Rabu, 15 Jul 2026
light_mode

Festival Budaya Bersastra Gordang Sambilan Berlangsung Senin

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Minggu, 20 Feb 2022
  • print Cetak

Festival Gordang Sambilan tahun 2012 di Panyabungan (ilustrasi)

Jika tak ada halangan, Mandailing Natal akan melangsungkan Sidang Adat dan Festival Budaya Bersastra Gordang Sambilan.

Insyaalah dilangsungkan Senin depan, 21 Pebruari 2022″ kata Ketua Umum Badan Pemangku Adat dan Budaya (BPAB) Mandailing Natal (Madina), Mangaraja Soangkupon kepada Mandailing Online di Panyabungan, Jum’at (17/2/2022).

Lokasinya direncanakan di kawasan Tambangan, Mandailing Natal (Madina)

Para raja-raja Mandailing akan bersidang di Sidang Adat ini yang dihadiri tokoh masyarakat, pakar serta praktisi budaya.

Mangaraja Soangkupon menyatakan persiapan Sidang Adat ini tergolong singkat.

Festival Budaya Bersastra Gordang Sambilan beranjak dari esensi bahwa ada sisi kekayaan sastra daerah yang melekat pada Gordang Sambilan.

Aksi tabuhan Gordang Sambilan ini ditarget diikuti puluhan grup Gordang Sambilan dari berbagai penjuru Mandailing Natal.

Sidang Adat dan Festival ini bertujuan sebagai persiapan syarat-syarat pendaftaran Gordang Sambilan ke atase Unesco di Prancis pada momen Hari Bahasa Ibu Internasional (International Mother Language Day).

Pada Hari Bahasa Ibu Internasional, UNESCO dan badan-badan PBB lain akan berpartisipasi dalam program mempromosikan keragaman budaya dan bahasa di seluruh dunia.

Kepala Balai Bahasa Sumatera Utara, Dr. Maryanto (pakai masker); Kabid Kebudayaan Dinas Pendidikan Madina, Muhammad Idris (nomor 1 dari anan); Ketua Umum BPAB Madina, Mangaraja Soangkupon (2 dari kiri); Harahap dari Balai Bahasa Sumatera Utara (kiri) di Panyabungan, Jum’at (18/2) saat berbincang persiapan Festival Budaya Bersastra Gordang Sambilan.

Sementara itu, Kepala Balai Bahasa Sumatera Utara, Dr. Maryanto, M.Hum kepada Mandailing Online, Jum’at (18//2022) menyatakan melalui aksi Festival Budaya Bersastra Gordang Sambilan ini diharapkan hasilnya dapat mengembalikan memori kolektif masyarakat di tingkat nasional akan peran pentingnya keberadaan masyarakat Mandailing sebagai kampung segudang punjangga yang telah melahirkan para tokoh sastrawan penting dalam pergerakan nasional Indonsia.

Dampak besar hasil aksi festival itu ialah tertanamnya ingatan publik nasional dan internasional serta teregisterasi WBTB (warisan budaya tak benda) masyarakat Mandailing di UNESCO terhadap keberadaan budaya bersastra Gordang Sambilan tersebut murni di tangan masyarakat adat Mandailing.

Dikatakannya, sastra Mandailing sebagaimana terungkap dalam seni Gordang Sambilan merupakan salah satu kekayaan sastra daerah yang —seturut dengan amanat Pasal 28 dalam PP No. 57 Tahun 2014 —dilakukan pelindungan untuk mempertahankan kedudukan dan fungsi bahasa daerah sebagai pembentuk kepribadian suku bangsa, peneguh jati diri kedaerahan, dan sarana pengungkapan serta pengembangan sastra dan budaya daerah.

Aksi festival ini sangat penting untuk dilakukan oleh pihak Pemerintah Daerah Kabupaten Mandailing Natal guna merawat hak adat Mandailing dari kemungkinan budaya bersastra Gordang Sambilan ini telah didaftarkan kepada badan dunia di PBB sebagai warisan budaya tak-benda oleh pihak lain.

Lebih jauh Maryanto mengungkap bahwa dalam bidang pendidikan dan kebudayaan, masyarakat Mandailing di Provinsi Sumatera Utara memiliki jejak tokoh inspiratif sehebat Ki Hadjar Dewantara.

Jauh sebelum Taman Siswa berdiri pada tahun 1922, Sati Nasution—yang lebih dikenal bernama Williem Iskander—telah berjuang di dunia pendidikan melalui pendirian sekolah guru pertama (sekolah bumiputra) di Mandailing pada tahun 1862. Tokoh terkemuka itu adalah seorang pujangga yang menghasilkan pujangga demi pujangga pada zamannya masing-masing.

“Budaya bersastra daerah Mandailing ini merupakan bagian tak-terpisahkan dengan perkembangan jagat kesusastraan Indonesia,” katanya.

