Jumat, 30 Okt 2026
light_mode

In Memoriam H. Samad Lubis, SE

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Jumat, 15 Apr 2016
  • print Cetak
Almarhum H. Samad Lubis,SE

Almarhum H. Samad Lubis,SE

Catatan Kecil : Askolani Nasution

“Hal yang paling membuat saya terharu dan selalu saya ingat, adalah ketika ibu saya meninggal dunia tahun 2008. Beliau menelepon saya, katanya baru mendengar kabar, lalu bertanya apa masih bisa beliau kejar untuk ikut menyolatkan almarhumah. Saya lihat beliau berlari-lari masuk mesjid untuk ikut mensholatkan.”

Akhir tahun 2005, ketika saya memenangkan Lomba Menulis Cerpen Tingkat Nasional, H. Samad Lubis, SE, yang ketika itu menjadi Kadis Pendidikan Mandailing Natal, memanggil saya ke ruang kerjanya. Ia bertanya apa saya bisa membuat majalah pendidikan. Saya segera mengiyakan, karena dari dulu saya terobsesi membuat media seperti itu.

Beliau segera meminta konsepnya, mulai dari ukuran, warna, tampilan, rubrikasi, hingga kontent. Pendeknya, media dalam bentuk siap cetak. Hanya empat hari, saya kembali menemui beliau dan menunjukkan format yang telah disiapkan. Beliau langsung setuju. Lalu segera dimasukkan dalam APBD 2006.

Kesanku ketika itu, beliau amat percaya kepada orang, karena tak sedikitpun ada perubahan dari konsep yang saya buat. Itulah awal pertama kali saya berhubungan tugas dengan beliau hingga tahun 2009, ketika beliau mencalonkan diri menjadi wakil bupati Mandailing Natal.

Saya merasakan bahwa beliau amat menghargai kami para awak redaktur Buletin “Gema Pendidikan” itu. Bertemu di jalan saja beliau langsung berhenti dan menegur duluan. Justru kami yang merasa segan. Tiap kali berpapasan di kantor Dinas Pendidikan, kami langsung di panggil ke ruangannya, lalu bercerita banyak tentang persoalan dan target pendidikan di daerah ini, mulai dari angka melek huruf, APK, peningkatan mutu guru, penggenjotan siswa berprestasi, dan lain-lain.

Konsepnya yang paling menonjol seingat saya adalah bagaimana meningkatkan jumlah SMK harus lebih banyak dari jumlah SMA. Sebab, menurut beliau, untuk persaingan di masa depan, lebih dibutuhkan lulusan yang memiliki kompetensi kewirausahaan, karena angka lulusan SLTA yang memasuki dunia kerja jauh lebih banyak dari pada lulusan yang melanjutkan ke perguruan tinggi. Saya ingat betul, ketika itu beliau menargetkan bahwa dalam lima tahun ke depan, jumlah SMK harus 70 persen dan SMA 30 persen, berbanding terbalik dengan kondisi saat itu.

Selain itu, hal yang paling inovatif saya kira adalah usaha beliau untuk mengembangkan potensi anak-anak berbakat. Karena beliau meyakini bahwa potensi kecerdasan justru lebih banyak lahir dari dari daerah. Karena itu, waktu itu beliau menggagas Pelatihan Fisika bekerja sama dengan Lembaga Fisika Indonesia yang digagas Prof. Johannes Surya. Beberapa anak-anak cerdas dikumpul, lalu diberi pelatihan Matematika dan Fisika. Dan hasilnya amat signifikan. Banyak ajang lomba di tingkat provinsi dan nasional yang segera didominasi oleh anak-anak yang berasal dari Mandailing Natal. Apalagi anak-anak berbakat itu dilatih secara simultan oleh guru-guru terbaik pada masa itu.

