Sabtu, 11 Jul 2026
light_mode

Anomali Piala Dunia 2026

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month 11 menit yang lalu
  • print Cetak

Oleh: Subuh Iskandar Batubara
Pegiat di GEREP INSTITUTE (Pusat Kajian Mandailing Natal)

 

Piala Dunia adalah sihir, kata seorang kawan. Bayangkan! Lebih dari separuh populasi penduduk dunia bisa dijangkau olehnya. Dan lebih dari separuh jumlah itu pula bisa tersihir dan menunggu perhelatannya. Mereka yang sudah tersihir akan rela menahan tidur sampai larut malam, demi bisa menyaksikan tim kesayangan berlaga.

Tak peduli mereka ada gejala hipertensi, diabetes melitus atau orang dengan sistem imun lemah. Tak peduli esok hari mereka akan berangkat melakukan tugas yang teramat berat atau beresiko. Juga tak peduli rutinitas menyerahkan uang belanja untuk istri di rumah belum terpenuhi. Tak ada yang peduli. Pengaruh sihir itu begitu jumawa, seolah merambat, menembus batas ruang dan waktu.

Piala Dunia ini juga bisa meredakan (sejenak) konflik yang sedang membara. Lihat, ketika tim Nasional Iran dengan “genit’ menulis pesan terimakasih dan embel-embelnya–diwakili oleh kapten Taremi dan beberapa rekannya–lalu pesan itu ditinggal di ruang ganti stadion SoFi di Los Angeles, usai menjalani pertandingan fase grup.

Namun, sihir itu terhenti sejenak. Bak detak jantung yang tiba-tiba melambat. Ruwet, genting bahkan terkesan kritis. Waktunya, persis dinihari Selasa, tanggal 7 Juli. Bertempat di Marcedes-Benz stadium, Atlanta, negara bagian Georgia.

Kronologisnya, menit ke 57, Marwan Mattia–sang midfielder Mesir –kuasai bola. Coba direbut Lisandro Martinez, terjadi perebutan bola, Martinez terjatuh. Namun wasit tidak meniup pluit. Serangan terus berlanjut, Marwan melakukan solorun. Memasuki jantung pertahanan Argentina, berikan umpan matang ke Mostafa Zico dan… gol.

Tapi apa lacur. Wasit meninjau monitor, melakukan VAR (Video Assistant Referee). Jelas Lisandro Martinez jatuh, tapi wasit tidak meniup pluit kala insiden. Alih-alih menunjuk tengah lapangan, wasit Francois Letexier asal Prancis malah menganulir gol.

Dunia pun gempar. Komentar dan tudingan muncul di jagad maya. Netizen yang maha tahu memvonis, hasil pertandingan sudah diseting oleh Gianni Infantino, sang presiden FIFA.

Infantino Tumpul ke Atas

Tuduhan netizen memang tidak berdasar. Tapi juga, tidak tendensius.

Jauh sebelum Piala Dunia 2026. Gianni Infantino mengambil satu putusan yang tegas. Tepatnya pada tahun 2022, ketika FIFA mem-banned Rusia.

Rusia tidak boleh ikut agenda FIFA, karena mereka menyerang negara yang berdaulat.  Menginvasi Ukraina, membunuh warga tidak berdosa. Meruntuhkan warisan budaya juga situs serta bangunan bersejarah. Lalu mereka disanksi. Bukankah olahraga, apalagi sepakbola adalah katalisator perdamaian dunia ?

Lalu datanglah 2026. Tahun yang ditunggu begitu banyak orang. Karena di tahun ini akan dihelat kompetisi sepakbola paling akbar sejagat.

Di awal tahun, tepatnya di bulan Pebruari. Amerika yang didaulat jadi tuan rumah Piala Dunia 2026, malah berulah. Bersama sekutunya, mereka menyerang  beberapa kota. Menargetkan aset mliter Iran, membunuh para pemimpin dan peminpin tertinggi Iran. Duta besar Iran untuk PBB menyatakan, lebih dari 1500 orang sipil sudah terbunuh. Termasuk 175 orang anak tak berdosa di Sekolah Dasar Shajareh Tayyebeh di kota Minab. Mendengarnya, terasa dada kita bak ditimpa benda berukuran sangat berat. Menyesakkan !

Serangan itu begitu cepat meningkat menjadi perang regional, dengan dampak luas terhadap rantai pasokan penting dan bantuan kemanusiaan. Penutupan Selat Hormuz—ekses dari perang tersebut—telah menyebabkan guncangan ekonomi secara global.

Di mana Infantino di saat dan pasca serangan Amerika ke Iran? Infantino memang berada tidak jauh-jauh amat dari Trump, presiden Amerika. Presiden FIFA Gianni Infantino dan Presiden Amerika Serikat dijadwalkan akan menyaksikan secara bersama final Piala Dunia 2026. Kemudian bersama pula membagikan trofi kepada pemeneang di New York/New jersey. Teranyar dan paling kontroversi, juga (mendengarnya) membuat perut kita terasa mual. Secara terbuka Trump meminta FIFA meninjau kartu merah pemain Amerika, Folarin Balogun.

Dan gilanya, revisi kartu merah sang pemain dilaksanakan. Berdemagogi menggunakan pasal 27 kode disiplin, FIFA kemudian menangguhkan hukuman dan larangan bermain untuk satu pertandingan.

Ibarat seorang koki yang sedang menyiapkan menu makanan. Pisau Infantino hanya tajam mencincang ke bawah. Tapi tumpul saat  dipergunakan untuk mengerat ke atas.

