Senin, 20 Apr 2026
light_mode

Abdul Aziz Myatt, Neo-Nazi yang Tak Lagi Anti-Islam

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 21 Okt 2013
  • print Cetak

Abdul Aziz Myatt dahulu seorang yang membenci Islam. Kebencian itu kian menjadi karena ia merupakan anggota kelompok ekstrim sayap kanan. Namun, kunjungan ke Mesir mengubah jalan hidup Aziz. Alhamdulillah, atas pertolongan Allah SWT, Aziz kembali pada Islam.

“Saya memutuskan menjadi Muslim karena pikiran dan hati saya mengaku tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah,” kenang dia seperti dikutip Onislam.net, Ahad (20/10).

Ketika mulai lembaran baru sebagai Muslim, wajah optimisme terekam jelas dalam wajahnya. Awalnya, ia merasa putus asa dengan banyaknya kesalahan yang dilakukan semasa aktif berkampanye anti-Islam. Apakah ia akan diampuni atas kesalahannya itu. “Saya merasa bahagia ketika imam masjid berkata kepada saya, dengan menjadi Muslim, seseorang mulai hidup baru. Allah mengampuni dosa-dosaku,” kata dia.

Perjalanan Aziz menuju Islam dimulai ketika ia pergi ke Mesir. Di sana, ia kunjungi masjid. Lalu terdengarlah suara Adzan. Suara itu membuatnya terkesan. Tapi ia belum tahu bagaimana mengekpresikan hal tersebut. “Pengetahuanku tentang Islam begitu sedikit,” kata dia.

Selanjutnya ketertarikan itu mendorongnya untuk lebih banyak membaca literatur tentang Islam. Sedikit membaca, mulai muncul rasa kagum. Tapi ego-nya sebagai kelompok anti-Islam membuatnya mengabaikan itu. “Ada dua hal yang membuat saya abaikan itu, segala sesuatunya itu berasal dari alam,” kata dia.

Perlahan tapi pasti, pemahaman itu mulai berubah seiring interaksi Aziz dengan alam. Ia menyadari hakikat kehidupan ini pasti ada yang mengatur, tidak berjalan sendiri-sendiri. Manusia itu diciptakan untuk satu tujuan. “Saya merasa menyadari aku seperti tertipu setan. Baru kali saya benar-benar merasa rendah hati,” kenang dia.

Seketika, ia teringat Alquran yang sempat dibelinya sewaktu di Mesir. Ia mulai membacanya dengan seksama. Di Alquran, Aziz banyak menemukan logika, akal, kebenaran, wahyu, keadilan, kemanusiaan dan keindahan. Karena penasaran, ia telusuri hal itu melalui internet. “Saya begitu terpesona dengan Nabi Muhammad. Ia mewakili apa yang saya rasakan dalam hati dan pikirannya. Ia contoh yang sempurna untuk saya tiru,” kata dia.

Beberapa hari berikutnya, Aziz tak menahan diri untuk mencari informasi yang dibutuhkannya. Keraguan ia kikis habis, Keyakinan akan jalan yang akan membawanya menuju kebenaran diperkuat. Puncaknya, ia duduk berjam-jam mendengarkan rekaman adzan. “Saya telah menemukan kebenaran itu,” kata dia.

Selanjutnya, ia masuki masjid dan mengungkapkan niatan memeluk Islam. Mereka, para pengurus masjid, dengan ramah membimbing Aziz. “Saya percaya keinginan saya menjadi Muslim akan mudah. Karena saya memiliki Alquran dan telada Nabi Muhammad Saw,” kata dia. (rmol)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • PT VAL Diduga Serobot Lahan Warga Lima Desa

