Sabtu, 5 Sep 2026
light_mode

Seri HUT Madina : Mandailing Melahirkan Banyak Ulama Kharismatik (4-Selesai)

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Jumat, 10 Mar 2017
  • print Cetak

Oleh : BASYRAL HAMIDI HARAHAP (In Memorial)
Sejarahwan Mandailing

Basyral Hamidi Harahap

 

 

Haji Muhammad Siddiq Nasution (1925-1982) lahir pada tanggal 11 Februari 1925 d Gunung Tua, ia adalah putera tertua Sutan Parimpunan dari Gunung Tua, Mandailing. Ibunya Rukiyah Dalimunthe dari Sigalangan. Belum lagi menamatkan HIS ia berangkat bersama kakek dan neneknya, Syekh Haji  Hasan dan Ramlah Dalimunthe, untuk belajar di Mekkah pd tahun 1938. Mereka mukim di Mekkah selama 12 tahun. Muhammad Siddiq belajar di Madrasah Darul Ulum di Mekkah samapi memperoleh ijazah. Ia menguasai tiga bahasa asing , iyalah Arab, Inggris dan Belanda.

Kakeknya, Syekh Haji Hasan mengajaknya kembali ke Tanah Air pada tahun 1949. Neneknya sendiri telah wafat di Mekkah. Muhammad Siddiq menikah dengan boru Siregar dari Batangtoru. Ia adalah seorang orator yang tutr katanya sangat mengena di hati jamaahnya. Ia menyelenggarakan pengajian di Gunung Tua dan desa-desa lain di Mandailing. Pada tahun 1967, ahli fiqh ini mendirikan perguruan Muhammdiyah di Gunung Tua mulai dari SD, Tsaniwayah dan Aliyah. Perguruan ini berkemabng di Tambah lagi dengan Bustanul Athlifal Taman Kanak-kanak Aisyyiah.

Penulis pernah mewawancarai Haji Muhammad Siddiq di kediamannya pada tahun 1979 dan 1981 dalam rangka penelitian lapangan tentang pergerakan politik dan islam di Tapanuli Selatan. Kesan yang paling mendalam dalam berdialog dengan H. Muhammad Shiddiq adalah tutur katnya yang lembut kahs diale Mandailing yang kental, pilihan kata-katnya yang tepat dan wajahnya yag senyum baik dalam keadaan mendengarkan maupun ketika berbicara. Koleksi bukunya yang kaya tentang Islam menyakinkan bahwa ia benar-benar seorang anggota Majelis Tarjih PP Muhammadiyah yang handal. H. Muhammad Siddiq ikut memberi sumbangan dalam berbagai pembahasan dan keputusan Majelis tarjih PP Muhamadiyah.

Ketika wafat pada tahun 1918, H. Muhammad Siddiq meninggalkan seorang isteri dan delapan orang puteri diantaranya ada yang kembar dan seorang cucu laki-laki.

Inilah sosok ulama yang luas pengetahuannya sampai saat kini belum ada gantinya.

Wafatnya para ulama Madina menimbulkan ke prihatinan yang mendalam. Ini merupakan pertanda akan terjadi berbagai kesulitan dalam kehidupan masyarakat. Tak ada lagi ulama sebesar mereka yang mampu menggantikan peranan mereka dalam mengajrkan segala seluk beluk agama Islam.  Ketekunan, kegigihan, keberanian, kesabaran, kejujuran, kearifan, kesederhanaan, semangat kepeloporan, kemampuan menderita dalam mencari ilmu, kesulitan ilmu yang di miliki para ulama itu tidak lagi memiliki para ulama yang tampil setelah mereka.  (dikutip dari buku Madina Madani)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • KPU Madina Baru Terima 8 dari 40 Tanda Terima LHKPN DPRD Terpilih Periode 2024-2029

    KPU Madina Baru Terima 8 dari 40 Tanda Terima LHKPN DPRD Terpilih Periode 2024-2029

