Rabu, 15 Apr 2026
light_mode

Realisasi PBB Tapsel Rp 1,1 Miliar

  • account_circle Redaksi Abdul Holik
  • calendar_month Senin, 24 Nov 2014
  • print Cetak

Tapsel – Hingga 14 November 2014, capaian Pajak Bumi Bangunan (PBB) Tapanuli Selatan (Tapsel) mencapai Rp 1,12 miliar atau berkisar 75% dari target Rp 1,5 miliar. Capaian tersebut dinilai cukup baik setelah dikelola Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tapsel. “Capaian ini dinilai cukup baik, pada tahun pertama Pemkab Tapsel langsung sebagai pengelola setelah diserahkan secara defenitif Tahun 2014 dari pusat atau Pajak Pratama Padangsidimpuan,” ujar Kepala Dinas Pendapatan, Keuangan dan Aset Daerah (PPKAD) Kabuaten Tapsel, H Suleman Lubis SE, melalui Kabid Pendapatan Aswin Rangkuti SH, di ruang kerjanya, Jum’at (21/11).

Dia mengatakan, bahwa pada Tahun 2013 penerimaan pajak pusat dengan bagi hasil dari target Rp 1,4 miliar terealisasi Rp 794,47 juta atau 55%. Dari capaian yang diperoleh Pemkab Tapsel dalam tahun perdana pengelolaan PBB tergolong cukup baik. Menurut Aswin ini dikarenakan tingkat kesadaran masyarakat semakin meningkat.

Selain itu, katanya, sosilalisasi yang gencar dilakukan serta memfungsikan seluruh aparatur mulai kecamatan, kelurahan/desa sampai kadus dan kepling ini sangat membantu dalam mengoptimalkan capaian target PBB.

“Bila dipersentasekan peningkatan kesadaran masyarakat setelah pengelolaan diserahkan pada daerah pada tahun 2014 ini sebanyak 1.000 warga aktif melakukan pendaftaran pajak baru dan melakukan perubahan data pajak,” katanya.

Sampai saat ini, kata Aswin, memperkirakan bahwa setidaknya 50% warga Tapsel sudah memiliki SPT PBB. Sehingga diperkirakan pada akhirnya masyarakat sudah sadar tentang arti pentingnya bayar pajak terhadap pembangunan daerah dan bangsa. Dia mengakui di sejumlah kecamatan perolehan PBB ini tidak maksimal, namun justru kecamatan lainnya melebihi target atau over target dalam capaian. Jadi pada akhir bulan Tahun 2014, Aswin optimis capaian PBB bisa dikejar minimal 90% dari target.

Bagi hasil Pajak Bumi Bangunan (BPHTB) setelah depenitif pengelolaan dilakukan daerah sejak tahun 2011 justru mengalami penurunan yang signifikan dibanding perolehan dari bagi hasil pusat ke daerah. Pada tahun 2014 BPHTB yang dicapai sebesar Rp 90,36 juta dari target Rp 50 juta atau mengalami over target 180,73%.

Sumber : Medanbisnis

  • Penulis: Redaksi Abdul Holik

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kadis PMD Minta Maaf dan Usulkan Jadwal Ulang RDP

    Kadis PMD Minta Maaf dan Usulkan Jadwal Ulang RDP

    • calendar_month Rabu, 8 Jul 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Kepala Dinas PMD Madina, Sahnan Batubara minta maaf tertulis kepada Komisi 4 DPRD Madina, Rabu (8/7/2020), serta mengusulkan penjadwalan ulang RDP. Permintan maaf itu disertai alasan alasan ketidakhadiran Sahnan Batubara memenuhi undangan Rapat Dengar Pendapat (RDP) penyebab RDP gagal terlaksana pada Selasa (7/7/2020). Surat itu tertanggal 28 Juli 2020 ditujukan kepada […]

  • Sekda Madina Hadiri Penamatan 608 Santri Musthafawiyah Purba Baru

    Sekda Madina Hadiri Penamatan 608 Santri Musthafawiyah Purba Baru

    • calendar_month Kamis, 19 Mei 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online)-  Pondok‎ Pesantren Musthafawiyah Purba Baru  di Mandailing Natal menamatkan 608 santri tahun pelajaran 2015/2016. Acara pelepasan berlangsung Rabu (18/5/2016) di halaman pesantren. Sekretaris Daerah Kabupaten Mandailing Natal, Syafei Lubis hadir di acara itu mewakili pemerintah daerah. Mudir Ponpes Musthafawiyah, H.Musthafa Bakri Nasution dalam pidatonya menyebutkan jumlah santri kelas VII secara keseluruhan berjumlah […]

  • 2 Siswa Darul Mursyid Wakili Sumut ke OSN Bandung

    2 Siswa Darul Mursyid Wakili Sumut ke OSN Bandung

    • calendar_month Selasa, 16 Jul 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    TAPSEL (Mandailing Online) – Dua siswa Pesantren Modern Unggulan Terpadu Darul Mursyid berhasil mendapat tiket mewakili Sumatera Utara pada even Olimpiade Sains Nasional (OSN) di Bandung bulan September mendatang. Kedua siswa itu adalah Hilmy Mahdy Daulay mata pelajaran ekonomi dan Hamdian Noor Harahap mata pelajaran biologi. Kedua siswa tersebut dipastikan mewakili Sumatera Utara pada OSN […]

  • Ini Tanggapan Warga Terkait Ditiadakannya Karnaval di HUT ke 79 RI di Madina

    Ini Tanggapan Warga Terkait Ditiadakannya Karnaval di HUT ke 79 RI di Madina

    • calendar_month Selasa, 6 Agt 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    MADINA -Mandailing Online: Pemerintah. Kabupaten Mandailing Natal ( Madina) melalui Panitia Peringatan Hari Ulang Tahun ke -79 Republik Indonesia tahun 2024 mengeluarkan surat edaran pemberitahuan yang dialamatkan ke Camat se Kabupaten. Surat edaran dengan Nomor 003.01.001. / PAN – HUT RI 2024. Yang diteken Sekda, Alamulhaq Daulay sebagai Ketua Panitia HUT RI ke 79 initinya […]

  • Ratusan Pengunjung di Lubuk Larangan Aek Pohon

    Ratusan Pengunjung di Lubuk Larangan Aek Pohon

    • calendar_month Minggu, 28 Apr 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Manndailing Online) – Lubuk larangan di Sungai Aek Pohon, Pidoli, Panyabungan, Mandailing Natal (Madina) dibuka untuk halayak umum, Minggu (28/4/2013). Daya tarik lubuk larangan benar-benar selalu memikat sejak dahulu. Ratusan penduduk Madina dari berbagai penjuru kecamatan tumpah ruah di sepanjang aliran sungai dan bergerombol dalam titik-titik lubuk. Mereka membawa jala. Tetapi ada juga yang […]

  • Temuan Bom di Serpong, Indonesia Siaga I

    Temuan Bom di Serpong, Indonesia Siaga I

    • calendar_month Minggu, 24 Apr 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Istana rapat mendadak. Seluruh elemen keamanan hadir. Kamis pagi, 21 April 2011, pengurus gereja Christ Katedral, Desa Cihuni, Gading Serpong, Tangerang, mendapatkan kabar mengagetkan dari polisi: ada paket bom dipasang di sekitar lokasi gereja. Polisi kemudian langsung bergerak menyisir sekitar lokasi. Sepuluh jam lebih menyisir, hingga lepas shalat Maghrib, hasilnya sembilan paket bom dengan berat […]

expand_less