Selasa, 13 Okt 2026
light_mode

Tokoh Bergelar Sutan (Willem) Iskander Itu Layak Jadi Pahlawan Nasional (bagian 5-selesai)

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Kamis, 28 Mei 2026
  • print Cetak

Willem Iskander

 

Oleh: Tim Mandailing Epicentrum

 

Willem Iskander: Pelopor Pendidikan atau Produk Politik Etis Kolonial?

Nah, di sinilah sisi paling kontroversial dari rekam jejak Willem Iskander mulai muncul. Ada pertanyaan yang kadang muncul diam-diam:

Apakah Willem Iskander murni pejuang pendidikan rakyat, atau justru bagian dari proyek kolonial Belanda?

Pertanyaan ini tidak lahir tanpa dasar. Faktanya:

* Willem Iskander mendapat pendidikan di Belanda,

* mendirikan sekolah dalam sistem kolonial, dan

* Kweekschool Tanobato memang mendapat dukungan pemerintah Hindia Belanda.[1]

Artinya, apa?

Secara administratif, Sutan Iskander memang bergerak di dalam ruang kolonial.

Di titik ini muncul kritik: Jangan-jangan pendidikan bumiputera saat itu sebenarnya alat Belanda mencetak pegawai pribumi murah? Jangan-jangan!

Dan memang, sejarah pendidikan kolonial Hindia Belanda menunjukkan pendidikan bumiputera sering diarahkan untuk kepentingan administrasi kolonial.[2]

Akan tetapi pertanyaannya:

Apakah itu otomatis membuat Willem Iskander sekadar alat kolonial?

Belum tentu.

Banyak tokoh bumiputera abad ke-19 dan awal abad ke-20 justru memakai celah pendidikan kolonial untuk membangun kesadaran rakyat.

Dalam banyak kasus sejarah kolonial, ruang yang dibuat penjajah kadang dipakai balik oleh kaum pribumi untuk:

Belajar,
membangun identitas, dan
melahirkan elite intelektual baru.

Beberapa penelitian tentang Willem Iskander menunjukkan dia bukan sekadar mengajar dengan model kolonial mentah.

Leluhur Raja Ahmad Husein Nasution ini justru menggunakan Bahasa Mandailing, menulis sastra lokal, dan mencoba mendekatkan pendidikan dengan masyarakat bumiputera.[3]

Di sinilah perdebatan menariknya.

Apakah Willem Iskander:

bagian dari mesin kolonial, atau
justru intelektual bumiputera yang memanfaatkan sistem kolonial untuk memajukan rakyatnya?

Mungkin jawabannya tidak hitam-putih.

Tetapi justru karena itulah Willem Iskander penting dibicarakan hari ini. Sejarah Indonesia tidak selalu lahir dari tokoh yang sepenuhnya berada “di luar sistem”. Kadang perubahan justru datang dari orang-orang yang bekerja di dalam ruang sempit kolonial, lalu perlahan membukakan jalan bagi bangsanya sendiri.***

Referensi:

[1] [Islamic Education Journal — Peranan Willem Iskander dalam Pendidikan Sumatera Utara](https://jurnal.medanresourcecenter.org/index.php/IE/article/view/1152?utm_source=chatgpt.com)

[2] [Repository Universitas Jambi — Willem Iskander dalam Modernisasi Pendidikan Guru Bumiputera](https://repository.unja.ac.id/39620/?utm_source=chatgpt.com)

[3] [MIND Jurnal — Pendidikan Berbasis Budaya Lokal Willem Iskander](https://jurnal.radisi.or.id/index.php/JurnalMIND/article/view/492?utm_source=chatgpt.com)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kasus Flu Burung Pancurbatu Belum Menular ke Manusia

