Sabtu, 30 Mei 2026
light_mode

Tabagsel Mulai Bergerak, Jangan Berhenti di Foto Bersama

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month 0 menit yang lalu
  • print Cetak

 

Oleh: Tim Mandailing Episentrum

 

Ada sesuatu yang berbeda dari pertemuan para kepala daerah Tapanuli Bagian Selatan di Padangsidimpuan beberapa hari lalu. Untuk pertama kalinya setelah sekian lama, publik melihat sinyal bahwa elite daerah mulai berbicara bukan sekadar atas nama kabupaten masing-masing, tetapi atas nama kawasan.

Isu yang dibahas memang tentang bandara:

* Bandara Aek Godang di Padang Lawas Utara,
* dan Bandara Jenderal Besar AH Nasution di Mandailing Natal.

Namun sesungguhnya, yang sedang dipertaruhkan jauh lebih besar daripada urusan penerbangan.

Yang sedang dicari adalah masa depan konektivitas dan arah pembangunan regional Tabagsel.

Dan itu penting.

Karena terlalu lama kawasan ini berjalan dalam pola yang terpecah:
kabupaten sibuk sendiri,
kota berjalan sendiri,
anggaran sendiri,
ego sendiri,
dan pembangunan sendiri-sendiri.

Akibatnya, Tabagsel kaya potensi tetapi miskin akselerasi.

Padahal kawasan ini memiliki hampir semua modal dasar:
sumber daya alam,
perkebunan,
pertanian,
jalur perdagangan,
budaya kuat,
sejarah panjang,
hingga posisi geografis strategis di pantai barat Sumatera.

Yang lemah hanya satu:
konektivitas.

Maka ketika para kepala daerah mulai duduk bersama membahas bandara, jalan penghubung, dan transportasi regional, itu patut diapresiasi sebagai langkah awal yang sehat.

Inisiatif yang dimotori Bupati Mandailing Natal Saipullah Nasution setidaknya menunjukkan satu hal:
elite Tabagsel mulai sadar bahwa mereka tidak akan mampu berlari cepat bila terus bergerak sendiri-sendiri.

Namun di titik inilah tantangan sesungguhnya dimulai.

Sebab sejarah pembangunan daerah terlalu sering dipenuhi:
rapat koordinasi,
penandatanganan notulen,
foto bersama,
dan pernyataan dukungan,
tetapi minim eksekusi nyata.

Karena itu, forum ini jangan berhenti sebagai seremoni politik regional semata.

Tabagsel membutuhkan agenda konkret yang langsung terasa dampaknya bagi mobilitas masyarakat dan ekonomi kawasan.

Salah satu yang paling mendesak adalah pemantapan jalur Padangsidimpuan–Malintang.

Ini jalur strategis.

Kalau kualitas ruas ini benar-benar ditingkatkan secara serius — mulus, aman, minim hambatan, dan terkoneksi baik — maka perjalanan Sidimpuan–Malintang sangat mungkin ditempuh sekitar satu jam dengan rata-rata kecepatan kendaraan 75 kilometer per jam.

Dampaknya tidak kecil.

Jalur cepat ini akan:

* memperpendek psikologi jarak antarwilayah,
* mempercepat akses menuju Bandara AH Nasution,
* memperlancar distribusi barang,
* memudahkan mobilitas mahasiswa, pedagang, ASN, dan investor,
* sekaligus menjadikan bandara benar-benar hidup karena ditopang hinterland yang luas.

Karena bandara tanpa akses jalan cepat hanyalah bangunan mahal yang sepi penumpang.

Di sinilah pentingnya melihat Tabagsel sebagai satu kesatuan ekonomi regional.

Padangsidimpuan tidak cukup hanya menjadi kota administratif. Ia harus menjadi simpul jasa dan perdagangan kawasan.

Mandailing Natal tidak cukup hanya menjadi daerah kaya sumber daya. Ia harus menjadi gerbang konektivitas pantai barat.

Padang Lawas dan Padang Lawas Utara harus terhubung cepat agar tidak terus terisolasi secara logistik.

Sementara Tapanuli Selatan harus memainkan peran sebagai penguat hinterland regional.

Artinya, pembangunan Tabagsel ke depan tidak bisa lagi memakai pola lama:
“siapa dapat apa.”

Tetapi harus bergerak dengan paradigma baru:
“apa yang membuat kawasan ini tumbuh bersama.”

Kalau konektivitas udara berhasil,
jalan lintas regional dipercepat,
dan ego antardaerah mulai dikurangi,
maka Tabagsel sebenarnya memiliki peluang besar menjadi poros pertumbuhan baru di Sumatera Utara bagian selatan.

Dan mungkin untuk pertama kalinya setelah sekian lama,
kita mulai melihat tanda-tanda awal ke arah sana.

