Rabu, 15 Apr 2026
light_mode

Festival Budaya Bersastra Gordang Sambilan Berlangsung Senin

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Minggu, 20 Feb 2022
  • print Cetak

Festival Gordang Sambilan tahun 2012 di Panyabungan (ilustrasi)

Jika tak ada halangan, Mandailing Natal akan melangsungkan Sidang Adat dan Festival Budaya Bersastra Gordang Sambilan.

Insyaalah dilangsungkan Senin depan, 21 Pebruari 2022″ kata Ketua Umum Badan Pemangku Adat dan Budaya (BPAB) Mandailing Natal (Madina), Mangaraja Soangkupon kepada Mandailing Online di Panyabungan, Jum’at (17/2/2022).

Lokasinya direncanakan di kawasan Tambangan, Mandailing Natal (Madina)

Para raja-raja Mandailing akan bersidang di Sidang Adat ini yang dihadiri tokoh masyarakat, pakar serta praktisi budaya.

Mangaraja Soangkupon menyatakan persiapan Sidang Adat ini tergolong singkat.

Festival Budaya Bersastra Gordang Sambilan beranjak dari esensi bahwa ada sisi kekayaan sastra daerah yang melekat pada Gordang Sambilan.

Aksi tabuhan Gordang Sambilan ini ditarget diikuti puluhan grup Gordang Sambilan dari berbagai penjuru Mandailing Natal.

Sidang Adat dan Festival ini bertujuan sebagai persiapan syarat-syarat pendaftaran Gordang Sambilan ke atase Unesco di Prancis pada momen Hari Bahasa Ibu Internasional (International Mother Language Day).

Pada Hari Bahasa Ibu Internasional, UNESCO dan badan-badan PBB lain akan berpartisipasi dalam program mempromosikan keragaman budaya dan bahasa di seluruh dunia.

Kepala Balai Bahasa Sumatera Utara, Dr. Maryanto (pakai masker); Kabid Kebudayaan Dinas Pendidikan Madina, Muhammad Idris (nomor 1 dari anan); Ketua Umum BPAB Madina, Mangaraja Soangkupon (2 dari kiri); Harahap dari Balai Bahasa Sumatera Utara (kiri) di Panyabungan, Jum’at (18/2) saat berbincang persiapan Festival Budaya Bersastra Gordang Sambilan.

Sementara itu, Kepala Balai Bahasa Sumatera Utara, Dr. Maryanto, M.Hum kepada Mandailing Online, Jum’at (18//2022) menyatakan melalui aksi Festival Budaya Bersastra Gordang Sambilan ini diharapkan hasilnya dapat mengembalikan memori kolektif masyarakat di tingkat nasional akan peran pentingnya keberadaan masyarakat Mandailing sebagai kampung segudang punjangga yang telah melahirkan para tokoh sastrawan penting dalam pergerakan nasional Indonsia.

Dampak besar hasil aksi festival itu ialah tertanamnya ingatan publik nasional dan internasional serta teregisterasi WBTB (warisan budaya tak benda) masyarakat Mandailing di UNESCO terhadap keberadaan budaya bersastra Gordang Sambilan tersebut murni di tangan masyarakat adat Mandailing.

Dikatakannya, sastra Mandailing sebagaimana terungkap dalam seni Gordang Sambilan merupakan salah satu kekayaan sastra daerah yang —seturut dengan amanat Pasal 28 dalam PP No. 57 Tahun 2014 —dilakukan pelindungan untuk mempertahankan kedudukan dan fungsi bahasa daerah sebagai pembentuk kepribadian suku bangsa, peneguh jati diri kedaerahan, dan sarana pengungkapan serta pengembangan sastra dan budaya daerah.

Aksi festival ini sangat penting untuk dilakukan oleh pihak Pemerintah Daerah Kabupaten Mandailing Natal guna merawat hak adat Mandailing dari kemungkinan budaya bersastra Gordang Sambilan ini telah didaftarkan kepada badan dunia di PBB sebagai warisan budaya tak-benda oleh pihak lain.

Lebih jauh Maryanto mengungkap bahwa dalam bidang pendidikan dan kebudayaan, masyarakat Mandailing di Provinsi Sumatera Utara memiliki jejak tokoh inspiratif sehebat Ki Hadjar Dewantara.

Jauh sebelum Taman Siswa berdiri pada tahun 1922, Sati Nasution—yang lebih dikenal bernama Williem Iskander—telah berjuang di dunia pendidikan melalui pendirian sekolah guru pertama (sekolah bumiputra) di Mandailing pada tahun 1862. Tokoh terkemuka itu adalah seorang pujangga yang menghasilkan pujangga demi pujangga pada zamannya masing-masing.

“Budaya bersastra daerah Mandailing ini merupakan bagian tak-terpisahkan dengan perkembangan jagat kesusastraan Indonesia,” katanya.

