Selasa, 13 Okt 2026
light_mode

Mandailing Malaysia Disajikan Adat Mandailing di Tanah Leluhur

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Minggu, 25 Nov 2012
  • print Cetak

sambutan mandailing malaysia 231112PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Sekitar 90 orang etnis Mandailing di Malaysia melakuan kunjungan muhibbah ke tanah leluhur Mandailing Natal (Madina), Jum’at (23/11) dalam rangka mempererat hubungan persaudaraan dengan saudara mereka di tanah leluhur karena sudah lama dipisahkan oleh dua negara.

“Kunjungan muhibbah ini diorganisir Persatuan Halak Mandailing Malaysia (PHMM), motivasinya adalah dalam rangka memperkenalkan kepada publik Malaysia tentang keberadaan tanah leluhur mereka di Mandailing, sebuah kawasan di bagian selatan Sumatera Utara,” kata Kuasa Perwakilan Mandailing Malaysia di Madina, Dahlan Batubara.

Pusat silaturahinm diadakan di kediaman keluarga H. Maslin Batubara, Desa Alahan Kae, Ulu Pungkut. Di desa itu dilakukan “horja kampung” kenduri sekampung ala Mandailing di mana penduduk desa membaur dengan rombongan.

Bupati Madina, Hidayat Batubara dan tokoh masyarakat menyambut rombongan di Desa Alahan Kae. Paluan gordang sambilan, tortor raja-raja, tortor inanta soripada, tor-tor naposo bulung dan moncak dipertunjukkan di desa itu.

Dalam kesempatan itu, Bupati Madina, Hidayat Batubara, Sekda M.Daud Batubara bersama 4 orang lainnya berkesempatan menarikan tor-tor raja yang dilanjutkan dengan tortor inanta soripada oleh kaum ibu.

Selepas itu, tortor naposo nauli bulung diperagakan oleh tiga pasangan muda mudi Desa Alahan Kae, dilanjutkan dengan bibingan tortor kepada rombongan Mandailing Malaysia, yakni tortor raja dan tortor inanta soripada.

Sebelumnya, rombogan disuguhi makan bersama secara “diholoi” (penyajian makanan ala Mandailing) di rumah kediaman keluarga H. Maslin Batubara. Makan “diholoi” ini adalah adat Mandailing dimana tuan rumah menyajikan hidangan makanan secara langnsung per individu kepada masing-masing tamu yang hadir.

Usai makan bersama dilanjutkan dengan sajian ketan inti kepada rombongan Mandailing Malaysia. Ketan ini adalah jenis makanan dari pulut yang dicampur dengan parutan kelapa campur gula aren. Ketan ini merupakan lambang mempererat silaturrahim antara tuan rumah dengan tamu.

Sore hari, rombongan mengunjungi dan solat Magrib di Pesantren Musthafawiyah Purba Baru. Pesantren ini merupakan terbesar di Mandailing Natal yang bersusia 100 tahun dan banyak melahirkan ulama kaliber nasional dan internasional. Salah satu ulama lulusannya adalah imam besar di Masjidil haram, Mekkah.

Di pesantren ini pihak pengasuh memberikan penjelasan sejarah dan kurikulumnya kepada rombongan Mandailing Malaysia. Presiden PHMM, Ramli Abdul Karim Hasibuan juga menyerahkan bingkisan bantuan dari anggota PHMM kepada Pesantren Musthafaiyah.

Pada malam harinya dilakukan pertemuan rombongan Mandailing Malaysia dengan tokoh adat, tokoh masyarakat serta bupati Madina di sopo godang rumah dinas Bupati Madina.

