Selasa, 13 Okt 2026
light_mode

Anomali Piala Dunia 2026

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Sabtu, 11 Jul 2026
  • print Cetak

Oleh: Subuh Iskandar Batubara
Pegiat di GEREP INSTITUTE (Pusat Kajian Mandailing Natal)

 

Piala Dunia adalah sihir, kata seorang kawan. Bayangkan! Lebih dari separuh populasi penduduk dunia bisa dijangkau olehnya. Dan lebih dari separuh jumlah itu pula bisa tersihir dan menunggu perhelatannya. Mereka yang sudah tersihir akan rela menahan tidur sampai larut malam, demi bisa menyaksikan tim kesayangan berlaga.

Tak peduli mereka ada gejala hipertensi, diabetes melitus atau orang dengan sistem imun lemah. Tak peduli esok hari mereka akan berangkat melakukan tugas yang teramat berat atau beresiko. Juga tak peduli rutinitas menyerahkan uang belanja untuk istri di rumah belum terpenuhi. Tak ada yang peduli. Pengaruh sihir itu begitu jumawa, seolah merambat, menembus batas ruang dan waktu.

Piala Dunia ini juga bisa meredakan (sejenak) konflik yang sedang membara. Lihat, ketika tim Nasional Iran dengan “genit’ menulis pesan terimakasih dan embel-embelnya–diwakili oleh kapten Taremi dan beberapa rekannya–lalu pesan itu ditinggal di ruang ganti stadion SoFi di Los Angeles, usai menjalani pertandingan fase grup.

Namun, sihir itu terhenti sejenak. Bak detak jantung yang tiba-tiba melambat. Ruwet, genting bahkan terkesan kritis. Waktunya, persis dinihari Selasa, tanggal 7 Juli. Bertempat di Marcedes-Benz stadium, Atlanta, negara bagian Georgia.

Kronologisnya, menit ke 57, Marwan Mattia–sang midfielder Mesir –kuasai bola. Coba direbut Lisandro Martinez, terjadi perebutan bola, Martinez terjatuh. Namun wasit tidak meniup pluit. Serangan terus berlanjut, Marwan melakukan solorun. Memasuki jantung pertahanan Argentina, berikan umpan matang ke Mostafa Zico dan… gol.

Tapi apa lacur. Wasit meninjau monitor, melakukan VAR (Video Assistant Referee). Jelas Lisandro Martinez jatuh, tapi wasit tidak meniup pluit kala insiden. Alih-alih menunjuk tengah lapangan, wasit Francois Letexier asal Prancis malah menganulir gol.

Dunia pun gempar. Komentar dan tudingan muncul di jagad maya. Netizen yang maha tahu memvonis, hasil pertandingan sudah diseting oleh Gianni Infantino, sang presiden FIFA.

Infantino Tumpul ke Atas

Tuduhan netizen memang tidak berdasar. Tapi juga, tidak tendensius.

Jauh sebelum Piala Dunia 2026. Gianni Infantino mengambil satu putusan yang tegas. Tepatnya pada tahun 2022, ketika FIFA mem-banned Rusia.

Rusia tidak boleh ikut agenda FIFA, karena mereka menyerang negara yang berdaulat.  Menginvasi Ukraina, membunuh warga tidak berdosa. Meruntuhkan warisan budaya juga situs serta bangunan bersejarah. Lalu mereka disanksi. Bukankah olahraga, apalagi sepakbola adalah katalisator perdamaian dunia ?

Lalu datanglah 2026. Tahun yang ditunggu begitu banyak orang. Karena di tahun ini akan dihelat kompetisi sepakbola paling akbar sejagat.

Di awal tahun, tepatnya di bulan Pebruari. Amerika yang didaulat jadi tuan rumah Piala Dunia 2026, malah berulah. Bersama sekutunya, mereka menyerang  beberapa kota. Menargetkan aset mliter Iran, membunuh para pemimpin dan peminpin tertinggi Iran. Duta besar Iran untuk PBB menyatakan, lebih dari 1500 orang sipil sudah terbunuh. Termasuk 175 orang anak tak berdosa di Sekolah Dasar Shajareh Tayyebeh di kota Minab. Mendengarnya, terasa dada kita bak ditimpa benda berukuran sangat berat. Menyesakkan !

Serangan itu begitu cepat meningkat menjadi perang regional, dengan dampak luas terhadap rantai pasokan penting dan bantuan kemanusiaan. Penutupan Selat Hormuz—ekses dari perang tersebut—telah menyebabkan guncangan ekonomi secara global.

Di mana Infantino di saat dan pasca serangan Amerika ke Iran? Infantino memang berada tidak jauh-jauh amat dari Trump, presiden Amerika. Presiden FIFA Gianni Infantino dan Presiden Amerika Serikat dijadwalkan akan menyaksikan secara bersama final Piala Dunia 2026. Kemudian bersama pula membagikan trofi kepada pemeneang di New York/New jersey. Teranyar dan paling kontroversi, juga (mendengarnya) membuat perut kita terasa mual. Secara terbuka Trump meminta FIFA meninjau kartu merah pemain Amerika, Folarin Balogun.

Dan gilanya, revisi kartu merah sang pemain dilaksanakan. Berdemagogi menggunakan pasal 27 kode disiplin, FIFA kemudian menangguhkan hukuman dan larangan bermain untuk satu pertandingan.

Ibarat seorang koki yang sedang menyiapkan menu makanan. Pisau Infantino hanya tajam mencincang ke bawah. Tapi tumpul saat  dipergunakan untuk mengerat ke atas.

