Minggu, 4 Okt 2026
light_mode

Pebisnis Muda Adalah Penyelamat Ketahanan Keluarga

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 30 Jun 2026
  • print Cetak

(Tanggapan Terhadap Pidato Wakil Bupati Mandailing Natal di Peringatan ke-33 Hari Keluarga Nasional di Panyabungan, Senin, 29 Juni 2026)

Oleh: Supardi S.H.I
Founder Business Owners Community-Panyabungan

 

 

​Setiap kali kita bicara tentang “Ketahanan Keluarga” narasi yang muncul sering kali terlalu domestik dan teoritis.

Kita bicara tentang pola asuh, komunikasi antar anggota keluarga, hingga keharmonisan psikologis.

Namun, sebagai seorang sociopreneur yang sehari-hari berhadapan dengan realitas sosial di lapangan, saya melihat ada satu fondasi yang sering kali retak sebelum bangunan itu sempat berdiri kokoh: ekonomi.

​Mari jujur pada realitas hari ini. Kita berada di era di mana biaya hidup melesat, lapangan kerja formal makin kompetitif, dan tidak semua orangtua memiliki jaminan hari tua atau kesehatan yang memadai. Menuntut sebuah keluarga untuk tetap harmonis dan tangguh di bawah bayang-bayang utang atau kecemasan “besok makan apa” adalah sebuah kenaifan.

​Di sinilah lanskap ketahanan keluarga harus digeser. Beban finansial tidak bisa lagi seratus persen ditumpangkan di pundak orang tua.

Anak-anak muda yang berani mengambil risiko membuka usaha—bukan lagi sekadar pencari nafkah tambahan, melainkan penyangga utama (the ultimate buffer) ketahanan keluarga.

​Dari Konsumen Menjadi Produsen: Mengubah Beban Menjadi Tiang Penopang

​Dalam struktur keluarga tradisional, anak muda sering diposisikan sebagai “biaya” atau konsumen hingga mereka lulus kuliah dan mendapat pekerjaan kantoran. Namun, sociopreneurship mengajarkan kita untuk melihat potensi, bukan beban.

​Ketika seorang anak muda memutuskan untuk melek finansial dan membangun bisnis—bahkan dari skala mikro digital seperti reseller, agensi kreatif, atau kuliner rumahan—terjadi pergeseran peta kekuatan ekonomi di dalam rumah:

​Menghentikan “Sandwich Generation” Sejak Dini: Anak muda yang mandiri secara finansial tidak perlu membebani orang tua mereka yang mulai menua untuk biaya gaya hidup atau kebutuhan kuliah.

​Katup Penyelamat Krisis: Ketika orang tua mengalami PHK atau penurunan kesehatan, bisnis yang dirintis anak muda sering kali menjadi sekoci penyelamat yang menjaga dapur tetap mengepul.

​Transfer Mindset: Pemuda yang berbisnis akan membawa atmosfer produktif ke dalam rumah. Mereka menularkan literasi keuangan kepada adik, kakak, bahkan orang tua mereka sendiri.

​Memutus Rantai Kemiskinan dengan Nilai Keekonomian Baru

​Kemiskinan struktural sering kali diwariskan bukan karena malas, melainkan karena replikasi cara berpikir yang terbatas dari generasi ke generasi. Seorang pebisnis muda akan memutusnya dengan paksa melalui inovasi.

​Siklus Kerentanan Versus Siklus Ketangguhan

​Siklus Rentan: orang tua yang kesulitan ekonomi bisa membuat anak tidak mandiri, stres finansial, stres sosial, jatuh ke judionline, game online, narkoba, perceraian.

​Siklus Tangguh: Anak muda berbisnis, pendapatan masuk, ruang napas ekonomi longgar, keluarga stabil dan harmonis.

​Ketika kebutuhan dasar sebuah keluarga terpenuhi secara bermartabat, angka stres di dalam rumah tangga menurun drastis.

Anak-anak bisa bersekolah dengan tenang, dan orang tua bisa menua dengan layak.

Dari sinilah keharmonisan yang hakiki itu lahir—bukan dari jargon seremonial, melainkan dari rasa aman secara finansial.

​Pebisnis muda bahkan bisa
me​libatkan keluarga menjadikan bisnis sebagai ekosistem gotong-royong di rumah. Ibu bisa membantu produksi, adik membantu packing, dan sebagian fokus pada pemasaran digital.

​Ketahanan Nasional Dimulai dari Kamar Anak Muda

​Ketahanan keluarga nasional tidak akan pernah tercapai jika kita terus membiarkan anak-anak muda kita menjadi penonton di era digital ini.

