Jumat, 14 Agu 2026
light_mode

Madina-Bobby dalam Ujian Kesiapan Fiskal: Antara Kedekatan Politik dan Kualitas Perencanaan

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Minggu, 12 Jul 2026
  • print Cetak

Oleh: Tim Mandailing Epicentrum

Pertemuan Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal dengan anggota DPRD Sumatera Utara Dapil VII di Hotel D’San Panyabungan, Rabu 8 Juli 2026, menghadirkan satu pesan politik yang menarik.

Di hadapan para wakil rakyat provinsi, Bupati Madina dan Ketua DPRD Madina menyampaikan kegelisahan tentang perhatian Pemerintah Provinsi Sumatera Utara terhadap pembangunan Madina.

Pesannya jelas: Madina membutuhkan dukungan lebih besar.

Namun, di balik keluhan tersebut, ada pertanyaan yang juga tidak kalah penting.

Apakah persoalan Madina semata-mata karena kurangnya perhatian provinsi, atau ada persoalan kesiapan daerah dalam menjemput anggaran?

Pertanyaan ini penting karena politik anggaran hari ini tidak lagi bekerja hanya berdasarkan kedekatan.

Romantisme Politik Madina-Bobby

Secara politik, Madina memiliki konfigurasi yang menarik.

Bupati Madina memiliki hubungan kekerabatan dengan Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution yang selama ini menjadi perhatian publik.

Di sisi lain, Ketua DPRD Madina dan Bobby Nasution juga berada dalam satu garis politik, yakni Partai Gerindra.

Dalam logika politik lama, hubungan keluarga dan kedekatan partai sering dianggap sebagai modal besar untuk memperjuangkan kepentingan daerah.

Apalagi, Pilkada Sumatera Utara 2024 meninggalkan cerita emosional tersendiri.

Bobby Nasution, meskipun memiliki hubungan sejarah keluarga dengan Mandailing Natal, justru tidak memperoleh kemenangan di daerah ini. Madina menjadi salah satu daerah yang memberikan catatan politik berbeda terhadap perjalanan politik Bobby.

Namun demokrasi seharusnya tidak bekerja berdasarkan rasa suka atau tidak suka.

Kekalahan politik dalam Pilkada tidak boleh menjadi alasan sebuah daerah kehilangan perhatian pembangunan.

Begitu pula hubungan keluarga dan kesamaan partai tidak boleh menjadi alasan sebuah daerah memperoleh perlakuan khusus.

Maka ukuran yang paling sehat bukanlah kedekatan.

Ukuran yang paling sehat adalah data.

Apakah Madina Dianaktirikan?

Kalimat “Madina dianaktirikan” tentu menarik secara politik.

Tetapi secara kebijakan publik, kalimat itu harus diuji.

Berapa besar bantuan keuangan provinsi yang diterima Madina?

Bagaimana dibandingkan dengan kabupaten lain?

Berapa usulan proyek Madina yang masuk?

Berapa yang diterima?

Dan yang paling penting:

Apakah semua usulan itu sudah siap secara teknis?

Sebab Pemerintah Provinsi Sumatera Utara kini menerapkan pendekatan yang berbeda.

Bantuan keuangan provinsi tidak hanya dipandang sebagai distribusi anggaran, tetapi sebagai instrumen pembangunan yang harus menghasilkan pekerjaan nyata.

Anggaran Mengikuti Kesiapan

Pemerintah Provinsi Sumatera Utara meminta pemerintah kabupaten/kota mempercepat proses administrasi, pergeseran anggaran, tender, dan lelang terhadap program Bantuan Keuangan Provinsi (BKP) Tahun 2026.

Pemprov menegaskan bahwa percepatan pelaksanaan menjadi faktor penting karena daerah yang mampu menyelesaikan pelaksanaan BKP tahap awal memiliki peluang memperoleh dukungan tahap berikutnya.