Dari sejumlah pujangga terkemuka pada masa kolonial, ada Merari Siregar sebagai pengarang novel terbitan awal Balai Pustaka (1921): Azab dan Sengsara. Roman modern pertama itu ditulis dengan kekhasan sastra daerah Mandailing karena kuatnya penguasaan bahasa ibu oleh pengarang—bahasa daerah Mandailing, termasuk dalam hal aksaranya—di samping  penguasaannya dalam bahasa komunikasi luas pada saat itu. Pada era angkatan pujangga Balai Pustaka itu, tak-boleh terlupakan adanya seorang tokoh pemuda Mandailing—Sanusi Pane—yang memberikan persetujuan pertama kali lahirnya gagasan bahasa persatuan Indonesia (2 Mei 1926).  Bersama dengan tokoh nasional dari Mandailing lainnya seperti Armin Pane dan Sutan Takdir Alisyahbana, Sanusi Pane juga menjadi pelopor angkatan Pujangga Baru yang terus-menerus melahirkan gagasan pembaruan menuju pintu gerbang kemerdekaan Republik Indonesia.

Telah tiba saatnya segudang pujangga yang berdarah Mandailing tersebut dijadikan lebih inspiratif bagi generasi muda agar bahasa dan sastra daerah Mandailing tidak mengalami kemunduran, seiring dengan majunya zaman kekinian.

“Oleh karena itu, pada momentum Hari Bahasa Ibu Internasional (21 Februari 2022), kampung segudang pujangga ini perlu dipertunjukkan kepada publik seluas mungkin supaya dapat ditengok kembali oleh masyarakat di tingkat nasional dan—bahkan—di dunia tingkat internasional,” ujarnya. (Dahlan Batubara)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • PT SMGP Bantu Korban Kebakaran di Longat

    PT SMGP Bantu Korban Kebakaran di Longat

    • calendar_month Senin, 13 Apr 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN BARAT (Mandailing Online) – PT Sorik Marapi Geothermal Power (PT.SMGP) memberikan bantuan kepada korban kebakaran di Kelurahan Longat OTP Geotermal, Jumat (10/4) lalu. Sebanyak 6 kepala keluarga memperoleh bantuan dalam bentuk renovasi rumah, diserahkan oleh Manager Sustainability PT. SMGP Apriadi Djamhurie Gani kepada Lurah Longat Abdul Kholid  didampingi Camat Panyabungan Barat Muhammad Amin. […]

  • Realisasi PBB Tapsel Rp 1,1 Miliar

    Realisasi PBB Tapsel Rp 1,1 Miliar

    • calendar_month Senin, 24 Nov 2014
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    Tapsel – Hingga 14 November 2014, capaian Pajak Bumi Bangunan (PBB) Tapanuli Selatan (Tapsel) mencapai Rp 1,12 miliar atau berkisar 75% dari target Rp 1,5 miliar. Capaian tersebut dinilai cukup baik setelah dikelola Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tapsel. “Capaian ini dinilai cukup baik, pada tahun pertama Pemkab Tapsel langsung sebagai pengelola setelah diserahkan secara defenitif Tahun […]

  • Masjid Agung

    Masjid Agung

    • calendar_month Selasa, 14 Sep 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Masjid Agung Nur Alan Nur Madina

  • Bupati Jum’atan di Sirangkap, Warga Keluhkan Infrastruktur

    Bupati Jum’atan di Sirangkap, Warga Keluhkan Infrastruktur

    • calendar_month Jumat, 27 Feb 2026
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN TIMUR (Mandailing Online) – “Masih banyak kekurangan di desa kami ini, Pak Bupati. Seperti insfratruktur jalan dan sebagainya, mohonlah, Pak”. Itu kalimat tokoh Desa Sirangkap Kecamatan Panyabungan Timur, kepada Bupati Mandailing Natal (Madina) Saipullah Nasution, Jum’at (27/2/2026). Menurut warga, pembangunan sebelumnya tertunda akibat efesiensi anggaran dari pemerintah pusat. Mereka berharap agar dilanjutkan. Bupati melaksanakan […]

  • Warga Yang Hanyut di Aek Sinakakok Batang Natal Ditemukan Meninggal Dunia

    Warga Yang Hanyut di Aek Sinakakok Batang Natal Ditemukan Meninggal Dunia

    • calendar_month Jumat, 8 Mar 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    BATANG NATAL ( Mandailing Online ): Rahuddin Harahap lansia diperkirakan 73 hingga 80 tahun yang merupakan Warga Desa Aek Garingging Kecamatan Linggabayu Kabupaten Mandailing Natal (Madina) hanyut Kamis (7/3/24) malam sekira pukul 22.00 wib ditemukan meninggal dunia. Korban meninggal akibat terbawa luapan aek Sinakakok yang bermuara ke sungai batang natal ditemukan pukul 09.00 Wib Jum’at […]

  • Kadistan Madina Minta Petani Segera Tanam Ulang Setelah Masa Panen. Kenapa ?

    Kadistan Madina Minta Petani Segera Tanam Ulang Setelah Masa Panen. Kenapa ?

    • calendar_month Kamis, 5 Okt 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Kepala Dinas Pertanian Mandailing Natal (Madina) Siar Nasution Meminta para petani di wilayah Madina agar tak berlama lama untuk segera melakukan tanam ulang guna menghindari dampak Fenemona El Nino. El Nino kata Kadis dapat berdampak terhadap sektor pertanian. Beberapa dampaknya adalah, kekeringan, gangguan musim tanam, banyaknya penyakit dan hama tanaman, penurunan […]

expand_less