Pebisnis Muda Adalah Penyelamat Ketahanan Keluarga
- account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
- calendar_month Selasa, 30 Jun 2026
- print Cetak
(Tanggapan Terhadap Pidato Wakil Bupati Mandailing Natal di Peringatan ke-33 Hari Keluarga Nasional di Panyabungan, Senin, 29 Juni 2026)
Oleh: Supardi S.H.I
Founder Business Owners Community-Panyabungan

Setiap kali kita bicara tentang “Ketahanan Keluarga” narasi yang muncul sering kali terlalu domestik dan teoritis.
Kita bicara tentang pola asuh, komunikasi antar anggota keluarga, hingga keharmonisan psikologis.
Namun, sebagai seorang sociopreneur yang sehari-hari berhadapan dengan realitas sosial di lapangan, saya melihat ada satu fondasi yang sering kali retak sebelum bangunan itu sempat berdiri kokoh: ekonomi.
Mari jujur pada realitas hari ini. Kita berada di era di mana biaya hidup melesat, lapangan kerja formal makin kompetitif, dan tidak semua orangtua memiliki jaminan hari tua atau kesehatan yang memadai. Menuntut sebuah keluarga untuk tetap harmonis dan tangguh di bawah bayang-bayang utang atau kecemasan “besok makan apa” adalah sebuah kenaifan.
Di sinilah lanskap ketahanan keluarga harus digeser. Beban finansial tidak bisa lagi seratus persen ditumpangkan di pundak orang tua.
Anak-anak muda yang berani mengambil risiko membuka usaha—bukan lagi sekadar pencari nafkah tambahan, melainkan penyangga utama (the ultimate buffer) ketahanan keluarga.
Dari Konsumen Menjadi Produsen: Mengubah Beban Menjadi Tiang Penopang
Dalam struktur keluarga tradisional, anak muda sering diposisikan sebagai “biaya” atau konsumen hingga mereka lulus kuliah dan mendapat pekerjaan kantoran. Namun, sociopreneurship mengajarkan kita untuk melihat potensi, bukan beban.
Ketika seorang anak muda memutuskan untuk melek finansial dan membangun bisnis—bahkan dari skala mikro digital seperti reseller, agensi kreatif, atau kuliner rumahan—terjadi pergeseran peta kekuatan ekonomi di dalam rumah:
Menghentikan “Sandwich Generation” Sejak Dini: Anak muda yang mandiri secara finansial tidak perlu membebani orang tua mereka yang mulai menua untuk biaya gaya hidup atau kebutuhan kuliah.
Katup Penyelamat Krisis: Ketika orang tua mengalami PHK atau penurunan kesehatan, bisnis yang dirintis anak muda sering kali menjadi sekoci penyelamat yang menjaga dapur tetap mengepul.
Transfer Mindset: Pemuda yang berbisnis akan membawa atmosfer produktif ke dalam rumah. Mereka menularkan literasi keuangan kepada adik, kakak, bahkan orang tua mereka sendiri.
Memutus Rantai Kemiskinan dengan Nilai Keekonomian Baru
Kemiskinan struktural sering kali diwariskan bukan karena malas, melainkan karena replikasi cara berpikir yang terbatas dari generasi ke generasi. Seorang pebisnis muda akan memutusnya dengan paksa melalui inovasi.
Siklus Kerentanan Versus Siklus Ketangguhan
Siklus Rentan: orang tua yang kesulitan ekonomi bisa membuat anak tidak mandiri, stres finansial, stres sosial, jatuh ke judionline, game online, narkoba, perceraian.
Siklus Tangguh: Anak muda berbisnis, pendapatan masuk, ruang napas ekonomi longgar, keluarga stabil dan harmonis.
Ketika kebutuhan dasar sebuah keluarga terpenuhi secara bermartabat, angka stres di dalam rumah tangga menurun drastis.
Anak-anak bisa bersekolah dengan tenang, dan orang tua bisa menua dengan layak.
Dari sinilah keharmonisan yang hakiki itu lahir—bukan dari jargon seremonial, melainkan dari rasa aman secara finansial.
Pebisnis muda bahkan bisa
melibatkan keluarga menjadikan bisnis sebagai ekosistem gotong-royong di rumah. Ibu bisa membantu produksi, adik membantu packing, dan sebagian fokus pada pemasaran digital.
Ketahanan Nasional Dimulai dari Kamar Anak Muda
Ketahanan keluarga nasional tidak akan pernah tercapai jika kita terus membiarkan anak-anak muda kita menjadi penonton di era digital ini.
Kita perlu mencetak lebih banyak pebisnis muda, bukan hanya demi pertumbuhan PDB negara, melainkan demi menyelamatkan jutaan unit keluarga di Indonesia dari ambang kerapuhan ekonomi.
Pebisnis muda bisa menjadi pahlawan ketahanan keluarga yang sesungguhnya. ***
- Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

