Rabu, 28 Okt 2026
light_mode

Tragedi KRI Nanggala, Indonesia Harus Ambil Pelajaran

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Minggu, 2 Mei 2021
  • print Cetak

Oleh: Rusliana,SPd.I
Aktivis Forum Muslimah Peduli Mandailing Natal

KRI Nanggala 402 secara resmi dinyatakan tenggelam pada Sabtu 24 April 2021 setelah sebelumnya dinyatakan hilang kontak saat melaksanakan misi latihan penembakan torpedo di perairan utara pulau Bali pada Rabu,  21 April 2021 (Tempo.com,26/4/2021).

Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto menjelaskan, berdasarkan bukti bukti otentik dapat dinyatakan KRI Nanggala 402 tenggelam dan seluruh awaknya gugur.

Upaya pencarian dan pertolongan atau SAR berskala besar dilakukan dengan melibatkan unsur unsur dari TNI, Polri, Basernas, BPPT, KNKT dan perkuatan bantuan dari negara negara sahabat antara lain Singapura, Malaysia, Australia serta Amerika.

Kebijakan Industri Maritim Masih Dianaktirikan

Pakar maritim, Prof. Daniel M. Rosyid Ph.D menyatakan keprihatinannya atas peristiwa tenggelam nya KRI Nanggala. Dengan gugurnya para awak kapal, ia berharap ada evaluasi jika secara teknis terkait penyebab “kecelakaan” bukan sekedar persoalan patriotisme.

Tenggelamnya Nanggala 402 bukanlah peristiwa pertama di KRI Indonesia. Sudah ada peristiwa sebelumnya yang telah menimpa KRI lainnya. Pertama KRI Rencong 622 terbakar dan tenggelam di Papua Barat pada tahun 2018 kemudian KRI Teluk Jakarta 541 tenggelam di Jawa timur pada tahun 2020 lalu.

Indonesia adalah negara kepulauan yang membutuhkan satuan KRI yang memadai. Dilihat dari kondisi alutsista Indonesia saat ini yang sangat memprihatinkan baik  dari sisi umur begitu pula jumlahnya yang sangat terbatas.

Dari sisi umur alutsista Indonesia yang sudah tua tentu tidak bisa optimal dalam pengaplikasiannya, bahkan justru mengakibatkan kecelakaan yang menelan banyak nyawa TNI AL, seperti kondisi KRI Nanggala. Hal ini patut disayangkan.

Begitu pula dengan jumlah kapal selam Indonesia, dibanding dengan negara lain seperti korea Utara  yang memiliki 83 buah kapal selam, Cina 74, AS 66, Rusia 62. Dan Indonesia hanya memiliki 5 kapal. Padahal fungsi kapal selam adalah sebagai Alat Utama Sistem Senjata (Alustista), seharusnya mencapai jumlah yang dibutuhkan untuk pertahanan maritim Indonesia yang memadai. Bagaimana mungkin Indonesia bisa menjaga ketahanan militer di bidang maritim jika kondisi pertahanannya saja seperti itu? Hal ini tentunya menjadi pelajaran bagi negeri ini.

Renungan untuk indonesia

Kondisi Indonesia saat ini yang hanya memiliki lima kapal selam yang telah beroperasi sejak tahun 1980-an, sangat jauh dari ideal melihat  laut indonesia yang luasnya 62% dengan panjang pantai 81 ribu kilometer.

Diperlukan upgrade politik islam yang memiliki pengaturan terhadap pertahanan secara detail. Militer ini sangat dipengaruhi visi politik luar negri khilafah yaitu dakwah dan jihad ke suluruh penjuru dunia. Dengan penerapan ekonomi Islam, maka negara akan memiliki angaran besar dari pos pos penerimaan dari kepemilikan umum dan pos lainya sehingga memudahkan negara khilafah dalam pembangunan struktur pertahanan yang kuat.

Dalam Daulah Islam adanya depertemen industri yang mengurusi semua masalah yang berhubungan dengan perindustrian, baik yang berhubungan dengan industri berat seperti industri mesin dan peralatan, pembuatan dan perakitan alat transportasi (kapal, pesawat, mobil dsb) industri bahan mentah dan industri elektronik maupun yang berhubungan dengan industri ringan baik industri itu berupa pabrik pabrik yg menjadi milik umum maupun pabrik pabrik milik pribadi yg memiliki hubungan dengan industri  militer (perperangan) industri dengan berbagai jenisnya itu semuanya harus dibangun dengan berpijak pada politik perang. Sebab jihad dan perang memerlukan pasukan, agar mampu berperang harus memiliki persenjataan. Agar persenjataan itu terpenuhi bagi pasukan secara memadai hingga pada tingkat yang optimal tentu harus ada industri persenjataan di dalam negeri. Khususnya industri perang karena hubungannya yg begitu kuat dengan jihad.

Daulah islam diharuskan mendirikan industri persenjataannya sendiri dan mampu mengembangkan persenjataan sendiri. Dengan begitu Daulah akan tetap memiliki kendali atas dirinya sendiri untuk mengukuhkan kekuatannya. Daulah juga harus sanggup memiliki dan menguasai persenjataan yang paling canggih dan paling kuat.