Para guru juga diberi dukungan yang signifikan untuk mengembangkan potensinya. Kami para guru berprestasi diperkenalkan sedemikian rupa kepada publik dalam berbagai kesempatan. Itu reward yang luar biasa saya kira. Tahun 2007 misalnya, saya bahkan diberi reward 20 juta karena terpilih menjadi guru berprestasi tingkat SMA/SMK. Saya juga ditawari umroh, tetapi saya tolak karena belum cukup siap rasanya ketika itu. Saya juga ditawari beasiswa S2 yang sempat saya jalani beberapa bulan saja di UBH. Saya keluar karena tidak betah saja. Saya yakin, hingga hari ini, tidak pernah ada hadiah sebesar itu untuk para guru berprestasi.

Reward serupa juga dirasakan oleh teman saya, Ahmad Syukri Lubis, pemenang Medali Emas Nasional untuk Media Pembelajaran Berbasis TIK. Ahmad Syukri Lubis diberi ruang untuk mengajar di SMA Plus Kotanopan ketika itu, meskipun yang bersangkutan hanya lulusan STM. Itu menunjukkan bahwa, bagi beliau, kompetensi jauh lebih penting dari pada ijazah. Ahmad Syukri bercerita kepada saya, bagaimana ia merasa amat dihargai setiap kali bertemu dengan H. Samad Lubis, meskipun dalam kehidupan sehari-hari. Penghargaan yang dilakukannya saya kira tulus, tanpa basa-basi layaknya pejabat lain ketika itu.

Hal yang paling membuat saya terharu dan selalu saya ingat, adalah ketika ibu saya meninggal dunia tahun 2008. Beliau menelepon saya, katanya baru mendengar kabar, lalu bertanya apa masih bisa beliau kejar untuk ikut menyolatkan almarhumah. Saya lihat beliau berlari-lari masuk mesjid untuk ikut mensholatkan. Itu amat berkesan bagi saya. Tentu karena saya cuma guru rendahan ketika itu, dan beliau secara hirarkis beberapa tingkat kedudukannya di atas saya. Orang seperti saya mungkin tidak akan dianggap ada oleh pejabat setingkat beliau, tetapi beliau tampak tulus memperlakukan kami para guru berprestasi.

Askolani Nasution

Askolani Nasution

Banyak tugas-tugas inovasi yang diberikan kepada kami. Misalnya membuat video profil pendidikan Mandailing Natal. Semua konsepnya diserahkan kepada kami, dan semua konsep yang kami tawarkan tidak pernah ditolak. Ketika kami datang memperlihatkan profil yang kami buat, beliau memanggil semua staf untuk menyaksikan bersama, menunda semua pekerjaan dulu. Kami ditawari berbagai makan dan minum sambil terus memuji-muji pekerjaan kami di depan stafnya. Saya kira, itu bentuk reinforcement yang luar biasa untuk membuat orang bisa total bekerja.

Tahun 2013, ketika kami menggarap film “Senandung Willem”, beliau juga beberapa kali datang melihat-lihat. Beliau seperti tim bagi kami karena dapat lentur bercerita tentang berbagai persoalan seni, tanpa batas-batas status sosial. Padahal beliau Asisten Sekdakab ketika itu, dan kami cuma para pekerja film. Duduk bersama di bawah kayu, emperan rumah, atau tempat apa saja tanpa sungkan. Itu hal yang luar biasa saya kira, karena sulit bertemu tokoh yang mau mensejajarkan diri dengan orang-orang rendah seperti kami.

Terlalu panjang jadinya tulisan ini, kalau harus saya runut semua segala penciptaan kesan baik yang diperankan H. Samad Lubis, SE kepada kami orang-orang kecil. Tulisan ini tanpa pretensi apa pun, hanya sebatas memperkenalkan sisi lain dari pribadi seorang mantan Kadis Pendidikan Mandailing Natal.

