Senin, 14 Sep 2026
light_mode

Penghujan, Produksi dan Harga Karet di Madina Turun

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Jumat, 15 Nov 2013
  • print Cetak

Foto seorang penyadap karet di Desa Gunung Tua Julu, Panyabungan

PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Musim penghujan dalam beberapa minggu terakhir berakibat pada penurunan produksi dan harga penjulan getah karet tingkat pengumpul di Kabupaten Mandailing Natal (Madina).

Muklis, petani karet di Panyabungan, Jum’at (15/11/2013) menyatakan harga getah karet pada penjualan hari Kamis berada di kisaran 9.000 hingga 9.500 per kilo gram. Tiga pekan lalu masih di kisaran Rp.12.000 per kilo gram.

Katanya, curah hujan cukup tinggi melanda daerah tersebut merupakan salah satu penyebab turunya harga, sebab kualitas hasil sadapan pohon karet akan berkurang dibandingkan musim kemarau.

Kondisi itu menempatkan petani pada posisi sudah jatuh tertimpa tangga. Di satu sisi produksi menurun karena pohon karet tak bisa disadap saat hujan turun. Disi lain harga karet jatuh.

“Penurunan harga ini memang tidak secara signifikan, harga turun dalam satu pekan sebesar 1.000 sampai 500 perkilo. Dimulai dari 12.000 menjadi 11.000, kemudian 10.000 dan pekan kemarin 9.500 dan saat ini 9.000 per kilo,” ungkapnya.

Muklis menjelaskan, para penderes tidak bisa menyadap setiap hari akibar hujan yang selalu turun nyaris tiap hari. Batang yang disadap saat hujan akan berakibat pada kematian kulit batang pohon karet.

Kerugian lain, jika penyadapan dilakukan kala tak hujan, tetapi hujan kemudian turun sekitar 2 jam setelah penyadapan akan berakibat getah di dalam tempurung penampung akan hanyut terbawa air hujan sebelum seluruhnya mengental.

“Harapan kita adalah tidak hujan dalam rentang sehari. Tetapi musim penghujan seperti ini kan jarang sekali tidak hujan,” katanya.

Sementara itu, Mugiroh seorang pengumpul, juga mengakui penurunan harga serta penurunan produksi karet dikarenakan musim hujan.

“Ya memang sudah biasa jika musim hujan harga akan turun, dibarengi juga dengan penurunan volume getah karet dari petani. Dan kemungkinan harga akan kembali bergerak naik jika musim hujan sudah berakhir,” ujarnya.

Peliput : Maradotang Pulungan
Editor : Dahlan Batubara

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Meramal Cuaca, Bolehkah?

    Meramal Cuaca, Bolehkah?

    • calendar_month Selasa, 4 Feb 2014
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    Prediksi cuaca bisa salah dan benar. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi memberikan manfaat yang tak sedikit bagi umat manusia. Kemudahan demi kemudahan pun diperoleh berkat inovasi-inovasi mutakhir. Tak terkecuali terkait prediksi cuaca suatu kawasan untuk keesokan hari. Seperti apakah cuaca besok kini bisa mudah diketahui lewat prakiraan tersebut. Entah hujan, berawan, cerah, mendung, dan lain […]

  • Angkut 3 Ton Kayu Hutan Lindung

    Angkut 3 Ton Kayu Hutan Lindung

    • calendar_month Selasa, 8 Okt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 2Komentar

    Warga Amankan Truk Rekanan PT HPP RANTAU, – Puluhan masyarakat Panai Tengah Kabupaten Labuhanbatu mengamankan satu unit truk roda enam yang mengangkut sekitar 3 ton kayu ilegal olahan, Minggu malam sekitar pukul 23.00 WIB, di sekitar lokasi jembatan Sei Rakyat. Pengamanan truk tersebut karena masyarakat mendapat informasi kayu yang diangkut truk tersebut merupakan kayu yang […]

  • PKS Kritisi Pemkab Madina Soal Dana Covid

    PKS Kritisi Pemkab Madina Soal Dana Covid

    • calendar_month Kamis, 9 Apr 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Anggota DPRD Madina dari Fraksi PKS, Awaluddin Nasution menyatakan kecewa terhadap kekurangsigapan Pemkab Madina menangani Covid-19. Persoalan makan, puding dan honor petugas Posko Covid di perbatasan saja masih tak jelas, padahal dana sudah ada 12 milyar untuk penanganan Covid. “Padahal para petugas medis yang ada di posko perbatasan merupakan ujung tombak […]

  • Bantu Korban Aceh, Kementerian PU Sebar 8 Mobil Tangki Air

    Bantu Korban Aceh, Kementerian PU Sebar 8 Mobil Tangki Air

    • calendar_month Kamis, 11 Jul 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 2Komentar

    Jakarta – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) ikut berpartisipasi dalam tanggap darurat gempa Aceh pada 2 Juli 2013. Mereka menyebar 8 mobil tangki air. 8 Mobil tangki air (MTA) disebar hingga Senin (8/7) lalu. Sebanyak 46 hidran umum telah disebar oleh Kementerian PU di dua kabupaten yaitu, Aceh Tengah dan Bener Meriah. Selain itu, PU juga […]

  • Bupati: Taman Raja Batu Bisa Hasilkan PAD

    Bupati: Taman Raja Batu Bisa Hasilkan PAD

    • calendar_month Rabu, 16 Apr 2025
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN – Bupati Mandailing Natal (Madina) H. Saipullah Nasution menyebut Taman Raja Batu yang berada di komplek Perkantoran Payaloting Pemkab Madina akan sesegera mungkin difungsikan kembali. Sebab, selain tempat wisata keluarga, taman itu bisa menghasilkan pemasukan bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Hal itu disampaikan bupati didampingi Wakil Bupati Madina Atika Azmi Utammi Nasution, Asisten I […]

  • Angkola-Mandailing

    Angkola-Mandailing

    • calendar_month Kamis, 8 Sep 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Catatan ringkas: Askolani Nasution Budayawan Dalam bahasa Mandailing-Angkola “batang” bermakna muara sungai. Misalnya, sungai Batang Natal, artinya sungai yang bermuara ke Natal. Seluruh geografis yang dilewati sungai itu sampai bermuara ke Natal dinamai “alak” Batang Natal. Sungai Batang Angkola artinya sungai yang bermuara ke wilayah Angkola. Jadi, semua kawasan yang dilalui sungai itu disebut “alak” […]

expand_less