Kamis, 23 Jul 2026
light_mode

LABUSEL: KETIKA RAJA KOTAPINANG HADIR DI ISTANA BUPATI (bagian 2)

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Minggu, 7 Jun 2026
  • print Cetak

Sutan Diaru dan Mimpi Besar dari Pinang Awan

 

Oleh: Tim Mandailing Epicentrum

 

Jika sejarah Sumatera dibaca hanya berdasarkan batas kabupaten modern, maka sebagian besar cerita penting kawasan ini akan hilang.

Karena pada masa lalu tidak ada Labuhanbatu Selatan.
Tidak ada Mandailing Natal.
Tidak ada Padang Lawas.

Yang ada adalah jaringan sungai, perdagangan, dan kekuasaan.

Salah satu simpul penting jaringan itu adalah Kerajaan Pinang Awan yang kemudian berkembang menjadi Kesultanan Kotapinang.

Posisinya strategis.

Berada di jalur Sungai Barumun yang menghubungkan pedalaman Sumatera dengan pesisir timur dan Selat Malaka.

Melalui sungai itulah komoditas, manusia, agama, dan pengaruh politik bergerak selama berabad-abad.

Sejumlah sumber sejarah menyebut Kesultanan Kotapinang memiliki hubungan genealogis dengan lingkungan Pagaruyung yang pengaruhnya menjangkau banyak wilayah Sumatera bagian tengah dan timur (Tengku Luckman Sinar, Bangun dan Runtuhnya Kerajaan Melayu di Sumatera Timur, 2006).

Namun cerita ini menjadi lebih menarik ketika nama Mandailing mulai masuk.

Dalam tradisi Mandailing, Raja Sibaroar Nasakti Nasution merupakan figur yang sangat penting.

Ia bukan hanya leluhur genealogis.
Ia juga tampil sebagai simbol kepemimpinan dan pemersatu masyarakat Mandailing dalam berbagai tarombo dan cerita adat.

Di sinilah muncul kisah yang masih hidup hingga hari ini.

Bahwa Sibaroar Nasakti memperoleh gelar Sutan Diaru melalui pengakuan dari lingkungan kerajaan Melayu yang berkaitan dengan Kotapinang dan jaringan kerajaan sahabat pada masanya.

Meski sebagian besar kisah ini hidup dalam tradisi lisan dan tarombo adat, maknanya tetap menarik untuk dibaca.
Karena dalam tradisi politik Melayu, pemberian gelar bukan sekadar penghormatan.

Ia adalah pengakuan.
Ia adalah legitimasi.
Dan sering kali merupakan bentuk aliansi.

Jika konteks zamannya diperhatikan, muncul kemungkinan bahwa pengangkatan Sutan Diaru bukan hanya urusan Mandailing semata.

Saat itu kawasan Sumatera sedang mengalami berbagai perubahan besar.
Persaingan antarkerajaan.

Perubahan jalur perdagangan.
Serta tekanan kekuatan-kekuatan eksternal yang perlahan memasuki wilayah-wilayah tradisional.

Dalam situasi demikian, jaringan antarkerajaan menjadi sangat penting.
Dan figur seperti Sibaroar Nasakti mungkin dipandang mampu menjembatani hubungan antara pedalaman Mandailing dengan dunia Melayu di kawasan Barumun dan Kotapinang.

Karena itulah sebagian budayawan membaca Sutan Diaru bukan sekadar gelar adat.

Melainkan simbol harapan lahirnya kepemimpinan regional yang mampu memperkuat kawasan.

Menariknya, memori itu belum benar-benar hilang.

Hingga hari ini, nama Sibaroar, Sutan Diaru, Pagaruyung, dan Kotapinang masih muncul dalam berbagai diskusi sejarah lokal.

Bahkan bagi sebagian kalangan adat, hubungan Mandailing dan Kotapinang tidak pernah benar-benar putus.
Ia hanya berubah bentuk.

Dari hubungan politik menjadi hubungan budaya.

Dari aliansi kerajaan menjadi memori kolektif.