Dengan begitu semua bentuk dan tingkat kecanggihan yang dibutuhkan Daulah dapat dikuasai hingga akhirnya menggentarkan musuh musuh Daulah. Baik musuh wujud nyata maupun laten sebagaimana firman Allah SWT

“Siapkanlah oleh kalian untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yg kalian sanggupi dan dari kuda kuda yang ditambatkan untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kalian mengentarkan musuh Allah, musuh kalian  dan orang orang selain mereka yg tidak kalian ketahui sedangkan Allah mengetahuinya” (TQS al- Anfal : 60)

Wallahu a’lam

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Antisipasi DBD, Pemdes Salambue Lakukan Penyemprotan dan Aksi Bersih Bersih

    Antisipasi DBD, Pemdes Salambue Lakukan Penyemprotan dan Aksi Bersih Bersih

    • calendar_month Jumat, 19 Jan 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online)- Rentannya Potensi Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) pada setiap individu maupun kolektif, Pemerintah Desa Salambue, Kecamatan Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal ( Madina ) lakukan penyemprotan serta gotong royong bersihkan jalanan dan seluruh pekarangan warga Jum’at 19/01/2024. Sabaruddin Muhammad Kepala Desa Salambue mengatakan langkah tersebut merupakan atensi Pemerintah Desa (Pemdes) untuk mengantisipasi menularnya […]

  • Menghadapi MEA, Perantau Tabagsel Akan Gelar Lokakarya

    Menghadapi MEA, Perantau Tabagsel Akan Gelar Lokakarya

    • calendar_month Kamis, 29 Okt 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA (Mandailing Online) – Menyonsong Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) yang sudah di depan mata, sejumlah lembaga asal Tabagsel menyelenggarakan lokakarya Pendidikan, Agribisnis dan Ekonomi Kreatif Tabagsel. Lokakarya akan dilangsungkan tanggal 2 Nopember 2015 di IPB International Convention Centre, Botani Square Baranangsiang, Bogor, Jawa Barat, yang diselenggara oleh Ikatan Keluarga Alumni Mahasiswa Tapanuli Bagian Selatan dan […]

  • Guru Sikola Arob Desak Pencairan Dana Insentif Sebelum Lebaran

    Guru Sikola Arob Desak Pencairan Dana Insentif Sebelum Lebaran

    • calendar_month Rabu, 22 Jun 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) : Kalangan guru sikola arob mendesak Pemkab Mandailing Natal (Madina) mencairkan dana insentif sebelum lebaran. Desakan itu disampaikan para guru Madrasah Diniyah Awaliyah (sikola arob) mamemasuki pekan kedua Ramadhan kepada Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) Madina. Selain karena kondisi umum perekonomian yang  sulit, kebutuhan dalam Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri menjadi […]

  • Tindak Lanjuti Surat Kapolres, Bupati Tinjau Ulang Jadwal Pilkades

    Tindak Lanjuti Surat Kapolres, Bupati Tinjau Ulang Jadwal Pilkades

    • calendar_month Senin, 12 Des 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Bupati Mandailing Natal (Madina) H. M. Jafar Sukhairi Nasution mengatakan akan meninjau ulang jadwal pemilihan kepala desa (Pilkades) pada Desember 2022 ini sehubungan dengan keluarnya surat Kepala Polisi Resor Madina AKBP H. M. Chairul Akbar tentang Penjadwalan Ulang Tahapan Pemungutan Suara Pilkades Mandailing Natal. “Kami sudah menerima surat itu, dan tentu […]

  • Malaysia Belajar Tangani Napi ke Indonesia

    Malaysia Belajar Tangani Napi ke Indonesia

    • calendar_month Rabu, 23 Feb 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Medan, Penyebutan penjara di Indonesia dengan “pemasyarakatan” menarik perhatian pihak Maktab Penjara Kerajaan Malaysias. Mereka juga salut melaihat keterampilan warga binaan LP Klas I Tanjung Gusta Medan, khususnya dalam budidaya jangkrik. Komandan Maktab Penjara Kerajaan Malaysia Nawawi Bin Hamid dalam kunjungannya sekaligus studi banding 54 taruna Maktab Penjara Kerajaan Malaysia atau Akademi Pemasyarakatan ke di […]

  • Minggu Pembuka JiFFest 2013, SUKSES!

    Minggu Pembuka JiFFest 2013, SUKSES!

    • calendar_month Kamis, 21 Nov 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Setelah absen selama dua tahun, JiFFest (Jakarta International Film Festival) kembali di gelar di bulan November 2013. Pemutaran film yang dimulai akhir pekan lalu berlangsung dengan sangat sukses. JiFFest 2013 menghadirkan dua program highlights, Pop Up Festival dan Retrospective Bong Joon Ho yang diadakan dari hari Jumat (15/11) sampai dengan Minggu (17/11). Tiga film Indonesia […]

expand_less