Sabtu, 15 Agu 2026
light_mode

Pekan Raya Sumatera Utara Harus Menampilkan Wajah Utuh Budaya Mandailing Natal

  • account_circle Dina Syarifah
  • calendar_month Kamis, 30 Jul 2026
  • print Cetak

 

Oleh: Dina Syarifah Nasution
Pegiat di GEREP INSTITUTE (Pusat Kajian Mandailing Natal)

 

Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) merupakan salah satu agenda budaya terbesar di Provinsi Sumatera Utara. Kegiatan ini bukan sekadar ajang hiburan, melainkan ruang strategis untuk memperkenalkan identitas, kekayaan budaya, serta potensi setiap kabupaten dan kota kepada masyarakat luas. Oleh karena itu, setiap daerah seharusnya diberikan kesempatan untuk menampilkan representasi budayanya secara utuh dan berimbang.

Sebagai salah satu kabupaten yang memiliki kekayaan budaya yang sangat beragam, Mandailing Natal semestinya tidak hanya diwakili oleh budaya Mandailing saja. Memang, budaya Mandailing merupakan identitas besar yang telah dikenal secara nasional melalui adat istiadat, seni musik Gordang Sambilan, tari tradisional, pakaian adat, hingga falsafah hidup masyarakatnya. Namun, Mandailing Natal bukan hanya Mandailing.

Kabupaten ini memiliki keberagaman budaya yang lahir dari kondisi geografis dan sejarah yang berbeda. Di wilayah pesisir Pantai Barat terdapat masyarakat dengan tradisi, kesenian, bahasa, kuliner, dan adat yang memiliki karakteristik tersendiri. Kekayaan budaya pesisir tersebut merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari identitas Mandailing Natal. Justru keberagaman inilah yang menjadi kekuatan daerah, sekaligus memperkaya mozaik budaya Sumatera Utara.

Sangat disayangkan apabila dalam pelaksanaan Pekan Raya Sumatera Utara tahun ini, pertunjukan seni dan budaya yang ditampilkan lebih didominasi oleh budaya Mandailing. Dominasi tersebut tentu tidak mengurangi nilai budaya Mandailing yang memang sangat luhur, tetapi di sisi lain menyisakan pertanyaan mengenai representasi budaya masyarakat pesisir Pantai Barat yang juga merupakan bagian resmi dari Kabupaten Mandailing Natal.

Budaya pesisir memiliki daya tarik yang unik. Mulai dari seni pertunjukan, musik tradisional, adat istiadat, bahasa, kuliner laut, hingga tradisi masyarakat nelayan yang telah diwariskan secara turun-temurun. Keunikan inilah yang sesungguhnya dapat menjadi nilai tambah dalam promosi pariwisata dan budaya Sumatera Utara. Wisatawan maupun masyarakat luar daerah akan memperoleh gambaran yang lebih utuh mengenai kekayaan budaya Mandailing Natal apabila seluruh unsur budayanya diberikan ruang untuk tampil.

Pelestarian budaya tidak hanya berarti menjaga tradisi yang telah dikenal luas, tetapi juga memberikan kesempatan yang sama kepada budaya-budaya lokal yang belum banyak diperkenalkan. Ketika salah satu unsur budaya terus-menerus menjadi representasi tunggal, sementara unsur budaya lainnya kurang memperoleh ruang, maka secara perlahan akan muncul kesenjangan dalam upaya pelestarian dan regenerasi budaya.

Ke depan, pemerintah daerah bersama panitia penyelenggara diharapkan dapat lebih bijaksana dalam menentukan konsep representasi budaya pada setiap event tingkat provinsi maupun nasional. Hal-hal yang tampak kecil, seperti pemilihan jenis pertunjukan seni atau delegasi budaya, sesungguhnya memiliki dampak besar terhadap pengakuan identitas masyarakat, rasa memiliki, dan keberlanjutan warisan budaya.

Representasi budaya yang inklusif bukan berarti mengurangi nilai budaya Mandailing, melainkan memperkuat citra Mandailing Natal sebagai daerah yang kaya akan keberagaman. Ketika budaya Mandailing dan budaya masyarakat pesisir Pantai Barat dapat tampil berdampingan, masyarakat akan melihat wajah Mandailing Natal yang sesungguhnya: sebuah daerah yang memiliki kekayaan adat, seni, tradisi, dan kearifan lokal yang saling melengkapi.