    Kasus Flu Burung Pancurbatu Belum Menular ke Manusia

    • calendar_month Rabu, 23 Feb 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN : Dinas Kesehatan Sumatera Utara membuka posko penanggulangan Flu Burung di Desa Lama Kecamatan Pancurbatu Deli Serdang menyusul ditemukannya ratusan unggas yang mati di desa tersebut Jumat 18 Februari 2011. Kepala Dinas Kesehatan Sumut Chandra Syafei di Medan, Selasa, 22 Februari 2011, mengatakan, pihaknya telah menurunkan tim guna melakukan pelacakan dan pemeriksaan terhadap matinya […]

  • Darul Mursyid Raih Nilai Tertinggi se-Sumut

    Darul Mursyid Raih Nilai Tertinggi se-Sumut

    • calendar_month Senin, 1 Jul 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    TAPSEL (Mandailing Online) – Pesantren Modern Unggulan Terpadu Darul Mursyid mendapat nilai tertinggi akreditas I se-Sumatera Utara dari Badan Akreditasi Nasional Sekolah Madrasah (BAN-SM). Perolehan nilai A dari BAN-SM ini bukan kali pertama diperoleh Darul Mursyid, melainkan sudah beberapa kali. Hanya saja, nila A yang terkandung kali ini cukup tinggi yakni 96 atau tertinggi. Kepala […]

  • Obama kutip filosofi Pancasila?

    Obama kutip filosofi Pancasila?

    • calendar_month Senin, 15 Apr 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA, (MO)  – Pesan politik Nasionalisme Baru yang diusung Presiden Barack Obama diduga terinspirasi politik Indonesia. Politisi Partai Republik, Michael Patrick Leahy, mengatakan ada inti pesan Obama dalam pidatonya yang sangat mirip dengan pidato Presiden Indonesia yang pertama, Soekarno, tentang Pancasila. Analisis Leahy ini dimuat dalam laman American Thinker beberapa waktu lalu. Dengan lugas Leahy […]

  • Uji Kompetensi Jadi Syarat Bagi Guru Dapatkan Tunjangan Profesi

    Uji Kompetensi Jadi Syarat Bagi Guru Dapatkan Tunjangan Profesi

    • calendar_month Sabtu, 14 Jan 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA : Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan akan melaksanakan uji kompetensi terhadap 300.000 guru peserta sertifikasi pada Februari mendatang sebagai syarat untuk mendapatkan tunjangan profesi. “Guru tidak perlu merasa khawatir terhadap adanya uji kompetensi. Memang ada keraguan dari guru senior yang tidak mampu menjawab soal uji kompetensi, tidak perlu khawatir sebab pertanyaannya seputar penguasaan materi ajar […]

  • Dinas Pendidikan Diduga Arahkan KUPT Berpolitik Prkatis

    Dinas Pendidikan Diduga Arahkan KUPT Berpolitik Prkatis

    • calendar_month Selasa, 6 Okt 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Kadis Bantah Adanya Pengerahan Politik Praktis PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pejabat di Dinas Pendidikan diduga mengarahkan para kepala UPT Dinas Pendidikan kecamatan terlibat politik praktis di Pilkada Madina 2015. Dugaan pengarahan itu dilakukan di rumah dinas, Sabtu (3/10). Salah seorang yang ikut di pertemuan itu menyebutkan tidak lazim dilaksanakan pada hari libur bila memang dalam […]

  • Bupati Madina Lepas Kontingen Porsadin

    Bupati Madina Lepas Kontingen Porsadin

    • calendar_month Jumat, 14 Okt 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Bupati Mandailing Natal (Madina) HM Jafar Sukhairi Nasution melepas 29 peserta asal Madina mengikuti Pekan Olahraga dan Seni Antar Diniyah (PORSADIN) Sumatera Utara (Sumut) di Masjid Agung Nur Ala Nur, Desa Parbangunan, Kecamatan Panyabungan, Madina, Sumut, Jumat (14/10/2022). Porsadin kali ini, Kabupaten Madina mengikuti 12 cabang yaitu, cabang puisi islam, cabang […]

expand_less