Kamis, 16 Jul 2026
light_mode

LABUSEL: KETIKA RAJA KOTAPINANG HADIR DI ISTANA BUPATI (bagian 2)

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Minggu, 7 Jun 2026
  • print Cetak

Sutan Diaru dan Mimpi Besar dari Pinang Awan

 

Oleh: Tim Mandailing Epicentrum

 

Jika sejarah Sumatera dibaca hanya berdasarkan batas kabupaten modern, maka sebagian besar cerita penting kawasan ini akan hilang.

Karena pada masa lalu tidak ada Labuhanbatu Selatan.
Tidak ada Mandailing Natal.
Tidak ada Padang Lawas.

Yang ada adalah jaringan sungai, perdagangan, dan kekuasaan.

Salah satu simpul penting jaringan itu adalah Kerajaan Pinang Awan yang kemudian berkembang menjadi Kesultanan Kotapinang.

Posisinya strategis.

Berada di jalur Sungai Barumun yang menghubungkan pedalaman Sumatera dengan pesisir timur dan Selat Malaka.

Melalui sungai itulah komoditas, manusia, agama, dan pengaruh politik bergerak selama berabad-abad.

Sejumlah sumber sejarah menyebut Kesultanan Kotapinang memiliki hubungan genealogis dengan lingkungan Pagaruyung yang pengaruhnya menjangkau banyak wilayah Sumatera bagian tengah dan timur (Tengku Luckman Sinar, Bangun dan Runtuhnya Kerajaan Melayu di Sumatera Timur, 2006).

Namun cerita ini menjadi lebih menarik ketika nama Mandailing mulai masuk.

Dalam tradisi Mandailing, Raja Sibaroar Nasakti Nasution merupakan figur yang sangat penting.

Ia bukan hanya leluhur genealogis.
Ia juga tampil sebagai simbol kepemimpinan dan pemersatu masyarakat Mandailing dalam berbagai tarombo dan cerita adat.

Di sinilah muncul kisah yang masih hidup hingga hari ini.

Bahwa Sibaroar Nasakti memperoleh gelar Sutan Diaru melalui pengakuan dari lingkungan kerajaan Melayu yang berkaitan dengan Kotapinang dan jaringan kerajaan sahabat pada masanya.

Meski sebagian besar kisah ini hidup dalam tradisi lisan dan tarombo adat, maknanya tetap menarik untuk dibaca.
Karena dalam tradisi politik Melayu, pemberian gelar bukan sekadar penghormatan.

Ia adalah pengakuan.
Ia adalah legitimasi.
Dan sering kali merupakan bentuk aliansi.

Jika konteks zamannya diperhatikan, muncul kemungkinan bahwa pengangkatan Sutan Diaru bukan hanya urusan Mandailing semata.

Saat itu kawasan Sumatera sedang mengalami berbagai perubahan besar.
Persaingan antarkerajaan.

Perubahan jalur perdagangan.
Serta tekanan kekuatan-kekuatan eksternal yang perlahan memasuki wilayah-wilayah tradisional.

Dalam situasi demikian, jaringan antarkerajaan menjadi sangat penting.
Dan figur seperti Sibaroar Nasakti mungkin dipandang mampu menjembatani hubungan antara pedalaman Mandailing dengan dunia Melayu di kawasan Barumun dan Kotapinang.

Karena itulah sebagian budayawan membaca Sutan Diaru bukan sekadar gelar adat.

Melainkan simbol harapan lahirnya kepemimpinan regional yang mampu memperkuat kawasan.

Menariknya, memori itu belum benar-benar hilang.

Hingga hari ini, nama Sibaroar, Sutan Diaru, Pagaruyung, dan Kotapinang masih muncul dalam berbagai diskusi sejarah lokal.

Bahkan bagi sebagian kalangan adat, hubungan Mandailing dan Kotapinang tidak pernah benar-benar putus.
Ia hanya berubah bentuk.

Dari hubungan politik menjadi hubungan budaya.

Dari aliansi kerajaan menjadi memori kolektif.

