Minggu, 31 Mei 2026
light_mode

Elpiji Mulai Langka

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 31 Jan 2012
  • print Cetak

12 Kg Dijual Rp130 Ribu

PALUTA- Dua pekan terakhir, warga Gunung Tua, Padang Bolak, Paluta mengeluhkan stok gas elpiji ukuran 12 kilogram (kg) yang mengalami kelangkaan. Jikapun ada, harganya mencapai Rp130.00 per kg.
Biasanya gas elpiji tabung 12 kg dijual dengan harga Rp85.000, tapi karna keberadaannya langka, harganya mencapai Rp100.000 hingga Rp130.000 per tabung. Warga terpaksa membeli gas 3 kg yang harganya lebih murah.
Tina Siregar (25), warga Gunung Tua, mengaku kaget meningkatnya harga Gas Elpiji berukuran 12 kg, dirinya harus membayar sedikitnya Rp100.000 per tabung “ Saya sudah keliling Kota Gunung Tua untuk mencari gas ukuran 12 kg, namun semua stok di agen kosong dan bahkan tabung kosong menumpuk di setiap agen. Jikapun ada didapat, harganya melambung tinggi,” ujarnya kepada METRO, Senin (30/1).
Ibu satu anak ini menyebutkan, dirinya kesulitan mendapatkan gas 12 kg yang biasa digunakan untuk keperluan memasak, dan saat ini dia terpaksa menggunakan gas elpiji 3 kg untuk sementara waktu menjelang mendapat gas tersebut.
“Dari kemarin gas di rumah saya sudah kosong dan saya kesulitan untuk mengisi tabung gas yang sudah kosong serta kebetulan sekali tabung gas yang saya gunakan adalah tabung gas yang berukuran 12 kg, terpaksalah beralih ke ukuran 3 kg,” sebutnya.
Senada juga diungkapkan, Indah Harahap (34), ibu rumah tangga di Jalan Merdeka Gunung Tua ini mengeluhkan hal itu. Akibat sulit mendapatkan gas elpiji, ia mengaku terpaksa beralih menggunakan kayu bakar.
“Memang memasak pakai gas gampang dan mudah didapat. Tapi sekarang sulit didapat dan haganyapun sudah mahal. Terpaksalah kembali beralih kami ke kayu bakar,” ungkapnya.
Beberapa toko yang menjual gas elpiji juga mengeluhkan atas kelangkaan gas elpiji 12 kg tersebut. Sebut saja H Hasibuan (34). Menurutnya, kelangkaan gas elpiji 12 kg ini sudah terjadi sepekan terakhir ini, sehingga ia tidak lagi menjual gas elpiji ukuran 12 kg karena pasokan tidak ada lagi.
“Kalaupun ada, harganya terpaksa kami naikkan karena kami tidak mencari di Pertamina (SPBU), tetapi mengumpulkan juga dari pada pedagang di Medan, yang mau kami beli gasnya,” terangnya.
Ia mengaku para pedagang terpaksa menjual dengan harga yang lebih mahal Rp100.000 hingga Rp140.000 per tabung ukuran 12 kg. ‘Sekarang kami terpaksa tidak menjual gas elpiji 12 kg karena mahal dan menunggu saja mudah-mudahan bulan Februari nanti (harga) sudah bisa normal. Jika kelangkaan gas ini jika tidak segera diantisipasi harga jualnya akan naik dan bahkan naiknya akan sangat drastis,” pungkasnya mengairi. (thg/mer.metrotbagasel)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Melirik Industri Jala di Desa Gunung Tua Julu

    Melirik Industri Jala di Desa Gunung Tua Julu

    • calendar_month Jumat, 3 Nov 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Industri jala di Desa Gunung Tua Julu, Kecamatan Panyabungan dalam dua tahun terakhir kian bergairah. Kerajinan jala di desa ini tak terlepas dari kebutuhan jala di kalangan penghobi Lubuk Larangan. Ini menunjukkan bahwa keberadaan Lubuk Larangan di berbagai sungai di Mandailing Natal tak lagi melulu dipandang sebagai kearifan lokal masyarakat Mandailing […]

