Rabu, 14 Okt 2026
light_mode

Elpiji Mulai Langka

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 31 Jan 2012
  • print Cetak

12 Kg Dijual Rp130 Ribu

PALUTA- Dua pekan terakhir, warga Gunung Tua, Padang Bolak, Paluta mengeluhkan stok gas elpiji ukuran 12 kilogram (kg) yang mengalami kelangkaan. Jikapun ada, harganya mencapai Rp130.00 per kg.
Biasanya gas elpiji tabung 12 kg dijual dengan harga Rp85.000, tapi karna keberadaannya langka, harganya mencapai Rp100.000 hingga Rp130.000 per tabung. Warga terpaksa membeli gas 3 kg yang harganya lebih murah.
Tina Siregar (25), warga Gunung Tua, mengaku kaget meningkatnya harga Gas Elpiji berukuran 12 kg, dirinya harus membayar sedikitnya Rp100.000 per tabung “ Saya sudah keliling Kota Gunung Tua untuk mencari gas ukuran 12 kg, namun semua stok di agen kosong dan bahkan tabung kosong menumpuk di setiap agen. Jikapun ada didapat, harganya melambung tinggi,” ujarnya kepada METRO, Senin (30/1).
Ibu satu anak ini menyebutkan, dirinya kesulitan mendapatkan gas 12 kg yang biasa digunakan untuk keperluan memasak, dan saat ini dia terpaksa menggunakan gas elpiji 3 kg untuk sementara waktu menjelang mendapat gas tersebut.
“Dari kemarin gas di rumah saya sudah kosong dan saya kesulitan untuk mengisi tabung gas yang sudah kosong serta kebetulan sekali tabung gas yang saya gunakan adalah tabung gas yang berukuran 12 kg, terpaksalah beralih ke ukuran 3 kg,” sebutnya.
Senada juga diungkapkan, Indah Harahap (34), ibu rumah tangga di Jalan Merdeka Gunung Tua ini mengeluhkan hal itu. Akibat sulit mendapatkan gas elpiji, ia mengaku terpaksa beralih menggunakan kayu bakar.
“Memang memasak pakai gas gampang dan mudah didapat. Tapi sekarang sulit didapat dan haganyapun sudah mahal. Terpaksalah kembali beralih kami ke kayu bakar,” ungkapnya.
Beberapa toko yang menjual gas elpiji juga mengeluhkan atas kelangkaan gas elpiji 12 kg tersebut. Sebut saja H Hasibuan (34). Menurutnya, kelangkaan gas elpiji 12 kg ini sudah terjadi sepekan terakhir ini, sehingga ia tidak lagi menjual gas elpiji ukuran 12 kg karena pasokan tidak ada lagi.
“Kalaupun ada, harganya terpaksa kami naikkan karena kami tidak mencari di Pertamina (SPBU), tetapi mengumpulkan juga dari pada pedagang di Medan, yang mau kami beli gasnya,” terangnya.
Ia mengaku para pedagang terpaksa menjual dengan harga yang lebih mahal Rp100.000 hingga Rp140.000 per tabung ukuran 12 kg. ‘Sekarang kami terpaksa tidak menjual gas elpiji 12 kg karena mahal dan menunggu saja mudah-mudahan bulan Februari nanti (harga) sudah bisa normal. Jika kelangkaan gas ini jika tidak segera diantisipasi harga jualnya akan naik dan bahkan naiknya akan sangat drastis,” pungkasnya mengairi. (thg/mer.metrotbagasel)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Seperti Apa Istana Nabi Sulaiman?

    Seperti Apa Istana Nabi Sulaiman?

    • calendar_month Selasa, 24 Apr 2018
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Catatan sejarah mengungkapkan pertemuan Sulaiman dengan ratu Saba berdasarkan penelitian yang dilakukan negeri tua Saba di Yaman Selatan. Penelitian yang dilakukan terhadap reruntuhan mengungkapkan bahwa seorang ratu yang pernah berada di wilayah ini hidup antara 1000 hingga 950 SM dan melakukan perjalanan ke utara (ke Yerusalem). Menurut sebagian riwayat, Saba adalah julukan yang diberikan […]

  • Ombudsman Harus Kawal LAHP Seleksi KPID Sumut, Pengamat: Jaga Kepercayaan Publik

    Ombudsman Harus Kawal LAHP Seleksi KPID Sumut, Pengamat: Jaga Kepercayaan Publik

    • calendar_month Rabu, 27 Apr 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    MEDAN (Mandailing Online) – Pengamat Kebijakan Publik Universitas Sumatera Utara (USU) Drs Ridwan Rangkuti, MA menyayangkan lemahnya Ombudsman Perwakilan Sumut dalam mengawal Laporan Akhir Hasil Pemeriksaan (LAHP) terkait kisruh seleksi calon komisioner KPID Sumut 2021-2024. “Inilah momentum Ombudsman menunjukan taringnya ke DPRD dan pemerintah. Jaga eksistensi sebagai pelayan keadilan publik. Ombudsman itu lembaga korektif yang […]

  • Pemekaran Provinsi Sumatera Tenggara Diprediksi Gagal

    Pemekaran Provinsi Sumatera Tenggara Diprediksi Gagal

    • calendar_month Sabtu, 12 Feb 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Tapsel, Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan yang hingga kini belum menjalankan amanah Undang Undang Nomor 37 dan 38 Tahun 2007 terkait perpindahan ibukota Tapanuli Selatan ke Sipirok diperkirakan bakal menjadi batu sandungan terwujudnya pemekaran Provinsi Sumatera Tenggara. Hal itu diungkapkan tokoh masyarakat Sipirok Parmonangan Ritonga kepada wartawan di Padang Sidimpuan, Rabu (09/02/2011). “Sejujurnya kita sangat menginginkan […]

  • Polri: Tak ada penjemputan paksa

    Polri: Tak ada penjemputan paksa

    • calendar_month Sabtu, 6 Okt 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA, (MO) – Kepada Divisi Humas Mabes Polri, Irjen Pol Suhardi Aliyus membantah telah mengirimkan personel Provos ke KPK untuk menjemput paksa lima anggotanya yang bertahan menjadi penyidik di KPK. Berdasar pesan singkat yang diterima Republika, Jumat (5/10), Suhardi menyatakan telah menelpon langsung Karo Provos. “Tidak Benar. Baru saja saya menelpon Karo Provos yang sudah […]

  • Syamsul Hobi Beli Berlian

    Syamsul Hobi Beli Berlian

    • calendar_month Selasa, 19 Apr 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA- Masih ingat berita mengenai penggeledahan rumah pribadi Syamsul Arifin, yang beralamat di Jalan STM Suka Darma Nomor 12, Kelurahan Sukamaju, Kecamatan Medan Johor, Sumut pada 15 Nopember 2010? Saat itu, tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita uang cash ratusan juta rupiah, ratusan juta uang asing, serta sejumlah emas dan berlian. Untuk uangnya saja […]

  • Lagi, 3 Ha Ladang Ganja Ditemukan

    Lagi, 3 Ha Ladang Ganja Ditemukan

    • calendar_month Jumat, 8 Mei 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Polres Kabupaten Mandailing Natal (Madina) menemukan 3 hektar ladang ganja siap panen dari tiga lokasi di kawasan perbukitan Tor Sinite Kecamatan Panyabungan Timur, Kamis (7/5). Informasi yang dihimpun di Mapolres Madina, ribuan batang ganja itu langsung dimusnahkan dengan cara dibakar langsung di lokasi. Sebanyak 250 batang dibawa ke Mapolres sebagai barang […]

expand_less