Tokoh Bergelar Sutan (Willem) Iskander Itu Layak Jadi Pahlawan Nasional (bagian 3)
- account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
- calendar_month 41 menit yang lalu
- print Cetak

Willem Iskander
Oleh: Tim Mandailing Epicentrum
Willem Iskander dan Ironi Tokoh Besar yang Dilupakan Negara
Ada ironi besar dalam sejarah Indonesia:
> Tidak semua tokoh besar otomatis masuk ingatan nasional.
Sebagian tenggelam. Sebagian terlupakan. Sebagian kalah populer.
Dan Willem Iskander mungkin salah satu contohnya.
Padahal banyak penelitian menyebut keturunan Sutan Diaru ini termasuk pelopor pendidikan modern bumiputera di Mandailing.[1] Bahkan di Sumatera.
Namun dalam sejarah nasional, nama Willem Iskander kalah gaung dibanding figur lain yang muncul lebih dekat dengan era pergerakan nasional abad ke-20.
Kenapa bisa begitu?
Karena sejarah tidak hanya ditentukan oleh besarnya dan banyak jasa.
Tetapi juga oleh:
dokumentasi,
pusat kekuasaan,
produksi pengetahuan, dan
siapa yang paling sering ditulis.
Banyak tokoh daerah kalah bukan karena kontribusinya kecil. Tetapi karena tidak memiliki “mesin narasi” sebesar tokoh daerah yang sudah “nangkring” di eskalasi politik pusat.
Bahkan studi modern tentang arsip kolonial menunjukkan bahwa sejarah kolonial memang menyimpan bias. Yakni, banyak tokoh lokal dan kelompok pinggiran tidak tercatat secara proporsional dalam arsip resmi mereka.[2]
Artinya, “keterlupaan” Willem Iskander mungkin bukan kebetulan. Melainkan menjadi bagian dari cara politik sejarah bekerja. Dan, di sinilah pentingnya membaca ulang sejarah Indonesia:
Siapa yang selama ini terlalu sering diperingatkan, dan siapa yang diam-diam tertinggal di pinggir ingatan bangsa? (bersambung)
Referensi:
[1] [UNIMED Repository — Peranan Willem Iskander dalam Upaya Meningkatkan Pendidikan Masyarakat Mandailing](https://digilib.unimed.ac.id/id/eprint/17993/?utm_source=chatgpt.com)
[2] [Arxiv — Unsilencing Colonial Archives via Automated Entity Recognition](https://arxiv.org/abs/2210.02194?utm_source=chatgpt.com)
- Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

