Kamis, 9 Jul 2026
light_mode

Harganas dan Bahaya “Shortcut Berita” dalam Membaca Ketahanan Keluarga

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 30 Jun 2026
  • print Cetak

Oleh: Tim Mandailing Epicentrum

 

 

Di Mandailing Natal, peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 berlangsung semarak di pelataran Masjid Agung Nur Ala Nur, Panyabungan, Senin, 29 Juni 2026.

Dalam kesempatan itu, Wakil Bupati Mandailing Natal Atika Azmi menyampaikan pidato tentang pentingnya ketahanan keluarga sebagai fondasi ketahanan bangsa. Ia menekankan bahwa kualitas generasi tidak hanya ditentukan oleh pertumbuhan ekonomi atau pembangunan fisik, tetapi juga oleh kekuatan moral dan ketahanan keluarga.

“Tidak ada gunanya pertumbuhan ekonomi yang tinggi, tidak ada gunanya infrastruktur yang megah, jika generasi yang mewarisinya adalah generasi yang rapuh moralnya dan rusak mentalnya,” ujarnya.

Ia juga menyoroti peran ayah dalam pengasuhan anak, bukan sekadar sebagai pencari nafkah, tetapi juga sebagai figur yang hadir secara emosional dan aktif dalam proses tumbuh kembang anak.

“Keterlibatan aktif, kehadiran fisik, dan kedekatan emosional seorang ayah dalam proses pengasuhan anak adalah faktor determinan bagi pembentukan struktur kepribadian dan kestabilan emosi anak-anak,” katanya.

Pola Lama: Seremonial dan Kutipan

Di banyak daerah, termasuk Sumatera Utara, pola pemberitaan seperti ini nyaris selalu berulang. Pejabat hadir, upacara berlangsung, sambutan disampaikan, lalu media mengutip dua atau tiga pernyataan normatif tentang pentingnya keluarga. Setelah itu, berita selesai.

Padahal, di situlah persoalan mulai tampak.

Ketahanan keluarga bukan sekadar tema seremonial. Ia adalah realitas sosial yang bisa diukur, diuji, dan dibandingkan dari tahun ke tahun. Ketika media berhenti pada kutipan sambutan, sementara pejabat merasa tugasnya selesai di podium, publik sesungguhnya sedang disuguhi sesuatu yang bisa disebut sebagai shortcut berita.

Apa Itu “Shortcut Berita”

Shortcut berita adalah cara kerja peliputan yang memindahkan fokus dari realitas menuju seremoni, dari data menuju retorika, dari persoalan menuju simbol.

Tidak ada yang keliru dengan pidato atau upacara. Namun masalah muncul ketika keduanya menjadi isi utama pemberitaan, sementara kondisi riil keluarga justru tidak dibaca secara serius. Tidak dikupas. Tidak dipublikasi.

Padahal, situasi keluarga di Indonesia belum sepenuhnya baik-baik saja.

Di Mandailing Natal, sekitar 37 ribu penduduk masih hidup dalam kemiskinan, atau sekitar 7,91 persen dari total penduduk menurut data BPS 2025. Di Sumatera Utara, jumlah penduduk miskin mencapai sekitar 1,13 juta jiwa atau 7,24 persen. (BPS Sumatera Utara)

Secara nasional, tekanan terhadap keluarga juga tidak ringan. Kemiskinan, stunting, perceraian, kekerasan terhadap perempuan dan anak, hingga penyalahgunaan narkoba masih menjadi tantangan nyata dalam kehidupan rumah tangga Indonesia.

Bahkan, BPS mencatat sebuah rumah tangga beranggotakan lima orang membutuhkan pengeluaran sekitar Rp3,7 juta per bulan agar tidak tergolong miskin. (BPS Sumatera Utara)

Pertanyaan yang Sering Hilang

Karena itu, setiap Harganas seharusnya tidak hanya menghadirkan pertanyaan “siapa yang berpidato?” atau “apa isi sambutannya?”