    • calendar_month Sabtu, 22 Jun 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    MADINA – Mandailing Online : Sampai hari ini dari 40 orang, baru 8 orang anggota DPRD Mandailing Natal ( Madina ) terpilih periode 2024-2029 yang memberikan lampiran Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara ( LHKPN ) ke Komisi Pemilihan Umum atau KPU Madina. Sesuai aturan memang, bagi anggota DPRD terpilih, 21 hari sebelum pelantikan sudah harus […]

  • Bensin Habis, Pemkab Madina Tenang Saja

    Bensin Habis, Pemkab Madina Tenang Saja

    • calendar_month Kamis, 9 Jan 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pemkab Mandailing Natal (Madina) nampaknya tak banyak bergerak alias tenang-tenang saja menyikapi kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) jenis bensin di Panyabungan. Padahal, berdasar pengakuan para pengendara di Panyabungan, ketersendatan BBM sudah mulai sejak 31 Desember 2013 lalu. Hingga Kamis siang (9/1/2014) Bagian Perekonomian Pemkab Madina hanya menyatakan masih akan mengawasi. “Ini […]

  • Kadis Pendidikan Madina: Peran Orangtua Penting Tingkatkan Kualitas Pendidikan

    Kadis Pendidikan Madina: Peran Orangtua Penting Tingkatkan Kualitas Pendidikan

    • calendar_month Minggu, 8 Mei 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan, Kadis Pendidikan Imron Lubis MM mengatakan, peran orangtua penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Kabupaten Mandailing Natal. “Sesuai data masih banyak orangtua memanfaatkan tenaga anaknya membantu mencari nafkah yang seharusnya mengecam pendidikan,” ujar Imron Lubis MM di ruang kerjanya kepada wartawan, Senin (2/5). “Untuk meningkatkan minat belajar siswa dalam mengikuti proses belajar mengajar di […]

  • Dina Kayla “Biola Na Mabugang” Menikah

    Dina Kayla “Biola Na Mabugang” Menikah

    • calendar_month Senin, 6 Feb 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan (MO)- Dina Kayla, pameran ibu kandung Safei dan Maliki dalam film “Biola Na Mabugang” resmi mengakhiri masa lajang. Gadis manis bermarga Nasution ini menikah dengan Briptu Ali AN Barus. Akad nikah dilangsungkan di kampung halaman Dina, Desa Kayu Laut, Panyabungan Selatan, Madina, Sabtu (4/2). Sementara resepsi pernikahan dilangsungkan di Jl.Lingkar Timur, Panyabungan, Minggu (5/2). […]

  • Balita Usus Keluar Dibawa Ayah Keliling Kampung Minta Bantuan Warga

    Balita Usus Keluar Dibawa Ayah Keliling Kampung Minta Bantuan Warga

    • calendar_month Rabu, 20 Jan 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    SIABU (Mandailing Online) – Saiman Nasution, ayah kandung Rizky Wasiah, bayi kaluar usus harus keliling kampung meminta belas kasihan warga untuk biaya operasi Rizky. Keliling dari rumah ke rumah warga ini terpaksa dilakukannya demi menyelamatkan anaknya, meski cara seperti ini sangat bertolakbelakang dengan sanubarinya. Bayi umur 10 bulan penduduk Desa Huraba II, Kecamatan Siabu, Kabupaten […]

  • Mahasiswa Desak Kejatisu Tetapkan Tersangka Kasus Taman Raja Batu

    Mahasiswa Desak Kejatisu Tetapkan Tersangka Kasus Taman Raja Batu

    • calendar_month Kamis, 4 Jul 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Rahman Simanjuntak saat melakukan orasi di depan kantor Kejatisu, Kamis (4/7). (foto : Ima Tabagsel)   MEDAN (Mandailing Online) : Mahasiswa kembali berunjukrasa di Kejatisu, menuntut penetapan nama-nama tersangka kasus dugaan korupsi pembangunan Taman Raja Batu dan Tapian Sirisiri di Madina. Unjukrasa dengan massa sekitar 600 orang itu dimotori Ikatan Mahasiswa Tapanuli Bagian Selatan (Ima […]

expand_less