Selasa, 13 Okt 2026
light_mode

Madina-Bobby dalam Ujian Kesiapan Fiskal: Antara Kedekatan Politik dan Kualitas Perencanaan

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Minggu, 12 Jul 2026
  • print Cetak

Oleh: Tim Mandailing Epicentrum

Pertemuan Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal dengan anggota DPRD Sumatera Utara Dapil VII di Hotel D’San Panyabungan, Rabu 8 Juli 2026, menghadirkan satu pesan politik yang menarik.

Di hadapan para wakil rakyat provinsi, Bupati Madina dan Ketua DPRD Madina menyampaikan kegelisahan tentang perhatian Pemerintah Provinsi Sumatera Utara terhadap pembangunan Madina.

Pesannya jelas: Madina membutuhkan dukungan lebih besar.

Namun, di balik keluhan tersebut, ada pertanyaan yang juga tidak kalah penting.

Apakah persoalan Madina semata-mata karena kurangnya perhatian provinsi, atau ada persoalan kesiapan daerah dalam menjemput anggaran?

Pertanyaan ini penting karena politik anggaran hari ini tidak lagi bekerja hanya berdasarkan kedekatan.

Romantisme Politik Madina-Bobby

Secara politik, Madina memiliki konfigurasi yang menarik.

Bupati Madina memiliki hubungan kekerabatan dengan Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution yang selama ini menjadi perhatian publik.

Di sisi lain, Ketua DPRD Madina dan Bobby Nasution juga berada dalam satu garis politik, yakni Partai Gerindra.

Dalam logika politik lama, hubungan keluarga dan kedekatan partai sering dianggap sebagai modal besar untuk memperjuangkan kepentingan daerah.

Apalagi, Pilkada Sumatera Utara 2024 meninggalkan cerita emosional tersendiri.

Bobby Nasution, meskipun memiliki hubungan sejarah keluarga dengan Mandailing Natal, justru tidak memperoleh kemenangan di daerah ini. Madina menjadi salah satu daerah yang memberikan catatan politik berbeda terhadap perjalanan politik Bobby.

Namun demokrasi seharusnya tidak bekerja berdasarkan rasa suka atau tidak suka.

Kekalahan politik dalam Pilkada tidak boleh menjadi alasan sebuah daerah kehilangan perhatian pembangunan.

Begitu pula hubungan keluarga dan kesamaan partai tidak boleh menjadi alasan sebuah daerah memperoleh perlakuan khusus.

Maka ukuran yang paling sehat bukanlah kedekatan.

Ukuran yang paling sehat adalah data.

Apakah Madina Dianaktirikan?

Kalimat “Madina dianaktirikan” tentu menarik secara politik.

Tetapi secara kebijakan publik, kalimat itu harus diuji.

Berapa besar bantuan keuangan provinsi yang diterima Madina?

Bagaimana dibandingkan dengan kabupaten lain?

Berapa usulan proyek Madina yang masuk?

Berapa yang diterima?

Dan yang paling penting:

Apakah semua usulan itu sudah siap secara teknis?

Sebab Pemerintah Provinsi Sumatera Utara kini menerapkan pendekatan yang berbeda.

Bantuan keuangan provinsi tidak hanya dipandang sebagai distribusi anggaran, tetapi sebagai instrumen pembangunan yang harus menghasilkan pekerjaan nyata.

Anggaran Mengikuti Kesiapan

Pemerintah Provinsi Sumatera Utara meminta pemerintah kabupaten/kota mempercepat proses administrasi, pergeseran anggaran, tender, dan lelang terhadap program Bantuan Keuangan Provinsi (BKP) Tahun 2026.

Pemprov menegaskan bahwa percepatan pelaksanaan menjadi faktor penting karena daerah yang mampu menyelesaikan pelaksanaan BKP tahap awal memiliki peluang memperoleh dukungan tahap berikutnya.

Faktanya, dari 29 kabupaten/kota penerima BKP, berdasarkan data per 10 Juni 2026, baru enam daerah yang telah menyelesaikan proses tender atau lelang.

Artinya, persoalan kesiapan bukan hanya dialami Madina.

Ini adalah persoalan umum birokrasi daerah.

Tetapi fakta itu juga memberikan pelajaran penting:

Daerah yang ingin mendapatkan dukungan anggaran harus menunjukkan kesiapan lebih dahulu.

TKD, DBH, dan Kapasitas Daerah

Persoalan fiskal daerah juga harus dilihat dalam konteks yang lebih besar.

Transfer ke Daerah (TKD) dari pemerintah pusat mengalami penyesuaian. Bahkan dalam rancangan APBD Sumatera Utara 2026, pendapatan daerah diproyeksikan turun sekitar Rp875,81 miliar, yang salah satu penyebab utamanya adalah penurunan Transfer ke Daerah sekitar Rp1,07 triliun.

Dalam sistem hubungan keuangan pusat dan daerah, TKD mencakup berbagai instrumen seperti Dana Bagi Hasil (DBH), Dana Alokasi Umum (DAU), dan Dana Alokasi Khusus (DAK).

Karena itu, perjuangan fiskal Madina tidak cukup hanya meminta bantuan dari provinsi.

Madina juga harus memastikan seluruh hak fiskalnya diperjuangkan secara optimal, termasuk memastikan potensi penerimaan daerah yang berkaitan dengan DBH dapat dihitung, dikawal, dan dimanfaatkan.

Pertanyaannya:

Apakah Madina sudah memiliki kajian lengkap mengenai potensi DBH?

Apakah sudah ada peta kontribusi sumber daya alam Madina terhadap penerimaan negara?

Apakah pemerintah daerah sudah memiliki strategi khusus memperjuangkan hak fiskal tersebut?

