Minggu, 10 Mei 2026
light_mode

Ingin Nagih “Hutang Pilkada” TGSC Datangi Kantor Saipullah Nasution di Kantor Bupati Madina

  • account_circle Muhammad Hanapi
  • calendar_month Kamis, 30 Apr 2026
  • print Cetak

Tim Gordang Sambilan Center saat berada di ruang tunggu kerja Bupati Madina Saipullah Nasution Kamis 30/4/2026 ( fikri )

MADINA||Mandailing Online –Pemandangan tak biasa terjadi di Kantor Bupati Mandailing Natal, Bukit Payaloting, Kamis (30/4/2026). Rombongan mengatasnamakan Tim Gordang Sambilan Canter (TGSC) mendatangi ruang kerja Bupati Saipullah Nasution. Tujuan mereka satu” menagih utang Pilkada”.

Ketua TGSC Miswaruddin Daulay memimpin langsung rombongan itu. Namun upaya mereka kandas. Bupati Saipullah tak ada di kantor.

“Harus dijadwalkan dulu Pak kalau mau bertemu Pak Bupati dan kebetulan Pak Bupati juga sedang tugas luar kantor,” kata seorang staf di ruang tunggu.

Miswar mengaku kecewa berat. Ini bukan kali pertama mereka datang, tapi selalu gagal bertemu Saipullah.

“Ya kecewa kami, karena kedatangan kami sudah kesekian kalinya. Kekecewaan itu jelas panjangnya birokrasi untuk bertemu dengan Kepala Daerah,” ujar Miswar ke wartawan Kamis 30/4/2026.

Ia bahkan menyebut birokrasi era Saipullah paling sulit sepanjang sejarah Madina. “Sejak berdirinya Kabupaten Mandailing Natal, birokrasi zaman kepemimpinan Saipullah Nasution selaku bupati lah yang paling sulit apabila hendak bertemu.”

“Bersyukurlah pada kami yang dibuat, kalau pada masyarakat lain yang kurang mengerti birokrasi kan pandangan negatif,” sindirnya

Miswar menegaskan, utang yang mereka tagih adalah “utang Pilkada”. Kasus ini sudah jadi bola panas di ranah hukum.

Saipullah lewat kuasa hukumnya lebih dulu melaporkan TGSC ke Polda Sumut karena menganggap tuntutan mereka tidak benar. Tak tinggal diam, TGSC balik melaporkan Saipullah ke Polres Madina atas dugaan pemerasan dan pencemaran nama baik.

“Laporan kami telah direspon oleh Polres Madina dan tinggal menunggu jadwal pemanggilan dari polisi terhadap saudara Saipullah Nasution sebagai terlapor,” tegas Miswar.

Meski sudah saling lapor, Miswar bersikeras utang tetap ditagih. “Meskipun kasus yang bergulir di kepolisian ini nanti sudah ada keputusan hakim, tetap saja utang akan kami tagih.” tegasnya

Kasus ini sendiri membuka dua isu sekaligus yakni terkait utang Pilkada kepala daerah  dan sulitnya akses warga bertemu Bupati. TGSC berjanji akan tetap menempuh jalur birokrasi sampai bisa bertemu Saipullah.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari Bupati Saipullah Nasution terkait kedatangan TGSC dan tudingan utang Pilkada tersebut. (*)

  • Penulis: Muhammad Hanapi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Polres Madina Percepat Pemeriksaan Kasus Kebakaran Pasar Hilir

    Polres Madina Percepat Pemeriksaan Kasus Kebakaran Pasar Hilir

    • calendar_month Selasa, 11 Okt 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Tim Percepatan Pemeriksaan Polres Madina terjun langusung di lokasi melakukan pemeriksaan tambahan dalam memproses penyebab kebakaran di Pasar Hilir, Panyabungan, Selasa (11/10). Tim berada di lokasi membawa peralatan lengkap dan menemui para korban kebakaran untuk mengumpulkan bukti-bukti tambahan penyebab kebakaran yang menghaguskan 17 rumah penduduk yang terjadi tanggal 26 September lalu […]

  • Songsong 1 Muharram, Pawai Obor dan Tablig Akbar Berlangsung Besok Malam

    Songsong 1 Muharram, Pawai Obor dan Tablig Akbar Berlangsung Besok Malam

    • calendar_month Jumat, 30 Agt 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Menyambut 1 Muharram 1441 Hijriah, Pawai Obor dan Tablig Akbar akan dilangsungkan di Mandailing Natal, besok, Sabtu malam (31/8/2019). Lokasinya dipusatkan di dua lokasi, yakni di Panyabungan dan Sinunukan, dengan waktu yang bersamaan. Berdasar jadwal yang tetapkan panitia, pawai obor di Panyabungan dilangsungkan ba’da Isya sekira pukul 20.00 WIB. Pawai obornya […]

  • 49 Rumah di Tagilang Julu Wajib Relokasi

    49 Rumah di Tagilang Julu Wajib Relokasi

    • calendar_month Jumat, 19 Okt 2018
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MUARA BATANG GADIS (Mandailing Online) – Sebanyak 49 rumah di Desa Tagilang Julu Kecamatan Muara Batang Gadis, Mandailing Natal wajib direlokasi pasca banjir. Itu dikatakan  Camat Muara Batang Gadis, Sahrul Matondang, Kamis (18/10/2018). Rumah wajib relokasi itu diharuskan karena berada di sepanjang jalur rawan banjir yang berasal dari arus Sungai Tagilang. Banjir melanda pemukiman desa […]

  • Kereta Api Pasar Malam Terguling, Lima Anak Luka

    Kereta Api Pasar Malam Terguling, Lima Anak Luka

    • calendar_month Minggu, 3 Feb 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Medan, (MO) – Lima anak mengalami luka ringan dan memar setelah gerbong kereta api mainan di pasar malam, Jalan Bilal Ujung, Brayan Darat, Medan, Sumatera Utara, yang mereka naiki terguling, Sabtu (02/02/2013) sekitar pukul 21.00 WIB. Informasi yang diperoleh, saat kejadian ada lima anak dan satu orang dewasa, Anto, yang ikut dalam wahana tersebut. Setelah […]

  • Jumat Bersih, KPPG Madina Bersihkan TPU di Nagajuang

    Jumat Bersih, KPPG Madina Bersihkan TPU di Nagajuang

    • calendar_month Jumat, 29 Okt 2021
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    NAGAJUANG (Mandailing Online) – Setelah meluncurkan program Jumat Subuh Berkah, Kesatuan Perempuan Partai Golkar (KPPG) Kabupaten Mandailing Natal (Madina) melaksanakan kegiatan Jumat Bersih. Kali ini dilaksanakan di Kecamatan Nagajuang berupa bersih-bersih Tempat Pemakaman Umum (TPU). Giat yang dilaksanakan pada Jumat (29/10) berpusat di TPU Desa Sayurmatua, TPU Desa Tambiski, dan TPU Desa Banua Simanosor. Ketua […]

  • 152 hakim nakal di Sumut dilaporkan

    152 hakim nakal di Sumut dilaporkan

    • calendar_month Rabu, 23 Okt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA (Mandailing Online) – Komisi Yudisial (KY) pada tahun 2013 sampai dengan triwulan ketiga (Januari-September) telah menerima 1664 laporan pelanggaran kode etik dan kehormatan hakim. Laporan terbanyak dugaan pelanggaran hakim berasal dari Jakarta, sebanyak 363 laporan. “Laporan yang masuk berjumlah 1644, dengan 5 daerah terbanyak adalah Jakarta 363 laporan, Jawa Timur 179 laporan, Sumatera Utara […]

expand_less