Sabtu, 30 Mei 2026
light_mode

Potret Buram Sekolah di Labuhanbatu Siswa Belajar Beralaskan Tikar dan di Ruang Guru

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Jumat, 3 Feb 2012
  • print Cetak

Labuhanbatu. Kasus siswa-siswi belajar tanpa dilengkapi sarana dan prasarana proses belajar mengajar (PBM) yang memadai, mulai terungkap di Kabupaten Labuhanbatu. Kalau siswa SMA Negeri 1 Kecamatan Panai Hilir, belajar beralaskan tenda biru, di SMP Negeri 2 (satu atap) Dusun Tanjung Harapan, Kecamatan Pangkatan, harus belajar dengan beralaskan tikar.
Siswa-siswi SMPN 2 sebanyak 44 orang terpaksa belajar beralaskan tikar. Pasalnya, meubeler seperti meja dan kursi yang sudah lama dipesan pihak sekolah ke Dinas Pendidikan setempat tak kunjung direalisasikan.

Ironisnya lagi, ruangan perpustakaan yang disulap menjadi ruangan belajar tersebut tanpa memiliki papan tulis. Sedangkan disisi kiri dan kanan ruangan itu banyak ditemukan barang bekas seperti kayu dan papan. Ruangan ini sendiri sudah sejak Senin (29/1), digunakan sebagai ruangan belajar tanpa meja dan kursi. Padahal jarak antara sekolah tersebut dengan Dinas Pendidikan Labuhanbatu tidak jauh, hanya sekitar 30 menit perjalanan dengan kendaraan roda dua melewati aspal yang mulus hingga ke lokasi.

Wakil Kepala Sekolah SMPN 2 Kecamatan Pangkatan Roma Uli Ambarita mengatakan, siswanya terpaksa belajar di ruangan tanpa meja, kursi dan papan tulis. Karena empat ruangan yang diperuntukkan menampung 157-an siswa mulai dari kelas I hingga kelas III tidak lagi dapat menampung seluruh pelajar yang bersekolah di SMPN 2 tersebut.

“Sebelumnya memang ada yang masuk siang. Tapi kalau diterapkan masuk siang ada orang tua murid yang keberatan, karena memang aturannya sekolah SMPN 2 ini masuk pagi gini,” kata Roma Uli, Kamis (2/2).

Dia menambahkan, Dinas Pendidikan Labuhanbatu belum mengetahui kondisi proses belajar tanpa meja dan kursi di sekolah itu. Karena pihak terkait belum ada yang berkunjung ke sana, meski pengusulan kekurangan moubeler sudah sejak tahun 2010 sudah disampaikan pihak sekolah ke Dinas Pendidikan Labuhanbatu.

Ummu A’iman guru honorer bidang study Agroindustri di SMP Negeri 2 Tanjung Harapan, Kecamatan Pangkatan, Kabupaten Labuhanbatu mengatakan, tikar yang menjadi alas duduk bagi para pelajar itu adalah hasil inisatif para guru. Sejumlah guru terpaksa membawa tikar dari rumah sendiri agar siswa-siswi memiliki alas duduk ketika sedang berlangsung proses belajar di ruang tersebut.

Selain itu, Ummu mengatakan, di SMP Negeri 2 Tanjung Harapan itu terdapat 18 tenaga pengajar, namun yang PNS hanya tiga orang, satu di antaranya kepala sekolah dan dua lagi sebagai tenaga pengajar bidang study Bahasa Indonesia. “Memang disini ada 18 guru, tapi yang berstatus PNS hanya tiga orang satu kepala sekolah dan dua guru Bahasa Indonesia. Sisanya honor semua,” ungkap wanita berjilbab tersebut.

Melihat kondisi sistem pendidikan di Labuhanbatu masih jauh dari harapan, sehingga perlu adanya perbaikan secara menyeluruh. Sebab, dua guru PNS yang terdapat di sekolah itu jurusan yang diajarkan sama yakni, Bahasa Indonesia.

Belajar di Ruang Guru
Sementara itu, hanya berjarak sekitar 50 meter dari SMPN 2 Dusun Tanjung Harapan Desa Tanjung Harapan, Kecamatan Pangkatan, Labuhanbatu, juga terdapat murid kelas III SDN118376 yang belajar sangat memperihatinkan. Pasalnya, selama tiga tahun belakangan ini para siswa terpaksa belajar di ruangan guru dan rumah sekolah yang dijadikan sebagai ruangan kelas bagi murid.