Dilakukan juga penandatanganan MoU kerjasama antara Presiden Persatuan Halak Mandailing Malaysia, Ramli Abdul Karim Hasibuan dengan Bupati, Madina Hidayat Batubara meliputi bidang kebudayaan, bidang kekeluargaan dan silaturrahim, bidang ekonomi, bidang tenaga kerja, peningkatan hubungan pemerintahan. (mar)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Produk Legislatif Bikin Galau

    Produk Legislatif Bikin Galau

    • calendar_month Senin, 5 Apr 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Riani, S.Pd.I Guru tinggal di Medan Pemuda merupakan generasi penerus masa depan. Arus politik yang berkembang di negeri ini, tentunya tidak luput dari sorotan generasi. Maju atau tidaknya suatu negeri dapat dilihat dari kesadaran politik generasi mudanya. Hasil survei Indikator Politik Indonesia menunjukkan, sebanyak 64,7 persen anak muda menilai partai politik atau politisi di […]

  • HET LPG Belum Ada, Harga 3 KG Capai 25 Ribu
    Tak Berkategori

    HET LPG Belum Ada, Harga 3 KG Capai 25 Ribu

    • calendar_month Jumat, 3 Mei 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Harga Eceran Tertinggi (HET) gas LPG belum ditetapkan pemerintah daerah Mandailing Natal (Madina) menyebabkan harga gas itu tak menentu. Di Kecamatan Ranto Baek, harga gas LPG 3 kg mencapai .25.000 ripuah per tabung. Sementara di kota Panyabungan terjadi beberapa variasi harga. Antara 16 ribu hingga 18 ribu rupiah per tabung. Akibatnya […]

  • Seri HUT Madina : Mandailing Melahirkan Banyak Ulama Kharismatik (1)

    Seri HUT Madina : Mandailing Melahirkan Banyak Ulama Kharismatik (1)

    • calendar_month Rabu, 8 Mar 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh : BASYRAL HAMIDI HARAHAP (In Memorial) Sejarahwan Mandailing   Tanpa mengurangi pengormatan kepada semua ulama yang berasal dari Kabupaten Madina, penulis membatasi uraian tentang banyak ulama lainnya. Kiranya satu buku lain perlu ditulis untuk membicarakan semua ulama di Kabupaten Mandailing Natal. Penulis menyebut beberapa ulama lainnya sebagai gambaran betapa dahulu banyak ulama kharismatik di […]

  • Partai NasDem Madina dan Pasangan Calon Bupati/Wakil Hadiri Rakernas

    Partai NasDem Madina dan Pasangan Calon Bupati/Wakil Hadiri Rakernas

    • calendar_month Selasa, 22 Sep 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA (Mandailing Online) – Ketua Partai NasDem Mandailing Natal, H.M Daud Lubis dan Sekretaris Amir Husin Hasibuan bersama pasangan calon bupati/wakil bupati Madina Dahlan Hasan Nasution/Jakfar Sukhairi Nasution foto bersama di sela acara Rakernas Partai NasDem dan Konsolidasi Pemenangan Pilkada 2015 di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Senin (21/9). Pelaksanaan Rakernas ini merupakan ujung perjalanan […]

  • PP Madina Minta Anuar Shah Tetap Ketua PP Sumut

    PP Madina Minta Anuar Shah Tetap Ketua PP Sumut

    • calendar_month Jumat, 3 Feb 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan, Ketua Majelis Pengurus Cabang Pemuda Pancasila (MPC PP) Kabupaten Mandailing Natal (Madina) Sahriwan Nasution alias Kocu meminta Anuar Shah alias Aweng tetap menjadi Ketua MPW PP Sumatera Utara Periode 2012-2017. “Alasan kita kenapa meminta Aweng tetap menjadi Ketua MPW PP Sumut antara lain, solidaritas organisasi kepemudaan yang saat ini semakin maju dan berkembang dan […]

  • 13 Desa di Ulu Pungkut  Tolak Tanda Batas Hutan Lindung

    13 Desa di Ulu Pungkut Tolak Tanda Batas Hutan Lindung

    • calendar_month Kamis, 13 Feb 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    ULU PUNGKUT (Mandailing Online) – Sebanyak 13 di Kecamatan Ulupungkut, Mandailing Natal (Madina) menolak pembuatan tanda batas hutan lindung di kawasan itu yang dilakukan pihak Balai Pemantapan Kawasan Hutan Wilayah I (BPKH W-I) Sumut. Alasan penolakan karena pihak BPKH tidak melakukan koordinasi dengan masyarakat 13 desa dalam program pemancangan batas hutan lindung. Tapal batas yang […]

expand_less