Semarak Piala Dunia di Madina

Sejenak kita lupakan Infantino dengan peran ambigunya. Karena, lambat laun semua akan mengalir dengan alami, melewati kanalnya masing-masing. Jika tiba saatnya, biarlah sejarah yang akan mengenang. Akan ada pertinggal sejarah yang berbau harum dan ada pula yang sebaliknya.

Mari kita ke kampung halaman tercinta, ke  Mandailing Natal. Di sini, semarak Piala Dunia ini juga begitu kental terasa. Slogan sepakbola gembira juga turut dirasakan masyarakat.

Di Alun-Alun kota Panyabungan, pemkab memasang layar lebar. Agar masyarakat bisa menikmati siaran langsung Piala Dunia. Pun, sampai ke pelosok Desa. Pasti ada warung kopi yang buka hingga larut malam, karena memutar televisi yang menyiarkan pertandingan sepakbola. Nobar atau nonton bareng adalah hiburan yang amat menarik di zaman yang serba efisiensi ini.

Harapan saya dan kita semua tentunya, spirit atau semangat Piala Dunia tidak hanya sampai di sini. Pemerintah harus hadir. Anak muda harus ada sarana untuk mengasah bakat berolahraga. Sarana yang punya daya tarik, sehingga mereka merasa menikmati dan menjadi kerasan. Dan pada akhirnya waktu untuk hal-hal yang sifatnya merugikan diri sendiri juga orang lain, semakin terminimalisir.

Piala Dunia adalah sihir, kata seorang kawan. Banyak kejadian di luar nalar. Maka untuk para pembaca, mari kita menikmatinya. ***

 

 

 

 

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • IPM Sorot Aksi Coret Baju di Kalangan Pelajar

    IPM Sorot Aksi Coret Baju di Kalangan Pelajar

    • calendar_month Sabtu, 13 Apr 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Trend corat coret pakaian di kalangan plajar kembali terjadi pasca pengumuman kelulusan SMA sederajat. Penomena ini menjadi keprihatinan Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Mandailing Natal (Madina). Banyak pelajar usai kelulusan melakukan corat coret pakaian pada Senin (8/4/2019). IPM Madina memantau, di berbagai kawasan ditemukan berbagai aksi corat-coret baju, bahkan  konvoi sepeda motor. […]

  • Honor 2000-an guru Madrasah di Madina Belum Dicairkan Sejak Januari, Dimana Sembunyi Uang Senilai 4,2 Milyar Itu?

    Honor 2000-an guru Madrasah di Madina Belum Dicairkan Sejak Januari, Dimana Sembunyi Uang Senilai 4,2 Milyar Itu?

    • calendar_month Selasa, 16 Agt 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Para guru madrastah di Kabupaten Mandailing Natal belum menerima honor mereka sejak Januari 2016 alias 7 bulan. Kemana uang mereka? Tak diketahui.  Yang jelas, gaji dalam bentuk honor itu bersumber dari APBD Kabupaten Mandailing Natal yang dikelola Pemkab Madina. Jumlah guru madrastah ini tak tanggung-tanggung, sekitar 2000-an orang. Tiap guru […]

  • RSU Panyabungan Bau

    RSU Panyabungan Bau

    • calendar_month Jumat, 10 Feb 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    Air Kosong di Kamar Mandi MADINA-Air di kamar mandi Rumah Sakit Umum (RSU) Panyabungan, Kabupaten Madina kosong. Akibatnya, seluruh ruangan di tempat bau busuk yang menyebabkan pasien dan keluarga pasien merasa resah dan merasa tidak nyaman. Amatan METRO, Kamis (9/2) sekitar pukul 11.00 WIB di beberapa kamar mandi RSU plat merah yang berada di Kelurahan […]

  • Ini Kali Ketiga, SMA Negeri 1 Kotanopan Sabet Juara Umum RM2C

    Ini Kali Ketiga, SMA Negeri 1 Kotanopan Sabet Juara Umum RM2C

    • calendar_month Kamis, 13 Okt 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      KOTANOPAN (Mandailing Online) – Group Marching Band Gita Perdana Karya SMA Negeri 1 Kotanopan, Mandailing Natal kembali menyebet juara umum di kejuaran  Raja Majestik Marching Competition (RM2C). Kepala Sekolah SMAN 1 Kotanopan, Annagian Siregar, Kamis (13/10) mengungkapkan, group marching band sekolah itu berhasil meraih juara I Display And Showmanship, Juara I General Effect, Juara […]

  • Pimpinan DPRD Madina Dilantik

    Pimpinan DPRD Madina Dilantik

    • calendar_month Kamis, 17 Okt 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pimpinan DPRD Mandailing Natal (Madina) yang defenitif dilantik hari ini Kamis (17/10) di rapat paripurna DPRD Madina. Ketiganya adalah Erwin Efendi Lubis (Ketua DPRD Madina), Harminsyah Batubara (Wakil Ketua DPRD Madina) dan Erwin Efendi Nasution (Wakil Ketua DPRD Madina). Pengambilan sumpah dilakukan oleh Ketua Pengadilan Negeri Kabupaten Madina, Deny Riswanto. […]

  • DPRD Tak Diberitahu 2 Anggota Dewan Diperiksa KPK

    • calendar_month Rabu, 5 Jun 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pemeriksaan terhadap dua anggota DPRD Madina, Ali Mutiara Rangkuti dan Ahmad Husein, tanpa pemberitahuan terhadap lembaga DPRD Madina. Sehingga pimpinan DPRD Madina tidak tahu terkait pemeriksaan kepada dua anggota dewan itu. Sekretaris DPRD Madina Sahnan Batubara kepada wartawan, kemarin mengatakan, pihaknya tidak mengetahui berapa jumlah anggota DPRD Madina yang diperiksa KPK […]

expand_less