Dari sejumlah pujangga terkemuka pada masa kolonial, ada Merari Siregar sebagai pengarang novel terbitan awal Balai Pustaka (1921): Azab dan Sengsara. Roman modern pertama itu ditulis dengan kekhasan sastra daerah Mandailing karena kuatnya penguasaan bahasa ibu oleh pengarang—bahasa daerah Mandailing, termasuk dalam hal aksaranya—di samping  penguasaannya dalam bahasa komunikasi luas pada saat itu. Pada era angkatan pujangga Balai Pustaka itu, tak-boleh terlupakan adanya seorang tokoh pemuda Mandailing—Sanusi Pane—yang memberikan persetujuan pertama kali lahirnya gagasan bahasa persatuan Indonesia (2 Mei 1926).  Bersama dengan tokoh nasional dari Mandailing lainnya seperti Armin Pane dan Sutan Takdir Alisyahbana, Sanusi Pane juga menjadi pelopor angkatan Pujangga Baru yang terus-menerus melahirkan gagasan pembaruan menuju pintu gerbang kemerdekaan Republik Indonesia.

Telah tiba saatnya segudang pujangga yang berdarah Mandailing tersebut dijadikan lebih inspiratif bagi generasi muda agar bahasa dan sastra daerah Mandailing tidak mengalami kemunduran, seiring dengan majunya zaman kekinian.

“Oleh karena itu, pada momentum Hari Bahasa Ibu Internasional (21 Februari 2022), kampung segudang pujangga ini perlu dipertunjukkan kepada publik seluas mungkin supaya dapat ditengok kembali oleh masyarakat di tingkat nasional dan—bahkan—di dunia tingkat internasional,” ujarnya. (Dahlan Batubara)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • KNPI Madina Sepakat izin PT SMGP Dicabut

    KNPI Madina Sepakat izin PT SMGP Dicabut

    • calendar_month Kamis, 4 Feb 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPD KNPI) Kabupaten Mandailing Natal satu sikap dengan Komisi VII DPR RI mengenai kasus geothermal yang dikelola PT SMGP di Mandailing Natal, Sumut. Wakil Ketua DPD KNPI Mandailing Natal (Madina), Fahmi Hendrawan Nainggolan S.Sos dalam rilis pers diterima Mandailing Online, Rabu (3/2/2021) menyatakan bahwa pihaknya menolak perusahaan […]

  • Ketua DPRD Apresiasi Kearifan Bupati dan Wakil Bupati

    Ketua DPRD Apresiasi Kearifan Bupati dan Wakil Bupati

    • calendar_month Senin, 25 Apr 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Ketua DPRD Mandailing Natal (Madina) Erwin Efendi Lubis mengapresiasi kearifan Bupati H. M. Ja’far Sukhairi Nasution dan Wakil Bupati Atika Azmi Utammi Nasution terkait akan keluarnya SK dan gaji honorer. “Kita apresiasi Pak Bupati dan Wakil Bupati yang telah begitu arif dan membuat keputusan untuk segera mengeluarkan SK dan gaji pegawai […]

  • Reses Fakhrizal Efendi Nasution : Disambut Raja-Raja, Diminta Jadi Bupati

    Reses Fakhrizal Efendi Nasution : Disambut Raja-Raja, Diminta Jadi Bupati

    • calendar_month Selasa, 6 Mar 2018
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUGAN (Mandailing Online) – Anggota DPRD Sumut, H. Fakhrizal Efendi Nasution melakukan reses di dua kecamatan di Mandailing Natal, Selasa (6/3/2018). Di Kecamatan Panyabungan, politisi dari Partai Hanura ini berlokasi di Kelurahan Kotasiantar pada Selasa pagi. Dia disambut Raja-raja Mandailing Godang, yakni Patuan Mandailing Hutasiantar, Mangaraja Gunung dan Sutan Parluhutan serta tabuhan Gordang Sambilan. […]

  • Salbiah Nakhodai KPOTI Madina 2021-2026

    Salbiah Nakhodai KPOTI Madina 2021-2026

    • calendar_month Rabu, 10 Nov 2021
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Salbiah, S.Ag, MM terpilih menakhodai Komite Permainan Rakyat dan Olahraga Tradisional Indonesia (KPOTI) Mandailing Natal (Madina) pada musyawarah kabupaten yang berlangsung pada 8 November 2021. Musyawarah yang digelar di aula MAN 1 Madina ini dihadiri Pengurus KPOTI Sumatera Utara Syamsul Lubis. Syamsul juga didaulat sebagai pimpinan sidang pemilihan ketua. Musyawarah ini […]

  • Pasokan Gabah Sulit, Pengilingan Padi di Panyabungan Terancam Gulung Tikar

    Pasokan Gabah Sulit, Pengilingan Padi di Panyabungan Terancam Gulung Tikar

    • calendar_month Rabu, 13 Sep 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN( Mandailing Online )- Para pemilik penggilingan padi Kecamatan Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal ( Madina ), terancam gulung tikar. Pasalnya, sudah lebih dari dua pekan pabrik penggilingan padi mereka tidak beroperasi karena minimnya pasokan padi dari petani. Rabu Seperti penggilingan padi milik Walid di Desa Darus Salam, sejak dua pekan terakhir tidak beroperasi. Para pekerjanya […]

  • Ribuan Obor Padati Jalan Kota Panyabungan

    Ribuan Obor Padati Jalan Kota Panyabungan

    • calendar_month Rabu, 19 Jul 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN ( Mandailing Online ) Ribuan obor yang dibawa santri, pelajar, organisasi keagamaan dan masyarakat dengan berjalan kaki padati jalan kota Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal ( Madina ) pawai obor ini sebagai bentuk rasa gembira dalam menyambut tahun baru islam. Tampak dibarisan depan pawai obor itu Bupati Mandailing Natal H.M.Ja’far Sukhairi Nasution, Kapolres AKBP.H.M Reza […]

expand_less