    PT VAL Diduga Serobot Lahan Warga Lima Desa

    • calendar_month Sabtu, 6 Des 2014
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    Sosa  – PT Victorindo Alam Lestari (VAL) yang berlokasi di Desa Aliaga Kecamatan Hutaraja Tinggi (Huragi) Kabupaten Padang Lawas (Palas), diduga melakukan penyerobotan tanah seluas 300 hektare milik warga Desa Aek Tinga Kecamatan Sosa. Bahkan, PT VAL melakukan penyerobotan sedikitnya 2.100 hektare tanah milik masyarakat lima desa lainnya di Kecamatan Huragi, yakni Desa Lubuk Bunut, […]

  • Unjukrasa Desak DPRD Madina Bentuk Pansus SMGP

    Unjukrasa Desak DPRD Madina Bentuk Pansus SMGP

    • calendar_month Rabu, 17 Feb 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN(Mandailing Online) –  Puluhan pengunjukrasa mendesak DPRD Mandailing Natal membentuk Panitia Khusus (Pansus) atas tragedi keracunan warga Sibangggor Julu di wilayah kerja PT SMGP. Pengunjukrasa dari Aliansi Perhimpunan Pemuda Madina Bersatu itu melakukan aksi unjukrasa ke gedung DPRD Mandailing Natal, Rabu (17/2/2021). DPRD Mandailing Natal selaku wakil rakyat dinilai tidak memiliki sikap yang jelas atas […]

  • Rumah Makan Gulaen Incor dan Aporas Hadir di Panyabungan

    Rumah Makan Gulaen Incor dan Aporas Hadir di Panyabungan

    • calendar_month Senin, 15 Agt 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Apakah anda rindu atau ingin menu masakan gulai incor, tapi susah mendapatkan rumah makan yang menyajikannya? Kini jangan lagi rusau. Sebab sekarang sudah ada rumah makan khas masakan gulaen incor yang terletak di Desa Salambue, Kecamatan Panyabungan Kabupaten Mandailing Natal. Lokasi rumah makan ini berada di tengah hamparan sawah dan ladang, […]

  • Kondisi Batahan Sudah Mulai Tenang Pasca Dihantam Puting Beliung

    Kondisi Batahan Sudah Mulai Tenang Pasca Dihantam Puting Beliung

    • calendar_month Kamis, 4 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan, Kondisi kecamatan Batahan Kabupaten Mandailing Natal usai dihantam puting beliung pada Senin (1/11) sore terlihat sudah mulai tenang dan warga pelaksanakan aktivitas bergotong royong memperbaiki rumah yang rusak dengan swadaya masyarakat. Salah seorang warga Ramadi kepada wartawan, Selasa (2/11) mengakui puting beliung yang menimpa 4 Desa di Kecamatan Batahan mengakibatkan 80 rumah rusak berat […]

  • Sering Dampingi Atika Penyantunan Anak Yatim, Ini Alasan Yazid Dukung SAHATA

    Sering Dampingi Atika Penyantunan Anak Yatim, Ini Alasan Yazid Dukung SAHATA

    • calendar_month Sabtu, 9 Nov 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Drs. Muhammad Yazid Nasution yang terlihat sering mendampingi calon wakil bupati Mandailing Natal (Madina) Atika Azmi Utammi Nasution dalam rangka penyantunan anak yatim membeberkan alasan mendukung pasangan calon Saipulllah-Atika (SAHATA). Pensiunan PNS Kementerian Agama ini di sela-sela pengajian di Banjar Sehat, Panyabungan, Jumat (7/11/2024), menjelaskan bahwa keputusannya dan keluarganya mendukung […]

  • Akar Persoalan Keterpurukan Bangsa

    Akar Persoalan Keterpurukan Bangsa

    • calendar_month Selasa, 26 Okt 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PERTANYAAN mendasar yang sering muncul ke permukaan adalah: apakah negara yang sudah memproklamirkan kemerdekaannya 65 tahun lalu ini, benar-benar sudah merdeka? Merdeka dalam arti berdaulat dalam segala aspek kehidupan bernegara? Untuk menjawab pertanyaan sederhana tersebut, tentu kita harus melihat situasi global dan nasional saat ini. Situasi global saat ini ditandai pertarungan bangsa-bangsa dalam membangun pengaruh […]

expand_less