Selasa, 14 Jul 2026
light_mode

Tokoh Bergelar Sutan (Willem) Iskander Itu Layak Jadi Pahlawan Nasional (bagian 5-selesai)

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Kamis, 28 Mei 2026
  • print Cetak

Willem Iskander

 

Oleh: Tim Mandailing Epicentrum

 

Willem Iskander: Pelopor Pendidikan atau Produk Politik Etis Kolonial?

Nah, di sinilah sisi paling kontroversial dari rekam jejak Willem Iskander mulai muncul. Ada pertanyaan yang kadang muncul diam-diam:

Apakah Willem Iskander murni pejuang pendidikan rakyat, atau justru bagian dari proyek kolonial Belanda?

Pertanyaan ini tidak lahir tanpa dasar. Faktanya:

* Willem Iskander mendapat pendidikan di Belanda,

* mendirikan sekolah dalam sistem kolonial, dan

* Kweekschool Tanobato memang mendapat dukungan pemerintah Hindia Belanda.[1]

Artinya, apa?

Secara administratif, Sutan Iskander memang bergerak di dalam ruang kolonial.

Di titik ini muncul kritik: Jangan-jangan pendidikan bumiputera saat itu sebenarnya alat Belanda mencetak pegawai pribumi murah? Jangan-jangan!

Dan memang, sejarah pendidikan kolonial Hindia Belanda menunjukkan pendidikan bumiputera sering diarahkan untuk kepentingan administrasi kolonial.[2]

Akan tetapi pertanyaannya:

Apakah itu otomatis membuat Willem Iskander sekadar alat kolonial?

Belum tentu.

Banyak tokoh bumiputera abad ke-19 dan awal abad ke-20 justru memakai celah pendidikan kolonial untuk membangun kesadaran rakyat.

Dalam banyak kasus sejarah kolonial, ruang yang dibuat penjajah kadang dipakai balik oleh kaum pribumi untuk:

Belajar,
membangun identitas, dan
melahirkan elite intelektual baru.

Beberapa penelitian tentang Willem Iskander menunjukkan dia bukan sekadar mengajar dengan model kolonial mentah.

Leluhur Raja Ahmad Husein Nasution ini justru menggunakan Bahasa Mandailing, menulis sastra lokal, dan mencoba mendekatkan pendidikan dengan masyarakat bumiputera.[3]

Di sinilah perdebatan menariknya.

Apakah Willem Iskander:

bagian dari mesin kolonial, atau
justru intelektual bumiputera yang memanfaatkan sistem kolonial untuk memajukan rakyatnya?

Mungkin jawabannya tidak hitam-putih.

Tetapi justru karena itulah Willem Iskander penting dibicarakan hari ini. Sejarah Indonesia tidak selalu lahir dari tokoh yang sepenuhnya berada “di luar sistem”. Kadang perubahan justru datang dari orang-orang yang bekerja di dalam ruang sempit kolonial, lalu perlahan membukakan jalan bagi bangsanya sendiri.***

Referensi:

[1] [Islamic Education Journal — Peranan Willem Iskander dalam Pendidikan Sumatera Utara](https://jurnal.medanresourcecenter.org/index.php/IE/article/view/1152?utm_source=chatgpt.com)

[2] [Repository Universitas Jambi — Willem Iskander dalam Modernisasi Pendidikan Guru Bumiputera](https://repository.unja.ac.id/39620/?utm_source=chatgpt.com)

[3] [MIND Jurnal — Pendidikan Berbasis Budaya Lokal Willem Iskander](https://jurnal.radisi.or.id/index.php/JurnalMIND/article/view/492?utm_source=chatgpt.com)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pilkada DKI bisa jadi acuan Sumut

    Pilkada DKI bisa jadi acuan Sumut

    • calendar_month Minggu, 15 Jul 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN – Pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta, Rabu (11/7) yang berlangsung aman, lancar dan tertib diparesiasi berbagai pihak. Salah satunya datang dari analis politik dari Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), Shohibul Ansor Siregar. Menurutnya, pelaksanaan Pilkada DKI Jakarta tergolong pilkada yang sukses di tanah air. Gugatan yang diajukan tentang pelaksanaan Pilkada DKI Jakarta […]

  • Bupati Tak Hadir di Paripurna Pidato Kenegaraan DPRD Madina

    Bupati Tak Hadir di Paripurna Pidato Kenegaraan DPRD Madina

    • calendar_month Jumat, 14 Agt 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Bupati Madina Dahlan Hasan Nasution tidak menghadiri paripurna mendengar pidato kenegaraan Presiden Jokowi di DPRD Madina, Jum’at (14/8/2020). Baru kali ini seorang bupati di Madina yang tak mengahadiri agenda kenegaraan itu. Sekretaris DPRD Madina, Afrizal Nasution yang dihubungi via WhatsApp membenarkan ketidak hadiran bupati. “Benar tidak hadir, diwakili Sekda, kalau alasannya […]

  • Ini Hasil Inspeksi Kementerian ESDM terkait Semburan Air Panas di Desa Roburan

    Ini Hasil Inspeksi Kementerian ESDM terkait Semburan Air Panas di Desa Roburan

    • calendar_month Jumat, 14 Nov 2025
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    Panyabungan ( Mandailing Online ): masih ingat kasus semburan air panas di desa roburan dolok Kecamatan Panyabungan Selatan yang diduga akibat aktifitas perusahaan panas bumi PT. Sorik Marapi Geotermal Power ( SMGP ). Dari hasil inspeksi manifektasi disekitar wilayah kerja PT Sorik Marapi Geotermal Power ( SMGP ) oleh direktorat jedral energi baru terbarukan dan […]

  • Propam dalami penganiayaan wartawan

    Propam dalami penganiayaan wartawan

    • calendar_month Selasa, 7 Des 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN – Penganiayaan yang dilakukan mantak Kapolres Pematang Siantar, AKBP Fathori terhadap Andi Siahaan, salah satu wartawan televisi swasta di dalam sel Polresta P. Siantar, kini didalami penyidik Bidang Profesi dan Pengamanan (Bid Propam) serta Direktorat Reskrim Polda Sumut. Kapoldasu Irjen Oegroseno mengatakan, dugaan penganiayaan yang dilakukan Fathori saat menjabat Kapolresta P. Siantar sudah ditangani […]

  • Disporkap Madina adakan Sosialisasi Seni Adat dan Budaya

    Disporkap Madina adakan Sosialisasi Seni Adat dan Budaya

    • calendar_month Selasa, 16 Des 2014
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata Kab.Mandailing Natal, Senin (15/12) menggelar  Seminar Seni Adat dan Budaya  di Hotel Madina Sejahtera Panyabungan, terlihat para pelajar dalam seminar ini sangat antusias mendengarkan materi dari para tutor. (hol)

  • Warga Aek Mata Keluhkan Jalan Berlumpur. Kadis PUPR Madina Pastikan Perbaikan 2024 Masuk di Dana DAK

    Warga Aek Mata Keluhkan Jalan Berlumpur. Kadis PUPR Madina Pastikan Perbaikan 2024 Masuk di Dana DAK

    • calendar_month Senin, 4 Sep 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN( Mandailing Online ) Warga Desa Aek Mata, Kecamatan Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal ( Madina ) keluhkan jalan ke desa mereka yang tak kunjung dapat perhatian Pemerintah Daerah. Pasalnya, jalan tersebut merupakan akses satu satunya warga menunu Ibu kota Kabupaten yakni Panyabungan. Kondisi jalan menuju desa tersebut tergolong parah, jalan yang masih tanah dilapis batuan […]

expand_less