Selasa, 13 Okt 2026
light_mode

Massa Demo ke DPRD Madina, Menyegel 3 Ruangan Fraksi

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Kamis, 27 Sep 2012
  • print Cetak

demo ke dprd 270912
PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Ratusan elemen masyarakat Mandailing Natal (Madina) yang tergabung dalam Forum Masyarakat Penyelamat Madina berunjukrasa ke DPRD Madina, Rabu (27/9), menuntut agar segera mungkin lembaga wakil rakyat menghentikan kisruh politik karena sudah membahayakan daerah.

Aksi demo ini berlangsung disaat belum mulainya rapat paripurna DPRD Madina akibat belum cukup quorum. Kelompok 18 terdiri dari fraksi PKS, Fraksi Hanura dan Fraksi Madina Bersatu tidak menghadiri paripurna terkait polemik di lembaga legislatif tersebut.

Polemik DPRD Madina bermula sejak awal tahun 2012 dimana sebagian anggota DPRD mengajukan mosi tidak percaya kepada Ketua DPRD Madina As Imran Khaytami. Polemik itu berkepanjangan hingga kini, menyebabkan terbelahnya anggota dewan pada dua poros kekuatan yang saling menyerang.

Poros pertama adalah Fraksi PKS, Fraksi Hanura dan Fraksi Madina Bersatu yang mengusung mosi tidak percaya. Poros kedua terdiri dari Fraksi Golkar, Fraksi Demokrat yang pro ketua DPRD Madina.

Massa datang ke gedung DPRD Madina membawa berbagai poster dan spanduk yang bertuliskan berbagai hujatan kepada anggota DPRD Madina karena terbuai polemik kelompok yang berakibat tertunda-tundanya rapat-rapat paripurna dewan.

Dalam aksinya, massa juga menyegel tiga ruang fraksi, yakni Fraksi PKS, Fraksi Hanura, Fraksi Madina Bersatu serta ruang Wakil Ketua DPRD Madina Fahrizal Efendi Nasution.

Saifuddin Lubis salah seorang orator pengunjukrasa menyampaikan bahwa perkembangan dinamika politik kurun waktu 9 bulan terakhir di DPRD Madina tidak lagi mencerminkan etika politik yang sehat dan wajar. Proses demokrasi yang seyogianya diperlihatkan kepada publik telah tergeser oleh arogansi kekuasaan yang sesungguhnya membalut kepentingan kelompok dan memarjinalkan kepentingan hak-hak rakyat Madina.

Dikatakan Saifuddin, kisruh yang terjadi di DPRD Madina harus dihentikan, masyarakat tidak akan melihat benar atau salah kelompok yang bersiteru, namun masyarakat Madina memandang kisruh di DPRD Madina bukan sebuah lelucon, bukan sebuah cerminan demokrasi yang sehat dan tidak pula mencerminkan sikap politisi yang berfikiran demokratis.

“DPRD Madina secara kelembagaan telah mengabaikan tugas dan wewenang sebagaimana diatur dalam Tata Tertib DPRD Madina bagian II pasal 2 atay 1 tentang fungsi sebagai legislasi, fungsi anggaran dan fungsi pengawasan. DPRD Madina telah mengabaikan pasal 3 ayat 1 huruf d,e,f,g,h,l,j,k dan pasal 86 Tatib DPRD tentang kewajiban DPRD Madina menghadiri paripurna,” kata Saifuddin.

Sementara itu, Ketua MPC Pemuda Pancasila Madina Syahriwan Kocu Nasution yang juga berorasi menyatakan bahwa saat ini sejumlah agenda kerja DPRD Madina telah tertunda-tunda akibat kisruh DPRD.

Agenda-agenda yang tertunda mulai dari LKPJ Bupati, pembahasan KUA-PPAS, pembahasan Perubahan APBD tahun anggaran 2012, pembahasan Rancangan APBD tahun anggaran 2013 yang sesungguhnya sesuai aturan sudah mulai dibahas dan disahkan tiga bulan sebelum tahun anggaran berjalan.

Ditegaskan Kocu, agar DPRD Madina jangan mengorbankan kepentingan rakyat dan daerah hanya karena kedangkalan wawasan dan pemahaman terhadap demokrasi dan system politik yang ada dan baku hantam dilembaga DPRD.

”Jangan kangkangi hak-hak rakyat dan daerah karena arogansi dan hegemoni politik kelompok, rakyat Madina bukan buta, tidak tuli, tidak bengal, dan tidak bodoh, rakyat mengamati semua tingkah dan gerak gerik anggota DPRD Madina,” tegaskan Kocu.

Setelah beberapa lama massa melakukan orasi, Ketua DPRD Madina As Imran Khatamy Daulay bersama Wakil Ketua DPRD Madina Safaruddin Ansyari Nasution serta 18 anggota DPRD lainnya menjumpai massa.

Ketua DPRD Madina menyampaikan bahwa pihaknya menyadari betul bahwa seluruh persoalan-persoalan yang terjadi di DPRD Madina memang harus segera diselesaikan sehingga fungsi DPRD sebagai legislasi, anggaran dan fungsi pengawasan dapat berjalan dengan baik.