Plapon ruangan itu tampak seadanya terbuat dari anyaman bambu. Sehingga kalau kondisi cuaca panas, tentunya akan terasa dari pantulan atap ruangan tersebut. Karena tidak semuanya ruangan itu memiliki flapon.

Selain itu pihak sekolah juga menggunakan ruangan rumah sekolah sebagai tempat proses belajar bagi murid. Kondisinya pun tampak kumuh karena kurang mamadai. “Sudah tiga tahun kami menggunakan ruangan ini sebagai tempat belajar bagi anak-anak. Karena ruangan sekolah tidak cukup,” kata guru yang enggan memberitahukan namanya. (fajar dame harahap.medanbisnis)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mandailing Malaysia Disajikan Adat Mandailing di Tanah Leluhur

    Mandailing Malaysia Disajikan Adat Mandailing di Tanah Leluhur

    • calendar_month Minggu, 25 Nov 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Sekitar 90 orang etnis Mandailing di Malaysia melakuan kunjungan muhibbah ke tanah leluhur Mandailing Natal (Madina), Jum’at (23/11) dalam rangka mempererat hubungan persaudaraan dengan saudara mereka di tanah leluhur karena sudah lama dipisahkan oleh dua negara. “Kunjungan muhibbah ini diorganisir Persatuan Halak Mandailing Malaysia (PHMM), motivasinya adalah dalam rangka memperkenalkan kepada […]

  • ATM Nasabah BNI Dibobol

    ATM Nasabah BNI Dibobol

    • calendar_month Jumat, 4 Feb 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Sidimpuan, Muhammad Ikbal Siregar (38) penduduk Batunadua, Kota Padang Sidimpuan, menjadi korban kriminal atas pengambilan uang melalui Anjungan Tunai Mandiri (ATM) BNI Padang Sidimpuan yang berada di Kantor PLN Padang Sidimpuan. Kepada wartawan di Sidimpuan, Jumat (28/01/2011), Ikbal mengatakan nasib naas yang dialaminya terjadi pada Kamis (27/01/2011). “Pada hari itu saya bermaksud mengambil sejumlah uang […]

  • Makna Kemerdekaan dari Kacamata Seorang Guru

    Makna Kemerdekaan dari Kacamata Seorang Guru

    • calendar_month Jumat, 16 Agt 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Muttaqin Kholis Ali Guru Informatika SMA Negeri 1 Tambangan, Mandailing Natal Kemerdekaan bukan hanya tentang terbebas dari penjajahan, tetapi juga tentang bagaimana kita mengisi kemerdekaan itu dengan hal-hal yang bermakna. Di tengah hingar-bingar perayaan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia, sering kali kita lupa bahwa salah satu pilar utama kemerdekaan adalah pendidikan. Sayangnya, ketika kita […]

  • Harga Buah Impor di Madina Turun

    • calendar_month Sabtu, 1 Jun 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Dalam dua minggu terakhir ini harga buah impor di tingkat agen mengalami penurunan di Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) setelah sempat naik yang mencapai 100 persen. Rusdi Nasution, seorang pedagang buah di pasar Panyabungan menjawab wartawan, Jum’at (31/5) mengungkapkan penurunan harga sejumlah buah impor mencapai 30 persen. Buah apel misalnya, dua […]

  • Golkar Madina Salurkan Bahan Pangan di Semua Dapil

    Golkar Madina Salurkan Bahan Pangan di Semua Dapil

    • calendar_month Senin, 13 Apr 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – DPD Partai Golkar Madina, Senin (13/4/2020) menyalurkan bahan pangan dalam menanggulangi dampak sosial ekonomi akibat Covid-19. Bantuan ini bersumber dari gaji anggota DPRD Madina dari Partai Golkar yang dipotong 3 bulan. Bahan pangan itu meliputi beras 10 ton, minyak makan 1 ton dan telur 250 papan. Ditambah masker. Bantuan bahan pangan […]

  • Bupati Madina Bantah Terlibat Korupsi Taman Raja Batu

    Bupati Madina Bantah Terlibat Korupsi Taman Raja Batu

    • calendar_month Jumat, 12 Jul 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    MEDAN (Mandailing Online) – Bupati Mandailing Natal, Sumut, Dahlan Nasution membantah soal dugaan korupsi di kasus Tapian Sirisiri dan Taman Raja Batu. Kalau ada kerugian negara yang terjadi, dia meminta agar ditetapkan siapa yang bersalah. “Saya enggak ada pernah korupsi, kok… Jangankan beratus juta, serupiah pun saya tidak ada korupsi di Madina. Kalau ada dapat […]

expand_less