Komunitas Pengusul Willem Iskander Pahlawan Nasional Garap Dokumen
- account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
- calendar_month 35 menit yang lalu
- print Cetak

PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Komunitas Pengusul Willem Iskander Pahlawan Nasional menggelar rapat, Kamis (11/6/2026) di Panyabungan.
Rapat membahas langkah-langkah ke depan, diskusi beberapa tajuk. Dokumen-dokumen pendukung juga digarap, seperti naskah dan buku yang diperoleh secara langsung dari ahli waris maupun dari hasil pencarian lainnya.
Komunitas ini melibatkan akademisi, budayawan, ahli waris, dan kalangan profesional.
“Progresnya terus berlanjut, sampai hari ini ada beberapa buku dan dokumen pendukung yang telah terkumpul. Ada juga lencana sebagai tanda bukti penghargaan dari kementerian,” kata Ketua Komunitas Subuh Iskandar Batubara.
Dia menjelaskan, latar belakang berdirinya komunitas tersebut melihat adanya nama besar di Mandailing dengan jasa yang luar biasa bagi kemajuan pendidikan.
“Kondisi pemerintah saat ini sedang membuka peluang seluas-luasnya bagi masyarakat dan daerah untuk mengusulkan pahlawan nasional,” sebut Subuh.
Dia menilai, ada beberapa nama di Madina yang patut dipertimbangkan dan peluang yang dibuka pemerintah harus dimanfaatkan. “Dari diskusi informal dengan beberapa orang yang menjadi pendiri komunitas ini sepakat mengajukan nama Willem Iskander,” jelas Subuh terkait latar belakang gerakan ini.
Sementara itu, Ludfan Nasution menyebutkan ketokohan Willem Iskander selama ini cenderung hanya bergema di daerah. Hal tersebut, kata dia, harus menjadi perhatian bersama agar cita-cita menempatkan tokoh pendidikan itu sebagai pahlawan nasional terwujud. “Itu makanya pertemuan ini melibatkan banyak unsur, termasuk pihak eksekutif dan legislatif,” sebut dia.
Dr. Muhammad Daud Batubara menerangkan proses pengusulan seorang tokoh menjadi pahlawan nasional melewati banyak tahapan. Untuk itu, dia menyarankan agar lebih banyak diskusi terkait Willem Iskander.
“Sehingga nanti kita bisa meyakinkan tim penelaah di tingkat pemerintah pusat bahwa nama ini, tokoh ini, layak menjadi pahlawan nasional. Kita juga harus pikirkan bagaimana caranya agar usulan ini tidak hanya bergema di Madina,” kata dia.
Senada dengan itu, Rahmat Zubarkah Nasution, akademisi lainnya, menerangkan perlunya data yang lebih rinci. Termasuk mendapatkan keterangan yang memberikan penjelasan ilmiah dari kontroversi setiap tokoh yang diajukan. “Kita harus bisa meyakinkan panitia bahwa ketokohan Willem Iskander ini memang layak dijadikan pahlawan nasional,” tegas dia.
Pantauan di lokasi, diskusi berjalan alot dengan tetap fokus pada tujuan awal, menyiapkan dokumen dan syarat-syarat yang dibutuhkan untuk mengajukan Willem Iskander menjadi pahlawan nasional.
Sebelum menutup rapat, Subuh mengungkapkan akan ada rapat lanjutan dan agenda-agenda penting seperti audiensi dengan kepala daerah maupun legislatif, persiapan seminar nasional, dan kajian proposal pengajuan daerah lain. (roy/dab)
- Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