Sekarang tinggal satu pertanyaan:
apakah semangat ini akan benar-benar dibangun sampai tuntas, atau kembali menguap sebagai arsip rapat dan dokumentasi protokoler belaka?(*)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Lima Pengedar Ganja Antar Provinsi Digulung

    Lima Pengedar Ganja Antar Provinsi Digulung

    • calendar_month Minggu, 26 Des 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MADINA, Kepolisian Resort (Polres) Kabupaten Mandailing Natal (Madina) berhasil menggulung 5 pengedar ganja antar provinsi di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) Kecamatan Muara Sipongi, Kabupaten Madina, Selasa (21/12). Kelimanya yang kini mendekam di tahanan Polres Madina merupakan warga Sumatera Barat (Sumbar). Adapun kelima tersangka tersebut, yakni Aria Ananda Chaniago (32) warga Kampung Jawa Nomor 688, Kecamatan […]

  • Tiap tahun ratusan polisi dipecat

    Tiap tahun ratusan polisi dipecat

    • calendar_month Jumat, 5 Okt 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    BANDUNG, (MO) – Sepanjang tahun 2012, seratusan anggota Polri dipecat dari keanggotaan karena melanggar kode etik kepolisian. Wakapolri Komisaris Jenderal Polisi Nanan Sukarna menjelaskan, setiap tahunnya, 300-500 anggota Polri di Indonesia dipecat dengan tidak hormat. “Untuk tahun ini atau saat ini sudah seratusan lebih yang dipecat,” jelas Nanan saat ditemui di Hotel Royal Panghegar, hari […]

  • Ruhut: Soeharto Sangat Layak Jadi Pahlawan

    Ruhut: Soeharto Sangat Layak Jadi Pahlawan

    • calendar_month Senin, 25 Okt 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Anggota Komisi III bidang hukum DPR dari Fraksi Partai Demokrat Ruhut Sitompul mendukung penuh pemberian gelar pahlawan bagi mantan Presiden Soeharto. Ruhut menilai, Soeharto sangat berjasa bagi pembangunan bangsa. “Soeharto sangat layak menjadi pahlawan,” kata Ruhut Sitompul di gedung DPR, Jakarta, Senin 25 Oktober 2010. Menurut Ruhut, Soeharto juga berjasa dalam membangun gedung-gedung dan fasilitas […]

  • Bupati akan Pertemukan PT SMGP dan Kades Sibanggor Julu

    Bupati akan Pertemukan PT SMGP dan Kades Sibanggor Julu

    • calendar_month Selasa, 13 Sep 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Bupati Mandailing Natal (Madina), Jafar Sukhairi Nasution menyatakan Pemda Madina akan mempertemukan pihak PT SMGP dengan kepala Desa Sibanggor Julu. Itu dikatakan Sukhairi kepada Mandailing Online dan Start News di Panyabungan, Selasa (13/9/2022) menyikapi polemik beredarnya balasan surat PT Sorik Marapai Geothermal Power (SMGP) kepada kepala Desa Sibanggor Julu yang belakangan […]

  • BPS RI : Sebutan “Batak Mandailing” Sudah Diganti dengan “Mandailing”

    BPS RI : Sebutan “Batak Mandailing” Sudah Diganti dengan “Mandailing”

    • calendar_month Kamis, 13 Feb 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA (Mandailing Online) – Badan Pusat Statistik (BPS) Indonesia telah mencantumkan “Mandailing” sebagai nama suku di dalam Sensus Penduduk 2020. Itu diungkapkan Kepala BPS RI, Dr. Suhariyanto menjawab Mandailing Online via WhatsApp, Kamis (13/2/2020). Pencantuman “Mandailing” ini merupakan perubahan dari sebutan “Batak Mandailing” yang terlanjur dicantumkan dalam kolom nama suku di Sensus Penduduk tahun 2010 […]

  • Bibit Padi Yang Diduga Kadaluarsa, Dinas Pertanian Madina Tuding Dinas Pertanian Sumut

    Bibit Padi Yang Diduga Kadaluarsa, Dinas Pertanian Madina Tuding Dinas Pertanian Sumut

    • calendar_month Rabu, 8 Feb 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pihak Dinas Pertanian Madina belum memberikan konfirmasi soal bantuan bibit padi varietas Mekongga yang diterima petani sebagai bibit yang diduga kadaluarsa. Mandailing Online tak berhasil menemui Kepala Dinas Pertanian Mandailing Natal (Madina), Taufik Zulhandra Ritonga, ketika Mandailing Online mendatangi kantornya, Rabu (8/2/2016). Kepala Bidang Holtikultura, Juli juga tak ditemukan di kantor […]

expand_less