Pertanyaan yang lebih penting justru: apakah keluarga hari ini lebih kuat dibanding tahun sebelumnya?

Apakah angka stunting menurun? Apakah perceraian berkurang? Apakah kemiskinan keluarga menurun? Apakah anak-anak semakin mampu menyelesaikan pendidikan 12 tahun? Apakah kekerasan dalam rumah tangga berkurang?

Jika jawaban atas pertanyaan-pertanyaan itu tidak jelas, maka pidato tentang ketahanan keluarga hanya akan menjadi gema yang hilang setelah upacara selesai.

Data yang Tidak Boleh Diabaikan

Secara nasional, pada 2025 tercatat 438.168 perkara perceraian di Indonesia, dengan penyebab terbesar adalah perselisihan berkepanjangan (64,4 persen), disusul faktor ekonomi. (Databoks)

Meski perceraian tidak selalu berujung pada dampak buruk bagi anak, berbagai studi menunjukkan bahwa dalam kondisi konflik yang berlarut dan dukungan ekonomi yang lemah, anak menjadi pihak paling rentan. Mereka berisiko mengalami gangguan pengasuhan, tekanan psikologis, penurunan prestasi belajar, hingga putus sekolah.

Hal ini sejalan dengan data BPS yang mencatat angka putus sekolah pada 2025 masih terjadi di berbagai jenjang: SD (0,09 persen), SMP (0,54 persen), dan SMA/SMK (0,86 persen), dengan kecenderungan lebih tinggi di wilayah perdesaan. (Databoks)

Angka-angka ini menunjukkan bahwa keluarga bukan sekadar unit sosial yang dirayakan, tetapi juga ruang yang sedang menghadapi tekanan nyata.

Media dan Pejabat dalam Satu Pola

Ironisnya, shortcut berita kerap berjalan seiring dengan shortcut pencitraan. Pejabat cukup hadir, berpidato, lalu dianggap telah menyelesaikan agenda substansi. Media pun cukup mengutip tanpa menggali lebih dalam.

Akibatnya, publik lebih sering mengetahui siapa yang berbicara daripada memahami bagaimana kondisi keluarga yang sebenarnya.

Di titik ini, tanggung jawab menjadi kolektif.

Media semestinya tidak berhenti sebagai pencatat acara. Tugas jurnalistik adalah menghubungkan pidato dengan realitas. Ketika pejabat berbicara tentang ketahanan keluarga, media perlu mengajukan pertanyaan lanjutan: indikator apa yang berubah? Program apa yang berdampak? Data apa yang mendukung klaim tersebut?

Sebaliknya, pejabat juga perlu keluar dari jebakan simbolik seremonial. Ketahanan keluarga tidak cukup dijelaskan dengan kalimat normatif yang berulang setiap tahun, tetapi harus dibuktikan melalui kebijakan yang terukur dan hasil yang dapat diverifikasi publik.

Ketahanan Tidak Lahir dari Podium

Pada akhirnya, ketahanan keluarga tidak lahir dari pidato di podium, tetapi dari kebijakan yang menyentuh kehidupan sehari-hari: pekerjaan yang layak, pendidikan yang terjangkau, layanan kesehatan yang memadai, perlindungan sosial yang efektif, dan rasa aman dalam rumah tangga.

Karena itu, Harganas semestinya tidak berhenti sebagai seremoni tahunan, tetapi menjadi momentum evaluasi yang jujur terhadap kondisi keluarga.

Sebab berita yang baik bukan sekadar mengabarkan siapa yang berbicara, melainkan membantu publik memahami apakah kehidupan mereka benar-benar berubah ke arah yang lebih baik.

