Minggu, 13 Sep 2026
light_mode

Tragedi KRI Nanggala, Indonesia Harus Ambil Pelajaran

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Minggu, 2 Mei 2021
  • print Cetak

Oleh: Rusliana,SPd.I
Aktivis Forum Muslimah Peduli Mandailing Natal

KRI Nanggala 402 secara resmi dinyatakan tenggelam pada Sabtu 24 April 2021 setelah sebelumnya dinyatakan hilang kontak saat melaksanakan misi latihan penembakan torpedo di perairan utara pulau Bali pada Rabu,  21 April 2021 (Tempo.com,26/4/2021).

Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto menjelaskan, berdasarkan bukti bukti otentik dapat dinyatakan KRI Nanggala 402 tenggelam dan seluruh awaknya gugur.

Upaya pencarian dan pertolongan atau SAR berskala besar dilakukan dengan melibatkan unsur unsur dari TNI, Polri, Basernas, BPPT, KNKT dan perkuatan bantuan dari negara negara sahabat antara lain Singapura, Malaysia, Australia serta Amerika.

Kebijakan Industri Maritim Masih Dianaktirikan

Pakar maritim, Prof. Daniel M. Rosyid Ph.D menyatakan keprihatinannya atas peristiwa tenggelam nya KRI Nanggala. Dengan gugurnya para awak kapal, ia berharap ada evaluasi jika secara teknis terkait penyebab “kecelakaan” bukan sekedar persoalan patriotisme.

Tenggelamnya Nanggala 402 bukanlah peristiwa pertama di KRI Indonesia. Sudah ada peristiwa sebelumnya yang telah menimpa KRI lainnya. Pertama KRI Rencong 622 terbakar dan tenggelam di Papua Barat pada tahun 2018 kemudian KRI Teluk Jakarta 541 tenggelam di Jawa timur pada tahun 2020 lalu.

Indonesia adalah negara kepulauan yang membutuhkan satuan KRI yang memadai. Dilihat dari kondisi alutsista Indonesia saat ini yang sangat memprihatinkan baik  dari sisi umur begitu pula jumlahnya yang sangat terbatas.

Dari sisi umur alutsista Indonesia yang sudah tua tentu tidak bisa optimal dalam pengaplikasiannya, bahkan justru mengakibatkan kecelakaan yang menelan banyak nyawa TNI AL, seperti kondisi KRI Nanggala. Hal ini patut disayangkan.

Begitu pula dengan jumlah kapal selam Indonesia, dibanding dengan negara lain seperti korea Utara  yang memiliki 83 buah kapal selam, Cina 74, AS 66, Rusia 62. Dan Indonesia hanya memiliki 5 kapal. Padahal fungsi kapal selam adalah sebagai Alat Utama Sistem Senjata (Alustista), seharusnya mencapai jumlah yang dibutuhkan untuk pertahanan maritim Indonesia yang memadai. Bagaimana mungkin Indonesia bisa menjaga ketahanan militer di bidang maritim jika kondisi pertahanannya saja seperti itu? Hal ini tentunya menjadi pelajaran bagi negeri ini.

Renungan untuk indonesia

Kondisi Indonesia saat ini yang hanya memiliki lima kapal selam yang telah beroperasi sejak tahun 1980-an, sangat jauh dari ideal melihat  laut indonesia yang luasnya 62% dengan panjang pantai 81 ribu kilometer.

Diperlukan upgrade politik islam yang memiliki pengaturan terhadap pertahanan secara detail. Militer ini sangat dipengaruhi visi politik luar negri khilafah yaitu dakwah dan jihad ke suluruh penjuru dunia. Dengan penerapan ekonomi Islam, maka negara akan memiliki angaran besar dari pos pos penerimaan dari kepemilikan umum dan pos lainya sehingga memudahkan negara khilafah dalam pembangunan struktur pertahanan yang kuat.

Dalam Daulah Islam adanya depertemen industri yang mengurusi semua masalah yang berhubungan dengan perindustrian, baik yang berhubungan dengan industri berat seperti industri mesin dan peralatan, pembuatan dan perakitan alat transportasi (kapal, pesawat, mobil dsb) industri bahan mentah dan industri elektronik maupun yang berhubungan dengan industri ringan baik industri itu berupa pabrik pabrik yg menjadi milik umum maupun pabrik pabrik milik pribadi yg memiliki hubungan dengan industri  militer (perperangan) industri dengan berbagai jenisnya itu semuanya harus dibangun dengan berpijak pada politik perang. Sebab jihad dan perang memerlukan pasukan, agar mampu berperang harus memiliki persenjataan. Agar persenjataan itu terpenuhi bagi pasukan secara memadai hingga pada tingkat yang optimal tentu harus ada industri persenjataan di dalam negeri. Khususnya industri perang karena hubungannya yg begitu kuat dengan jihad.

Daulah islam diharuskan mendirikan industri persenjataannya sendiri dan mampu mengembangkan persenjataan sendiri. Dengan begitu Daulah akan tetap memiliki kendali atas dirinya sendiri untuk mengukuhkan kekuatannya. Daulah juga harus sanggup memiliki dan menguasai persenjataan yang paling canggih dan paling kuat.

