Jumat, 6 Nov 2026
light_mode

Islam Mewujudkan Kemerdekaan Hakiki

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Minggu, 15 Agt 2021
  • print Cetak

Oleh: Nurhabibah, S.Pd
Tinggal di Padangsidempuan

Tak terasa beberapa hari lagi  bangsa Indonesia merayakan kembali hari kemerdekaan negeri ini untuk yang ke-76 kalinya. Di tengah suasana perayaan kemerdekaan itu, bangsa ini tentu layak bertanya: Apa sebetulnya arti kemerdekaan yang hakiki itu? Betulkah kita telah benar-benar merdeka? Betulkah kita telah sungguh-sungguh terbebas dari segala bentuk penjajahan?

Penjajahan pada hakikatnya adalah politik suatu bangsa/negara untuk menguasai bangsa/negara lain demi kepentingan pihak yang menguasai. Hakikat penjajahan sama dengan perbudakan. Sama-sama merupakan ekpsloitasi satu pihak atas pihak lain secara zalim.

Penjajahan gaya lama dilakukan dengan menggunakan kekuatan militer. Mengambil-alih dan menduduki satu negara/wilayah serta membentuk pemerintahan kolonial di negara/wilayah jajahan. Cara ini secara umum sudah lama ditinggalkan. Pasalnya, penjajahan secara militer ini mudah membangkitkan perlawanan dari penduduk negeri yang dijajah. Jelas, karena mereka secara nyata merasakan langsung penindasan atas diri mereka, negeri mereka dan sumberdaya mereka.

Karena itu kaum penjajah kemudian menempuh model/gaya penjajahan baru. Penjajahan ini tak mudah dirasakan oleh pihak terjajah. Penjajahan ini mewujud dalam bentuk kontrol atas ekonomi, politik, pemikiran, budaya, hukum dan hankam negeri yang dijajah. Tujuannya tetap sama: mengeksploitasi kekayaan negeri terjajah demi kesejahteraan dan kemakmuran kaum penjajah.

Penjajahan gaya baru sama berbahayanya dengan penjajahan gaya lama. Bahkan boleh jadi lebih berbahaya. Sebabnya, dengan penjajahan gaya baru, pihak terjajah sering tak merasa sedang dijajah. Contohnya adalah bangsa ini. Bangsa ini setiap tahun tetap antusias merayakan hari kemerdekaannya. Namun demikian, pada saat yang sama bangsa ini seolah tak pernah menyadari bahwa kekayaan mereka terus dikuasai oleh bangsa lain lewat perusahaan-perusahaan mereka. Tambang emas, minyak, gas dan banyak sumberdaya alam lainnya di negeri ini telah lama dikuasai dan diekploitasi. Misalnya PT Freeport. Atau misalnya di daerah kita sendiri seperti PT. SMGP yang ada di Mandailing Natal.

Alhasil, bangsa dan negeri ini sebetulnya belum benar-benar merdeka secara hakiki. Belum benar-benar terbebas dari penjajahan. Secara fisik kita memang merdeka. Namun demikian secara pemikiran, ekonomi, politik, budaya, dll sejatinya kita masih terjajah.

Misalnya saja, bagaimana kita bisa merasa merdeka saat di tengah – tengah masyarakat kita banyak yang kelaparan. Apakah kita tidak malu meneriakkan merdeka di saat banyak saudara saudara kita yang masih tidur di kolong jembatan.

Bukankah sejatinya yang namanya merdeka itu terbebas dari yang  namanya tekanan.

Lalu bagaimana kemerdekaan yang hakiki itu seharusnya?

Mewujudkan penghambaan hanya kepada Allah SWT, itulah misi utama Islam. Itu pula arti kemerdekaan hakiki. Dalam pandangan Islam, kemerdekaan hakiki terwujud saat manusia terbebas dari segala bentuk penghambaan dan perbudakan oleh sesama manusia. Dengan kata lain Islam menghendaki agar manusia benar-benar merdeka dari segala bentuk penjajahan, eksploitasi, penindasan, kezaliman, perbudakan dan penghambaan oleh manusia lainnya.

