Jumat, 17 Apr 2026
light_mode

Gerombolan Kera Beraksi di Padang Bolak

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 31 Mei 2011
  • print Cetak


Jagung dan Kacang Ludes Digasak
PADANG BOLAK-
Sejumlah petani jagung dan palawija di Desa Gunung Tua Tonga, dan sekitarnya, Kecamatan Padang Bolak, Kabupaten Padang Lawas Utara diresahkan dengan ulah sekelompok kera yang mencuri tanaman mereka.
Serangan kera ini cukup merepotkan petani. Sebab, mereka muncul dan melahap jagung-jagung dan kacang-kacangan petani saat matahari terbenam. Bahkan, kera-kera itu tak hanya mencuri mereka juga merusak tanaman jagung yang masih berbunga. Akibatnya, sejumlah petani dipastikan gagal panen.
M boru Siregar, salah satu petani yang resah. Kepada METRO, Minggu (29/5), ia mengaku terpaksa memanen tanaman kacang-kacangannya lebih awal daripada seluruh tanamannya dirusak kera.
“Seharusnya panen sekitar satu minggu sampai 15 hari lagi. Tapi karena sudah dicabuti oleh ratusan kera, terpaksalah tanaman kacang tanah dipanen lebih awal,” ucapnya.
Padahal, sambungnya, ia telah memasang jaring agar kera tidak masuk ke lahan tanamannya. “Tampaknya pemasangan jaring pun tidak memberi manfaat. Sebab, mereka sudah tahu dan membuka jaring itu layaknya manusia. Lalu, mereka merusak dan memakan kacang tanah itu,” ungkapnya.
Hal senada diungkapkan, Ismail Harahap (46). Menurut petani di Desa Pagaran ini, tidak hanya biji jagungnya saja yang disikat kawanan kera, sampai tongkol jagung pun kandas dilahap kera-kera itu. Selain itu, tanaman sayur-mayur pun tidak luput dari ulah kera-kera itu.
“Kelompok kera itu bukan hanya menyerang tanaman jagung. Mereka juga menyikat tanaman lain seperti kacang, pisang, dan mangga,” terangnya.
Untuk mengantisipasi serangan kera, katanya, ia menggunakan jaring. Namun, hasilnya masih nihil karena kawanan kera tersebut mampu menerobos jaring yang dipasang.
“Kita berharap instansi terkait bisa mengambil langkah tepat dan cepat. Kalau tak segera ditangani, selamanya petani akan terus merugi. Sebab, sebagian besar tanaman yang kami tanam, kalaupun panen, harganya murah,” pungkasnya. (thg)
Sumber : Metrotabagsel

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Masih ada harapan untuk Gus Irawan

    Masih ada harapan untuk Gus Irawan

    • calendar_month Rabu, 7 Nov 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN, (MO) – Perkembangan Pemilihan Gubernur Sumatera Utara (Pilgubsu) 2013 saat ini sudah mencapai tahap verifikasi. Untuk melakukan verifikasi kartu tanda anggota (KTA) adalah tugas komisioner dibantu dengan sekretariat KPU Medan, dimana KPU Medan telah membagi wilayah kecamatan untuk 5 (lima) tim untuk memverifikasi 14 partai politik di 21 kecamatan. Partai Demokrat sudah mulai melirik […]

  • Ini Penjelasan Pemkab Madina Terkait Harga dan Regulasi Baru LPG 3kg

    Ini Penjelasan Pemkab Madina Terkait Harga dan Regulasi Baru LPG 3kg

    • calendar_month Selasa, 4 Jun 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Langkanya gas LPG 3kg masih jadi isu hangat di tengah masyarakat. Persoalan yang menjadi pemicu kelangkaan dan mahalnya harga terus menjadi sorotan. Kondisi itu diperparah ditemukannya oleh konsumen gas 3 kg isinya diperkirakan hanya 1 kg saja. ” Hanya 10 menitan saja pak, gas nya sudah habis, padahal saya baru beli […]

  • Kasus Proyek Pustu Pastab Jae,    DPRD Madina : Dinas Kesehatan Melanggar Peraturan Daerah.  Kadis Kesehatan : Itu Tanggungjawab Saya, Yang Penting Dibangunkan

    Kasus Proyek Pustu Pastab Jae, DPRD Madina : Dinas Kesehatan Melanggar Peraturan Daerah. Kadis Kesehatan : Itu Tanggungjawab Saya, Yang Penting Dibangunkan

    • calendar_month Selasa, 19 Jul 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Kasus dugaan pengalihan lokasi proyek rehabilitasi Puskesmas Pembantu (Pustu) dari Desa Pastap Julu ke desa Pastap Jae terus bergulir. Pihak DPRD Mandailing Natal (Madina) menilai pengalihan lokasi itu perbutan melanggar Peraturan Daerah tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Madina TA 2015.  “Itu sudah jelas-jelas menyalahi, kalau mau dipindahkan, ada prosedurnya. […]

  • Kapolres: Tidak Ada Penculikan Anak

    Kapolres: Tidak Ada Penculikan Anak

    • calendar_month Kamis, 9 Des 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    TEBING TINGGI – Menangapi maraknya isu penculikan anak untuk diambil organ tubuhnya di Kota Tebing Tinggi membuat Kapolres Tebing Tinggi, AKBP Robert Haryanto Watratan gerah juga. Ia lantas memanggil semua Kapolsek yang ada di wilayah hukum Polres Tebing Tinggi guna mengetahui laporan yang sedang terjadi di wilayah Polsek Masing-masing, Rabu (8/12) kemarin. Setelah mendengarkan laporan […]

  • 4 Langkah yang Bisa Jadi Solusi Kemenhan Atasi Persoalan Alutsista

    4 Langkah yang Bisa Jadi Solusi Kemenhan Atasi Persoalan Alutsista

    • calendar_month Jumat, 3 Jul 2015
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

      Jakarta – Kecelakaan pesawat Hercules C-130 di Medan Sumatera Utara membuat publik bertanya-tanya, seperti apa kondisi alutsista yang dimiliki oleh TNI Indonesia. Kementerian Pertahanan pun ikut diminta untuk segera mengambil langkah cepat untuk mengatasi permasalahan yang terjadi pada alutsista milik bangsa ini. “Ada 4 langkah utama Kemenhan untuk mengatasi permasalahan tersebut. Yang pertama melakukan […]

  • Jika 11 Ranperda Gagal, Pembangunan Bisa Melambat

    Jika 11 Ranperda Gagal, Pembangunan Bisa Melambat

    • calendar_month Selasa, 16 Jul 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 2Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Kepala Bagian Hukum dan Organisasi Pemkab Mandailing Natal (Madina) Alamulhaq Daulay SH mengaku belum mengetahui terjadinya penundaan pembahasan 11 Ranperda di DPRD Madina. “Saya belum mengetahui adanya penundaan itu, namun yang jelas saat ini 11 ranperda itu telah kita serahkan kepada Baleg DPRD Madina, sekarang tergantung orang itu,” kata Alamulhaq, Selasa […]

expand_less