Sudah saatnya Mandailing Natal diperkenalkan kepada publik bukan hanya melalui satu identitas budaya, tetapi melalui keseluruhan warisan budayanya. Dengan demikian, Pekan Raya Sumatera Utara benar-benar menjadi panggung yang mencerminkan keberagaman budaya Sumatera Utara secara adil, proporsional, dan membanggakan bagi seluruh masyarakatnya. ***

  • Penulis: Dina Syarifah
  • Editor: Dahlan Batubara

Rekomendasi Untuk Anda

  • SMPN 2 MBG Kekurangan Mobiler

    SMPN 2 MBG Kekurangan Mobiler

    • calendar_month Minggu, 31 Jul 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MADINA- SMPN 2 Kecamatan Muara Batang Gadis (MBG), Madina saat ini sangat membutuhkan mobiler yang mendukung proses belajar mengajar. Mobiler yang dibutuhkan adalah meja dan bangku belajar. Karena keadan ini, saat ini masih banyak siswa yang tak ada tempat duduknya dan dengan terpaksa dalam 1 unit bangku ada 2 siswa yang duduk. Di samping itu […]

  • Putaran 2 Pilkada Taput, Maret

    Putaran 2 Pilkada Taput, Maret

    • calendar_month Kamis, 30 Jan 2014
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    MEDAN – Komisi Pemilihan Umum Daerah  (KPUD) Tapanuli Utara Sumatera Utara memastikan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Tapanuli Utara putaran 2 (dua) akan berlangsung pada Kamis, 6 Maret 2014 mendatang. Penetapan tanggal Pilkada taput Putaran 2 tersebut disepekati dalam Rapat Pleno KPUD Taput, hari ini di Kantor KPUD Taput di Tarutung dengan dihadiri dua pasangan  Cabup […]

  • Jika Pemkab Mandul, Sengketa KP USU – PT ALN Akan ke KPK

    Jika Pemkab Mandul, Sengketa KP USU – PT ALN Akan ke KPK

    • calendar_month Kamis, 17 Jul 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Warga Kecamatan Muara Batang Gadis akan mengadukan kasus izin lokasi perkebunan yang tumpang tindih ke KPK jika Pemkab Mandailing Natal tak mampu menuntaskannya. Ancaman itu dicuatkan warga yang tergabung dalam Forum Masyarakat MBG Bersatu, Selasa, (15/7/2014) terkait izin lokasi untuk PT ALN di atas tanah kadasteral KP USU di wilayah Kecamatan […]

  • “Naik Darah Tinggiku Ngurus Kartu Keluarga di Pemkab Madina Ini”

    “Naik Darah Tinggiku Ngurus Kartu Keluarga di Pemkab Madina Ini”

    • calendar_month Senin, 15 Agt 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    “Katanya bupati sekarang berjanji pelayanan ngurus KTP sama Kartu Keluarga mudah untuk rakyat Madina. Apanya yang mudah. Susahnya bikin darah tinggi saya naik,” kata Sarimuddin, warga Desa Gunung Tua Lumban Pasir, Kecamatan panyabungan, Sabtu (13/8) lalu di warung tak jauh dari Dinas Dukcapilsosnakertrans Madina. Betapa tidak naik pitam, sejak hari Rabu (10/8/2016) dia mengurus Kartu […]

  • Polres Labuhanbatu Ringkus Lima Tersangka Curanmor

    Polres Labuhanbatu Ringkus Lima Tersangka Curanmor

    • calendar_month Selasa, 14 Feb 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Rantauprapat, . Dalam kurun waktu seminggu, Unit Ranmor Sat Reskrim Polres Labuhanbatu meringkus dua residivis atas dugaan keterlibatan dalam kejahatan pencurian kendaraan bermotor (Curanmor) dan tiga tersangka lainnya diduga spesialis pencurian kendaraan becak bermotor (Betor). “Dua tersangka spesialis pencurian kendaraan bermotor tersebut baru saja bebas dua minggu lalu dari LP,” jelas Kapolres Labuhanbatu AKBP Hirbak […]

  • Selamat Datang Virus Covid Varian Baru

    Selamat Datang Virus Covid Varian Baru

    • calendar_month Senin, 8 Feb 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh : Alfisyah S.Pd Guru dan Pegiat Literasi Islam Varian baru virus covid-19 B117 yang berasal dari Inggris kini semakin menghantui negeri-negeri yang menjadi lahan subur pandemi. Boris Johnson mengatakan bahwa virus varian baru ini lebih menular dan lebih mematikan (kompas.com, 23/01/2021). Jubir satgas covid 19 menyatakan bahwa Indonesia mesti bersiap akan kemungkinan penularan virus […]

expand_less