Jumat, 16 Okt 2026
light_mode

Tokoh Bergelar Sutan (Willem) Iskander Itu Layak Jadi Pahlawan Nasional (bagian 5-selesai)

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Kamis, 28 Mei 2026
  • print Cetak

Willem Iskander

 

Oleh: Tim Mandailing Epicentrum

 

Willem Iskander: Pelopor Pendidikan atau Produk Politik Etis Kolonial?

Nah, di sinilah sisi paling kontroversial dari rekam jejak Willem Iskander mulai muncul. Ada pertanyaan yang kadang muncul diam-diam:

Apakah Willem Iskander murni pejuang pendidikan rakyat, atau justru bagian dari proyek kolonial Belanda?

Pertanyaan ini tidak lahir tanpa dasar. Faktanya:

* Willem Iskander mendapat pendidikan di Belanda,

* mendirikan sekolah dalam sistem kolonial, dan

* Kweekschool Tanobato memang mendapat dukungan pemerintah Hindia Belanda.[1]

Artinya, apa?

Secara administratif, Sutan Iskander memang bergerak di dalam ruang kolonial.

Di titik ini muncul kritik: Jangan-jangan pendidikan bumiputera saat itu sebenarnya alat Belanda mencetak pegawai pribumi murah? Jangan-jangan!

Dan memang, sejarah pendidikan kolonial Hindia Belanda menunjukkan pendidikan bumiputera sering diarahkan untuk kepentingan administrasi kolonial.[2]

Akan tetapi pertanyaannya:

Apakah itu otomatis membuat Willem Iskander sekadar alat kolonial?

Belum tentu.

Banyak tokoh bumiputera abad ke-19 dan awal abad ke-20 justru memakai celah pendidikan kolonial untuk membangun kesadaran rakyat.

Dalam banyak kasus sejarah kolonial, ruang yang dibuat penjajah kadang dipakai balik oleh kaum pribumi untuk:

Belajar,
membangun identitas, dan
melahirkan elite intelektual baru.

Beberapa penelitian tentang Willem Iskander menunjukkan dia bukan sekadar mengajar dengan model kolonial mentah.

Leluhur Raja Ahmad Husein Nasution ini justru menggunakan Bahasa Mandailing, menulis sastra lokal, dan mencoba mendekatkan pendidikan dengan masyarakat bumiputera.[3]

Di sinilah perdebatan menariknya.

Apakah Willem Iskander:

bagian dari mesin kolonial, atau
justru intelektual bumiputera yang memanfaatkan sistem kolonial untuk memajukan rakyatnya?

Mungkin jawabannya tidak hitam-putih.

Tetapi justru karena itulah Willem Iskander penting dibicarakan hari ini. Sejarah Indonesia tidak selalu lahir dari tokoh yang sepenuhnya berada “di luar sistem”. Kadang perubahan justru datang dari orang-orang yang bekerja di dalam ruang sempit kolonial, lalu perlahan membukakan jalan bagi bangsanya sendiri.***

Referensi:

[1] [Islamic Education Journal — Peranan Willem Iskander dalam Pendidikan Sumatera Utara](https://jurnal.medanresourcecenter.org/index.php/IE/article/view/1152?utm_source=chatgpt.com)

[2] [Repository Universitas Jambi — Willem Iskander dalam Modernisasi Pendidikan Guru Bumiputera](https://repository.unja.ac.id/39620/?utm_source=chatgpt.com)

[3] [MIND Jurnal — Pendidikan Berbasis Budaya Lokal Willem Iskander](https://jurnal.radisi.or.id/index.php/JurnalMIND/article/view/492?utm_source=chatgpt.com)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • NAPOSO NAULI BULUNG PIDOLI LOMBANG

    NAPOSO NAULI BULUNG PIDOLI LOMBANG

    • calendar_month Jumat, 15 Apr 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    (Model Pemberdayaan Masyarakat P4GN)   Desa boleh belajar dari Pidoli Lombang tentang kearifan lokal. Persfektif Mandailing Natal, Pidoli Lombang masuk dalam wilayah ibukota kabupaten. Dalam pergeseran transisi peradaban desa menuju kota kecil pasti sudah banyak dipengaruhi karakteristik kota. Tapi sesuatu yang membanggakan, ternyata masyarakatnya masih sangat melek dengan kearifan yang dimilikinya. Tak ayallah, memang desa […]

  • Tanggapan Atas Indonesia Vs Malaysia”Berdamai dengan tetangga”

    Tanggapan Atas Indonesia Vs Malaysia”Berdamai dengan tetangga”

    • calendar_month Rabu, 1 Sep 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Hubungan Malaysia dan Indonesia kembali memanas setelah insiden penangkapan tiga pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan yang diklaim telah melewati perbatasan Indonesia. Benar atau salah sampai saat ini belum dapat kepastian hukum yang jelas hingga membuat dua pihak saling member tanggapan negative.Aksi demonstrasi pun terjadi unuk membebaskan tiga orang tersebut, namun Malaysia tidak terima atas perlakuan […]

  • BAHASA MANDAILING (1)

    BAHASA MANDAILING (1)

    • calendar_month Minggu, 30 Mar 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh : Z Pengaduan Lubis Pada waktu belakangan ini mulai dikembangkan oleh orang-orang tertentu suatu konsep yang salah mengenai bahasa yang digunakan oleh masyarakat Mandailing. Mereka menyebut bahasa yang digunakan oleh masyarakat Mandailing sebagai bahasa Angkola Mandailing. Secara cultural sebenarnya tidak ada bahasa Angkola Mandailing. Karena kalau kita tanyakan kepada orang Mandailing bahasa apa yang […]

  • Jenggot Jadi Mangkok Mie

    Jenggot Jadi Mangkok Mie

    • calendar_month Sabtu, 28 Sep 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    Dibanding sebagai beban, memiliki jenggot panjang tampaknya jadi hal paling menyenangkan bagi Isaiah Webb. Ia membuat kreasi dengan membentuk jenggotnya jadi berbagai bentuk “ajaib”. Salah satu yang terpopuler, mangkok mie. Isaiah selalu mengunggah foto dengan bentuk jenggot baru saban Senin di akun Tumblr dan Instagram-nya. Ada jenggot yang dibentuk seperti tangga, melingkar, jadi pegangan untuk […]

  • Pemulihan Pendidikan Pasca Bencana, Tanggung Jawab Negara

    Pemulihan Pendidikan Pasca Bencana, Tanggung Jawab Negara

    • calendar_month Selasa, 27 Jan 2026
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Mariani Srg, M.Pd.I Dosen dan Pegiat Opini Islam Sudah hampir dua bulan penuh pasca bencana banjir bandang dan longsor yang terjadi di Sumatera (Aceh, Sumut, dan Sumbar), tetapi kondisi lapangan menunjukkan bahwa kinerja pemerintah dinilai lambat. Negara memang hadir dalam menyahuti keinginan dan harapan warga yang terdampak bencana banjir dan longsor yang telah menelan […]

  • Cegah Penyebaran Tetelo

    Cegah Penyebaran Tetelo

    • calendar_month Senin, 9 Mei 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Kandang Disemprot, Ayam-ayam Diobati SIABU- Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Madina kembali mengimbau warga untuk melaporkan bila masih ditemukan ayam-ayam yang mati mendadak. Imbauan itu merupakan rangkaian pencegahan untuk meminimalisir penyebaran penyakit tetelo. “Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan terhadap ayam mati dan yang masih hidup di Desa Bonan Dolok, Kecamatan Siabu, penyakit yang dialami ayam-ayam […]

expand_less