“Kami menyadari bahwa apa yang terjadi di DPRD Madina berimplikasi pada fungsi DPRD tidak berjalan dengan semestinya. Apa yang terjadi ini merupakan hanya perbedaan pemikiran-pemikiran dan prinsip politik. Kami dari 4 fraksi yang tergabung didalamnya 21 anggota DPRD telah mengambil sikap dan bertekad untuk menjalankan fungsi dan tugas DPRD,” kata Imran.

Tentunya, kata Imran, sikap dan tekad ini mungkin akan ada hambatan dari anggota dewan lain yang berbeda pikiran dan sikap politik terhadap pembentukan alat-alat kelengkapan, namun permasalahan tersebut bisa terminilasir dan dicarikan solusi.

Pada hari ini juga kata Imran, pihaknya tetap akan melakukan paripurna meski tidak dihadiri oleh para anggota dewan lainnya dari 3 fraksi.

”Secara lisan sudah saya minta kepada BKD (Badan Kehormatan DPRD) untuk membuat telaah tentang kejadian di DPRD ini, semoga dengan adanya dorongan dan dukungan masyarakat agar senantiasa kami lebih kuat dan kokoh untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat,” kata Imran. (mar/dab)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kasus Seleksi KPID: Somasi Kedua untuk Ketua Komisi A DPRD Sumut

    Kasus Seleksi KPID: Somasi Kedua untuk Ketua Komisi A DPRD Sumut

    • calendar_month Kamis, 17 Mar 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    MEDAN (Mandailing Online) – Mengenai kasus seleksi calon anggota KPID Sumut yang menuai kontroversi, delapan calon komisioner KPID Sumut periode 2021-2024 kembali mengajukan somasi untuk Ketua Komisi A DPRD melalui Kuasa Hukum Ranto Sibarani, SH. Ketua Komisi A Hendro Susanto diminta memberikan klarifikasi tentang mekanisme rapat pleno dengan memutuskan tujuh nama dalam rapat yang berlangsung […]

  • Atika: Terimakasih Kepada Semua Pihak Tangani Dampak Bencana

    Atika: Terimakasih Kepada Semua Pihak Tangani Dampak Bencana

    • calendar_month Jumat, 12 Des 2025
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    ​PANTAI BARAT (Mandailing Online) – Wakil Bupati Mandailing Natal (Madina) Atika Azmi Utammi Nasution berterima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat dan tergerak hatinya menyelamatkan warga di kawasan Pantai Barat Madina selama bencana alam melanda. ​”Terima kasih untuk semua jajaran yang sudah bekerja keras mengevakuasi warga, memastikan kebutuhan mereka tetap aman,” ujar Atika, Kamis (11/12/ […]

  • KPU Madina Tidak Berwenang Membentuk TPS Khusus

    KPU Madina Tidak Berwenang Membentuk TPS Khusus

    • calendar_month Senin, 7 Des 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Ketua KPU Mandailing Natal, Agus Salam Nasution menegaskan, KPU Madina tidak berwenang dan tidak dapat membentuk Tempat Pemungutan Suara (TPS) Khusus bagi warga binaan yang berada di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kotanopan. Hal itu disampaikannya untuk menyahuti permintaan Kepala Cabang Rutan Kotanopan perihal permohonan pengadaan TPS khusus di Cabang Rutan Kotanopan. […]

  • Bupati Madina Diminta Tertibkan Kendaraan Dinas

    Bupati Madina Diminta Tertibkan Kendaraan Dinas

    • calendar_month Selasa, 26 Okt 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan. Penjabat (Pj) Bupati Mandailing Natal (Madina) Ir Aspan Sofyan diminta menertibkan penggunaan kendaraan dinas. Pasalnya, kendaraan dinas itu,baik roda dua maupun roda empat beroperasi di luar jam kantor, bahkan dipakai bukan orang yang berhak menggunakannya. Demikian dikatakan Wakil Ketua DPC PKB Madina Abdul Waris Ray kepada MedanBisnis, Senin (25/10), di Panyabungan. “Kita berharap agar […]

  • Diduga 7 OPD di Pemkab Madina Yang Tersandung TGR Terkait Perjalanan Dinas

    Diduga 7 OPD di Pemkab Madina Yang Tersandung TGR Terkait Perjalanan Dinas

    • calendar_month Jumat, 17 Mei 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN ( Mandailing Online) : 7 Organisasi Perangkat Daerah ( OPD) di Pemkab Mandailing Natal ( Madina) dituntut TGR ( Tuntutan Ganti Rugi).ke 7 OPD tersebut adalah Dinas Pendidikan, Dinas Prawisata, Dinas Kesehatan, Dinas Tenaga Kerja, BKPSDM, BPBD dan Bapenda. Diketahui, TGR tersebut terjadi pada tahun anggaran 2020-2023. Namun sampai tahun 2024 ini, TGR 7 […]

  • Darul Mursyid Dominasi OSN Dari Tapsel

    • calendar_month Selasa, 4 Jun 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    TAPSEL (Mandailing Online) – Pesantren Modern Unggulan Terpadu Darul Mursyid (PDM) mendominasi kontingen Kabupaten Tapanuli Selatan pada Olimpiade Sains Nasional (OSN) tingkat Provinsi Sumatera Utara yang berlangsung di Berastagi pada 3 hingga 4 Juni 2013. Berdasarkan data yang ada, kontingen OSN provinsi dari Tapanuli Selatan tahun ini sebanyak 32 orang. Dan 20 orang diantaranya berasal […]

expand_less