Terkait misi kemerdekaan Islam ini, Rasulullah saw. pernah menulis surat kepada penduduk Najran. Di antara isinya berbunyi:

«… أَمّا بَعْدُ فَإِنّي أَدْعُوكُمْ إلَى عِبَادَةِ اللّهِ مِنْ عِبَادَةِ الْعِبَادِ وَأَدْعُوكُمْ إلَى وِلاَيَةِ اللّهِ مِنْ وِلاَيَةِ الْعِبَادِ  …»

…Amma badu. Aku menyeru kalian untuk menghambakan diri kepada Allah dan meninggalkan penghambaan kepada sesama hamba (manusia). Aku pun menyeru kalian agar berada dalam kekuasaan Allah dan membebaskan diri dari penguasaan oleh sesama hamba (manusia)… (Al-Hafizh Ibnu Katsir, Al-Bidayah wa an-Nihayah, v/553).

Misi Islam mewujudkan kemerdekaan hakiki untuk seluruh umat manusia itu juga terungkap kuat dalam dialog Jenderal Rustum (Persia) dengan Mughirah bin Syubah yang diutus oleh Panglima Saad bin Abi Waqash ra. Pernyataan misi itu diulang lagi dalam dialog Jenderal Rustum dengan Rabi bin Amir (utusan Panglima Saad bin Abi Waqash ra.). Ia diutus setelah Mughirah bin Syubah pada Perang Qadisiyah untuk membebaskan Persia. Jenderal Rustum bertanya kepada Rabi bin Amir, “Apa yang kalian bawa?” Rabi bin menjawab, “Allah telah mengutus kami. Demi Allah, Allah telah mendatangkan kami agar kami mengeluarkan siapa saja yang mau dari penghambaan kepada sesama hamba (manusia) menuju penghambaan hanya kepada Allah; dari kesempitan dunia menuju kelapangannya; dan dari kezaliman agama-agama (selain Islam) menuju keadilan Islam…” (Ath-Thabari, Tarikh al-Umam wa al-Muluk, II/401).

Islam datang untuk membebaskan manusia dari segala bentuk penghambaan kepada sesama manusia sekaligus mewujudkan penghambaan hanya kepada Allah SWT. Islam datang untuk membebaskan manusia dari kesempitan dunia akibat penerapan aturan buatan manusia menuju kelapangan dunia (rahmatan lil alamin). Islam juga datang untuk membebaskan manusia dari kezaliman agama-agama dan sistem-sistem selain Islam menuju keadilan Islam.

Semua itu akan menjadi nyata jika umat manusia mengembalikan hak penetapan aturan hukum hanya kepada Allah SWT dan Rasul saw. Caranya dengan memberlakukan syariah Islam secara kaffah dalam seluruh aspek kehidupan mereka. Tanpa itu, kemerdekaan hakiki, kelapangan dunia dan keadilan Islam tak akan pernah bisa terwujud. Selama aturan, hukum dan sistem buatan manusia yang bersumber dari akal dan hawa nafsu mereka terus diterapkan dan dipertahankan maka selama itu pula akan terus terjadi penjajahan, kesempitan dunia dan kezaliman. Allah SWT telah memperingatkan hal itu:

﴿وَمَنْ أَعْرَضَ عَن ذِكْرِي فَإِنَّ لَهُ مَعِيشَةً ضَنكًا وَنَحْشُرُهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَعْمَىٰ﴾

Siapa saja yang berpaling dari peringatan-Ku maka sungguh bagi dia kehidupan yang sempit dan Kami akan mengumpulkan dirinya pada Hari Kiamat dalam keadaan buta (TQS Thaha [20]: 124).

Karena itulah Allah SWT memerintahkan kita semua untuk menerapkan syariah Islam dalam seluruh aspek kehidupan. Penerapan hukum syariah Islam itu menjadi bukti kebenaran dan kesempurnaan klaim keimanan dan penghambaan mereka kepada Allah SWT (Lihat, antara lain: QS an-Nisa [4]: 65). Pada saat yang sama, Allah SWT mewajibkan penguasa untuk memerintah dengan menggunakan hukum-hukum syariah.

Pentingnya Kepemimpinan Islam

Tugas pemimpin atau penguasa dalam Islam adalah melakukan pengaturan urusan dunia (siyasah ad-dunya). Imam an-Nawawi dalam Syarh Shahîh Muslim menjelaskan bahwa siyasah (politik) adalah mengatur sesuatu dengan apa yang membuat sesuatu itu baik (al-qiyam ‘ala asy-syay bi ma yushlihuhu). Yang wajib digunakan dalam melakukan tugas siyasah itu tidak lain adalah syariah. Ini sejalan dengan perintah Allah SWT baik kepada umat Islam maupun penguasa untuk menerapkan syariah.