Kita perlu mencetak lebih banyak pebisnis muda, bukan hanya demi pertumbuhan PDB negara, melainkan demi menyelamatkan jutaan unit keluarga di Indonesia dari ambang kerapuhan ekonomi.
​
Pebisnis muda bisa menjadi pahlawan ketahanan keluarga yang sesungguhnya. ***

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • MTQ XV, Panyabungan Timur Juara Umum

    MTQ XV, Panyabungan Timur Juara Umum

    • calendar_month Senin, 2 Mei 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Kecamatan Panyabungan Timur keluar sebagai juara umum pada  Mushabaqoh Tilawatil Quran ke XV tingkat kabupaten di Panyabungan, Mandailing Natal. Juara  II ditempati Kecamatan Panyabungan. Juara III Kecamatan Tambangan. MTQ yang diselenggarakan selama 3 hari dan ditutup pada Jum’at (29/4) itu memperlombakan 10 cabang untuk kategori putra, 10 cabang kategori putrid dan 10 […]

  • PKB Madina Laksanakan Pendidikan Kader Loyalis

    PKB Madina Laksanakan Pendidikan Kader Loyalis

    • calendar_month Senin, 15 Sep 2025
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Mandailing Natal melaksanakan pendidikan bagi kader, Senin (15/9/2025) di Hotel Rindang, Panyabungan. Sebanyak 80-an kader mengikuti program Pendidikan Kader Pertama (PKP) Kader Loyalis itu. PKP ini merupakan pelaksanaan peraturan partai yang menyebutkan DPC PKB yang memiliki fraksi penuh di DPRD wajib menggelar PKP Kader Loyalis […]

  • Bagian Kesra Madina, Belanja Dulu Baru Umumkan RUP

    Bagian Kesra Madina, Belanja Dulu Baru Umumkan RUP

    • calendar_month Jumat, 6 Mei 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA (Mandailing Online) – Bagian Kesejahteraan Rakyat Pemkab Mandailing Natal akhirnya mengumumkan Rencana Umum Pengadaannya pekan ini, meski beberapa paket belanja sudah dilaksanakan. Demikian rilis Aliansi Rakyat Peduli Madina (ARPM) yang disiarkan di akun facebook-nya, Jum’at (6/5/2016). “Pemkab Madina, tampaknya tidak peduli dengan Undang-Undang dan aturan pengadaan barang dan jasa lagi,” kata Ardian N, jubir […]

  • Mantan Hakim MK: Mahkamah Konstitusi Bisa Mendiskualifikasi Paslon Curang

    Mantan Hakim MK: Mahkamah Konstitusi Bisa Mendiskualifikasi Paslon Curang

    • calendar_month Selasa, 9 Mar 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA (Mandailing Online) – Mahkamah Konstitusi (MK) tidak saja berwenang mendiskualifikasi petahana yang memutasi pejabat sebagaimana larangan UU Pilkada. Lebih dari itu, MK memiliki kewenangan mendiskualifikasi paslon di Pilkada yang terbukti melakukan kecurangan secara terstruktur, sistematis dan massif (TSM). Dilansir Tribunnews, mantan hakim MK, Maruarar Siahaan mengatakan jika pelanggaran TSM terbukti, MK berwenang menyatakan paslon […]

  • Produk Legislatif Bikin Galau

    Produk Legislatif Bikin Galau

    • calendar_month Senin, 5 Apr 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Riani, S.Pd.I Guru tinggal di Medan Pemuda merupakan generasi penerus masa depan. Arus politik yang berkembang di negeri ini, tentunya tidak luput dari sorotan generasi. Maju atau tidaknya suatu negeri dapat dilihat dari kesadaran politik generasi mudanya. Hasil survei Indikator Politik Indonesia menunjukkan, sebanyak 64,7 persen anak muda menilai partai politik atau politisi di […]

  • Tak Ada Rambin, Warga Bergelayut di Tali Kawat

    Tak Ada Rambin, Warga Bergelayut di Tali Kawat

    • calendar_month Senin, 25 Apr 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    KOTANOPAN (Mandailing Online) – Tak ada jembatan, tak ada rambin alias titi gantung, warga terpaksa bergelayut di kawat menyeberangi sungai agar sampai ke areal persawahannya. Itu terjadi di Desa Muara Siambak Kecamatan Kotanopan, Mandailing Natal. Selama ini, warga sangat mengharapkan pembangunan titi gantung, tetapi belum pernah terealisasi. Warga terpaksa memasang kawat di atas sungai Batang […]

expand_less