Dengan begitu semua bentuk dan tingkat kecanggihan yang dibutuhkan Daulah dapat dikuasai hingga akhirnya menggentarkan musuh musuh Daulah. Baik musuh wujud nyata maupun laten sebagaimana firman Allah SWT

Siapkanlah oleh kalian untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yg kalian sanggupi dan dari kuda kuda yang ditambatkan untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kalian mengentarkan musuh Allah, musuh kalian  dan orang orang selain mereka yg tidak kalian ketahui sedangkan Allah mengetahuinya” (TQS al- Anfal : 60)

Wallahu a’lam

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Uning-uningan ni Ompunta (2-selesai)

    Uning-uningan ni Ompunta (2-selesai)

    • calendar_month Kamis, 7 Agt 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Edi Nasution Alat musikal ini disebut juga uyup-uyup yang terbuat dari selembar bulung tarutung bolanda (daun pohon sirsak) atau terbuat dari sepotong bulung pisang (daun pohon pisang) yang digulung membentuk kerucut, lalu dimasukkan ke dalam mulut untuk ditiup dengan cara dan teknik tertentu. Di samping itu, adakalanya sang kakak (perempuan) menyanyikan nina bobok bue-bue […]

  • Panyabungan Utara Jadi Kawasan Pengembangan Ikan Mas

    Panyabungan Utara Jadi Kawasan Pengembangan Ikan Mas

    • calendar_month Selasa, 19 Apr 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan. Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Pemkab Madina) akan menjadikan Kecamatan Panyabungan Utara menjadi kawasan pengembangan ikan mas mengingat daerah ini memiliki potensi yang cukup menjanjikan. Seperti banyak kolam yang menganggur dan kebutuhan sumber airnya cukup. “Program ini sudah kami canangkan untuk dijalankan tahun ini. Sekarang tinggal pelaksanaan di lapangan saja untuk menjadikan Kecamatan Panyabungan Utara […]

  • Sofwat Pelopor Perubahan Menguat, Atika Lokomotif Ekonomi Tenggelam

    Sofwat Pelopor Perubahan Menguat, Atika Lokomotif Ekonomi Tenggelam

    • calendar_month Rabu, 4 Nov 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Hari pencoblosan Pilkada Madina tinggal sebulan lagi. Hingga posisi ini pasangan Sofwat-Beir masih unggul di kancah penggiringan opini publik oleh tim media yang solid. Tim publikasi pasangan nomor urut 3 ini sangat teguh dan konsisten menyuarakan idiom-idiom “pelopor perubahan”; “pemimpin tegas dan bersih”; “harapan baru telah lahir”. Idiom-idiom itu begitu kuat mempengaruhi publik, terutama kalangan […]

  • Dijanjikan Jadi PNS, Rp418,5 Juta Lewong

    Dijanjikan Jadi PNS, Rp418,5 Juta Lewong

    • calendar_month Senin, 8 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    LANGKAT- Ingin jadi PNS, malah ditipu. Inilah yang dialami Supriyanti alias Yanti (35) dan rekan-rekannya, warga Dusun I, Desa Alur Gadung. Mereka rela melakukan apa saja, termasuk menyerahkan uang tabungan mereka berjumlah Rp418,5 juta kepada Budiono (43) warga Lingkungan VI Kebun Sayur Bawah, Kecamatan Sawit Seberang, selaku calo PNS yang menawari mereka menjadi PNS. Informasi […]

  • FMI Madina Minta Kejari Transparan Terkait Dugaan Korupsi Smart Village

    FMI Madina Minta Kejari Transparan Terkait Dugaan Korupsi Smart Village

    • calendar_month Rabu, 25 Jun 2025
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN ( Mandailing Online ):  Forum Mahasiswa Intelektual Mandailing Natal (FMI Madina) meminta Kejaksaan Negeri (Kejari) Madina untuk serius serta tidak menutup informasi (Transparan) terkait perkembangan kasus dugaan korupsi Smart Village yang saat ini sedang ditangani. Demikian ditegaskan Ketua FMI Madina, Ahmad Husein Lubis kepada wartawan, Rabu (25/06/2025) dalam menanggapi proses hukum penyelidikan dugaan korupsi […]

  • Tercepat dalam Sejarah Madina, Hari Ini Terima DIPA dan TKDD 2022

    Tercepat dalam Sejarah Madina, Hari Ini Terima DIPA dan TKDD 2022

    • calendar_month Senin, 13 Des 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN (Mandailing Online) – Hari ini Pemkab Madina telah menerima DIPA dan TKDD tahun 2022. Penyerahan dilakukan Gubernur Sumut, Eddy Rahmayadi kepada Wakil Bupati Madina, Atika Azmi Utammi Nasution di Rumah Dinas Gubernur Aula Tengku Rizal Nurdin, Medan, Senin (13/12/2021). Daftar Isian Pelaksana Anggaran (DIPA) adalah dokumen pelaksanaan anggaran yang disusun oleh Pengguna Anggaran / […]

expand_less