Selasa, 6 Okt 2026
light_mode

Heran, Mendagri tertawakan DPRD Sumut

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Jumat, 22 Jul 2011
  • print Cetak

JAKARTA – Setelah tidak mendapatkan izin dari protokoler Sekretariat Wakil Presiden, kehadiran 25 anggota beserta pimpinan DPRD Sumatera Utara (Sumut) ke Jakarta terus dipertanyakan. Kehadiran mereka pun ditertawakan oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri).

Disinggung soal kedatangan 25 anggota serta pimpinan DPRD Sumut yang ingin mempertanyakan status Sekretaris Daerah (Sekda) Sumut, Gamawan Fauzi sedikit heran. Gamawan tak mengerti tujuan kedatangan anggota legislatif tersebut ke Jakarta.

“Hadirnya (ke Jakarta) mungkin studi banding,” kata Gamawan sambil tertawa kepada Waspada Online, hari ini, di kantor presiden Jakarta. Gamawan menegaskan proses penetapan Sekda Sumut sudah berada di tangan tim penilai akhir (TPA). Kemendagri tidak dapat berbuat banyak karena sudah diluar kewenangannya.

Lagi pula, lanjutnya, kewenangan terhadap hasil proses penetapan Sekda merupakan domain gubernur. “Tetap saja mekanismenya yang lebih berwenang ya gubernur bukan DPRD,” imbuh mantan Gubernur Sumatera Barat ini.

Ketika ditanya apakah kepentingan DPRD Sumut mempertanyakan ke Wapres, Gamawan menegaskan, “Ya boleh saja menyampaikan aspirasi, tapi secara mekanisme yang berhak lagi gubernur.”

Sebelumnya, rombongan 25 anggota dan pimpinan DPRD Sumut yang dipimpin Wakil Ketua DPRD Sumut, Kamaluddin Harahap, ke Jakarta dengan niat mendatangi Wakil Presiden, Boediono. Mereka ingin mempertanyakan status Sekda Sumut yang belum segera ditetapkan secara definitif.

Namun kedatangan tersebut seperti orang awam yang memasuki wilayah baru. Prosedur protokoler tidak dijalankan sehingga rombongan tidak dapat diterima Wapres yang merupakan ketua TPA. Seolah pasrah tak diterima tanpa protokoler yang jelas Kamaluddin beralasan, “Kalau sudah ditetapkan, ngapain lagi kita ke sana.”

Tak perlu mendatangi Wapres lagi akibat rombongan mendapat kabar bahwa dalam pekan ini akan ada kepastian Sekda Sumut definitif ditetapkan. Padahal Mendagri menegaskan kepada Waspada Online di kantor Wapres kemarin, bahwa keputusan belum akan dibuat dalam pekan ini.

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Doa Untuk Muslim Thailand Selatan (1)

    Doa Untuk Muslim Thailand Selatan (1)

    • calendar_month Kamis, 21 Nov 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 2Komentar

    MEREKA HENDAK MENGGANTI BAHASA KAMI (Liputan Rizki Lesus, wartawan Alhikmah, tim Jurnalis Islam Bersatu dalam Road4Peace, Ahad 17 November 2013) “Drr…drr…drr..” desing Helikopter hilir mudik menggantung di langit Yala, Thailand. Malam itu, di atas Mesjid Besar Darul Muhajirin, di jantung kota, suaranya berderu kencang. Kelap-kelip merah berputar-putar di atas kota Yala. Entah tak tahu mengapa […]

  • Modernisasi Pada Bentuk dan Tema Dalam Prosa-Prosa Willem Iskander (1840-1876) (bagian 1)

    Modernisasi Pada Bentuk dan Tema Dalam Prosa-Prosa Willem Iskander (1840-1876) (bagian 1)

    • calendar_month Rabu, 1 Feb 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: HARIS SUTAN LUBIS Fakultas Sastra Universitas Sumatera Utara Abstract Willem Iskander is known as an educator and man of letters from South Tapanuli. He produced poem and prose in Si Bulus-Bulus Si Rumbuk-Rumbuk in nineteenth century. His prose is differed from the prose form at that moment. The form of his prose is short […]

  • Aturan Syariat Terhadap Perempuan Kembali Dipropogandakan Negatif!

    Aturan Syariat Terhadap Perempuan Kembali Dipropogandakan Negatif!

    • calendar_month Kamis, 9 Sep 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Nahdoh Fikriyyah Islam Dosen dan Pengamat Politik Semenjak Taliban menguasai Afganistan, isu miring terhadap perempuan dan syariat kembali dihembuskan. Siapa lagi kalau bukan sekelompok pemikir liberal yang mengatasnamakn perjuangan hak-hak perempuan. Merekalah kaum feminis yang diracuni pemikirannya jauh dari nilai-nilai Islam dan mendewakan budaya kebebasan Barat liberal. Implementasi sebagian syariat Islam bagi kaum perempuan […]

  • Kejaksaan Tetapkan Camat Natal Tersangka Korupsi Dana Desa

    Kejaksaan Tetapkan Camat Natal Tersangka Korupsi Dana Desa

    • calendar_month Selasa, 3 Agt 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    NATAL (Mandailing Online) – Camat Natal inisial “R” (55 tahun) ditetapkan sebagai tersangka oleh jaksa penyidik Cabang Kejaksaan Negeri Mandailing Natal di Natal dalam kasus dugaan korupsi Dana Desa. Kacabjari Natal, Yus Imam M. Harefa SH.MH kepada wartawan, Selasa (3/8/2021) mengatakan penetapan tersangka dilakukan pada tanggal 02 Agustus 2021 berdasarkan rangkaian penyidikan dan gelar perkara. Terdapat banyak […]

  • Gordang Sambilan Menggema di Istana Merdeka

    Gordang Sambilan Menggema di Istana Merdeka

    • calendar_month Jumat, 17 Agt 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    Jakarta (MO) – Untuk kali pertama, Gordang Sambilan dipertunjukkan di istana merdeka, Jakarta. Alat musik tradisional Mandailing tersebut dipagelarkan dalam acara HUT RI, Jum’at (17/8). Sebanyak 4 orang pemain gordang dari Desa Hutagodang, Ulu Pungkut, Kabupaten Mandailing Natal berangkat pekan lalu ke Jakarta untuk memenuhi pertunjukan Goradang Sambilan. Pemain tambahan diisi oleh orang Mandailing yang […]

  • PDIP Madina Desak Penertiban Mesin Galundung

    PDIP Madina Desak Penertiban Mesin Galundung

    • calendar_month Selasa, 29 Mar 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan, Wakil Ketua DPC PDI Perjuangan Mandailing Natal (Madina) Iskandar Hasibuan yang juga Anggota DPRD Madina mendesak Muspida Plus secepatnya menertibkan pengoperasian alat pengolah emas (mesin galundung) yang kini merajalela di Kota Panyabungan dan Kecamatan Hutabargot. Itu dikatakannya kepada wartawan, Jumat (25/03/2011) di Kantor DPRD Madina, usai meninjau wilayah tambang rakyat di Kecamatan Hutabargot yang […]

expand_less