Faktanya, dari 29 kabupaten/kota penerima BKP, berdasarkan data per 10 Juni 2026, baru enam daerah yang telah menyelesaikan proses tender atau lelang.

Artinya, persoalan kesiapan bukan hanya dialami Madina.

Ini adalah persoalan umum birokrasi daerah.

Tetapi fakta itu juga memberikan pelajaran penting:

Daerah yang ingin mendapatkan dukungan anggaran harus menunjukkan kesiapan lebih dahulu.

TKD, DBH, dan Kapasitas Daerah

Persoalan fiskal daerah juga harus dilihat dalam konteks yang lebih besar.

Transfer ke Daerah (TKD) dari pemerintah pusat mengalami penyesuaian. Bahkan dalam rancangan APBD Sumatera Utara 2026, pendapatan daerah diproyeksikan turun sekitar Rp875,81 miliar, yang salah satu penyebab utamanya adalah penurunan Transfer ke Daerah sekitar Rp1,07 triliun.

Dalam sistem hubungan keuangan pusat dan daerah, TKD mencakup berbagai instrumen seperti Dana Bagi Hasil (DBH), Dana Alokasi Umum (DAU), dan Dana Alokasi Khusus (DAK).

Karena itu, perjuangan fiskal Madina tidak cukup hanya meminta bantuan dari provinsi.

Madina juga harus memastikan seluruh hak fiskalnya diperjuangkan secara optimal, termasuk memastikan potensi penerimaan daerah yang berkaitan dengan DBH dapat dihitung, dikawal, dan dimanfaatkan.

Pertanyaannya:

Apakah Madina sudah memiliki kajian lengkap mengenai potensi DBH?

Apakah sudah ada peta kontribusi sumber daya alam Madina terhadap penerimaan negara?

Apakah pemerintah daerah sudah memiliki strategi khusus memperjuangkan hak fiskal tersebut?

Madina Harus Membuka Data

Pada akhirnya, debat mengenai keadilan anggaran harus dikembalikan kepada keterbukaan data.

Pemkab Madina perlu membuka:

* daftar usulan proyek kepada Pemprov Sumut;
* nilai total usulan;
* status kelengkapan dokumen;
* kesiapan lahan;
* jumlah proyek yang disetujui;
* jumlah proyek yang belum diterima beserta alasannya.

Pemprov Sumut juga perlu membuka:

* formula penentuan BKP;
* daftar penerima;
* besaran alokasi;
* indikator penilaian kesiapan daerah.

Dengan demikian publik dapat menilai secara objektif.

Apakah Madina memang kurang diperhatikan?

Atau Madina perlu memperbaiki cara memperjuangkan kepentingannya?

 

Penutup: Dari Kedekatan Menuju Kesiapan

Hubungan keluarga dapat membuka ruang komunikasi.

Kesamaan partai dapat memperlancar koordinasi.

Tetapi pembangunan daerah tidak boleh bergantung pada dua hal itu.

Era baru pemerintahan menuntut sesuatu yang lebih serius:

program yang matang, dokumen yang lengkap, dan birokrasi yang mampu mengeksekusi.

Karena pada akhirnya, anggaran tidak hanya diberikan kepada daerah yang paling membutuhkan.

Anggaran akan lebih mudah datang kepada daerah yang mampu membuktikan bahwa mereka paling siap mengelolanya.

Dan di situlah ujian sebenarnya bagi Madina.

Bukan hanya bagaimana meminta perhatian.