Dan mungkin itulah sebabnya mengapa setiap pertemuan antara institusi adat Kotapinang dan tokoh-tokoh dari kawasan Mandailing selalu mengandung resonansi sejarah yang lebih dalam daripada yang terlihat di permukaan. (bersambung)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Karier Polwan Berjilbab jangan Dipersempit

    Karier Polwan Berjilbab jangan Dipersempit

    • calendar_month Rabu, 19 Jun 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Jakarta – Rencana pencabutan larangan penggunaan jilbab bagi polisi wanita (polwan) jangan sampai menimbulkan diskriminasi di kemudian hari. “Yang harus diwaspadai, jangan sampai pencabutan larangan penggunaan jilbab justru menimbulkan diskriminasi. Artinya, polwan jangan kemudian hanya ditempatkan di belakang layar,” ujar Penggiat Gerakan Pemberdayaan Swara Perempuan (GPSP) Yudha Irlang kepada INILAH.COM, Selasa (18/6/2013). Apa yang dimaksud […]

  • Pertina Madina Kirim 4 Petinju ke Porprop

    Pertina Madina Kirim 4 Petinju ke Porprop

    • calendar_month Selasa, 2 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan. Empat petinju Kabupaten Mandailing Natal (Madina) yang lolos di di babak penyisihan PORWILDASU (Pekan Olah Raga Wilayah Daerah Sumatera Utara) siap meraih prestasi lebih tinggi pada even (Pekan Olah Raga Propinsi) Porprop Sumut yang akan dilaksanakan di Medan, 8-12 Nopember mendatang. Keempat petinju tersebut yakni, Rahmad Tanjung di kelas 51 Kg, Khaidir Akbar (kelas […]

  • Kejatisu harus tahan Buyung Ritonga

    Kejatisu harus tahan Buyung Ritonga

    • calendar_month Kamis, 11 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN – Kasus dugaan korupsi APBD Kabupaten Langkat TA 2000-2007 sebesar Rp102,7 miliar bukan hanya menyeret Gubernur Sumatera Utara, Syamsul Arifin saja. Tetapi juga turut didalamnya mantan bendahara umum sekaligus pemegang kas Pemkab Langkat, Buyung Ritonga. Jika Syamsul Arifin, kasusnya ditangani oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK, sedangkan Buyung Ritonga ditangani Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara. Buyung […]

  • Forum Honorer Minta Pengumuman K2 Ditunda

    Forum Honorer Minta Pengumuman K2 Ditunda

    • calendar_month Rabu, 15 Jan 2014
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    JAKARTA – Persoalan seputar seleksi CPNS 2013 terus bermunculan. Belum kelar urusan hasil tes CPNS dari jalur umum, kini muncul teriakan dari Forum Honorer Indonesia (FHI). Wadah para tenaga honorer ini malah meminta pemerintah menunda pengumuman hasil tes CPNS dari jalur honorer kategori dua (K2). Permintaan tersebut merupakan hasil Rakornas FHI yang digelar di Wisma […]

  • SMP Muara Batanggadis Cuma Ada 1 Guru PNS

    SMP Muara Batanggadis Cuma Ada 1 Guru PNS

    • calendar_month Selasa, 7 Feb 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 2Komentar

    Panyabungan (MO)- Ini terjadi di SMP Negeri 6 Kecamatan Mura Batang Gadis, Madina. Sekolah ini hanya diisi 1 guru PNS merangkap kepala sekolah. Selebihnya diperkuat beberapa tenaga guru honor. Kondisi ini gambaran kepincangan sebaran tenaga pendidik, di mana wilayah terpencil seperti Kecamatan Muara Batang Gadis mengalami kekurangan guru. Sementara di kawasan kota-kota di Madina kelebihan […]

  • Warisan Diinfaqkan ke Masjid, Menang di Pengadilan Agama

    Warisan Diinfaqkan ke Masjid, Menang di Pengadilan Agama

    • calendar_month Jumat, 16 Agt 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Ny. Patianur dan suami (saat suami masih hidup) PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Ny. Patianur (61 thn) warga Desa Bintuas, Kecamatan Natal, Mandailing Natal, Sumut, akhirnya merasa lega setelah Gugatan Kewarisan yang diajukan terhadap dirinya berhasil di menangkan oleh Kuasa Hukumnya dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Madina Yustisia, di Pengadilan Agama Panyabungan. Gugatan harta warisan tersebut […]

expand_less