  • Mahasiswa Tak Digubris Kadisdik, Ketua Komisi I: Aspirasi Masyarakat Saja Tak Ditanggapi

    Mahasiswa Tak Digubris Kadisdik, Ketua Komisi I: Aspirasi Masyarakat Saja Tak Ditanggapi

    • calendar_month Rabu, 22 Jun 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Aksi unjuk rasa organisasi mahasiswa PC PMII Mandailing Natal (Madina) yang tidak digubris Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Lis Mulyadi Nasution mendapat tanggapan dari Ketua Komisi I DPRD Zubaidah Nasution. “Aspirasi masyarakat saja yang kita sampaikan melalui lembaga yang sah dan sebagai mitra pemerintah yang diamanahkan undang-undang tidak digubris,” kata Zubaidah ketika […]

  • Hadiri Silaturahmi Dengan Warga Natal, Perantauan : Harun, Pemimpin Jujur dan Amanah

    Hadiri Silaturahmi Dengan Warga Natal, Perantauan : Harun, Pemimpin Jujur dan Amanah

    • calendar_month Kamis, 21 Nov 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    NATAL ( Mandailing Online ): Harun Musthafa Nasution Calon Bupati Mandailing Natal Nomor Urut 01 (ONMA) di Pilkada 2024 menghadiri acara silaturahmi dengan Anggota DPRD Madina Fraksi Gerindra Ardiansah Nasution, Warga Kecamatan Natal, Perantau Ikappenas Medan, Relawan dari 7 Organisasi dan Tim Pemenangan Kecamatan yang dilaksanakan di Aula Hotel Kurnia Natal, Kamis (21/11) Dengan teriakan […]

  • Mantan Kasatpol PP Mulai Diadili

    Mantan Kasatpol PP Mulai Diadili

    • calendar_month Rabu, 15 Des 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan, Sidang perdana kasus dugaan korupsi APBD Kabupaten Mandailing Natal (Madina) Tahun Anggaran 2009 dengan terdakwa mantan Kasatpol PP Ali Atas Nasution, digelar di Pengadilan Negeri (PN) Panyabungan, Selasa (14/12/2010), dengan agenda penyampaian tuntutan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Muttaqin Harahap SH. Persidangan yang dimulai sekitar pukul 11.30 WIB dan selesai sekitar 13.30 WIB, dipimpin […]

  • Di Tengah Reses, Zubaidah Kasih Kejutan kepada Pengurus MDTA dan Pengajian Ibu-Ibu

    Di Tengah Reses, Zubaidah Kasih Kejutan kepada Pengurus MDTA dan Pengajian Ibu-Ibu

    • calendar_month Minggu, 29 Agt 2021
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    RUMBIO (Mandailing Online) – Mandailing Natal dikenal dengan jargon Negeri Beradat Taat Beribadat, tapi perhatian terhadap MDTA dan Ibu-ibu belum maksimal. Terutama kesejahteraan guru MDTA. Padahal keduanya adalah pondasi membangun generasi beriman dan beradat. Hal itu menjadi perhatian dan aspirasi yang disampaikan masyarakat di wilayah Kecamatan Panyabungan ketika mengikuti Reses III Anggota DPRD Tahun Sidang […]

  • Gatot kecewa KDh tak dukung Bazda

    Gatot kecewa KDh tak dukung Bazda

    • calendar_month Jumat, 13 Mei 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN – Pelaksana tugas (Plt) Gubernur Sumatera Utara (Gubsu), Gatot Pujo Nugroho, mengaku kecewa karena banyak kepala daerah (KDh) se Sumut belum mendukung surat edaran tentang pemotongan gaji pegawai negeri sipil (PNS) muslim untuk Bazda. Bahkan beberapa KDh kabupaten dan kota tersebut juga kurang mendukung keberadaan dan sosialisasi Badan Amil Zakat Daerah (Bazda) dalam pengumpulan […]

expand_less