Jumat, 18 Sep 2026
light_mode

Lubuk Larangan Anak Yatim Berduka, Puluhan Ikan Jurung Mati Diduga Akibat Tambang Emas Ilegal di Aek Tambangan

  • account_circle Muhammad Hanapi
  • calendar_month 29 menit yang lalu
  • print Cetak

Ikan Mera atau Ikan Jurung " ikan keramat yang menjadi ikon wisata desa " ditemukan mati mengambang mendadak.

PANYABUNGAN, Mandailing Online– Lubuk Larangan Anak Yatim di Desa Tambangan Jae, Kecamatan Tambangan, Mandailing Natal, berduka. Mulai Selasa (15/9) hingga Jumat (18/9/2026), sebanyak 34 ekor Ikan Mera atau Ikan Jurung ” ikan keramat yang menjadi ikon wisata desa ” ditemukan mati mengambang mendadak. Hanya pada Jumat siang ini saja, lebih dari 12 ekor mati sekaligus.

Kematian massal ini diduga kuat akibat tercemarnya Daerah Aliran Sungai (DAS) Aek Tambangan oleh aktivitas tambang emas ilegal (dompeng).

Kepala Desa Tambangan Jae, Jamuddin Lubis, geram. Ia secara tegas melarang seluruh aktivitas dompeng di sepanjang Aek Tambangan.

“Saya meminta agar masyarakat di Seberang Tambangan mulai dari Desa Tambangan Jae, Tambangan Tonga, Tambangan Pasoman, Rao-rao Dolok, Rao-rao Lombang dan Panjaringan, tidak melakukan aktivitas dompeng baik dompeng darat maupun dompeng apung,” tegas Jamuddin Lubis, Jumat (18/9).

Larangan ini, kata Jamuddin, sebenarnya sudah disepakati bersama. Pada Rabu (9/9/2026), puluhan warga dari Tambangan Tonga dan Tambangan Jae mendatangi rumah salah seorang pelaku dompeng darat, Parlindungan alias Lindung di Tambangan Pasoman, tepatnya di wilayah Batu Bolang.

Saat itu telah tercapai kesepakatan antara Kepala Desa Tambangan Pasoman, dirinya sebagai Kades Tambangan Jae, dan Sekdes Tambangan Tonga.

“Kita sudah sepakat, dompeng darat, dompeng apung tidak boleh di Aek Tambangan. Yang diperbolehkan hanya mendulang atau manggore. Kita harus menghormati kesepakatan itu,” ujarnya.

Jamuddin menjelaskan, Aek Tambangan tidak layak untuk dompeng. Debit airnya kecil, sementara sungai itu menjadi nadi kehidupan ribuan warga.

“Aek Tambangan ini tempat ribuan masyarakat melakukan aktivitas sehari-hari mulai dari mandi, mencuci, WC atau kakus dan berbagai aktivitas lainnya. Kalau dicemari merkuri dompeng, kita semua yang kena dampaknya,” tegasnya.

Yang paling memilukan, Lubuk Larangan tersebut bukanlah kolam biasa. Itu adalah aset anak yatim.

“Lubuk Larangan ini milik anak yatim yang dikelola pemerintahan desa. Ini tempat wisata. Banyak orang berkunjung dari jauh. Uang yang kami dapat dari Lubuk Larangan ini kami gunakan untuk anak yatim,” ungkapnya.

Ia berharap kematian 34 ekor ikan menjadi peringatan terakhir.