Semarak Piala Dunia di Madina

Sejenak kita lupakan Infantino dengan peran ambigunya. Karena, lambat laun semua akan mengalir dengan alami, melewati kanalnya masing-masing. Jika tiba saatnya, biarlah sejarah yang akan mengenang. Akan ada pertinggal sejarah yang berbau harum dan ada pula yang sebaliknya.

Mari kita ke kampung halaman tercinta, ke  Mandailing Natal. Di sini, semarak Piala Dunia ini juga begitu kental terasa. Slogan sepakbola gembira juga turut dirasakan masyarakat.

Di Alun-Alun kota Panyabungan, pemkab memasang layar lebar. Agar masyarakat bisa menikmati siaran langsung Piala Dunia. Pun, sampai ke pelosok Desa. Pasti ada warung kopi yang buka hingga larut malam, karena memutar televisi yang menyiarkan pertandingan sepakbola. Nobar atau nonton bareng adalah hiburan yang amat menarik di zaman yang serba efisiensi ini.

Harapan saya dan kita semua tentunya, spirit atau semangat Piala Dunia tidak hanya sampai di sini. Pemerintah harus hadir. Anak muda harus ada sarana untuk mengasah bakat berolahraga. Sarana yang punya daya tarik, sehingga mereka merasa menikmati dan menjadi kerasan. Dan pada akhirnya waktu untuk hal-hal yang sifatnya merugikan diri sendiri juga orang lain, semakin terminimalisir.

Piala Dunia adalah sihir, kata seorang kawan. Banyak kejadian di luar nalar. Maka untuk para pembaca, mari kita menikmatinya. ***

 

 

 

 

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Perubahan APBD 2014 Disahkan 900 Milyar

    Perubahan APBD 2014 Disahkan 900 Milyar

    • calendar_month Rabu, 3 Sep 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Perubahan APBD 2014 Mandailing Natal (Madina) disahkan sebesar Rp.999.035.888.922,00. Postur pendapatan tersebut lebih rendah dari postur belanja yang berada di angka Rp.1.077.930.315.878,00. Sedangkan Pembiayaan sebesar Rp.78.894.426.956,00. PAPBD disahkan Senin (1/9/2014) oleh DPRD Madina setelah dievaluasi oleh Gubernur Sumatera Utara. Pengesahan juga persis diakhir masa jabatan anggota DPRD Madina priode 2014-2019. Plt […]

  • Advokad Minta Menteri ESDM Tutup PT. SMGP di Madina

    Advokad Minta Menteri ESDM Tutup PT. SMGP di Madina

    • calendar_month Rabu, 13 Apr 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      MEDAN (Mandailing Online) – Ketua Umum Pengurus Besar Perkumpulan Advokat Sumatera Utara (PB PASU) Eka Putra Zakran, SH.MH meminta Menteri ESDM mencanut izin dan sekaligus menutup beroperasinya PT Sorik Marapi Geothermal Power (SMGP) di Mandailing Natal. Eka Putra menyatakan itu menyusul hasil investigasi Walhi Sumut yang menemukan indikasi pelanggaran HAM oleh PT. SMGP pada […]

  • Forum Penulis Madina Akan Gelar Festival Sastra

    Forum Penulis Madina Akan Gelar Festival Sastra

    • calendar_month Jumat, 30 Okt 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Forum Penulis Madina (FPM) akan menggelar Festival Sastra, Minggu (1/11/2012) di Panyabungan, Mandailing Natal (Madina). Festival Sastra ini dalam rangka mengisi Bulan Bahasa dengan suguhan berbagai jenis pagelaran meliputi pembacaan puisi, monolog, drama, pembacaan cerita pendek, berbalas pantun dan pameran karya-karya potografi. Seluruh segmen yang ditampilkan adalah karya para komunitas FPM. […]

  • Demo CPNS Diwarnai Aksi Tabur Bunga dan Berkemah di Kantor Bupati Madina

    Demo CPNS Diwarnai Aksi Tabur Bunga dan Berkemah di Kantor Bupati Madina

    • calendar_month Senin, 2 Jun 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Aksi Demonstrasi para pelamar CPNS Kabupaten Mandailing Natal (Madina) formasi tahun 2013 di kantor bupati Madina, Senin (2/6/2014) diiringi dengan aksi tabur bunga. Para pengunjukrasa bergantian menaburkan bunga terhadap foto Plt Bupati Madina Dahlan Hasan Nasution yang dipajang di depan pintu masuk kantor bupati. Penaburan bunga itu disebut sebagai ungkapan duka […]

  • Parpol Diminta Jangan Usung Caleg Danga-Danga

    Parpol Diminta Jangan Usung Caleg Danga-Danga

    • calendar_month Sabtu, 14 Jul 2018
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Partai politik di Mandailing Natal (Madina) harus menyuguhkan calon legislatif yang bermutu di Pemilu 2019. Jangan figur danga-danga alias bloon yang tak memiliki kapasitas keilmuan dan ahlak yang rendah. Berkualitas dari sisi ilmu pengetahuan, ideologi serta ahlak yang baik, juga memiliki karakter yang kuat. Agar kelak DPRD Madina tak diisi oleh […]

  • LUKA SEJARAH YANG BELUM SEMBUH DI TANAH RENCONG

    LUKA SEJARAH YANG BELUM SEMBUH DI TANAH RENCONG

    • calendar_month Minggu, 16 Agt 2026
    • account_circle Moechtar Nasution
    • 0Komentar

    Oleh : Moechtar Nasution*   … Kemarin, persis tanggal 15 Agustus 2026, suasana di sekitar pekarangan Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, mendadak berubah jadi sangat mencekam. Padahal, awalnya massa berkumpul buat zikir dan doa bersama memperingati 21 tahun damai MoU Helsinki. Tapi situasi di lapangan langsung lepas kendali ketika puluhan bendera Bulan Bintang—yang sarat sejarah […]

expand_less