Resmi Meluncur! SiBUNGO MADINA Siap Optimalkan Pendapatan Daerah Madina
- account_circle webmaster
- calendar_month 25 menit yang lalu
- print Cetak
PANYABUNGAN – Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Madina) resmi meluncurkan Sistem Informasi Pajak Bumi dan Bangunan Online Berbasis Geospasial yang diberi nama “SiBUNGO MADINA”. Peluncuran inovasi digital ini dipimpin langsung oleh Bupati H. Saipullah Nasution dan Wakil Bupati Atika Azmi Utammi Nasution di Aula Kantor Bupati, Panyabungan, Kamis (6/08/2026).
Acara launching tersebut dilangsungkan di sela-sela Rapat Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) sekaligus Evaluasi Capaian Pendapatan Asli Daerah (PAD) Semester I 2026.
Bupati Madina, H. Saipullah Nasution, menegaskan bahwa digitalisasi saat ini merupakan sebuah keharusan demi mewujudkan tata kelola pemerintahan yang modern, transparan, dan akuntabel. Menurutnya, langkah ini sejalan dengan upaya percepatan Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD) yang tengah didorong oleh pemerintah pusat.
“Pada hari ini kami meluncurkan SiBUNGO MADINA sebagai wujud komitmen mereformasi pengelolaan pendapatan daerah. Kami berharap launching ini menjadi momentum meningkatkan indeks ETPD dan memperkuat kemandirian fiskal Madina,” ujar Bupati. Ia juga menginstruksikan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) untuk terus menyempurnakan sistem dan menggencarkan sosialisasi kepada masyarakat.
Sementara itu, Kepala Bapenda Madina, Ahmad Yasir Lubis, melaporkan bahwa aplikasi SiBUNGO lahir dari kebutuhan akan ketersediaan data objek PBB-P2 yang akurat, terintegrasi, dan mudah diakses. Dengan disahkannya sistem ini melalui Keputusan Bupati Nomor: 970/0528/K/2026, masyarakat kini bisa merasakan berbagai manfaat. Mulai dari kemudahan pelayanan, cepatnya proses bayar PBB, hingga terjaminnya transparansi data. Bagi pemerintah sendiri, SiBUNGO diyakini ampuh untuk menutup celah kebocoran penerimaan daerah sehingga Pendapatan Asli Daerah (PAD) bisa terus meningkat.
“Dengan teknologi geospasial, identifikasi lokasi menjadi lebih akurat, pemutakhiran data lebih cepat, dan kita bisa melakukan monitoring penerimaan secara real-time,” jelas Yasir Lubis.
- Penulis: webmaster

