Rabu, 9 Sep 2026
light_mode

Alame Mandailing Rozi Nasution: Mengangkat Cita Rasa Tradisional ke Pasar Nasional

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 31 Mar 2026
  • print Cetak

Oleh: Armi Fadhilah Lubis
Mahasiswa Program Studi Kewirausahaan, Fakultas Ekonomi Bisnis, Universitas Andalas

 

Di tengah berkembangnya industri kuliner modern, usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) berbasis tradisional tetap memiliki tempat tersendiri di hati masyarakat. Salah satunya adalah usaha “Alame Mandailing Rozi Nasution” yang berlokasi di Kotasiantar, Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal, yang berdiri sejak tahun 2012. Usaha ini hadir sebagai bentuk komitmen untuk melestarikan sekaligus mempopulerkan makanan khas daerah, khususnya alame atau dodol khas Mandailing.

UMKM ini dimiliki oleh Rozi Nasution, seorang pelaku usaha yang memiliki semangat besar dalam memajukan produk lokal. Ia mendirikan usahanya dengan tujuan sederhana namun bermakna, yaitu memperkenalkan alame sebagai salah satu makanan khas Mandailing yang dapat dikenal luas oleh masyarakat, tidak hanya di tingkat lokal, tetapi juga hingga nasional.

Rozi Nasution mengungkapkan bahwa ide mendirikan usaha ini berawal dari keinginannya untuk melestarikan kuliner tradisional yang mulai tergeser oleh makanan modern. “Saya ingin alame tidak hanya dikenal di kampung sendiri, tetapi juga bisa dinikmati oleh masyarakat luas, termasuk para perantau,” ujarnya.

Produk alame

Dalam menjalankan usahanya, Rozi memiliki visi untuk menjadikan alame sebagai produk khas yang diminati oleh berbagai kalangan. Sementara itu, misinya adalah menjadikan alame sebagai produk UMKM unggulan yang dicari masyarakat luas, khususnya produk alame dari usahanya.

Selain memproduksi alame, UMKM ini juga menawarkan berbagai produk lainnya seperti sasagun, kipang, dan pisang gula. Ragam produk tersebut menunjukkan upaya diversifikasi yang dilakukan untuk menarik minat konsumen sekaligus memperluas pasar.

Proses Produksi Alame
Dalam proses produksinya, alame dibuat dari bahan-bahan alami seperti tepung ketan, gula merah, santan kelapa, dan bahan tambahan lainnya yang menjaga cita rasa khas tradisional. Proses pembuatan alame sendiri masih dilakukan secara tradisional, dengan teknik memasak yang membutuhkan waktu dan ketelatenan tinggi agar menghasilkan tekstur dan rasa yang sempurna.

Peralatan yang digunakan dalam produksi pun masih sederhana, seperti kuali besar, tungku, dan alat pengaduk tradisional. Namun demikian, kualitas produk tetap menjadi prioritas utama. “Kami menjaga kualitas dari bahan baku hingga proses pembuatan agar rasa alame tetap autentik,” tambah Rozi.

Tahap memasak alame

Dalam hal pemasaran, UMKM ini telah memanfaatkan berbagai strategi, termasuk penggunaan media sosial untuk menjangkau konsumen yang lebih luas. Selain itu, pemasaran juga dilakukan secara langsung melalui toko oleh-oleh dan jaringan pelanggan yang sudah tersebar di berbagai daerah.

Menariknya, produk alame dari Rozi Nasution telah menembus pasar nasional. Hal ini tidak lepas dari peran para perantau Mandailing yang turut memperkenalkan produk tersebut ke daerah lain sebagai buah tangan khas kampung halaman.

Dari sisi ekonomi, usaha ini memberikan kontribusi yang cukup signifikan. Dengan biaya produksi harian yang disesuaikan dengan jumlah pesanan, produk alame dijual dengan harga yang terjangkau sehingga dapat dinikmati oleh berbagai kalangan. Omzet yang diperoleh pun cukup stabil setiap bulannya, terutama saat permintaan meningkat.

UMKM ini juga membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar. Para karyawan yang bekerja diberikan pelatihan khusus, terutama dalam hal teknik produksi dan menjaga kualitas produk. Hal ini dilakukan agar setiap produk yang dihasilkan tetap konsisten dan sesuai standar.

Seperti halnya usaha lainnya, Rozi Nasution juga menghadapi berbagai tantangan, terutama pada masa awal merintis usaha. Salah satu tantangan terberat adalah memperkenalkan produk kepada masyarakat luas dan membangun kepercayaan konsumen. Namun, dengan ketekunan dan konsistensi dalam menjaga kualitas, perlahan usaha ini mulai dikenal.

Produk Alame
Motivasi utama Rozi dalam menjalankan usaha ini adalah keinginan untuk melestarikan warisan kuliner daerah sekaligus meningkatkan perekonomian keluarga dan masyarakat sekitar. Ia percaya bahwa produk lokal memiliki potensi besar jika dikelola dengan baik.

Respon pelanggan terhadap produk alame ini pun sangat positif. Banyak pelanggan yang merasa puas dengan rasa dan kualitas yang ditawarkan. Bahkan, tidak sedikit pelanggan yang kembali membeli dan merekomendasikan produk ini kepada orang lain. Ada pula cerita unik dari pelanggan yang sengaja memesan dalam jumlah besar untuk dibawa ke luar daerah sebagai oleh-oleh khas Mandailing. “Rasanya sangat khas dan berbeda dari dodol lain. Manisnya pas dan teksturnya lembut. Saya sering membawanya ke Medan untuk oleh-oleh,” ungkap Desi, pelanggan alame ini.