Semua itu hanya bisa berjalan dan terwujud di dalam sistem kepemimpinan Islam yang disebut oleh para ulama  dengan istilah Imamah/Khilafah.

Sistem kepemimpinan Islam — yakni Imamah/Khilafah — inilah yang benar-benar bakal mampu mewujudkan kemerdekaan hakiki bagi umat manusia. Hanya sistem ini pula yang sekaligus bisa mewujudkan tujuan kemerdekaan itu, yakni kehidupan yang adil, makmur, sejahtera, aman dan tenteram. Tentu dalam naungan ridha Allah SWT.

 

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pj Kades Rumbio Terancam Diberhentikan

    Pj Kades Rumbio Terancam Diberhentikan

    • calendar_month Kamis, 6 Jul 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN( Mandailing Online) Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa ( PMD ) Kabupaten Mandailing Natal ( Madina ) jangka dekat akan melakukan tindakan tegas dengan memberi rekomendasi penggantian Pj Kepala Desa Rumbio Borkat Parlagutan Lubis karena dinilai tidak mengindahkan aturan yang ada. Sesuai aturan kata Imam Kabid Pemerintahan Desa Dinas PMD, pihaknya telah melakukan pemanggilan dua kali […]

  • 1 Unit Rumah Ludes Terbakar di Darussalam Panyabungann

    1 Unit Rumah Ludes Terbakar di Darussalam Panyabungann

    • calendar_month Senin, 23 Mar 2026
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    Panyabungan|| Mandailing Online- Sebuah rumah di Desa Darussalam, Kecamatan Panyabungan, Mandailing Natal, terbakar habis pada Senin siang (23/03) sekitar pukul 13.22 WIB. Rumah milik Darma/Megawati tersebut hangus terbakar, namun tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Wartawan yang berada di lokasi kejadian melaporkan bahwa api pertama kali diketahui oleh warga sekitar pukul 13.20 WIB. Warga […]

  • Bunga Bangkai Mekar di Sipirok

    Bunga Bangkai Mekar di Sipirok

    • calendar_month Jumat, 15 Mar 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    SIPIROK, (MO)  – Hutan hujan tropis di Kecamatan Sipirok, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) yang merupakan kawasan Cagar Alam Dolok Sibualbuali, menyimpan potensi flora dan fauna yang luar biasa. Salah satunya jenis bunga raksasa yang biasa disebut Bunga Bangkai atau Atturbung, belum lama ini ditemukan tumbuh di kawasan itu. “Kami menemukan Bunga Bangkai itu di daerah […]

  • Amrun Daulay Ditahan KPK

    Amrun Daulay Ditahan KPK

    • calendar_month Selasa, 5 Jul 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA – Satu lagi kader Partai Demokrat (PD) tersandung kasus hukum. Pada Selasa, (5/7), Amrun Daulay resmi ditahan KPK. Menanggapi hal ini, Wasekjen PD, Saan Mustopa mengatakan menghormati dan menghargai mekanisme di KPK. “Kita menghormati dan menghargai mekanisme yang ada di KPK. Itu merupakan bagian dari komitmen kita terhadap upaya pemberantasan korupsi, kita tidak menghalang-halangi […]

  • Balun Balun Bide Ningna Boto Caritoi

    Balun Balun Bide Ningna Boto Caritoi

    • calendar_month Sabtu, 9 Jul 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Salolot naon ning jabulele balun amakmu ningnado istilahna, anggo dungro amantai madung maruba, balun-balun bide doma boto, balun sambalu nai marompot potangko ari, ningna ma carito nia salaos manyirup kopi di lopo sijabolboli, salos ibuatia antong sigaeret panama, bope idokon dongan sigaret panggirik-girik ni supping anggo jabulele halakna anggo salain sigaert panama emmajolo. Madung maincatdo […]

  • PKS: Gatot sering diabaikan Syamsul

    PKS: Gatot sering diabaikan Syamsul

    • calendar_month Selasa, 8 Feb 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN – Hubungan Gubernur Sumatera Utara, Syamsul Arifin dengan wakilnya, Gatot Pujo Nugroho, dikabarkan tidak harmonis. Apalagi, sejak ditahan di Rutan Salemba Jakarta, Gubsu ternyata tidak pernah dapat berhubungan dengan Wagubsu baik via telepon maupun pesan singkat (SMS). Dewan Pengurus Wilayah Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sumatera Utara (Sumut) menyatakan, hubungan Wakil Gubernur Sumut Gatot Pujo […]

expand_less