Madina Harus Membuka Data

Pada akhirnya, debat mengenai keadilan anggaran harus dikembalikan kepada keterbukaan data.

Pemkab Madina perlu membuka:

* daftar usulan proyek kepada Pemprov Sumut;
* nilai total usulan;
* status kelengkapan dokumen;
* kesiapan lahan;
* jumlah proyek yang disetujui;
* jumlah proyek yang belum diterima beserta alasannya.

Pemprov Sumut juga perlu membuka:

* formula penentuan BKP;
* daftar penerima;
* besaran alokasi;
* indikator penilaian kesiapan daerah.

Dengan demikian publik dapat menilai secara objektif.

Apakah Madina memang kurang diperhatikan?

Atau Madina perlu memperbaiki cara memperjuangkan kepentingannya?

 

Penutup: Dari Kedekatan Menuju Kesiapan

Hubungan keluarga dapat membuka ruang komunikasi.

Kesamaan partai dapat memperlancar koordinasi.

Tetapi pembangunan daerah tidak boleh bergantung pada dua hal itu.

Era baru pemerintahan menuntut sesuatu yang lebih serius:

program yang matang, dokumen yang lengkap, dan birokrasi yang mampu mengeksekusi.

Karena pada akhirnya, anggaran tidak hanya diberikan kepada daerah yang paling membutuhkan.

Anggaran akan lebih mudah datang kepada daerah yang mampu membuktikan bahwa mereka paling siap mengelolanya.

Dan di situlah ujian sebenarnya bagi Madina.

Bukan hanya bagaimana meminta perhatian.

Tetapi bagaimana menunjukkan kesiapan. ***

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ini Draf Struktur Kurikulum Baru SD

    Ini Draf Struktur Kurikulum Baru SD

    • calendar_month Jumat, 16 Nov 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA, (MO) — Sesuai dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2010-2014 di sektor pendidikan, penataan kurikulum pendidikan menjadi salah satu target yang harus diselesaikan. Rencananya pada Juni 2013 nanti, sekolah yang ada di Indonesia sudah mulai menggunakan kurikulum baru yang kini masih dibahas. Draf perubahan kurikulum sudah dipaparkan di depan Wakil Presiden Boediono, Selasa […]

  • Kembalilah Kepada Sang Pencipta

    Kembalilah Kepada Sang Pencipta

    • calendar_month Senin, 4 Mei 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh : Nurhabibah, S. Pd Ketika kemaksiatan merajalela. Keangkuhan tampak di mana mana. Hampir di setiap penjuru dunia kemungkaran menjadi hal yang biasa. Di saat alam sudah mulai muak. Namun Allah SWT yang Maha Kasih yang Maha Sayang, memberi peringatan melalui mahluk kecilnya yang bernama corona. Virus ini telah menyebar di 198 negara. Di China, […]

  • SK Honor Gratis, Pimpinan SKPD Jangan Memungut Apapun

    SK Honor Gratis, Pimpinan SKPD Jangan Memungut Apapun

    • calendar_month Selasa, 14 Feb 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan (MO) – Sekretaris Daerah Kabupaten Mandailing Natal, Daud Batubara, Selasa (14/2) menegaskan bahwa tidak ada pungutan apapun terhadap pegawai hororer dalam bentuk apapun, termasuk SK pengangkatan gratis. Dia memperingatkan seluruh pimpinan SKPD dan unit kerja di lingkungan Pemkab Madina agar jangan memungut apapun dari pegawai honor dalam bentuk apapun. Hal itu dikatakan Daud Batubara, […]

  • Atika Rekom Pelarangan Tambang Ilegal Kotanopan

    Atika Rekom Pelarangan Tambang Ilegal Kotanopan

    • calendar_month Kamis, 4 Apr 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Tambang emas ilegal di pinggiran sungai Batang Gadis kawasan Kotanopan bakal terhenti. Pertemuan banyak pihak di aula kantor bupati Mandailing Natal (Madina), Kamis (4/4/2024) membahas tambang itu yang mencuatkan kesimpulan melarang aktivitas tambang. Pertemuan itu dipimpin Wakil Bupati Madina Atika Azmi Utammi Nasution; Kapolres Madina, AKBP Arie Sofandi Paloh; Dandim […]

  • Kemenag Tidak Terima Lowongan Pelamar Umum

    Kemenag Tidak Terima Lowongan Pelamar Umum

    • calendar_month Senin, 2 Sep 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    Seluruhnya Diisi Oleh Tenaga Honorer JAKARTA, – Kementerian Agama (Kemenag) memastikan tidak menerima pendaftaran CPNS baru dari pelamar umum. Seluruh kuota CPNS baru yang mereka terima, dipakai untuk menuntaskan pengangkatan tenaga honorer kategori I maupun II. Kepala Pusat Informasi dan Humas (Pinmas) Kemenag Zubaidi mengatakan, dirinya sudah mendapatkan informasi tentang skema tes CPNS Kemenag langsung […]

  • Lynette Wehner: Alquran Seperti Ditulis Untukku

    Lynette Wehner: Alquran Seperti Ditulis Untukku

    • calendar_month Selasa, 26 Nov 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Kisah Lynette Wehner memeluk Islam bermula ketika ia bekerja di sebuah sekolah Islam. Sikap profesionalnya itu menafikan kekhawatiran keluarganya. “Anda pasti akan menjadi Muslim,” ungkap Wehner, menirukan pandangan mertuanya, seperti dilansir onislam.net, Senin (25/11). Perkataan mertuannya itu memang membekas dipikirannya. Namun, ia tidak memungkiri memiliki sebuah kelas lebih penting ketimbang harus khawatir soal mertuannya. Sejak […]

expand_less