Jumat, 28 Agu 2026
light_mode

Tabagsel Mulai Bergerak, Jangan Berhenti di Foto Bersama

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Sabtu, 30 Mei 2026
  • print Cetak

 

Oleh: Tim Mandailing Episentrum

 

Ada sesuatu yang berbeda dari pertemuan para kepala daerah Tapanuli Bagian Selatan di Padangsidimpuan beberapa hari lalu. Untuk pertama kalinya setelah sekian lama, publik melihat sinyal bahwa elite daerah mulai berbicara bukan sekadar atas nama kabupaten masing-masing, tetapi atas nama kawasan.

Isu yang dibahas memang tentang bandara:

* Bandara Aek Godang di Padang Lawas Utara,
* dan Bandara Jenderal Besar AH Nasution di Mandailing Natal.

Namun sesungguhnya, yang sedang dipertaruhkan jauh lebih besar daripada urusan penerbangan.

Yang sedang dicari adalah masa depan konektivitas dan arah pembangunan regional Tabagsel.

Dan itu penting.

Karena terlalu lama kawasan ini berjalan dalam pola yang terpecah:
kabupaten sibuk sendiri,
kota berjalan sendiri,
anggaran sendiri,
ego sendiri,
dan pembangunan sendiri-sendiri.

Akibatnya, Tabagsel kaya potensi tetapi miskin akselerasi.

Padahal kawasan ini memiliki hampir semua modal dasar:
sumber daya alam,
perkebunan,
pertanian,
jalur perdagangan,
budaya kuat,
sejarah panjang,
hingga posisi geografis strategis di pantai barat Sumatera.

Yang lemah hanya satu:
konektivitas.

Maka ketika para kepala daerah mulai duduk bersama membahas bandara, jalan penghubung, dan transportasi regional, itu patut diapresiasi sebagai langkah awal yang sehat.

Inisiatif yang dimotori Bupati Mandailing Natal Saipullah Nasution setidaknya menunjukkan satu hal:
elite Tabagsel mulai sadar bahwa mereka tidak akan mampu berlari cepat bila terus bergerak sendiri-sendiri.

Namun di titik inilah tantangan sesungguhnya dimulai.

Sebab sejarah pembangunan daerah terlalu sering dipenuhi:
rapat koordinasi,
penandatanganan notulen,
foto bersama,
dan pernyataan dukungan,
tetapi minim eksekusi nyata.

Karena itu, forum ini jangan berhenti sebagai seremoni politik regional semata.

Tabagsel membutuhkan agenda konkret yang langsung terasa dampaknya bagi mobilitas masyarakat dan ekonomi kawasan.

Salah satu yang paling mendesak adalah pemantapan jalur Padangsidimpuan–Malintang.

Ini jalur strategis.

Kalau kualitas ruas ini benar-benar ditingkatkan secara serius — mulus, aman, minim hambatan, dan terkoneksi baik — maka perjalanan Sidimpuan–Malintang sangat mungkin ditempuh sekitar satu jam dengan rata-rata kecepatan kendaraan 75 kilometer per jam.

Dampaknya tidak kecil.

Jalur cepat ini akan:

* memperpendek psikologi jarak antarwilayah,
* mempercepat akses menuju Bandara AH Nasution,
* memperlancar distribusi barang,
* memudahkan mobilitas mahasiswa, pedagang, ASN, dan investor,
* sekaligus menjadikan bandara benar-benar hidup karena ditopang hinterland yang luas.

Karena bandara tanpa akses jalan cepat hanyalah bangunan mahal yang sepi penumpang.

Di sinilah pentingnya melihat Tabagsel sebagai satu kesatuan ekonomi regional.

Padangsidimpuan tidak cukup hanya menjadi kota administratif. Ia harus menjadi simpul jasa dan perdagangan kawasan.

Mandailing Natal tidak cukup hanya menjadi daerah kaya sumber daya. Ia harus menjadi gerbang konektivitas pantai barat.

Padang Lawas dan Padang Lawas Utara harus terhubung cepat agar tidak terus terisolasi secara logistik.

Sementara Tapanuli Selatan harus memainkan peran sebagai penguat hinterland regional.

Artinya, pembangunan Tabagsel ke depan tidak bisa lagi memakai pola lama:
“siapa dapat apa.”

Tetapi harus bergerak dengan paradigma baru:
“apa yang membuat kawasan ini tumbuh bersama.”