Tetapi bagaimana menunjukkan kesiapan. ***

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ini Dia Kasus Terminal Panyabungan Yang Menyeret Kadis Perhubungan Sebagai Tersangka Korupsi 1,7 Milyar

    Ini Dia Kasus Terminal Panyabungan Yang Menyeret Kadis Perhubungan Sebagai Tersangka Korupsi 1,7 Milyar

    • calendar_month Rabu, 3 Feb 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) : Polres Madina menetapkan Kepala Dinas Perhubungan Madina sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan lahan terminal Panyabungan. Dan sejatinya Harlan ditahan pada Serlasa Malam, tetapi karena adanya surat permohonan penangguhan penahanan dari bupati Madina dan dan Plt sekda Madina dan jaminan dari istri tersangka mengakibatkan polisi tak jadi menahan Harlan. Lalu bagaiamana […]

  • Malu Kita Bilang Merdeka

    Malu Kita Bilang Merdeka

    • calendar_month Jumat, 14 Agt 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh : Dempo Ichikawa 17 Agustus katanya sebuah angka kelahiran.Dimana para pahlawan berhasil merebut kemerdekaan. 17 Agustus hari peringatan mengenang sebuah deklarasi kemerdekaan dibacakan. Bayangkan bagaimana para pahlawan terdahulu. Bersiteru, berjibaku, mengharu biru. Tak kenal rasa takut, tak kenal rasa gentar, tak kenal kata ragu. Demi sebuah keinginan yang sangat dirindu. Rindu yang berasal dari […]

  • H Sawaluddin Nasution Sahuti Permintaan Warga Banjar Sauh

    H Sawaluddin Nasution Sahuti Permintaan Warga Banjar Sauh

    • calendar_month Minggu, 25 Jun 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN(Mandailing Online) – Pengusaha sekaligus Anggota DPRD Kabupaten Mandailing Natal (Madina) dari fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sawaluddin Nasution sahuti permintaan warga dengan memberikan bantuan Speaker aktif di Lingkungan III Banjar Sauh, Kelurahan Panyabungan II Kabupaten Madina. Minggu (25/06/2023). Bantuan berupa Speaker aktif ini diserahkan Sawaluddin yang diterima langsung oleh Lurah Panyabungan II Abdul Aziz […]

  • Putaran 2 Pilkada Taput, Maret

    Putaran 2 Pilkada Taput, Maret

    • calendar_month Kamis, 30 Jan 2014
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    MEDAN – Komisi Pemilihan Umum Daerah  (KPUD) Tapanuli Utara Sumatera Utara memastikan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Tapanuli Utara putaran 2 (dua) akan berlangsung pada Kamis, 6 Maret 2014 mendatang. Penetapan tanggal Pilkada taput Putaran 2 tersebut disepekati dalam Rapat Pleno KPUD Taput, hari ini di Kantor KPUD Taput di Tarutung dengan dihadiri dua pasangan  Cabup […]

  • Insiden Batangtoru karena polisi kaku

    Insiden Batangtoru karena polisi kaku

    • calendar_month Jumat, 2 Nov 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN, (MO)– Penyebab terjadinya bentrok antara ratusan warga Batangtoru, Kabupaten Tapanuli Selatan dengan ratusan aparat kepolisian terkait penolakan warga terhadap pemasangan pipa pembuanganb air sisa (limbah) PT Agincourt Resourcer (AR) kesungai Batangtoru karena kepolisian menggunakan pengamanan berdasarkan legal formal. “Pihak kepolisian melakukan pengamanan berdasarkan legal formal yakni berdasarkan peraturan saja bukan berdasarkan bukan berdasarka pendekatan […]

  • Setelah Viral Penderita Sirosis Hepatitis Akhirnya Dirawat di RSU Panyabungan

    Setelah Viral Penderita Sirosis Hepatitis Akhirnya Dirawat di RSU Panyabungan

    • calendar_month Minggu, 4 Jun 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN( Mandailing Online) : Rumah Sakit Umum Daerah Mandailing Natal ( Madina ) kedatangan pasien Sirosis Hepatitis. Ia adalah Sawiyah (43) warga Desa Gading Bain, Kecamatan Kota Nopan. Sawiyah di tangani medis setelah viral dimedia sosial tentang kondisi perut yang membesar. Lewat Camat Kota Nopan, Bupati Mandailing Natal H.M.Jakfar Sukheri Nasution memerintahkan untuk di rawat […]

expand_less