mencegah sekaligus mengendalikan penyakit yang mematikan ini […]

  • Kaki Santri Darul Ikhlas Dalan Lidang Terancam Diamputasi

    Kaki Santri Darul Ikhlas Dalan Lidang Terancam Diamputasi

    • calendar_month Jumat, 16 Sep 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

        PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Aldi Subhandi Hasibuan, santri Pesantren Darul Ikhlas Dalanlidang, Panyabunga, Mandailing Natal terancam diamputasi pada kaki kirinya. Dia terjatuh enam bulan lalu. Karena awalnya tak terasa sakit, dia baru berobat sepekan kemudian. Setelah menjalani proses pengobatan hingga enam bulan, bagian lututnya semakin bengkak dan pihak medis memvonisnya harus diamputasi alias […]

  • Pengumuman Pendaftaran Calon Bupati & Wakil Bupati Madina 2015

    Pengumuman Pendaftaran Calon Bupati & Wakil Bupati Madina 2015

    • calendar_month Selasa, 14 Jul 2015
    • account_circle webmaster
    • 0Komentar

    KOMISI PEMILIHAN UMUM KABUPATEN MANDAILING NATAL PENGUMUMAN Nomor: 200/KPU -Kab-002.43482/VII/2015 Tentang PENDAFTARAN  PASANGAN CALON BUPATI DAN WAKIL BUPATI MANDAILING NATAL TAHUN 2015 Berdasarkan: 1.  Undang-undang Nomor 8 Tahun 2015 tentan Perubahan atas Undang-undang Nomor 1 Tahun 2015 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang Nomor 1 Tahun 2014 tentang  Pemilihan  Gubemur, Bupati, dan Walikota menjadi  Undang­undang; […]

  • Lahirkan Krisis Tenaga Kerja Global, Kapitalisme Gagal Wujudkan Kesejahteraan

    Lahirkan Krisis Tenaga Kerja Global, Kapitalisme Gagal Wujudkan Kesejahteraan

    • calendar_month Senin, 8 Sep 2025
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Mariani Siregar, M.Pd.I Dosen Pendidikan Islam Fenomena krisis lapangan kerja kini tengah meningkat di beberapa negara. Pasalnya, krisis tersebut tidak hanya menimpa negara-negara berkembang, tetapi juga melanda negara-negara maju. Ekonomi pasar terbuka yang selalu diwacanakan sebagai solusi masyarakat global dalam arus pertukaran barang dan jasa tak terbatas, ternyata tidak bekerja ideal bagi semua orang […]

  • Keturunan Mandailing Malaysia Kembali Menginjakkan Kaki di Tanah Leluhur

    Keturunan Mandailing Malaysia Kembali Menginjakkan Kaki di Tanah Leluhur

    • calendar_month Minggu, 3 Des 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Sebanyak 12 orang keturunan Mandailing di Malaysia melakukan muhibah ke tanah leluhur. Rombongan yang bertajuk “Mulak Tu Huta” itu berlangsung dari tanggal 27 November hingga 2 Desemeber 2017. Mereka mengunjungi berbagai tempat bersejarah di kawasan Padang Lawas, Tapanuli Selatan dan Mandailing Natal. “Di Mandailing Natal, mereka kami bawa ke Bagas Godang […]

  • Dua Pimpinan Parpol Soroti Layanan RSU Panyabungan

    Dua Pimpinan Parpol Soroti Layanan RSU Panyabungan

    • calendar_month Kamis, 29 Okt 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Dua pimpinan partai politik menilai pelayanan di RSU Panyabungan kian menurun, padahal anggaran untuk rumah sakit itu telah dinaikkan. Penilaian itu disampaikan Ketua DPC Hanura Madina Ir.Ali Makmur Nasution yang juga anggota DPRD Madina, dan Ketua DPC PDI Perjuangan Madina, Iskandar Hasibuan, Kamis (29/10). Dalam sepekan terakhir, kedua parpol itu […]

expand_less