Tokoh Bergelar Sutan (Willem) Iskander Itu Layak Jadi Pahlawan Nasional (bagian 2)
- account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
- calendar_month 1 jam yang lalu
- print Cetak

Willem Iskander
Oleh: Tim Mandailing Epicentrum
Tanobato: Desa Kecil yang Pernah Menyalakan Obor Pendidikan Bumiputera
Hari ini Tanobato mungkin tampak seperti desa biasa di Mandailing.
Tetapi pada abad ke-19, tempat itu pernah menjadi salah satu titik paling penting dalam sejarah pendidikan bumiputera di Sumatra.
Di desa itulah Willem Iskander mendirikan Kweekschool Tanobato tahun 1862.[1]
Bayangkan konteks zamannya.
Ketika sebagian besar rakyat Nusantara belum mengenal pendidikan modern, Tanobato justru sudah memiliki sekolah guru bumiputera.
Ini bukan sekolah biasa.
Karena sekolah itu dirancang untuk mencetak tenaga pendidik pribumi.
Penelitian sejarah menyebut pendekatan pendidikan Willem Iskander tergolong progresif:
* menggunakan bahasa Mandailing,
* menggabungkan ilmu modern dan budaya lokal,
* serta membuka akses pendidikan bagi masyarakat bumiputera.[2]
Artinya, Tanobato bukan sekadar lokasi geografis.
Ia adalah simbol:
> bahwa gagasan kemajuan pernah tumbuh dari kampung kecil di Mandailing.
Sayangnya, jejak sejarah itu belum sepenuhnya menjadi memori nasional.
Padahal jika republik ini serius membangun wisata sejarah pendidikan, Tanobato seharusnya bisa menjadi situs penting seperti:
* Taman Siswa di Yogyakarta,
* atau sekolah-sekolah perintis lain di Jawa.
Karena dari tempat kecil itu pernah lahir keyakinan besar:
> rakyat bumiputera juga berhak cerdas. (bersambung)
Referensi:
[1] [Kemdikbud — Kweekschool Tanobato](https://kebudayaan.kemdikbud.go.id/bpcbsumbar/kweekschool-tanobato-sekolah-guru-di-mandailing/?utm_source=chatgpt.com)
[2] [MIND Jurnal — Peranan Willem Iskander dalam Pendidikan Sekolah Guru di Tanobato](https://jurnal.radisi.or.id/index.php/JurnalMIND/article/view/492?utm_source=chatgpt.com)
- Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