Semoga beliau mendapat tempat yang mulia di hadapan Allah SWT, dan semoga keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan. Pesona kerendah-hatian beliau kiranya dapat menjadi teladan bagi anak-anak yang ditinggalkan, juga bagi kita semua untuk dapat sedikit merendahkan kedudukannya di hadapan orang-orang kecil yang tak dicatat sejarah. (penulis kini beraktifitas sebagai sutradara)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Saat Umroh, Atika Doakan Madina

    Saat Umroh, Atika Doakan Madina

    • calendar_month Rabu, 29 Mar 2023
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MAKKAH, SAUDI ARABIA (Mandailing Online) – Wakil Bupati Madina, Sumut, Atika Azmi Utammi Nasution mendoakan daerah ini saat melaksanakan umroh. Doa dipanjatkan Atika di dua kesempatan, yakni saat berada di Raudhah dan ketika melaksanakan tawaf. “Saya mendoakan Mandailing Natal (Madina) di dua tempat makbul, InshaAllah. Di Raudhah dan sewaktu tawaf,” ujar Atika dari Arab Saudi […]

  • Kadis Perikanan Madina Jarang Ngantor

    Kadis Perikanan Madina Jarang Ngantor

    • calendar_month Rabu, 10 Jul 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    MADINA : Mandailing Online – Akhir akhir ini Kepala Dinas Perikanan Madina menjadi sorotan karena jarang ngantor. Sebelumnya, terbit pemberitaan Mandailing Online terkait Balai Benih Ikan (BBI) yang tak terurus dan suplay ikan ke Madina dari Rao Sumbar. Hal itu membuktikan kinerja Dinas Kelautan dan Perikanan Madina ompong. Sebab, tak ada sentuhan yang signifikan untuk […]

  • Pabrik Aspal Terbakar, Satu Tewas, Satu Rawat Inap

    Pabrik Aspal Terbakar, Satu Tewas, Satu Rawat Inap

    • calendar_month Selasa, 9 Jul 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Satu orang tewas dan satu luka bakar dalam peristiwa kebakaran pabrik aspal berlokasi di pingiran Aek Pohon, Kelurahan Sipolu-polu, Panyabungan, Mandailing Natal (Madina), Senin malam (8/7/2013) sekira pukul 20.00 Wib. Diduga kebakaran terjadi sewaktu pekerja sedang melakukan pengisian bahan bakar pada salah satu mesin diesel. Korban tewas bernama Amin (27), sementara […]

  • Kadis PU Madina Soal Jembatan Sinunukan : 4 Perusahaan Harus Ikut Membantu Biaya

    Kadis PU Madina Soal Jembatan Sinunukan : 4 Perusahaan Harus Ikut Membantu Biaya

    • calendar_month Kamis, 8 Sep 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      SINUNUKAN (Mandailing Online) : Empat perusahaan harus ikut menalangi biaya perbaikan jembatan di kilometer 12 Desa Air Apa, Kecamatan Sinunukan, Mandailing Natal. Keempat perusahaan itu bergerak di perkebunan sawit yakni PT. Gruti, PT. Palmaris, PT. Sago Nauli dan PTPN IV. Hal itu dikatakan  Plt. Kadis PU Madina Syahruddin Nasution, ST yang dilansir Malintang Pos […]

  • Supangat Dipukul Preman di Markas Polres Madina

    Supangat Dipukul Preman di Markas Polres Madina

    • calendar_month Selasa, 5 Mei 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Penganiayaan terjadi di markas Polres Mandailing Natal (Madina) pada Sabtu malam (2/5/2020) lalu. Supangat (55) warga Sinunukan Kecamatan Batahan dianiaya oleh Isman warga Batahan. Sebelum kejadian, Supangat beserta sejumlah pengurus Koperasi Sawit Murni lainnya di Kecamatan Batahan melaporkan kasus pencurian yang dilakukan beberapa orang yang diduga dari kelompok Tarman Tanjung pada […]

  • Kesehatan Gratis Mulai Bergulir Di Madina

    Kesehatan Gratis Mulai Bergulir Di Madina

    • calendar_month Rabu, 15 Feb 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan (MO) – Kebijakan kesehatan gratis mulai bergulir di Kabupaten Mandailing Natal (Madina), berdasar visi misi Hidayat-Dahlan. Kebijakan ditekankan di rumah sakit dan puskesmas serta klinik malaria. “Di Rumah Sakit Umum Panyabungan dan RSU Natal, jenis yang digratiskan antara lain akomodasi rawat inap pada klas III, konsultasi, operasi kecil dan sedang. Untuk jenis pelayanan rawat […]

expand_less