Rabu, 15 Apr 2026
light_mode

Didemo Mahasiswa, Kejari Madina Akui Kegiatan Garda Desa Kegiatan Kejaksaan Namun Tidak Tau Anggaran Ditampung di APBDes

  • account_circle Muhammad Hanapi
  • calendar_month Rabu, 16 Jul 2025
  • print Cetak

Aliansi Mahasiswa Pemuda Pemantau Kebijakan Kabupaten Mandailing Natal ( Madina ) demo kantor Kejari Madina Rabub16/7/2025 ( fikri )

PANYABUNGAN (Mandailing Online) –Jupri Wandry Banjarnahor, S.H., M.H., selalu Kepala Seksi Intelijen Kejari Madina mengakui  kegiatan garda desa yang dilaksanakan di setiap desa di Madina merupakan kegiatan Kejaksaan Negeri Madina. Namun ia mengaku tidak tahu bahwa kegiatan itu ditampung di APBDes tahun 2025.

“Benar itu memang kegiatan kami, tapi soal ditampung di APBDes kami tak tau soal itu. Saya akan sampaikan hal ini pada pimpinan,” Ujar Jupri saat menemui Aliansi Mahasiswa Pemuda Pemantau Kebijakan Kabupaten Mandailing Natal ( Madina ) yang berunjuk rasa di depan Kantor Kejaksaan Negeri Madina hari ini rabu 16/7/2025.

Jawaban Kepala Seksi Inteligen Kejari Madina terkait kegiatan garda desa itupun dinilai pengunjuk rasa tidak begitu memuaskan.

“9 juta setiap desa harus mengeluarkan uang dari APBDes demi kegiatan garda desa. Bayangkan 377 Desa di Madina apabila dikalikan dengan 9 juta itu dana yang pantastis” kata Fajar salah seorng peserta aksi.

Fajar menilai dana desa diperlakukan seperti sapi perah. Tiap tahun kegiatan itu dilaksanakan yang dananya dari APBDes . Fajar menuding Kejari Madina sendiri yang bermain dengan dana desa itu. Harusnya dana desa juga di efisiensi pada kegiatan atau program yang tepat.

Sementara itu Fadly Kordinator Umum Pada Aksi tersebut didepan kantor Kejaksaan Madina meminta agar tidak ada interpensi terhadap kegiatan dana desa di Madina serta tak membebani desa agar penggunaan dana desa efektif di seluruh Madina.

“Kegiatan Garda Desa yang diistilahkan itu jelas mubazzir karena desa tidak akan faham  kegiatan yang menelan anggaran miliaran itu  “, tegas Fadly.

Dalam aksi damai mahasiswa itu tidak tampak Kepala Kejaksaan Negeri Madina Muhammad Ikbal SH.MH. Mahasiswa sendiri melakukan aksi sejak pukul 11.30 hingga 12.00. aksi tersebut berjalan lancar sampai mahasiswa membubarkan diri. Namun mahasiswa menyampaikan akan melakukan aksi lanjutkan terkait Garda Desa yang diduga selalu jadi bancakan yang tak berorientasi kegiatannya. ( flkri )

  • Penulis: Muhammad Hanapi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jembatan Runtuh, Bos Bukaka Ditahan

    Jembatan Runtuh, Bos Bukaka Ditahan

    • calendar_month Kamis, 5 Jan 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    KUTAI KARTANEGARA : Akhirnya tersangka ketiga dalam kasus runtuhnya Jembatan Kartanegara ditahan. MSF ditahan hanya berselang beberapa jam setelah penahanan terhadap dua tersangka lainnya yakni ST dan YS. Tiga tersangka itu ditahan di Mapolres Kukar. Sebelumnya, pada pukul 22.00 WITA, polisi mengumumkan bahwa mereka telah melakukan penahanan terhadap dua tersangka dari PU Kukar yakni ST […]

  • Hari Ibu Menjadi Kelabu

    Hari Ibu Menjadi Kelabu

    • calendar_month Kamis, 24 Des 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh : Enni Etika Mardia, S.Pd Aktivis Peduli Ummat / tinggal di Padangsidempuan Bulan  Desember dikenal dengan hari Ibu. Sebuah kebiasaan yaitu tepat tanggal 22 Desember diperingati hari ibu setiap tahunnya. Pada peringatan hari ibu adalah momen untuk mengingat kembali bagaimana peran penting seorang ibu dalam kehidupan. Dengan bimbingan ibu, setiap anak menjadi lebih memahami kehidupan. Dengan […]

  • Pameran Pembangunan HUT 17 tahun Madina

    Pameran Pembangunan HUT 17 tahun Madina

    • calendar_month Minggu, 6 Mar 2016
    • account_circle webmaster
    • 0Komentar

    Hari Pertama pameran pembangunan Ulang Tahun ke 17 Kabupaten Mandailing Natal, yang dimeriahkan SKPD dan Swasta yang berdomisili di kabupaten Madina. Tetap terlihat kemeriahan meskipun  di protes para pengunjung karena lokasi sekarang yang ada di Tapian Siri Siri sulit di akses pengunjung terutama yang datang secara rombongan. Terlalu jauh untuk jalan kaki, sementara kalau naik […]

  • Sidang Dakwaan Si Ngeri-ngeri Sedap Ditunda Lagi, Mengapa?

    Sidang Dakwaan Si Ngeri-ngeri Sedap Ditunda Lagi, Mengapa?

    • calendar_month Senin, 13 Apr 2015
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    JAKARTA – Sidang dengan agenda pembacaan dakwaan untuk mantan Ketua Komisi VII DPR Sutan Bathoegana di Pengadilan Tipikor Jakarta untuk kedua kalinya ditunda. Kali ini penundaan dikarenakan kondisi kesehatan Sutan yang tidak memungkinkan dirinya menghadiri persidangan. Permintaan peundaan disampaikan Jaksa Penuntut Umum dari KPK dalam persidangan, Senin (13/4). "Kami tidak bisa membawa (Sutan), dengan alasan […]

  • Disdik Madina Akui Masih Ada DAK 2009 yang Belum Selesai Dikerjakan

    Disdik Madina Akui Masih Ada DAK 2009 yang Belum Selesai Dikerjakan

    • calendar_month Jumat, 19 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan, Dinas Pendidikan Mandailing Natal mengakui masih ada proyek Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun anggaran 2009 lalu yang belum selesai dikerjakan. Hal itu diakui Kasi Rehab dan Pelaporan Bidang Program Dinas Pendidikan Madina Asmara Hadi Lubis SPd.kepada wartawan beberapa waktu lalu. Sekolah yang belum selesai dibangun tersebut adalah SD 148408 Desa Sikara-kara IV Kecamatan Natal, […]

  • Pemkab Madina Tutup Tambang Emas Tradisional

    Pemkab Madina Tutup Tambang Emas Tradisional

    • calendar_month Minggu, 24 Apr 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MADINA: Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mandailing Natal (Madina) menghentikan semua aktivitas tambang tradisional di Kecamatan Huta Bargot. Kebijakan ini untuk menghindari jatuhnya korban lain pascakematian empat penambang, Rabu 20 April 2011 sore. ”Kami sudah mengeluarkan surat edaran agar warga yang bekerja sebagai penambang menghentikan aktivitasnya karena pemerintah tidak mau ada korban berikutnya,” ungkap Kepala Bagian (Kabag) […]

expand_less