Rabu, 9 Sep 2026
light_mode

43 Mobil Dinas DPRD Langkat Tak Masuk Dalam APBD

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Sabtu, 26 Mar 2011
  • print Cetak

Medan,

Setelah memanggil mantan pejabat Pemkab Langkat dan sejumlah rekanan, Penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejati Sumatera Utara (Kejatisu) kembali memanggil empat saksi terkait aliran dana APBD Langkat Tahun 2000 hingga 2007 senilai Rp102,7 milliar.

Untuk mengetahui aliran dana selama tujuh tahun tersebut, kejaksaan pun menelusuri pengeluaran anggaran, termasuk diantaranya menelusuri pembelian sebanyak 43 unit mobil dinas DPRD Langkat yang berasal dari APBD Tahun 2002.

Secara intensif penyidik kejaksaan kembali melakukan pemeriksaan terhadap saksi Gusyandri dari PT Astra Internasional, Zuraidah Hanum Kacapem Bank Syariah Mandiri Kota Stabat, Diana Sari mantan Sekwan Langkat Tahun 2001-2006 serta Gudok Mantan Bendahara Sekwan Kabupaten Langkat.

Mengenai pemeriksaan empat orang saksi ini, dibenarkan oleh Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejatisu Erbindo Saragih yang dihubungi melalui telepon, Rabu (23/03/2011) malam.

Dari hasil pemeriksaan, Erbindo menerangkan bahwa pengadaan mobil dinas untuk masing-masing anggota dewan tersebut tidak dimasukkan dalam APBD, namun itu dilakukan atas inisiatif Bupati Langkat Syamsul Arifin.

Bahkan, beberapa dewan yang mendapatkan mobil dinas jenis Panther tersebut telah menjualnya. Mereka menganggap mobil itu sudah dihibahkan sehingga sudah merasa menjadi milik pribadi.

“Kepada anggota dewan yang sudah menjual mobil dinas ini, kita akan mempertimbangkan kembali apakah mereka mau mengembalikan mobil tersebut, sebab kalau namanya mobil dinas tidak bisa menjadi hak pribadi. Kalau sudah tidak menjadi anggota dewan maka mobil tersebut harus dikembalikan kepada pemerintah,” beber Erbindo.

Ditambahkannya, Kejatisu akan terus menelusuri aliran dana APBD, termasuk yang menjadi sorotan kasus Panther Gate DPRD Langkat sebab pembeliannya tidak dimasukkan dalam APBD Tahun 2002.

Selain pejabat, mantan pejabat, anggota dewan, rekanan dan distributor mobil, penyidik juga memanggil pihak perbankan untuk menelusuri berapa jumlah anggaran yang dibayarkan untuk pembelian 43 mobil dinas DPRD Langkat.

“Sejauh ini, kita masih melakukan penghitungan jumlah kerugian negara. Apabila nantinya ditemukan kerugian negara, tentunya bakal ada tersangka baru yang akan menyusul Buyung Ritonga,” ujarnya.

Mengenai siapa tersangka, apakah dari para saksi yang diperiksa, Erbindo menegaskan besar kemungkinan bisa ke arah sana tergantung hasil penyidikan dan audit BPKP. (BS-021)
Sumber : Beritasumut

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Agincourt Rumahkan 300 Karyawan Lagi

    Agincourt Rumahkan 300 Karyawan Lagi

    • calendar_month Rabu, 17 Okt 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Medan, (MO) – Dua minggu pasca berhentinya operasi Tambang Emas Martabe di Batangtoru, Tapanuli Selatan, tercatat jumlah karyawan yang dirumahkan semakin banyak. Saat ini, jumlahnya mencapai 1.200 orang atau bertambah sekitar 300 orang dari sepekan sebelumnya. “Tadi saya cek, jumlahnya malah bertambah,” kata Communication Manager PT Agincourt Resources, pengelola tambang emas Martabe di Batangtoru, Katarina […]

  • Lowongan CPNS dibuka 18-29 Agustus

    Lowongan CPNS dibuka 18-29 Agustus

    • calendar_month Rabu, 6 Agt 2014
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    MEDAN – Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) Azwar Abubakar melalui Sekretaris Menteri Tasdik Kinanto telah mengirimkan surat bernomor: B/2870/M.PAN/7/2014 tertanggal 25 Juli 2014 kepada para Pejabat Pembina Kepegawaian Pusat dan Pejabat Pembina Kepegawaian Daerah agar mematuhi jadwal kegiatan pelaksanaan seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Tahun 2014. Dalam lampiran surat itu disebutkan, […]

  • Tujuh Kepala Daerah harus Berjuang Bentuk Sumteng

    Tujuh Kepala Daerah harus Berjuang Bentuk Sumteng

    • calendar_month Kamis, 17 Okt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 3Komentar

    SIDIMPUAN (Mandailing Online) – Usulan pembentukan Provinsi Sumatera Tenggara di Komisi II DPR RI tidak akan berjalan maksimal jika kepala daerah tidak satu kata. Untuk itu, empat kabupaten dan satu kota di wilayah Tabagsel plus Labuhan Batu dan Labuhan Batu Selatan harus bersatu memperjuangkan percepatan pembentukan provinsi ini. Sekretaris Jenderal (Sekjen) Pengurus Pusat Pengurus Pusat […]

  • Kapolri : Pengamanan Pemudik Menjadi Prioritas Polri

    Kapolri : Pengamanan Pemudik Menjadi Prioritas Polri

    • calendar_month Minggu, 21 Agt 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Semarang, Kapolri Jenderal Timur Pradopo menyatakan pengamanan pemudik pada Lebaran 2011 menjadi prioritas seluruh jajaran Polri. “Pengamanan pemudik menjadi prioritas, dan kami telah melakukan berbagai antisipasi berkaitan dengan kemungkinan adanya gangguan keamanan terhadap pemudik,” kata Kapolri di sela kunjungan pengecekan kesiapan pelayanan mudik Lebaran 2011 di Stasiun Tawang Semarang bersama Menteri Perhubungan Freddy Numberi dan […]

  • Kasus Bhatoegana pelajaran bagi Demokrat

    Kasus Bhatoegana pelajaran bagi Demokrat

    • calendar_month Minggu, 2 Des 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 2Komentar

    DEPOK, (MO) – Peneliti Kajian Budaya dan Pengamat Sosial Universitas Indonesia (UI) Devie Rahmawati menilai kasus Sutan Bhatoegana merupakan pembelajaran politik Partai Demokrat. “Partai Demokrat partai baru, ini pembelajaran, bukan partai kalau tanpa pendukung, harus mampu merebut kasih dari publik. Ini malah jadi bumerang,” tegasnya kepada wartawan, hari ini. Kedepannya lanjut Devie, partai harus buat […]

  • SOSOK LUDFAN NASUTION (Kilasan Pasca Rekomendasi PKB)

    SOSOK LUDFAN NASUTION (Kilasan Pasca Rekomendasi PKB)

    • calendar_month Minggu, 18 Jun 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Catatan : ASKOLANI NASUTION Budayawan   Saya mengenalnya tahun 2009 di radio Start 102.6 FM Panyabungan ketika masih di Lintas Timur, beliau penyiar di radio itu dan saya sering ke sana untuk sekedar minum kopi. Lalu dengan Pak Khoiruddin Faslah Siregar dan Romi Hidayat, kami juga sama-sama menulis buku biografi Amru Daulay. Saya bagian […]

expand_less