Jumat, 17 Jul 2026
light_mode

Honor 2000-an guru Madrasah di Madina Belum Dicairkan Sejak Januari, Dimana Sembunyi Uang Senilai 4,2 Milyar Itu?

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 16 Agt 2016
  • print Cetak
Guru madrastah grafis

Guru madrastah grafis

 

PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Para guru madrastah di Kabupaten Mandailing Natal belum menerima honor mereka sejak Januari 2016 alias 7 bulan.

Kemana uang mereka? Tak diketahui.  Yang jelas, gaji dalam bentuk honor itu bersumber dari APBD Kabupaten Mandailing Natal yang dikelola Pemkab Madina.

Jumlah guru madrastah ini tak tanggung-tanggung, sekitar 2000-an orang. Tiap guru sejatinya menerima sekitar 300 ribu rupiah per bulan. Atau total dana yang seharusnya sudah cair sekitar 4,2 milyar jika dihitung sejak Januari hingga Juli.

Lalu kemana uang 4,2 milyar itu sejak Januari itu? Jika Pemkab Madina menyimpannya di bank, barapa bunganya? Dikemanakan bunganya? Lalu mengapa tak dibayar hingga kini? “Entahlah, kami juga tak tahu,” kata seorang guru kepada Mandailing Online, Selasa (16/8/2016). Dia meminta namanya dirahasiakan.

Dia menyatakan dugaannya ada permainan di tubuh Pemkab Madina menyebabkan hak mereka itu tak sampai ke tangan mereka hingga sekarang.

Menurutnya, uang itu uang negara yang ditampung di APBD Madina untuk mereka para guru madrastah. Jika ada pejabat yang memainkannya, maka terlalu sampai hatilah pejabat itu.

Sementara itu, Kepala Bagian Kesra Pemkab Madina, Taufiq Lubis yang dikonfirmasi Mandailing Online, Selasa (16/8) via seluler menyatakan bahwa honor guru madrastah itu sudah dalam proses di Bank BRI.

“SK nama-nama guru penerima juga sudah diteken pak bupati. Sehingga kini prosesnya hanya menunggu administrasi di BRI saja,” ujarnya.

Taufiq yang baru beberapa pekan menjabat itu menyatakan sempat melihat berkas keterlambatan pencairan honor guru madrastah itu ketika dia mulai menjabat kepala di Bagian Kesra itu.

“Saat ini tinggal pengadministrasian di BRI. Nanti guru yang langsung ke bank mengambil, biar jangan ada fitnah dibelakang hari,” katanya.

Peliput : Dahlan Batubara

 

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jalan Masih Amburadul, Warga Tanjung Mompang Tagih    Janji Politik Anggota DPRD Madina

    Jalan Masih Amburadul, Warga Tanjung Mompang Tagih Janji Politik Anggota DPRD Madina

    • calendar_month Senin, 15 Agt 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN UTARA (Mandailing Online) – Infrastruktur jalan di Desa Tanjung Mompang, Kecamatan Panyabungan Utara, Madina, sama sekali amburadul tak perah diperbaiki pemerintah. Masyarakat desa berpenduduk 423 KK tersebut pertanyakan janji politik keenam Anggota DPRD Madina yang berasal dari Dapil Madina 5. Kepala Desa (Kepdes) beserta Sekretaris Desa (Sekdes) Tanjung Mompang mengungkapkan hal itu kepada […]

  • Patogar se Madina Pilih Harun-Ichwan untuk Pilkada Madina

    Patogar se Madina Pilih Harun-Ichwan untuk Pilkada Madina

    • calendar_month Sabtu, 2 Nov 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    Panyabungan ( Mandailing Online ) – Parsadaan Toga Siregar (Patogar) se Kabupaten Mandailing Natal (Madina) mengelar acara pengajian rutin bulanan dan mengundang Calon Bupati nomor urut 01 Harun Mustafa Nasution. Acara pengajian yang berlangsung di Pandopo Rumah Sakit Umum Permata Madina itu dihadiri ratusan warga marga Siregar dan Anak Boru, Bere dan Kahanggi dari seluruh […]

  • Mantan Dirut RSUP Adam Malik akan diperiksa Kejati Sumut

    Mantan Dirut RSUP Adam Malik akan diperiksa Kejati Sumut

    • calendar_month Kamis, 7 Nov 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN (Mandailing Online) – Tim penyidik Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara segera memeriksa tersangka AHL, mantan Direktur Utama RSUP H Adam Malik, yang diduga korupsi pengadaan alat kesehatan senilai Rp45 miliar dari dana APBN tahun 2012. Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumatera Utara, Chandra Purnama di Medan, tadi malam, mengatakan pemeriksaan mantan orang pertama […]

  • Guru bukan lagi panggilan jiwa

    Guru bukan lagi panggilan jiwa

    • calendar_month Selasa, 27 Nov 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN, (MO) – Guru di Sumatera Utara masih banyak yang menjadikan prefesi gurunya hanya sebagai pekerjaan biasa yang tidak berdasarkan panggilan jiwa untuk memberikan pengetahuan kepada siswa. “Menurut saya masih banyak guru di Sumut bukan berdasarkan panggilan jiwa,” kata Rektor UISU kampus Al-Munawwarah, Zulkarnain Lubis kepada Wasada Online, hari ini. Dia menilai guru yang mengajar […]

  • Penghujan, Produksi dan Harga Karet di Madina Turun

    Penghujan, Produksi dan Harga Karet di Madina Turun

    • calendar_month Jumat, 15 Nov 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 3Komentar

    Foto seorang penyadap karet di Desa Gunung Tua Julu, Panyabungan PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Musim penghujan dalam beberapa minggu terakhir berakibat pada penurunan produksi dan harga penjulan getah karet tingkat pengumpul di Kabupaten Mandailing Natal (Madina). Muklis, petani karet di Panyabungan, Jum’at (15/11/2013) menyatakan harga getah karet pada penjualan hari Kamis berada di kisaran 9.000 […]

  • LABUSEL: KETIKA RAJA KOTAPINANG HADIR DI ISTANA BUPATI (bagian 1)

    LABUSEL: KETIKA RAJA KOTAPINANG HADIR DI ISTANA BUPATI (bagian 1)

    • calendar_month Minggu, 7 Jun 2026
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Tiga Zaman yang Masih Hidup di Kota Pinang   Oleh: Tim Mandailing Epicentrum   Di Kota Pinang hari ini, tiga zaman hidup berdampingan. Di satu sisi berdiri Kantor Bupati Labuhanbatu Selatan, tempat kebijakan pembangunan dirumuskan dan masa depan daerah diperdebatkan. Di sisi lain, Sultan Kotapinang XIV masih menjalankan peran adat sebagai penjaga warisan budaya Melayu […]

expand_less