Kalau konektivitas udara berhasil,
jalan lintas regional dipercepat,
dan ego antardaerah mulai dikurangi,
maka Tabagsel sebenarnya memiliki peluang besar menjadi poros pertumbuhan baru di Sumatera Utara bagian selatan.

Dan mungkin untuk pertama kalinya setelah sekian lama,
kita mulai melihat tanda-tanda awal ke arah sana.

Sekarang tinggal satu pertanyaan:
apakah semangat ini akan benar-benar dibangun sampai tuntas, atau kembali menguap sebagai arsip rapat dan dokumentasi protokoler belaka?(*)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Alumni SMA Harun Mustafa Bawa Pesan Coblos Nomor 1 di Pilkada Madina

    Alumni SMA Harun Mustafa Bawa Pesan Coblos Nomor 1 di Pilkada Madina

    • calendar_month Sabtu, 9 Nov 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    MADINA ( Mandailing Online ): Tim relawan alumni SMA Willem Iskandar Tanobato untuk paslon 1 Harun Mustafa Nasution -Ichwan Husen Nasution seolah tak kenal lelah. dengan dor to dor, sejumlah alumni bergerak mendatangi alumni SMA Tano Bato yang ada di Kabupaten Mandailing Natal. Relawan calon Bupati dan Wakil Bupati Madina nomor urut 1 itu membawa […]

  • Hakim PTTUN Tolak Gugatan Ali Mutiara-Safron

    Hakim PTTUN Tolak Gugatan Ali Mutiara-Safron

    • calendar_month Jumat, 18 Sep 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Putusan Hakim PTTUN Medan dikabarkan menolak gugatan Ali Mutiara-Safron dalam sidang sengketa Pilkada Madina pada sidang pembacaan putusan, Jum’at pagi (18/9). Kabar putusan PTTUN (Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara) Medan ini beredar di Panyabungan, Jum’at. Hanya saja, apakah PTTUN menolak secara kesuluran atau sebagian, sejauh ini belum diketahui. Hingga berita ini […]

  • DCS Dapil 5 PKB Madina

    DCS Dapil 5 PKB Madina

    • calendar_month Selasa, 9 Jul 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Daftar Calon Sementara Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Pemilihan Umum Tahun 2014 Dapil 5 dari PKB Madina. Memperebutkan 9 kursi Meliputi Kecamatan Panyabungan Utara, Siabu, Bukit Malintang, Huta Bargot dan Naga Juang.

  • Perampok Gasak Uang Bendahara Sekwan Labusel

    Perampok Gasak Uang Bendahara Sekwan Labusel

    • calendar_month Senin, 17 Sep 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Ditodong Pistol, Rp200 Juta Uang Operasional Anggota DPRD Lewong LABUHANBATU (MO)-Labuhanbatu Selatan (Labusel) mulai tidak aman. Delapan perampok dengan menggunakan senjata api (senpi) menggasak uang operasional anggota DPRD Labusel yang baru ditarik Bendahara di Sekretariat DPRD (Sekwan) Labusel, Mahrizal (52) bersama rekannya Fauzi (27) dari kantor Unit Bank Sumut, Kota Pinang, Jumat (14/9) sekitar pukul […]

  • Siswa SMKN 1 Sipirok MOGOK BELAJAR

    Siswa SMKN 1 Sipirok MOGOK BELAJAR

    • calendar_month Selasa, 17 Mei 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    SIPIROK- Kepala SMKN 1 Sipirok Bandahara Spd mengaku siap mundur jika tidak berhasil membenahi kinerja di sekolah yang dipimpinnya. Namun, tetap saja ratusan siswa berunjuk rasa kemarin, bahkan mereka mogok belajar. Pantauan METRO Senin (16/5) sekitar pukul 07.30 WIB, ratusan siswa dengan pakaian putih abu-abu berbaris memanjang di pinggir jalan depan pintu gerbang sekolah yang […]

  • Si Balkom Manjalaki Rongkap (2)

    Si Balkom Manjalaki Rongkap (2)

    • calendar_month Senin, 8 Feb 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Na isuratkon: Ramli Hasibuan “Olo Umak, uingotima sipaingotni Umak i, sareto sipaingotni aya na jolo-jolo i,” mangalusi Si Balkom. Tai matani ia leng totop mangaligin tigor tu inangni ia i. “Umak, ra do Umak manangion au Umak. Adong dokonon ku tu Umak. Biado Umak?” ning ia lalu ipadonok ia ibani ia tu Umakni ia. Ipagulung […]

expand_less