Dan selama itu belum terjadi, maka pertanyaan paling penting tetap sama:

Apakah keluarga kita benar-benar sudah lebih kuat—atau masih berjalan di tempat di balik meriahnya panggung seremoni? ***

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • MUI: Idul Fitri Kemungkinan 31 Agustus 2011

    MUI: Idul Fitri Kemungkinan 31 Agustus 2011

    • calendar_month Sabtu, 27 Agt 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Jakarta, Ketua Majelis Ulama Indonesia KH. Ma’ruf Amin mengatakan Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1432 Hijriah kemungkinan Rabu, 31 Agustus 2011 dilihat pada wujud bulan (hilal) yang kurang dari dua derajat. “Ada dua cara untuk menentukan awal bulan pada kalender Hijiriah, termasuk memastikan hari pertama berpuasa dan Hari Raya Idul Fitri,” kata Ma’ruf kepada […]

  • Hadapi UN, Disdik Madina Berupaya Capai Target

    Hadapi UN, Disdik Madina Berupaya Capai Target

    • calendar_month Rabu, 6 Apr 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN : Kepala Dinas Pendidikan Madina Imron, S.Pd.MM mengatakan dalam menghadapi Ujian Nasional (UN) TP. 2010/2011 yang sudah diambang pintu, pihak sekolah tingkat SMP/sederajat dan SMA sederajat telah melakukan berbagai persiapan terhadap anak didiknya untuk mengejar target kelulusan. Hal itu disampaikan Kadis Pendidikan Madina yang dikonfirmasi koran ini melalui Kasi Kurikulum Iwan Efendi, menjelaskan bahwa […]

  • Fraksi Golkar Apresiasi Pengembangan Manfaat Taman Raja Batu

    Fraksi Golkar Apresiasi Pengembangan Manfaat Taman Raja Batu

    • calendar_month Senin, 17 Feb 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pameran Pembangunan di HUT Kabupaten Mandailling Natal bulan Maret nanti direncana berlokasi di Taman Raja Batu. Pilihan Taman Raja Batu ini sebagai lokasi Pameran Pembangunan memperoleh apresiasi dari Fraksi Partai Golkar DPRD Mandailing Natal (Madina). Selain itu, sebagian kawasan Taman Raja Batu juga telah direncanakan sebagai lokasi kantor Dinas Sosial, kantor […]

  • Pemkab Beri 45 Juta kepada 3 Koperasi, Apakah Efektif?

    Pemkab Beri 45 Juta kepada 3 Koperasi, Apakah Efektif?

    • calendar_month Selasa, 17 Sep 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 5Komentar

    Sejumlah kaum ibu anggota Koperasi Produsen Wanita Mandiri, Desa Huta Padang Kecamatan Ulupungkut, memeras kedelai dalam proses pembuatan tahu, pekan lalu. Koperasi ini dibentuk bulan lalu oleh Dinas Perindustrian Perdagangan Penanaman Modal Koperasi UKM Kabupaten Mandailing Natal (Madina). Dua koperasi lain juga dibentuk bersamaan, yakni Koperasi Aek Mais Nauli Desa Pastab Kecamatan Tambangan dan Koperasi […]

  • Tak Berkategori

    Bupati Madina Cs diperiksa KPK di Kantor Kejati Sumut

    • calendar_month Rabu, 15 Mei 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Medan, (Mandailing Online)- Tim dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membawa sejumlah orang yang diamankan dalam operasi tangkap tangan di Medan ke Kantor Kejati Sumut, Jalan AH Nasution, Medan, Selasa (14/5) malam. Mereka melakukan pemeriksaan di tiga ruangan yang ada di gedung itu. Sebelum ke kantor Kejati Sumut, anggota tim KPK meninggalkan rumah mewah milik Bupati […]

  • Walikota: CPNS Gate Tidak Terulang Lagi

    Walikota: CPNS Gate Tidak Terulang Lagi

    • calendar_month Selasa, 9 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Pematangsiantar, Walikota Pematang Siantar Hulman Sitorus SE meminta masyarakat agar melaporkan dugaan kecurangan database honorer. Jika terbukti ada kecurangan akan diberikan sanksi tegas bagi pejabat yang terlibat. “Saya akan menerima seluruh aspirasi dan laporan tentang adanya dugaan permainan “kotor” dalam pembuatan database sementara honorer yang akan diangkat menjadi CPNS,” kata Walikota Hulman Sitorus SE melalui […]

expand_less