Dan mungkin itulah sebabnya mengapa setiap pertemuan antara institusi adat Kotapinang dan tokoh-tokoh dari kawasan Mandailing selalu mengandung resonansi sejarah yang lebih dalam daripada yang terlihat di permukaan. (bersambung)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Panen Raya Padi di Madina, Penyedia Jasa Mesin Rontok Padi Banjir Orderan

    Panen Raya Padi di Madina, Penyedia Jasa Mesin Rontok Padi Banjir Orderan

    • calendar_month Kamis, 5 Okt 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN( Mandailing Online )- Panen raya padi di wilayah Kabupaten Mandailing Natal membuat penyedia jasa mesin perontok padi kebanjiran orderan. Mursal salah satunya, selama sepekan terakhir, mesin perontok padi miliknya selalu dapat orderan. “Jasa yang harus dibayar petani dihitung per kaleng hasil panen padi yakni 4000 rupiah. Dalam satu hari bisa empat areal sawah yang […]

  • Camat di Madina Keluhkan Minimnya Anggaran Operasional dampak Efisiensi

    Camat di Madina Keluhkan Minimnya Anggaran Operasional dampak Efisiensi

    • calendar_month Selasa, 28 Apr 2026
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    MADINA || Mandailing Online – Efisiensi anggaran mulai terasa pahit di tingkat kecamatan. Sejumlah camat di Mandailing Natal mengaku kewalahan, terutama yang wilayahnya jauh dari pusat pemerintahan di Panyabungan. “Terkadang kita kewalahan di biaya transportasi. Dalam satu bulan bisa 3 kali ke ibu kota kabupaten untuk hadiri rapat pemerintahan. Biaya yang dikeluarkan tidak sebanding dengan anggaran […]

  • Rawan Longsor, Kementerian PUPR Bangun Tembok Penahan di Jalinsum Morsip

    Rawan Longsor, Kementerian PUPR Bangun Tembok Penahan di Jalinsum Morsip

    • calendar_month Kamis, 25 Nov 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MUARA SIPONGI (Mandailing Online) – Jalan Nasional di titik Desa Tanjung Alai, Dusun Pintu Angin, Kecamatan Muara Sipongi (Morsip) Kabupaten Mandailing Natal sedang berlangsung pembangunan tembok penahan longsor tebing. Pembiayaan proyek ini berasal dari Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Titik ini termasuk rawan longsor,  dan beberapa ruas […]

  • Kuburan Godang Abad 8 di Pidoli

    Kuburan Godang Abad 8 di Pidoli

    • calendar_month Selasa, 16 Apr 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Di Desa Pidoli Lombang, Panyabungan, Mandailing Natal, Sumut, ada makam besar. Perkiraan dibina abad 8 Masehi. Para arkeolog menyebutnya Makam Godang. Tetapi, warga Desa Pidoli menyebutnya Kuburan Godang (Kuburan Besar). Kuburan ini berlokasi di kawasan persawahan arah selatan pemukiman Pidoli Lombang. Dapat dijangkau melalui jalan tanah dengan kenderaan roda empat, sekitar 200 meter dari […]

  • Pemkab Madina Belum Tuntaskan Batas Kecamatan Bermasalah

    Pemkab Madina Belum Tuntaskan Batas Kecamatan Bermasalah

    • calendar_month Selasa, 16 Okt 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Madina) sejauh ini belum menetapkan tata batas yang bersifat final, baik tata batas antar kecamatan maupun antar desa. Tata batas berpolemik di Madina sebagai dampak rangkaian pemekaran kecamatan maupun pemekaran desa di masa pemerintahan Bupati Amru Daulay. Kepala Bagian Tata Pemerintahan Setdakab Madina, Hasan Basri Rangkuty kepada […]

  • Ketika MBG Tidak Bergizi

    Ketika MBG Tidak Bergizi

    • calendar_month Kamis, 22 Mei 2025
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Hadi Kartini Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari awal perencanaannya sudah menjadi perbincangan yang kontroversial. Mulai dari dana yang dipakai untuk membiayai program ini, sampai harga yang ditetapkan per porsi makanan. Ditambah masalah yang dihadapi setelah program ini berjalan. Pembayaran biaya program MBG yang tidak lancar kepada penyelenggara penyediaan MBG dan sekarang adanya keracunan […]

expand_less