Keunggulan utama dari usaha ini terletak pada cita rasa autentik yang tetap dipertahankan serta penggunaan bahan-bahan alami. Hal ini menjadi nilai tambah yang membedakan produk alame Rozi Nasution dengan produk sejenis di pasaran.

Dalam menghadapi berbagai tantangan, Rozi terus berupaya mencari solusi, seperti meningkatkan kualitas produk, memperluas jaringan pemasaran, serta memanfaatkan teknologi digital. Ia juga terus belajar dan berinovasi agar usahanya dapat berkembang lebih baik lagi.

Permintaan terhadap produk alame biasanya meningkat pada momen-momen tertentu, seperti hari raya dan musim liburan. Pada saat tersebut, produksi pun ditingkatkan untuk memenuhi kebutuhan pasar yang melonjak.

Ke depan, Rozi Nasution berharap usahanya dapat terus berkembang dan menjadi salah satu ikon kuliner khas Mandailing yang dikenal secara luas. Ia juga berharap semakin banyak generasi muda yang tertarik untuk mengembangkan produk lokal agar tetap lestari di tengah arus modernisasi.

Dengan semangat dan dedikasi yang tinggi, UMKM Alame Mandailing Rozi Nasution menjadi contoh nyata bagaimana usaha kecil dapat memberikan dampak besar, baik dalam pelestarian budaya maupun peningkatan ekonomi masyarakat.***

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bupati Madina Melayat ke Rumah Korban Tanah Longsor Bekas Tambang

    Bupati Madina Melayat ke Rumah Korban Tanah Longsor Bekas Tambang

    • calendar_month Jumat, 29 Apr 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    LINGGABAYU (Mandailing Online) – Bupati Mandailing Natal (Madina) H. M. Ja’far Sukhairi Nasution bersama rombongan secara langsung melayat ke rumah duka korban longsor bekas tambang emas di Desa Simpang Bajole dan Desa Bandar Limabung, Kecamatan Linggabayu. Kedatangan Bupati ke rumah korban didampingi Kepala Dinas Sosial Dedi Hermansyah, Kepala BPBD Edi Sahlan, Kapolres AKBP Muhammad Reza […]

  • Aek Botung Desa Terisolir, 5 Tahun Menunggu Janji Bupati Madina

    Aek Botung Desa Terisolir, 5 Tahun Menunggu Janji Bupati Madina

    • calendar_month Senin, 7 Des 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MUARASIPONGI (Mandailing Online) – Jalan ke desa itu bagai jalan menuju hutan. Listrik tak ada. Anak-anak belajar pakai lampu teplok. Itulah Desa Aek Botung, Kecamatan Muarasipongi, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) salah satu desa tertinggal. Mandailing Online melakukan liputan ke desa itu Jum’at lalu (4/12/2020) untuk mengetahui perkembangan infrastrukturnya. Desa Aek Botung oleh terletak diseberang Desa […]

  • Ahmad Husein : Infrastruktur Kebutuhan Vital Pertumbuhan Ekonomi Rakyat Madina

    Ahmad Husein : Infrastruktur Kebutuhan Vital Pertumbuhan Ekonomi Rakyat Madina

    • calendar_month Selasa, 28 Jan 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

        PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Bakal Calon Bupati Madina, Ahmad Husein Nasution menyatakan bahwa infrastruktur sangat urgen menopang pertumbuhan ekonomi rakyat. Itu diungkapkannya menjawab wartawan usai menyampaikan visi misi di Partai Persatuan Pembangunan (PPP) di aula hotel Rindang, Panyabungan, Mandailing Natal (Madina), Selasa (28/1/2020). Infrastruktur dan sektor ekonomi kerakyatan merupakan dua poin prioritas utama […]

  • Pemkab Madina Akan Ajukan P APBD 2010 Awal Oktober

    Pemkab Madina Akan Ajukan P APBD 2010 Awal Oktober

    • calendar_month Sabtu, 25 Sep 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal akan mengajukan Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja daerah (PAPBD) tahun 2010 paling lambat pada awal Oktober mendatang, sehingga akan selesai dibahas DPRD Madina di pertengahan Oktober 2010. Demikian dikatakan Sekdakab Madina Gozali Pulungan SH MM yang didampingi Kabah Humasy Pemkab Madina M Taufik Lubis SH, Sekretaris Keuangan dan Aset daerah Jhon […]

  • MAKNA IBADAH HAJI

    MAKNA IBADAH HAJI

    • calendar_month Minggu, 11 Jun 2023
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Ummu Haura Aktivis/Ibu Rumah Tangga Sebagaimana diketahui, bulan-bulan ini sudah memasuki bulan-bulan haji tahun 1444 H. Jutaan calon jemaah haji telah mulai berangkat dari berbagai penjuru dunia menuju tanah suci, Mekah al-Mukarramah. Jutaan lainnya telah mengantri untuk bisa berangkat tahun depan. Meski tergolong berat dan melelahkan, minat umat Islam untuk menunaikan ibadah haji ke […]

  • KEK Pantai Barat Batu Loncatan Ekonomi Madina

    KEK Pantai Barat Batu Loncatan Ekonomi Madina

    • calendar_month Jumat, 2 Agt 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Gagasan pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pantai Barat Madina di Kecamatan Batahan dan sekitarnya oleh Bupati Madina Dahlan Nasution dianggap menjadi batu loncatan bagi bangkitnya industrialisasi di Madina. Itu disampaikan Irwan Daulay, pengamat pembangun Madina, kepada wartawan, Jumat (2/8/2019). Potensinya sangat besar oleh dukungan Raw Material (bahan baku) yang melimpah, […]

expand_less