“Dari hari Selasa sampai Jumat siang sudah 34 ekor ikan Mera mati. Hari ini saja lebih 12 ekor ikan Mera mati mendadak. Saya berharap siapapun pelaku dompeng ilegal di sepanjang DAS Aek Tambangan agar menghentikan aktivitasnya,” tutupnya.(*)

  • Penulis: Muhammad Hanapi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Rusuh Torgamba, Bisul Lama yang Meledak

    Rusuh Torgamba, Bisul Lama yang Meledak

    • calendar_month Kamis, 2 Des 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    RANTAUPRAPAT : Perseteruan antara warga Desa Sei Meranti, kecamatan Torgamba Labuhanbatu Selatan (Labusel), Sumatera Utara dengan pihak PT SBI sudah berlangsung lama. Bahkan, catatan yang ada pada wartawan, warga setempat juga pernah ditangkap tim Satuan Polhut Reaksi Cepat (SPORC). Aksi itu digelar sekaitan dugaan terjadinya perambahan hutan tanaman industri (HTI) di kawasan hutan Desa Bagan […]

  • Evakuasi Istri dan Anak dari Dapur

    Evakuasi Istri dan Anak dari Dapur

    • calendar_month Jumat, 4 Feb 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Rumah Ketua KPU Madina Dibakar MADINA- Rumah Ketua Komisi Pemilihan Umum Mandailing Natal Jefri Antoni SH dibakar orang tak dikenal, Kamis (3/2) subuh sekira pukul 04.00 WIB. Akibatnya, ruang tamu, pintu depan, dan seluruh perabotan serta lukisan di ruang tengah rumah, dilalap api. Alhamdulilah keluarga Jefri Antoni selamat. Jefri Antoni saat ditemui di rumahnya di […]

  • Sebuah CeritaTentang Kopi

    Sebuah CeritaTentang Kopi

    • calendar_month Kamis, 15 Jan 2015
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    MITOS minum kopi berasal dari zaman kuno. Popularitas kopi telah membuat orang percaya berbagai hal yang berbeda tentang bagaimana kopi mempengaruhi kesehatan. Beberapa hal tentang kopi adalah benar, yang lain hanyalah sebuah mitos yang telah dipertahankan selama bertahun-tahun. Kopi sering disalahkan karena kandungan utamanya, yaitu kafein. Kafein adalah zat alami yang ditemukan dalam daun, biji […]

  • Gedung UPT BP3K dipertanyakan

    Gedung UPT BP3K dipertanyakan

    • calendar_month Selasa, 7 Des 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Dipertanyakan : Gedung UPT BP3K Gunung Baringin dipertanyakan, mengingat proyek dibawah naungan Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Mandiling Natal ini sampai saat ini tidak jelas perusahaan mana yang mengerjakannya padahal sudah rampung dikerjakan. *MO*

  • Ramadan, Kolang Kaling dari Puncak Sorik Marapi Rambah Jakarta

    Ramadan, Kolang Kaling dari Puncak Sorik Marapi Rambah Jakarta

    • calendar_month Selasa, 23 Jun 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PUNCAK SORIK MARAPI (Mandailing Online) – Permintaan pasar terhadap bahan penganan jenis kolang-kaling di bulan Ramadan merupakan berkah tersendiri bagi pengrajin kolang-kaling di Desa Hutabaringin Jae, Kecamatan Puncak Sorik Marapi, Mandailing Natal (Madina). Biji buah aren hasil olahan para pengrajin di Kecamatan Puncak Sorik Marapi ini sangat diminati oleh banyak masyarakat luar, sehingga pasarannya […]

  • Massa Demo ke DPRD Madina, Menyegel 3 Ruangan Fraksi

    Massa Demo ke DPRD Madina, Menyegel 3 Ruangan Fraksi

    • calendar_month Kamis, 27 Sep 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Ratusan elemen masyarakat Mandailing Natal (Madina) yang tergabung dalam Forum Masyarakat Penyelamat Madina berunjukrasa ke DPRD Madina, Rabu (27/9), menuntut agar segera mungkin lembaga wakil rakyat menghentikan kisruh politik karena sudah membahayakan daerah. Aksi demo ini berlangsung disaat belum mulainya rapat paripurna DPRD Madina akibat belum cukup quorum. Kelompok 18 terdiri […]

expand_less